Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Nyeri Tumit

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Nyeri tumit adalah kondisi dimana penderita merasakan rasa nyeri saat berat badan bertumpu pada salah satu atau kedua tumit, misalnya saat berdiri atau berjalan. Nyeri tumit termasuk masalah kesehatan yang umum terjadi, di mana 1 dari 10 orang diperkirakan pernah mengalami nyeri tumit setidaknya sekali seumur hidupnya.

Penderita nyeri tumit biasanya berjalan dengan cara yang tidak normal untuk menghindari atau mengurangi nyeri pada tumitnya. Nyeri umumnya dirasakan saat pertama kali bangun di pagi hari atau saat berdiri dari posisi duduk yang cukup lama. Biasanya berjalan dapat mengurangi nyeri yang dirasakan, namun nyeri juga dapat bertambah buruk jika berjalan atau berdiri terlalu lama.

Gejala dan Penyebab Nyeri Tumit

Gejala utama yang dirasakan adalah nyeri pada bagian tumit terutama pada saat menapak untuk pertama kali setelah duduk/berbaring beberapa lama. Namun, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter apabila merasakan gejala-gejala lain seperti:

  • Rasa nyeri pada tumit yang berlangsung selama beberapa minggu.
  • Sensasi mati rasa atau kesemutan pada kaki, yang bisa menjadi tanda adanya kerusakan saraf pada telapak kaki dan betis (neuropati perifer).
  • Terasa kaku dan bengkak pada tumit, yang mungkin menandakan adanya radang sendi.
  • Kaki terasa panas disertai demam yang mencapai 38°C. Hal ini mungkin mengindikasikan adanya infeksi pada tulang.

Penyebab umum dari munculnya nyeri tumit adalah plantar fasciitis, kondisi medis dimana plantar fascia mengalami kerusakan dan menebal. Plantar fascia merupakan jaringan tebal dan fleksibel yang menghubungkan tulang tumit dengan tulang-tulang lain di telapak kaki. Plantar fasciajuga berfungsi sebagai penyerap benturan.

Kerusakan jaringan ini bisa terjadi secara:

  • Bertahap. Jika jaringan plantar fascia seseorang aus dan robek. Biasanya terjadi saat berusia 40 tahun keatas.
  • Mendadak, ketika terjadi cedera pada plantar fascia, misalnya saat berolahraga atau berdansa.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko robeknya jaringan plantar fasciaadalah obesitas, sering beraktivitas dengan posisi berdiri, dan mengenakan alas kaki dengan sol rata.

Selain plantar fasciitis, penyebab lain munculnya nyeri tumit adalah:

  • Tulang tumit retak, akibat tekanan berulang kali.
  • Taji tulang, adalah pertumbuhan berlebihan dari tulang yang dapat terjadi pada tumit.
  • Tarsal tunnel syndrome. Terbentuknya kista atau adanya kerusakan pada celah kecil di pergelangan kaki yang dilalui oleh saraf, sehingga saraf tersebut terjepit.
  • Bursitis, adalah peradangan satu atau lebih kantung cairan pada persendian serta antara otot dan tulang.
  • Penyakit Sever, adalah kondisi dimana otot-otot betis menegang dan mengencang sebagai respons dari pertumbuhan pada anak. Penegangan otot ini akan menarik tendon Achilles, sehinga tulang di tumit menjadi lebih menonjol dan menyebabkan rasa nyeri.
  • Penipisan bantalan lemak. Lapisan lemak di bawah tulang tumit menipis akibat menahan beban terlalu berat.

Diagnosis Nyeri Tumit

Beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyebab nyeri tumit adalah:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Pencitraan (sinar-X, MRI scan, atau ultrasounografi) untuk melihat seberapa jauh kerusakan serta penyebab dari nyeri tumit.
  • Pemeriksaan darah, untuk melihat tanda-tanda infeksi dan peradangan.

Pengobatan dan Pencegahan Nyeri Tumit

Penanganan nyeri tumit biasanya dilakukan dengan menggunakan kombinasi beberapa teknik. Mayoritas kasus nyeri tumit akan membaik setelah 12 bulan. Beberapa hal yang termasuk ke dalam pengobatan nyeri tumit antara lain:

  • Mengganti alas kaki. Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk mengganti alas kaki yang biasa dipakai. Pasien juga diminta untuk tidak memakai sepatu dengan sol rata.
  • Mengistirahatkan tumit. Pasien akan diminta untuk mengistirahatkan tumit yang terasa nyeri, menghindari berjalan kaki jarak jauh, dan berdiri dalam waktu lama.
  • Obat pereda rasa nyeri. Obat antiinflamasi non steroid dapat dikonsumsi sesuai resep dokter untuk meredakan nyeri.
  • Fisioterapi, yang didesain untuk meregangkan kedua otot betis dan jaringan plantar fascia dapat meredakan nyeri dan meningkatkan fleksibilitas kaki.
  • Penggunaan alat bantu medis. Misalnya ortosis (alat bantu dalam bentuk sol yang dapat masuk ke dalam sepatu pasien), sports strapping tape, dan bidai untuk mengangkat kaki saat tidur malam.
  • Obat kortikosteroid, adalah obat yang memiliki efek antiradang yang kuat.
  • Pembedahan. Dokter akan memotong jaringan plantar fascia dan melepasnya dari tulang tumit.
  • Extracorporeal Shockwave Therapy (EST). Sebuah alat akan menghantarkan gelombang suara berenergi tinggi ke tumit pasien. Terapi ini dapat menstimulasi dan mempercepat proses pemulihan. Karena hantaran gelombang suara tersebut dapat menimbulkan nyeri, maka kaki terlebih dahulu diberi anestesi lokal.

Ada beberapa cara untuk mencegah munculnya nyeri pada tumit yaitu:

  • Menjaga berat badan ideal. Pada orang dengan berat badan berlebih, terjadi penambahan tekanan dan peregangan pada kaki karena bobot tubuh yang besar. Dan ini membuat jaringan-jaringan pada kaki lebih rentan cedera atau rusak.
  • Menjaga kesehatan kaki. Usahakan untuk selalu menggunakan alas kaki sesuai dengan aktivitas yang akan dijalani. Hindari berjalan tanpa menggunakan alas kaki pada permukaan yang keras.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT