Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Nyeri Haid

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Nyeri haid atau dismenorea adalah kram otot yang dirasakan pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau ketika mengalami menstruasi. Nyeri yang dirasakan terkadang bisa cukup parah dan menyebar hingga ke punggung dan paha, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama dua hingga tiga hari.

Nyeri haid berbeda dengan sindrom pramenstruasi (PMS), tapi gejala dari kedua kondisi ini bisa dianggap sebagai proses yang saling berkaitan. Kondisi ini akan membaik seiring bertambahnya usia dan juga setelah wanita memiliki anak.

Penyebab Munculnya Nyeri Haid pada Wanita

Nyeri haid disebabkan oleh dinding otot rahim yang berkontraksi sehingga menekan pembuluh darah di sekitarnya. Akibatnya, pasokan oksigen ke dalam rahim terhambat dan memicu munculnya rasa nyeri di bagian bawah perut.

Sembilan dari sepuluh wanita akan mengalami nyeri haid dan rasa tidak nyaman saat mengalami menstruasi. Kondisi ini sangat umum terjadi. Rasa sakit atau nyeri yang muncul memiliki pengaruh berbeda-beda pada tiap wanita.

Pengobatan untuk Nyeri Haid

Jika kondisinya tidak parah, nyeri haid biasanya bisa ditangani sendiri di rumah tanpa bantuan dokter. Obat-obatan pereda rasa sakit dapat dikonsumsi untuk membantu meredakan gejala yang muncul. Ada berbagai jenis obat pereda rasa sakit yang bisa dibeli bebas di apotek untuk mengatasinya.

Selain itu, terdapat beberapa cara alami yang bisa dilakukan sendiri untuk mengatasi nyeri haid yang muncul ketika Anda mengalami menstruasi. Tapi untuk nyeri haid yang parah, Anda disarankan menemui dokter untuk memeriksa faktor penyebab yang mendasari munculnya nyeri haid tersebut.

Nyeri haid dirasakan oleh hampir semua wanita pada perut bagian bawah ketika mengalami menstruasi. Terkadang rasa nyeri itu bisa menyebar sampai ke punggung bawah dan bahkan paha. Ada nyeri haid ringan yang bisa diabaikan, tapi ada juga yang sangat parah dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang sering muncul dengan rasa nyeri pada perut bagian bawah.

  • Mual dan kadang-kadang muntah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Sering buang air kecil
  • Diare

Gejala-gejala di atas umumnya muncul sebelum atau ketika menstruasi dimulai. Kondisi ini biasanya bertahan dua hingga empat hari, tapi untuk kasus yang parah bisa bertahan lebih lama. Ketika perdarahan yang terjadi cukup banyak, rasa sakit juga akan makin bertambah. Kondisi ini akan membaik saat usia bertambah dan juga setelah Anda memiliki anak.

Terdapat juga nyeri haid yang muncul beberapa tahun setelah Anda mengalami menstruasi. Kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tapi jika nyeri haid yang parah muncul tiap bulan, atau ketika Anda berusia di atas 25 tahun dan gejalanya memburuk, Anda disarankan untuk segera menemui dokter.

Ketika mengalami masa menstruasi, dinding otot rahim akan berkontraksi lebih kuat. Kondisi ini berlangsung untuk mengikis lapisan dinding rahim paling dalam. Saat berkontraksi, rahim menekan pembuluh darah. Sebagai akibatnya, tekanan ini menghentikan pasokan darah dan juga pasokan oksigen ke dalam dinding rahim paling dalam. Jaringan pada rahim akan mengeluarkan senyawa kimia yang menyebabkan rasa sakit ketika pasokan oksigen terhenti.

Pada waktu yang bersamaan, tubuh juga menghasilkan senyawa kimia lain yang disebut prostaglandin. Prostaglandin akan mendorong rahim untuk berkontraksi lebih kuat lagi. Akibatnya, rasa sakit yang muncul juga meningkat.

Nyeri haid yang dirasakan beberapa wanita akan terasa lebih kuat, meski belum diketahui alasan yang pasti tentang penyebabnya. Ada kemungkinan, mereka yang sering mengalami nyeri haid memproduksi lebih banyak prostaglandin.

Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan nyeri haid yang parah adalah:

  • Fibroid. Pertumbuhan sel nonkanker di dinding rahim dapat menyebabkan rasa nyeri yang muncul ketika mengalami menstruasi.
  • Endometriosis. Sel-sel rahim tumbuh di luar rahim. Biasanya tumbuh di tuba falopi dan ovarium. Rasa sakit akan muncul ketika sel-sel mulai terkikis seperti sel-sel rahim pada saat menstruasi.
  • Adenomiosis. Jaringan lapisan dinding rahim yang terkikis tiap menstruasi mulai tumbuh ke lapisan bagian luar atau dinding otot rahim.
  • Penyakit radang panggul. Kondisi ketika bakteri telah menginfeksi rahim, tuba falopi, dan ovarium sehingga mengakibatkan terjadinya pembengkakan dan iritasi yang parah.
  • Alat kontrasepsi IUD atau spiral. Alat ini terbuat dari plastik dan tembaga yang dimasukkan ke rahim. Alat ini bisa menyebabkan rasa sakit saat mengalami menstruasi terutama beberapa bulan awal setelah pemasangan.
  • Penyempitan serviks. Leher rahim atau serviks yang tidak terbuka lebar pada beberapa wanita bisa menyebabkan terhalangnya aliran menstruasi. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada rahim dan rasa sakit.

Nyeri haid yang disebabkan oleh kondisi medis biasanya disertai gejala lain seperti terjadinya perdarahan antar dua masa menstruasi, siklus menstruasi tidak teratur, cairan vagina yang kental atau berbau tajam, dan rasa sakit yang muncul ketika berhubungan seksual.

Apabila nyeri haid yang dirasakan disebabkan salah satu kondisi di atas, biasanya terjadi perubahan pada rasa sakit yang dirasakan. Mungkin, nyeri yang dirasakan perlahan meningkat atau bertahan lebih lama. Segera temui dokter jika gejala nyeri haid Anda berubah.

Nyeri haid biasanya cukup ringan dan bisa dilakukan penanganan sendiri. Jika nyeri haid yang terjadi cukup parah, segera temui dokter untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang menyebabkan munculnya nyeri haid tersebut.

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan panggul, memeriksa kondisi yang tidak normal dari organ reproduksi, dan melihat apakah ada tanda-tanda terjadinya infeksi.

Pemeriksaan organ panggul sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter spesialis sistem reproduksi wanita atau ginekolog. Pemeriksaan ini dilakukan secara manual (memasukkan jari ke vagina) atau dengan USG panggul. Pemeriksaan panggul tidak akan dilakukan tanpa persetujuan dari Anda.

Rujukan pada ginekolog akan diberikan jika dokter umum tidak bisa mengetahui penyebab nyeri haid yang terjadi pada Anda. Berikut ini beberapa prosedur yang biasanya dilakukan oleh ginekolog.

  • Tes urin
  • Tes darah
  • CT scan atau MRI
  • Laparoskopi
  • Histeroskopi
  • Ultrasound

Nyeri haid biasanya dapat ditangani sendiri di rumah tanpa memerlukan bantuan dokter. Obat-obatan penghilang rasa sakit dapat dikonsumsi untuk membantu meredakan gejala yang muncul. Selain itu, ada berbagai jenis obat yang bisa dibeli bebas di apotek untuk mengatasinya.

Penanganan Sendiri

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi rasa sakit. Cara ini hanya berfungsi untuk meredakan nyeri haid, bukan untuk menyembuhkan sepenuhnya.

  • Berolahraga secara teratur. Melakukan aktivitas sederhana, tapi tidak terlalu memaksakan diri bisa membantu mengurangi nyeri haid yang terjadi. Kegiatan seperti berenang, berjalan, atau bersepeda bisa dilakukan, meski dalam tingkatan rendah.
  • Panas. Botol berisi air hangat yang dikompreskan ke daerah perut yang sakit bisa membantu mengurangi rasa sakit.
  • Mandi air hangat. Cari ini bisa mengurangi rasa nyeri dan juga membuat kita merasa santai.
  • Menghindari merokok dan mengonsumsi minuman keras. Kegiatan ini dianggap bisa meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri haid.
  • Kegiatan relaksasi. Pijatan kecil di sekitar perut bisa membantu meredakan rasa nyeri yang muncul. Selain itu, Anda bisa mencoba kegiatan seperti yoga dan pilates untuk membantu mengalihkan perhatian dari rasa sakit.
  • Terapi TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation). Terapi ini dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik dengan arus listik ringan. Gunakan alat ini di perut bagian bawah untuk meredakan rasa nyeri.
  • Suplemen makanan. Menurut studi, vitamin E, asam lemak omega 3, vitamin B1, vitamin B6, dan magnesium bisa meredakan nyeri haid.

Obat-obatan

Berikut ini adalah obat-obatan yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri haid.

  • Obat Anti Inflamasi Non-steroid (OAINS). Dokter akan meresepkan OAINS untuk kebanyakan kasus nyeri haid. Obat anti inflamasi non-steroid yang bisa dibeli bebas adalah ibuprofen dan juga aspirin. Untuk penggunaan yang benar mengenai obat ini, tanyakan pada dokter tentang dosis dan aturan pakainya serta baca informasi yang tertera pada kemasan obat.
  • Obat penghilang rasa sakit lain. Bagi Anda yang tidak merasakan efek dari OAINS, Anda bisa mengonsumsi paracetamol. Paracetamol adalah jenis obat bebas yang bisa dibeli di apotek dan efek samping yang ditimbulkan hanya sedikit. Selain paracetamol, kodein juga bisa diberikan, tapi Anda memerlukan resep dokter untuk obat ini.
  • Kontrasepsi oral. Pil kontrasepsi atau KB juga bisa membantu meredakan nyeri haid yang dirasakan. Obat ini berfungsi menipiskan lapisan rahim dan juga mengurangi jumlah senyawa prostaglandin yang dilepaskan tubuh. Ketika lapisan rahim menipis, otot tidak perlu berkontraksi lebih banyak pada masa menstruasi, akibatnya nyeri haid akan lebih ringan.

Pengobatan Nyeri Haid Akibat Kondisi Lain

Jika obat-obatan antiinflamasi non-steroid tidak berfungsi mengatasi nyeri haid yang terjadi setelah Anda menjalani beberapa bulan, Anda mungkin perlu menemui dokter spesialis untuk mengetahui faktor dasar penyebab munculnya nyeri haid.

Pengobatan yang dilakukan sangat bergantung pada penyebab Anda mengalami nyeri haid. Mungkin pada awalnya Anda perlu mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, tapi Anda tetap perlu mengobati penyebab dasarnya.

Misalnya, nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau fibroid. Untuk mengobati kondisi ini, Anda mungkin perlu menjalani operasi pengangkatan rahim jika Anda tidak berencana memiliki anak.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT