Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Mata Kering

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Penyakit mata kering adalah kondisi mata yang mengalami kekurangan cairan akibat air mata yang mudah menguap atau produksi air mata yang terlalu sedikit.

Nama lain dari penyakit mata kering adalah keratoconjunctivitis sicca atau sindrom mata kering. Seseorang yang mengalami penyakit ini akan mendapatkan gejala-gejala, berupa:

  • Mata merah
  • Mata bengkak
  • Mata terasa panas
  • Mata terasa sakit
  • Mata terasa berpasir dan kering
  • Mata terasa gatal
  • Penglihatan menjadi sensitif terhadap sinar matahari
  • Penglihatan buram sementara yang membaik ketika berkedip
  • Adanya selaput lendir tipis di sekitar mata
  • Kelopak mata atas dan bawah saling menempel ketika bangun tidur.

Tingkat keparahan penyakit mata kering bervariasi, mulai dari tingkat ringan hingga tingkat parah dengan rasa sakit atau bahkan disertai komplikasi. Pada sebagian besar kasus yang ada, gejala-gejala yang dirasakan tergolong ringan.

Penyebab Mata Kering

Turunnya atau terganggunya produksi air mata, serta menguapnya air mata yang terlalu cepat pada kasus penyakit mata kering bisa dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Usia (sebagian besar kasus penyakit mata kering terjadi pada lansia).
  • Perubahan hormon, misalnya ketika hamil, ketika menggunakan pil kontrasepsi, dan ketika menjelang masa menopause.
  • Aktivitas dan kebiasaan yang menyebabkan frekuensi mata berkedip berkurang misalnya membaca, bekerja di depan komputer, dan menulis.
  • Penyakit tertentu, misalnya blefaritis, disfungsi kelenjar meibomian, dermatitis kontak, rheumatoid arthritis, konjungtivitis alergi, sindrom Sjogren, HIV, skleroderma, bell’s palsy, dan lupus
  • Cedera pada mata
  • Paparan radiasi
  • Efek samping pemakaian kontak lensa
  • Efek samping operasi laser pada mata (Lasik)
  • Efek samping obat-obatan (misalnya antidepresan, diuretik, beta-blockers, dan antihistamin)
  • Lingkungan (misalnya tinggal di wilayah tinggi, atau beriklim kering, panas, dan berangin)

Diagnosis Mata Kering

Pemeriksaan penyakit mata kering bisa dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan melihat tanda-tanda yang terlihat pada mata, serta gejala yang dirasakan oleh penderita. Selain dengan pemeriksaan biasa, kadang-kadang dokter juga membutuhkan teknik pemeriksaan khusus untuk memperkuat analisis.

Salah satu jenis tes untuk menentukan pasien terkena penyakit mata kering atau tidak adalah Schirmer’s test. Melalui tes ini dokter akan mengukur tingkat kekeringan pada mata dengan cara menempelkan potongan kertas khusus yang dapat menyerap cairan di kelopak mata bagian bawah selama 5 menit. Jika dalam waktu tersebut panjang area yang basah pada kertas hanya kurang dari 10 milimeter, berarti pasien mengalami penyakit mata kering.

Untuk mengetahui seberapa cepat air mata mengering, dokter bisa melakukan tes yang disebut Fluorescein dye test. Tes yang di dalamnya dibantu dengan cairan pewarna khusus berwarna kuning dan jingga ini juga bisa digunakkan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada permukaan mata.

Selain dengan Fluorescein dye test, kerusakan pada permukaan mata juga bisa dideteksi dengan Lissamine green test.

Pengobatan Mata Kering

Sebelum pergi ke dokter, cobalah obati sendiri dahulu mata kering Anda jika gejalanya masih tergolong ringan. Gunakanlah obat tetes mata yang dijual bebas di apotik yang memiliki khasiat melembabkan mata atau berfungsi sebagai pengganti air mata.

Jika pengobatan yang Anda lakukan sendiri di rumah tidak berhasil, maka temuilah dokter. Oleh dokter, Anda biasanya akan diresepkan obat-obatan yang bisa menstimulasi produksi air mata atau meningkatkan jumlah air mata, serta menurunkan risiko kerusakan pada kornea.

Jika obat-obatan tidak mampu mengatasi mata kering, maka dokter akan menawarkan Anda prosedur penyumbatan saluran pembuangan air mata atau sumbat punktus. Melalui prosedur ini, lubang-lubang pembuangan air mata yang terdapat di sudut mata akan disumbat agar mata tidak cepat kering. Prosedur sumbat punktus ada yang sifatnya sementara dan ada juga yang permanen. Jika diperlukan, prosedur penyumbatan secara permanen akan dilakukan oleh dokter dan tentunya atas persetujuan pasien.

Pencegahan Mata Kering

Penyakit mata kering bisa dicegah dengan cara:

  • Menjaga kebersihan mata dan area di sekitarnya.
  • Melindungi mata Anda dari paparan debu jika tinggal di wilayah kering dan berangin.
  • Menggunakan produk pelembap udara yang dijual bebas di pasaran.
  • Menghindari pemakaian make-up mata seperti eyeliner dan mascara.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat omega-3 dan omega-7.
  • Melindungi mata dari paparan asap apabila sedang berada di jalan raya.
  • Mengistirahatkan mata Anda jika sudah terasa lelah atau tegang setelah bekerja seharian di depan layar komputer.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT