Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Neuritis Optik

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Neuritis optik adalah peradangan pada saraf mata, di mana saraf kehilangan lapisan pelindungnya yang disebut myelin. Tanpa adanya myelin, sinyal visual tidak dapat terkirim dengan baik ke otak sehingga terjadi gangguan pada penglihatan, seperti pandangan mata kabur atau buram.

Neuritis optik dapat menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun kelainan ini paling sering ditemukan pada wanita usia antara 20 hingga 40 tahun.

Pada umumnya neuritis optik dapat sembuh sempurna setelah pengobatan, walaupun pada sebagian kecil kasus terdapat gangguan penglihatan yang menetap, misalnya buta senja atau buta warna. misalnya buta senja atau buta warna. Dan pada penderita multiple sclerosis, adanya kenaikan suhu dapat mencetuskan kembali gejala neuritis optik, misalnya ketika mandi air hangat, olahraga, demam, atau ketika akan flu.

Gejala Neuritis Optik

Neuritis optik biasanya hanya menyerang salah satu mata. Gejala-gejalanya berupa:

  • Penglihatan menurun.
  • Berkurangnya kemampuan untuk melihat perbedaan warna.
  • Ruang pandang menyempit, bayangan pada bagian tepi tidak terlihat jelas.
  • Nyeri pada mata, terutama saat bola mata digerakkan.
  • Kebutaan (jarang terjadi).

Penyebab Neuritis Optik

Peradangan dan kerusakan saraf optik diduga disebabkan oleh kelainan autoimun, yaitu adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh di mana sistem imun menyerang tubuh sendiri. Pada kelainan ini yang diserang oleh sistem imun tubuh adalah selaput myelin. Beberapa penyakit autoimun yang terkait dengan neuritis optik adalah multiple sclerosis dan nueromyelitis optica. Persentase risiko neuritis optik kambuh kembali pada penderita multiple sclerosisadalah sekitar 50 persen.

Selain kedua penyakit autoimun tersebut, beberapa faktor lain yang juga dapat menyebabkan neuritis optik adalah:

  • Obat-obatan, misalnya beberapa jenis antibiotik dan pil kina.
  • Infeksi bakteri (contohnya sifilis dan penyakit Lyme) atau infeksi virus (contohnya campak, herpes, dan gondongan).
  • Penyakit lainnya, seperti sarkoidosis, lupus, penyakit vaskuler, diabetes, glaukoma dan defisiensi vitamin B12 (sangat jarang terjadi).

Diagnosis Neuritis Optik

Pemeriksaan untuk mendiagnosa kelainan ini meliputi pemeriksaan mata rutin, tes reaksi pupil terhadap cahaya, serta oftamoloskopi untuk memeriksa struktur di belakang mata, termasuk saraf optik.

Tes penunjang diagnosis lainnya yang dapat dilakukan:

  • Tes darah, untuk memeriksa kemungkinan adanya neuromielitis optik pada kasus neuritis optik yang berat, dengan mendeteksi antibodi terkait.
  • MRI untuk menentukan area kerusakan pada otak.
  • Optical coherence tomography (OCT) untuk memeriksa ketebalan serabut saraf retina yang sering kali lebih tipis dalam kasus neuritis optik.
  • Tes visual evoked response untuk menilai kecepatan konduksi elektrik dari saraf optik yang pada kasus neuritis optik biasanya melambat.

Pengobatan Neuritis Optik

Neuritis optik umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun untuk membantu mempercepat penyembuhan, dapat dilakukan penyuntikan obat steroid dosis tinggi. Obat steroid juga dapat memperlambat perkembangan multiple sclerosis. Namun, penggunaan obat ini pada beberapa orang menimbulkan efek samping, seperti kenaikan berat badan, ganguan lambung, insomnia, dan perubahan suasana hati.

Pengobatan lain untuk neuritis optik adalah dengan imunnoglobulin intravena (IVIG), yang biasanya diberikan pada kasus neuritis optik yang sudah parah dan tidak bisa lagi diatasi oleh obat steroid. Pada kasus neuritis optik karena kekurangan vitamin B12, penanganannya adalah dengan pemberian suntikan vitamin B12.

Pada sebagian besar kasus neuritis optik, penglihatan penderita kembali normal dalam waktu 12 bulan. Kekambuhan bisa saja terjadi, pada pasien tanpa kelainan autoimun. Namun kemungkinannya lebih kecil dibandingkan dengan pasien dengan multiple sclerosis atau neuromyelitis optica.

Komplikasi Neuritis Optik

Komplikasi yang dapat terjadi akibat neuritis optik adalah penurunan ketajaman penglihatan dan kebutaan.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT