Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Hiponatremia

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 22 kali

Hiponatremia adalah istilah medis untuk menggambarkan kadar natrium dalam darah yang lebih rendah dari batas normal. Dalam tubuh kita, natrium memiliki fungsi utama membantu mengendalikan kadar air dalam tubuh.

Di samping itu, natrium juga dibutuhkan tubuh agar fungsi tubuh bisa terjaga dengan baik, contohnya untuk mengendalikan tekanan darah, fungsi saraf, serta kinerja otot. Zat ini umumnya dapat ditemukan dalam cairan luar sel tubuh (cairan ekstrasel).

Gejala-gejala Hiponatremia

Pada saat kadar natrium dalam cairan ekstrasel lebih rendah dari batas normal, air akan masuk ke dalam sel untuk menyeimbangkan kondisi tersebut. Perpindahan air dari luar sel ke dalam sel akan menyebabkan sel-sel membengkak.

Pembengkakan tersebutlah yang kemudian berpotensi menyebabkan munculnya gejala hiponatremia. Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh pengidap meliputi:

  • Sakit kepala.
  • Linglung.
  • Mual dan Muntah.
  • Kejang-kejang.
  • Kram otot atau kelemahan otot.
  • Gelisah.
  • Uring-uringan.
  • Lemas dan lelah.
  • Penurunan tingkat kesadaran yang dapat berujung pada koma dan bahkan kematian.

Harap memeriksakan diri Anda ke dokter ketika mengalami gejala-gejala tersebut. Terutama bagi Anda yang mengidap penyakit atau kondisi kesehatan tertentu yang mungkin bisa memicu hiponatremia.

Penyebab dan Faktor Risiko Hiponatremia

Pada kondisi normal, kadar natrium yang seharusnya adalah 135 hingga 145 mEq/liter (miliequivalen per liter). Jika angkanya kurang dari 135 mEq/liter, maka Anda bisa dianggap mengidap hiponatremia. Terdapat sejumlah faktor yang bisa memicu hiponatremia. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pengaruh usia. Lansia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami hiponatremia. Selain lansia, bayi juga berisiko lebih tinggi mengalami hiponatremia. Kedua kelompok usia ini kurang bisa menyadari rasa haus dan kurang bisa mengendalikan asupan cairan tubuh mereka.
  • Diare atau muntah yang parah dan kronis. Kondisi ini bisa memicu berkurangnya kadar natrium serta elektrolit lain dari tubuh.
  • Terlalu banyak minum atau kurang minum. Konsumsi terlalu banyak air umumnya akan memicu hiponatremia. Natrium dikeluarkan tubuh dalam bentuk keringat. Produksi keringat yang berlebihan pada orang-orang yang melakukan lari maraton, akan menyebabkan kandungan natrium dalam darah akan berkurang. Sedangkan kekurangan minum akan memicu kehilangan cairan serta elektrolit-elektrolit lainnya.
  • Obat-obatan tertentu, seperti pil diuretik, antidepresan, serta obat pereda sakit.
  • Obat-obatan terlarang, khususnya ekstasi.
  • Kondisi kesehatan tertentu, contohnya gagal jantung, penyakit ginjal, sirosis hati, syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone atau SIADH (kondisi yang muncul ketika produksi hormon anti-diuterik sangat tinggi), serta rendahnya kadar hormon tiroid akibat gangguan pada kelenjar adrenal.

Diagnosis dan Pengobatan Hiponatremia

Seperti halnya penyakit-penyakit lain, diagnosis awal hiponatremia diawali oleh dokter yang memeriksa kondisi fisik, menanyakan gejala-gejala, serta riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Meski demikian, proses ini saja tidak cukup untuk mengetahui apakah Anda mengalami hiponatremia atau tidak. Anda akan membutuhkan pemeriksaan lebih mendetail seperti tes darah dan urine.

Setelah Anda positif didiagnosis mengidap hiponatremia, dokter akan menganjurkan beberapa langkah pengobatan. Langkah yang dipilih ditentukan berdasarkan tingkat keparahan hiponatremia yang Anda alami serta penyebab di baliknya.

Hiponatremia ringan jarang membutuhkan pengobatan khusus. Kondisi ini akan tertangani dengan memperbaiki pola makan, gaya hidup, serta menyesuaikan obat-obatan yang digunakan (terutama pil diuretik). Hiponatremia tingkat menengah yang kronis juga bisa ditangani dengan langkah-langkah serupa.

Sementara hiponatremia yang akut dan parah umumnya membutuhkan penanganan yang lebih serius. Langkah-langkah tersebut meliputi pemberian cairan sodium melalui infus, serta konsumsi obat-obatan untuk menangani gejala yang dirasakan.

Langkah Pencegahan Hiponatremia

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kondisi rendahnya sodium ini. Di antaranya meliputi:

  • Menangani kondisi yang menyebabkan kadar sodium Anda rendah.
  • Minumlah air secukupnya, jangan berlebihan maupun kurang.
  • Saat Anda beraktivitas dan berolahraga, pilihlah sport drink untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT