Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Hirsutisme

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Hirsutisme adalah tumbuhnya rambut tebal dan hitam pada wanita di bagian-bagian tubuh yang biasanya tumbuh pada pria, seperti pada wajah, dada, leher, perut, paha, bokong, dan punggung bagian bawah.

Hirsutisme merupakan kondisi jangka panjang. Wanita yang menderita hirsutisme biasanya akan merasa malu dan tertekan. Selain tumbuhnya rambut secara tidak wajar, gejala lain dari kondisi ini adalah suara menjadi berat, kulit berminyak, dan muncul jerawat. Sebagian pengidap hirsutisme juga bisa mengalami periode menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Penyebab Hirsutisme

Penyebab utama hirsutisme adalah tingginya kadar hormon pria yang disebut androgen di dalam tubuh. Selain itu, hirsutisme juga bisa merupakan efek samping dari penggunaan obat steroid anabolik dan komplikasi dari kondisi kesehatan lainnya, seperti:

  • Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Obesitas
  • Sindrom Cushing
  • Tumor
  • Akromegali
  • Hiperplasia adrenal kongenital
  • Pasca menopause

Diagnosis hirsutisme

Dalam mendiagnosis hirsutisme, dokter akan terlebih dahulu memeriksa bagian tubuh yang ditumbuhi rambut dan gejala-gejala lainnya, seperti perubahan suara yang menjadi berat, kulit berminyak atau berjerawat, dan gangguan menstruasi. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan obat yang dikonsumsi. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur tingkat hormon.

Pengobatan Hirsutisme

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sendiri di rumah untuk mengatasi hirsutisme selain metode pengobatan dari dokter. Cobalah lakukan pencabutan menggunakan pinset jika rambut yang tumbuh tidak terlalu banyak. Jika pertumbuhan rambut cukup banyak dan meluas, atasi dengan mencukurnya. Kedua teknik sederhana ini memang tidak bisa menghilangkan rambut secara permanen, namun setidaknya bisa memperbaiki penampilan untuk sementara.

Selain mencabut atau mencukur, Anda bisa melakukan waxing atau menggunakan krim perontok rambut yang dijual bebas di pasaran. Tapi meskipun kedua cara ini ampuh dan cepat dalam menghilangkan rambut secara temporer, keduanya bisa menyebabkan iritasi kulit dan alergi.

Jika Anda tidak ingin merasa sakit akibat melakukan pencabutan, takut terhadap pisau cukur, atau takut terkena efek samping akibat waxing dan memakai krim perontok rambut, Anda bisa mencoba teknik bleaching. Meskipun tidak menghilangkan rambut, teknik ini efektif dalam menyamarkan warna rambut yang tumbuh secara berlebihan. Untuk menghindari efek samping akibat alergi bahan bleaching, coba aplikasikan bahan tersebut pada area yang kecil terlebih dahulu.

Metode Pengobatan Dokter

Berikut ini adalah beberapa contoh obat yang mungkin diresepkan oleh dokter untuk mengatasi hirsutisme, di antaranya:

  • Obat anti-androgen (misalnya golongan spironolactone). Obat ini bekerja dengan cara mencegah hormon androgen berlekatan dengan reseptornya di dalam tubuh. Konsultasikan pemakaian obat ini dengan dokter karena dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin.
  • Kontrasepsi oral (misalnya pil KB). Obat ini bekerja dengan cara mencegah indung telur memproduksi androgen.
  • Krim eflornithine. Obat ini berfungsi memperlambat pertumbuhan rambut baru, tetapi tidak mampu menghilangkan rambut yang sudah ada.

Ketiga obat di atas berisiko menimbulkan efek samping. Karena itu, ikuti petunjuk dokter mengenai tata cara pemakaian dan dosis penggunaan agar terhindar dari efek samping yang membahayakan.

Selain dengan obat-obatan, dokter juga bisa mengobati hirsutisme dengan menggunakan metode yang lebih canggih, seperti terapi laser dan prosedur elektrolisis untuk merusak folikel rambut dan secara permanen mencegah rambut tumbuh kembali. Efek samping yang mungkin timbul dari terapi laser adalah kulit menjadi kemerahan, kulit terasa seperti terbakar, warna kulit menjadi lebih gelap, dan bengkak. Sedangkan efek samping dari elektrolisis adalah timbulnya rasa nyeri.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT