Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Mata Ikan

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Mata ikan atau biasa dikenal dengan nama clavus atau corn adalah penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang terjadi berulang kali. Mata ikan biasanya berukuran lebih kecil dibanding kapalan dan memiliki bagian tengah keras (keratin) yang dikelilingi kulit yang meradang. Penebalan yang berlebihan pada bagian kulit yang berubah menjadi mata ikan juga bisa menimbulkan rasa nyeri. Bagian tubuh yang paling sering muncul formasi mata ikan adalah bagian kaki.

Cara berjalan, tipe alas kaki, jenis aktivitas, dan bahkan berat badan mempengaruhi bentuk dan letak tumbuhnya mata ikan. Selain itu, jenis gerakan yang sering dilakukan berulang kali juga bisa menyebabkan munculnya mata ikan. Mata ikan lebih sering menimpa wanita dibanding pria, karena wanita lebih sering menggunakan sepatu yang longgar dan ukurannya yang tidak nyaman.

Gejala Mata Ikan

Ada dua jenis mata ikan yaitu:

  • Mata ikan keras. Ini adalah jenis mata ikan yang paling sering ditemui. Berukuran seperti kacang dengan tonjolan keras dan kecil di bagian tengah. Mata ikan jenis ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan.
  • Mata ikan lunak. Merupakan jenis mata ikan yang memiliki warna keputihan dan bertekstur lunak. Jenis ini biasanya muncul di antara jari kaki ketika kulit kaki basah karena keringat. Mata ikan lunak terasa sangat sakit dan kadang bisa terinfeksi oleh bakteri atau jamur.

Kedua jenis mata ikan tersebut memiliki gejala yang sama, yaitu:

  • Adanya area kulit yang terasa tebal dan kasar.
  • Muncul benjolan yang membesar dan mengeras.
  • Rasa nyeri di dalam kulit.
  • Kulit bersisik, kering, atau berminyak.

Mata ikan yang terinfeksi bisa terasa nyeri, meradang, berisi nanah atau cairan bening. Peradangan yang terjadi bisa menyebar ke bagian kaki lainnya. Sama seperti kapalan, mata ikan baru terasa nyeri ketika berjalan atau mengenakan sepatu.

Penyebab dan Faktor Risiko Mata Ikan

Pada dasarnya, penyebab munculnya mata ikan adalah tekanan dan gesekan di area kulit yang sama berulang kali. Beberapa hal penyebab tekanan dan gesekan tersebut adalah:

  • Pemakaian sepatu yang tidak nyaman. Sepatu yang terlalu sempit serta sepatu berhak tinggi bisa menekan beberapa bagian kaki. Lalu, sepatu yang terlalu longgar menyebabkan beberapa bagian kaki bergesekan berulang kali dengan bagian dalam sepatu.
  • Sering menggunakan peralatan atau instrumen musik dengan tangan. Penebalan pada kulit bisa muncul akibat gesekan kulit tangan dengan sebuah instrumen musik atau perkakas tangan yang kita gunakan sehari-hari.
  • Tanpa kaus kaki. Tidak memakai kaus kaki atau memakai kaus kaki dengan ukuran yang tidak tepat bisa menyebabkan terjadinya gesekan antara kaki dengan alas kaki.
  • Beribadah. Khususnya pada orang Islam, yang sering menjalankan ibadah sholat akan sering berlutut dan bersujud. Kondisi ini juga bisa menyebabkan mata ikan muncul.
  • Perokok. Bagi orang yang merokok dan memakai pemantik api bisa memiliki mata ikan pada kulit jempol tangannya. Kondisi ini terjadi karena sering menyalakan pemantik saat merokok.

Sedangkan di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena mata ikan:

  • Ibu jari seperti palu. Kelainan atau cacat pada ibu jari kaki yang melengkung seperti cakar dapat memicu terbentuknya kapalan.
  • Tidak menggunakan sarung tangan. Menggunakan alat kerja terlalu lama tanpa mengenakan sarung tangan akan mengakibatkan kulit tangan bergesekan dengan alat kerja dan berisiko menyebabkan kapalan yang berkembang menjadi mata ikan.
  • Bunion. Kondisi di mana muncul benjolan pada sendi pangkal jempol kaki yang terbentuk dari tulang. Bunion juga mampu memicu kulit kaki membentuk kapalan.

Diagnosis dan Pengobatan Mata Ikan

Berikut dua cara untuk mendiagnosis mata ikan

  • Pemeriksaan fisik. Dari hasil pemeriksaan fisik akan diketahui penyebab penebalan kulit yang terjadi.
  • Sinar X. Bagian kulit yang menebal akan diperiksa dengan sinar X untuk melihat perubahan atau kelainan fisik yang bisa mengakibatkan mata ikan.

Jika penebalan kulit terdiagnosis sebagai mata ikan, maka ada beberapa langkah pengobatan yang umumnya akan diterapkan pada penderita. Jika langkah pengobatan umum tersebut tidak berhasil, maka diperlukan evaluasi lebih lanjut. Bahkan, penderita bisa saja disarankan memakai alat bantu penyangga tubuh untuk memindahkan tekanan dari kaki.

Beberapa langkah pengobatan umum untuk mata ikan adalah:

  • Memakai alas kaki dengan ukuran sesuai.
  • Menjaga kaki tetap higienis, agar terhindar dari ancaman infeksi.
  • Mengoleskan bedak anti bakteri untuk mencegah terinfeksi.
  • Memotong lapisan keratin menggunakan pisau bedah. Tujuannya untuk mengangkat bagian tengah keratin agar rasa nyeri berkurang serta membentuk ulang kulit agar terlindung dari gesekan yang berlebihan.

Jika mata ikan yang terjadi disebabkan oleh gesekan antar tulang, maka langkah operasi mungkin akan diperlukan untuk memperbaiki struktur tulang yang mengalami kelainan atau cacat.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT