Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Hiperkolesterolemia

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Hiperkolesterolemia adalah kondisi tingginya kadar kolesterol di dalam darah seseorang. Kolesterol sendiri adalah zat lunak yang bisa ditemukan di dalam lemak pada darah manusia. Tubuh manusia memerlukan kolesterol untuk terus memproduksi sel-sel yang sehat.

Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung seseorang, karena timbunan lemak pada pembuluh darah. Timbunan lemak ini akan menghambat aliran darah dalam arteri, sehingga jantung bisa tidak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang dibutuhkan.

Hiperkolesterolemia tidak menunjukkan gejala apa pun. Satu-satunya cara untuk mendeteksi hiperkolesterolemia adalah dengan tes darah.

Penyebab dan Faktor Risiko Hiperkolesterolemia

Penyebab hiperkolesterolemia adalah meningkatnya kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) di dalam darah. Kombinasi antara protein dan kolesterol dalam darah biasa disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein yaitu:

  • Low-density lipoprotein (LDL), atau “lemak jahat”. LDL akan tertimbun dan menjadi penghambat dalam pembuluh darah, kemudian membuat pembuluh darah lebih keras dan sempit.
  • High-density lipoprotein (HDL), atau “lemak baik”. HDL akan mengambil kandungan kolesterol yang berlebih dan membawanya kembali ke hati.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena hiperkolesterolemia adalah:

  • Pola makan yang buruk. Mengonsumsi lemak jenuh yang terkandung dalam makanan hewani, asam lemak pada kue, daging merah dan produk susu berlemak bisa meningkatkan kadar kolesterol.
  • Obesitas. Orang yang memiliki Indeks Massa Tubuh 30 atau lebih akan lebih berisiko terkena hiperkolesterolemia.
  • Diabetes. Kadar gula darah tinggi juga bisa membuat LDL meningkat dan menurunkan HDL, kondisi ini juga merusak dinding pembuluh darah.
  • Lingkar pinggang besar. Pria dengan lingkar pinggang di atas 102 sentimeter dan wanita dengan lingkar pinggang di atas 89 sentimeter maka risiko terkena hiperkolesterolemia akan meningkat.
  • Merokok. Asap rokok merusak dinding pembuluh darah dan membuat dinding tersebut menjadi tempat bertumpuknya lemak. Merokok juga menurunkan kadar HDL.
  • Kurang olahraga. Olahraga akan membantu tubuh untuk meningkatkan jumlah HDL. Olahraga juga meningkatkan ukuran partikel pembentuk LDL, yang nantinya membuat LDL tidak terlalu berbahaya.

Diagnosis Hiperkolesterolemia

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi berdasarkan gejala dan tanda klinis yang dialami oleh pasien. Untuk mendiagnosis hiperkolesterolemia dokter akan melakukan tes darah untuk melihat tingkat kolesterol dalam darah.

Pengobatan Hiperkolesterolemia

Langkah pertama untuk menangani hiperkolesterolemia adalah perubahan pola makan yang lebih sehat dan lebih teratur berolahraga. Jika seseorang telah menjalani keduanya namun kadar kolesterol dalam darah masih tinggi, maka dokter akan menyarankan beberapa langkah pengobatan.

Bagi anak-anak yang menderita hiperkolesterolemia dan obesitas, dokter akan menanganinya dengan menyarankan perubahan pola dan menu makan yang lebih sehat serta olahraga.

Ada zat-zat alami dalam makanan yang telah terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol, yaitu:

  • Jelai atau barley.
  • Beta-sitosterol (ditemukan pada beberapa jenis margarin).
  • Blond psyllium husk (ditemukan pada beberapa kulit biji-bijian).
  • Oatbran (ditemukan pada oatmeal).
  • Sitostanol (ditemukan pada beberapa jenis margarin).

Beberapa faktor yang memengaruhi kombinasi pengobatan hiperkolesterolemia adalah faktor risiko tiap pasien, efek samping yang mungkin terjadi, usia pasien, dan kondisi kesehatan.

Beberapa obat-obatan berikut ini biasa disarankan dokter untuk mengatasi hiperkolesterolemia adalah:

  • Statin. Obat jenis ini akan menghalangi zat yang dibutuhkan organ hati untuk memproduksi kolesterol. Hal ini menyebabkan organ hati mengambil kolesterol dari darah. Statin juga membantu tubuh menyerap kolesterol dari timbunan kolesterol di dinding pembuluh darah.
  • Resin pengikat asam empedu. Obat jenis ini menurunkan kadar kolesterol secara tidak langsung dengan mengikat pada asam empedu, yang menyebabkan hati menggunakan kelebihan kolesterol untuk membuat asam empedu lagi. Hal ini akan membuat kadar kolesterol dalam tubuh menurun.
  • Penghambat penyerapan kolesterol. Obat jenis ini akan membatasi penyerapan kolesterol oleh usus kecil, sehingga kadar kolesterol dalam darah akan menurun.
  • Obat suntik. Obat jenis baru yang dapat membantu organ hati menyerap kolesterol LDL lebih banyak, sehingga menurunkan kadar kolesterol yang terkandung dalam darah. Obat jenis ini biasa diresepkan bagi pasien dengan kelainan bawaan yang menyebabkan kadar LDL tinggi, atau riwayat penyakit koroner yang intoleran terhadap pengobatan statin atau obat penurun kolesterol lainnya.

Selain kolesterol LDL dan HDL, darah juga mengandung sejenis lemak yang disebut trigliserida. Jika kadar trigliserida dalam darah juga tinggi, maka dokter akan meresepkan tiga jenis obat yaitu:

  • Fibrate. Obat jenis fibrate ini akan menurunkan trigliserida dengan menurunkan produksi sejenis kolesterol (VLDL) dan mempercepat pembuangan trigliserida dari darah.
  • Niacin. Obat jenis ini akan menurunkan kadar trigliserida dengan cara membatasi kemampuan organ hati memproduksi kolesterol VLDL dan LDL. Namun, niacin juga memiliki hubungan dengan rusaknya organ hati dan penyakit stroke.
  • Suplemen asam lemak omega-3. Suplemen ini juga bisa bantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Pencegahan dan Komplikasi Hiperkolesterolemia

Untuk mengendalikan kadar kolesterol, sangat penting untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Beberapa hal yang dapat mencegah naiknya kadar kolesterol adalah:

  • Berhenti merokok. Asap rokok merusak pembuluh darah dan mempercepat akumulasi plak di dalam pembuluh darah.
  • Mengonsumsi makanan sehat. Konsumsi makanan rendah garam, batasi konsumsi makanan sumber kolesterol, serta memperbanyak konsumsi buah, sayuran dan ikan.
  • Meningkatkan aktivitas fisik. Berolahraga secara rutin minimal 30 menit sehari, akan menurunkan kadar kolesterol.
  • Mengurangi kelebihan berat badan. Kelebihan berat akan membuat kadar kolesterol menjadi tinggi.

Jika tidak ditangani dengan benar, penderita hiperkolesterolemia bisa terkena beberapa komplikasi seperti:

  • Nyeri pada dada. Jika pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung tersumbat, maka penderita akan merasakan nyeri di bagian dadanya.
  • Stroke. Kondisi ini dapat terjadi jika aliran darah penderita ke sebagian otaknya tersumbat oleh gumpalan darah.
  • Serangan jantung. Jika plak (timbunan kolesterol) pada pembuluh darah terlepas, maka akan menyebabkan terbentuknya gumpalan darah yang akan terbawa aliran darah. Jika gumpalan darah tersebut masuk ke dalam pembuluh arteri jantung dan menyumbat aliran darahnya, penderita akan mengalami serangan jantung.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT