Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Hernia Umbilikalis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Tali pusar adalah organ yang menghubungkan ibu dengan janin yang ada di dalam rahimnya. Sari makanan dari tubuh ibu akan mengalir lewat tali pusar ke dalam tubuh janin melalui sebuah lubang kecil pada perut janin, yang biasanya akan tertutup setelah bayi lahir.

Hernia umbilikalis akan terjadi apabila lubang tidak tertutup sempurna, sehingga sebagian usus menonjol keluar. Umumnya, hernia umbilikalis tidak berbahaya dan tidak terasa sakit maupun membuat tidak nyaman. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi, meskipun orang dewasa bisa juga mengalaminya.

Pada bayi, hernia umbilikalis biasanya akan muncul ketika menangis yang menyebabkan pusar bayi menonjol keluar. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena hernia umbilikalis adalah:

  • Bayi terlahir prematur.
  • Bobot bayi rendah saat lahir.
  • Obesitas.
  • Mengandung bayi kembar.
  • Wanita, cenderung memiliki risiko terkena hernia umbilikalis lebih besar dibanding pria.

Hernia umbilikalis biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah bayi berumur satu atau dua tahun. Tapi terkadang, kondisi ini bisa bertahan lebih lama. Apabila hernia umbilikalis tidak sembuh hingga memasuki usia empat tahun, disarankan untuk menjalani prosedur operasi. Langkah ini juga disarankan pada orang yang mengalami hernia umbilikalis pada usia dewasa.

Gejala Hernia Umbilikalis

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala yang tampak pada penderita hernia umbilikalis adalah munculnya benjolan lunak di dekat pusar.

Pada bayi, benjolan ini akan menghilang ketika bayi dalam kondisi diam. Benjolan hernia umbilikalis biasanya akan muncul saat bayi menangis, batuk, tertawa, atau mengejan. Gejala yang sama juga muncul pada orang dewasa yang mengalami hernia umbilikalis. Ditambah, orang dewasa juga akan mengalami rasa tidak nyaman atau pun rasa sakit di bagian pusar.

Berkonsultasilah dengan dokter saat Anda atau bayi mengalami benjolan di perut, terlihat kesakitan (khususnya pada bayi), muntah, atau benjolan mulai membengkak dan berubah warna.

Penyebab Hernia Umbilikalis

Penyebab hernia umbilikalis pada bayi adalah gagalnya otot-otot perut menutup lubang bekas tali pusar dengan sempurna sesaat setelah lahir. Kegagalan tersebut akan menyebabkan terjadinya hernia umbilikalis di kemudian hari.

Sedangkan beberapa penyebab terjadinya hernia umbilikalis pada orang dewasa adalah:

  • Tekanan terlalu besar pada bagian perut.
  • Cairan pada rongga perut.
  • Obesitas dan kelebihan berat badan (overweight).
  • Bekas pembedahan perut.
  • Dialisis peritoneal kronis.
  • Kehamilan. Terutama pada kehamilan berulang kali.
  • Batuk kronis.
  • Konstipasi kronis.
  • Pembesaran kelenjar prostat sehingga terdapat gangguan berkemih.

Diagnosis Hernia Umbilikalis

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Beberapa tindakan untuk mendiagnosis hernia umbilikalis adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Biasanya dokter akan menguji apakah hernia bisa ditekan masuk ke dalam rongga perut kembali. Bisa ada bagian dari isi hernia yang terjebak di kantung hernia dan tidak bisa ditekan masuk kembali, maka kondisi ini bisa berbahaya. Isi hernia umbilikalis adalah bagian dari usus, yang akan kekurangan suplai darah bila terjepit.
  • Tes darah. Bila ada bagian usus yang terjepit, tes darah dapat membantu melihat adanya infeksi.
  • Uji pencitraan. Dokter mungkin akan menjalankan uji pencitraan sinar-X atau ultrasound pada bagian perut untuk memastikan tidak ada komplikasi.

Pengobatan dan Komplikasi Hernia Umbilikalis

Pada banyak kasus, lubang yang menyebabkan hernia umbilikalis akan menutup dengan sendirinya ketika bayi memasuki usia 1 hingga 2 tahun. Bahkan, benjolan pada perut ada yang bisa ditekan agar masuk kembali ke dalam rongga perut.

Langkah yang umumnya dilakukan untuk menangani hernia umbilikalis adalah prosedur pembedahan. Tujuan pembedahan ini adalah untuk memasukkan kembali jaringan yang mengalami hernia ke dalam rongga perut, kemudian menutup lubang pada otot perut.

Namun, dokter baru akan melakukan tindakan pembedahan jika beberapa kondisi berikut terjadi:

  • Benjolan tidak mengecil setelah satu hingga dua tahun.
  • Benjolan terasa sakit.
  • Diameter benjolan di perut lebih besar dari 1,5 centimeter.
  • Benjolan tidak menghilang saat bayi berusia 3 sampai 4 tahun.
  • Isi hernia terjebak dan tidak bisa kembali ke rongga perut atau usus terjepit.

Komplikasi hernia umbilikalis jarang terjadi pada penderita bayi dan anak-anak. Komplikasi baru akan terjadi jika jaringan perut yang keluar terjepit dan tidak bisa kembali masuk ke rongga perut.

Jaringan perut yang terjepit akan kekurangan suplai darah sehingga bisa menyebabkan munculnya rasa nyeri dan rusaknya jaringan. Jika terus menerus tidak mendapatkan suplai darah, jaringan perut yang terjepit bisa mati dan menimbulkan infeksi berbahaya.

Beberapa gejala yang dirasakan penderita ketika jaringan perut terjepit adalah:

  • Rasa nyeri parah pada perut ketika tersentuh atau tertekan.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Perut menjadi sensitif ketika disentuh.
  • Konstipasi.
  • Muncul benjolan pada perut.
  • Benjolan hernia umbilikalis menjadi kemerahan.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT