Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Hidradenitis Suppurativa

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Hidradenitis suppurativa atau acne inversa merupakan penyakit kulit jangka panjang yang menyebabkan timbulnya benjolan di bawah kulit di dekat kelenjar keringat, contohnya ketiak dan di antara bokong. Kondisi ini juga bisa muncul pada bagian di mana kulit saling bergesekkan, misalnya di antara paha, selangkangan, atau di bawah payudara pada wanita. Benjolan yang muncul bisa terinfeksi, lalu terisi nanah dan berbau jika kantong ini pecah. Benjolan nanah ini disebut abses dan jika pecah dan mengering akan meninggalkan jaringan parut.

Benjolan yang disebabkan hidradenitis suppurativa umumnya terasa nyeri. Meski tidak terjadi pada semua kasus, biasanya saluran di bawah kulit yang menghubungkan benjolan-benjolan hidradenitis suppurativa akan terbentuk. Saluran-saluran sempit ini disebut saluran sinus.

Biasanya, hidradenitis suppurativa muncul pada masa puber dan bertahan selama beberapa tahun. Beberapa faktor yang memengaruhi risiko seseorang terkena hidradenitis suppurativa adalah:

  • Keturunan. Hidradenitis suppurativa bisa muncul pada seseorang karena faktor genetik.
  • Wanita. Dibandingkan pria, hidradenitis suppurativa lebih sering menyerang wanita.
  • Faktor usia. Biasanya hidradenitis suppurativa menyerang seseorang yang masih remaja atau berusia 20 tahunan.Jarang pada usia sebelum pubertas atau setelah menopause.
  • Obesitas atau perokok. Kebanyakan penderita hidradenitis suppurativa mengalami obesitas atau seorang perokok.
  • Hirsutisme. Seorang yang memiliki kondisi tubuh yang memiliki pertumbuhan rambut berlebihan dengan atau tanpa jerawat, punya risiko lebih besar terkena hidradenitis suppurativa.

Gejala Hidradenitis Suppurativa

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Kadang gejala pertama yang dirasakan penderita hidradenitis suppurativa hanyalah benjolan meradang yang terasa nyeri. Benjolan seperti ini bisa bertahan beberapa hari hingga berbulan-bulan.

Benjolan hidradenitis suppurativa bisa lebih dari satu tapi masih dalam area yang sama, misalnya beberapa benjolan di area ketiak. Dan bisa muncul di beberapa area. Jika benjolan tersebut terletak di lapisan kulit yang dalam, saat sembuh acne inversa bisa meninggalkan bekas luka. Selain benjolan, gejala hidradenitis suppurativa lainnya adalah komedo yang berkumpul dan membentuk pola berpasangan.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul benjolan nyeri yang tidak membaik selama beberapa minggu, sering kambuh, sangat nyeri serta muncul di beberapa tempat.

Penyebab Hidradenitis Suppurativa

Sampai saat ini belum diketahu penyebab pasti hidradenitis suppurativa. Penyakit kulit yang tidak menular ini akan muncul ketika kelenjar keringat dan folikel-folikel rambut penderita tersumbat.

Menurut British Association of Dermatologists, munculnya hidradenitis suppurativa ada hubungannya dengan penyakit Crohn yang diidap seseorang. Banyak penderita hidradenitis suppurativa juga mengidap penyakit autoimun.

Diagnosis Hidradenitis Suppurativa

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Untuk mendiagnosis hidradenitis suppurativa, dokter akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian kulit penderita yang terinfeksi, mendiagnosis berdasarkan lokasi benjolan-benjolan maupun lubang-lubang luka, dan frekuensi kambuhnya infeksi tersebut.
  • Pengambilan sampel. Jika terdapat nanah di dalam benjolan, maka dokter akan mengambil sampel nanah untuk dianalisis di laboratorium.

Setelah diagnosis selesai, dokter akan mengklasifikasikan hidradenitis suppurativa yang diidap penderita berdasarkan tingkat keparahannya yaitu:

  • Stadium 1: Hanya ada satu atau beberapa abses terisolir tanpa jaringan parut atau saluran sinus.
  • Stadium 2: Muncul abses-abses kambuhan di lebih dari satu area kulit dan saluran sinus mulai terbentuk.
  • Stadium 3: Abses-abses muncul di banyak area kulit. Terdapat saluran sinus di bawah kulit yang saling terhubung antara abses. Penderita mungkin akan memiliki jaringan parut parah yang selalu basah.

Pengobatan Hidradenitis Suppurativa

Jenis penanganan yang dijalani penderita tergantung dari seberapa parah hidradenitis suppurativa yang dideritanya. Jika hidradenitis suppurativa masih pada tahap ringan, maka penderita bisa mengompres sendiri benjolan dengan air hangat.

Selain mengompres, beberapa tindakan penanganannya adalah:

Pemberian obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi hidradenitis suppurativa yaitu:

  • Obat anti peradangan non steroid. Obat-obatan jenis ini mampu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.
  • Antibiotik. Obat jenis akan melawan infeksi dan bisa mencegah penyakit ini menjadi lebih parah serta kambuh kembali.
  • Kortikosteroid. Dokter akan menyuntikkan obat steroid ke dalam benjolan, untuk mengurangi peradangan, rasa nyeri, dan pembengkakan.
  • Retinoid oral. Obat jenis ini mampu menangani hidradenitis suppurativa yang sudah cukup parah.
  • Terapi hormon dengan pil kontrasepsi yang mengandung estrogen buatan mampu mengurangi sekresi dari kelenjar keringat serta mengontrol benjolan.
  • Obat biologis. Dokter akan menyuntikkan obat-obatan jenis ini untuk mendorong sistem pertahanan tubuh agar menyerang kuman. Namun, obat jenis ini memiliki efek samping yang cukup serius.

Pembedahan

Untuk menangani hidradenitis suppurativa yang tumbuh makin dalam, penderita umumnya harus menjalani prosedur pembedahan. Beberapa jenis pembedahan yang bisa dilakukan adalah:

  • Insisi dan drainase abses, untuk membuka benjolan yang telah menjadi kantong dan mengeringkannya dari cairan nanah.
  • Membuka saluran sinus antar benjolan, dengan memotong kulit dan daging yang menjadi atap saluran.
  • Operasi pengangkatan untuk mengangkat seluruh benjolan dan bagian kulit yang terinfeksi.
  • Pembedahan laser, akan dilakukan untuk menangani benjolan baru yang berada di lapisan kulit Namun, laser juga akan menghancurkan folikel rambut penderita.

Komplikasi Hidradenitis Suppurativa

Ada beberapa komplikasi yang bisa dialami penderita hidradenitis suppurativa jika penyakitnya tidak segera ditangani yaitu:

  • Terhalangnya drainase kelenjar getah bening yang menyebabkan pembengkakan pada lengan, kaki, atau area genital. Hidradenitis suppurativa seringkali melibatkan kelenjar getah bening yang berada di dekat kelenjar keringat.
  • Terbatasnya gerak tubuh penderita. Keadaan ini adalah akibat nyeri pada benjolan hidradenitis suppuratriva dan kulit yang kehilangan elastisitasnya akibat jaringan parut.
  • Perubahan tekstur kulit dan jaringan parut. Kulit menjadi lebih gelap pada area bekas hidradenitis suppurativa yang sudah membaik atau membentuk cekungan-cekungan.
  • Terisolasi dari lingkungan akibat bentuk dan bau yang ditimbulkan hidradenitis suppurativa.

Pencegahan Hidradenitis Suppurativa

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hidradenitis suppurativa berkembang menjadi lebih parah dan agar tidak kambuh kembali, yaitu:

  • Kenakan pakaian yang tidak terlalu ketat.
  • Berhenti merokok.
  • Jaga kebersihan kulit dan anggota badan.
  • Mengontrol berat badan.
  • Jangan mencukur area kulit yang terinfeksi, agar tidak terjadi iritasi. Sekaligus hindari penggunaan parfum atau deodoran pada area yang terinfeksi.
  • Jaga suhu tubuh agar tidak terlalu sering berkeringat.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT