Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Nyeri Panggul

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Nyeri panggul berasal dari dalam rongga panggul. Rasa nyeri bisa datang mendadak dan parah, atau ringan namun bertahan beberapa bulan. Jika panggul mendadak terasa nyeri, disarankan segera berkonsultasi ke dokter.

Nyeri panggul seringkali dihubungkan dengan rasa nyeri yang terjadi pada organ reproduksi internal wanita. Namun, ternyata pria juga juga berisiko mengalami nyeri panggul.

Nyeri panggul dapat dibagi menjadi dua jenis:

  • Nyeri panggul akut. Seringkali muncul tiba-tiba, lebih sering dialami oleh wanita saat menstruasi, pembuahan, atau berhubungan seksual.
  • Nyeri panggul kronis. Rasa nyeri konstan dan kambuhan, biasanya nyeri yang bertahan lebih dari 6 bulan.

Gejala dan tanda klinis yang termasuk nyeri panggul

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala yang dirasakan oleh penderita nyeri panggul akut biasanya berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Berikut gejala nyeri panggul akut berdasarkan penyebabnya:

  • Kehamilan ektopik: Keadaan ini biasanya menyebabkan gejala nyeri panggul dengan tes kehamilan yang positif atau tanda-tanda kehamilan. Contoh menstruasi berhenti, perdarahan dari vagina, pusing atau lemas, mual dan muntah, tapi disertai nyeri pada bahu, rasa sakit atau tekanan pada rektum saat buang air besar, hilangnya kesadaran.
  • Benjolan pada jaringan sekitar rahim: Menstruasi yang tidak teratur atau berubah, sering buang air kecil, sulit buang air besar, proses pencernaan yang tidak lancar, perut terasa kembung, lebih cepat merasa kenyang dibanding biasanya, limbung atau pusing, dan nyeri panggul yang bervariasi dari ringan hingga berat bergantung dari ukuran dan posisi benjolan.
  • Radang panggul: Sakit ketika buang air kecil dan saat berhubungan seksual, demam tinggi, mual, muntah, keputihan yang berubah warna, menstruasi yang lebih lama dan sakit, perdarahan di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual dan nyeri di bagian perut bawah saat bergerak atau tersentuh.
  • Fibroid: Meningkatnya frekuensi buang air kecil, meningkatnya frekuensi kram menstruasi, nyeri ketika berhubungan seksual, menstruasi yang lebih lama, bagian bawah perut terasa penuh, pembengkakan pada perut, dan nyeri panggul.

Sedangkan gejala yang diderita oleh pengidap nyeri panggul kronis juga dibedakan berdasarkan penyebabnya yaitu:

  • Sistitis interstitial: Sering ingin buang air kecil, nyeri saat kandung kemih terisi air seni.
  • Dispareunia: Nyeri ketika berhubungan seksual dan setelahnya, nyeri akibat penetrasi vagina apa pun.
  • Irritable Bowel Syndrome: Kram perut, perut kembung dan bengkak, sering buang angin, tinja mengandung lendir, konstipasi atau diare, mual dan lemas, tiba-tiba merasa ingin buang air besar, buang air besar terasa tidak tuntas, nyeri punggung, gangguan saluran kemih.

Penyebab Nyeri Panggul

Kedua jenis nyeri panggul, akut dan kronis, memiliki penyebab yang berbeda. Berikut beberapa penyebab nyeri panggul akut:

  • Infeksi akut: endometritis, abses saluran telur, panyakit radang panggul.
  • Berhubungan dengan kehamilan: keguguran, kehamilan ektopik, pecahnya kista korpus luteum, kelahiran prematur, plasenta abrupsi, uterus pecah.
  • Ginekologi: ovulasi, dismenorea (nyeri haid), pecahnya kista ovarium, tumor panggul, perubahan degeneratif tumor fibroid, pembekuan darah di pembuluh darah panggul (pelvic vein thrombosis).
  • Penyebab lain: Prostatis, strangulasi hernia.

Berikut ini beberapa penyebab nyeri panggul kronis, yaitu:

  • Endometriosis.
  • Sindrom iritasi usus besar.
  • Kista ovarium kambuhan.
  • Infeksi saluran kemih kambuhan.
  • Adenomiosis.
  • Hernia.
  • Rusaknya sistem saraf di bagian panggul.
  • Adesi usus (bowel adhesion).
  • Radang menahun kandung kemih (chronic interstitial cystitis)l.
  • Tumor testis.
  • Gangguan psikologis dan sosial.
  • Epididymo-orchitis.
  • Prolaps organ panggul.
  • Gangguan muskuloskeletal.
  • Penyakit kronis lain di area panggul.

Diagnosis Nyeri Panggul

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi berdasarkan gejala, tanda klinis yang dialami oleh pasien, dan juga pemeriksaan penunjang lainnya. Beberapa tindakan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyebab munculnya nyeri panggul adalah:

  • Tes kultur sekresi dari vagina atau penis, untuk melihat ada atau tidaknya infeksi.
  • Tes darah dan urine.
  • Uji pencitraan. Transvaginal scanning, MRI, CT scan, USG, X-ray panggul dan perut, tes kepadatan tulang.
  • Tes kehamilan.
  • Laparoskopi dan histeroskopi.
  • Tes tinja, untuk memastikan apakah ada darah secara mikroskopis.
  • Endoskopi, memasukkan tabung kecil untuk memeriksa bagian dalam dubur dan usus besar.

Pengobatan Nyeri Panggul

Tindakan penanganan nyeri panggul bermacam-macam, biasanya dibedakan berdasarkan penyebab munculnya nyeri panggul. Salah satu langkah penanganan nyeri panggul yang biasa dilakukan dokter adalah pemberian obat-obatan sesuai dengan penyebab munculnya nyeri panggul. Jika faktor ginekologi menjadi akibat munculnya nyeri panggul, maka umumnya dokter akan meresepkan pil kontrasepsi.

Jika tidak ditemukan penyebab khusus dari nyeri panggul, maka pasien biasanya akan diberikan obat anti-inflamasi non steroid (nonsteroidal anti-inflammatory drugs atau NSAID) dan pereda rasa nyeri.

Untuk nyeri panggul kronis, dokter biasanya memberikan beberapa obat kepada penderita yaitu:

  • Pil kontrasepsi.
  • Obat anti-inflamasi non steroid.
  • Obat hormonal.

Langkah terakhir yang umumnya dipilih dokter untuk menangani nyeri panggul adalah tindakan pembedahan.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT