Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Hematoma

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Hematoma adalah kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Kumpulan darah ini bisa berukuran setitik kecil, tapi bisa juga berukuran besar dan menyebabkan pembengkakan.

Hematoma dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja. Darah yang keluar dari pembuluh darah bisa menyebabkan rasa nyeri pada jaringan sekitarnya dan muncul gejala peradangan atau inflamasi.

Dinding pembuluh darah kita memiliki kemampuan untuk terus menerus memperbaiki diri bila terluka dan ini adalah kondisi normal. Bila lukanya kecil, maka perbaikan akan dilakukan dengan pembentukan bekuan darah dan jaringan fibrin (senyawa protein untuk menutup luka). Tapi jika pembuluh darah terkena tekanan hebat, dan kerusakan dinding pembuluh darah luas, maka darah akan selalu bocor melalui dinding pembuluh yang rusak (perdarahan lebih lama). Darah yang keluar terus menerus akan membuat hematoma semakin membesar.

Gejala Hematoma

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala yang ditimbulkan hematoma tergantung dari lokasi munculnya, ukurannya, dan apakah hematoma menyebabkan munculnya pembengkakan.

Hematoma juga akan menyebabkan iritasi dan peradangan. Beberapa gejala umum peradangan atau inflamasi akibat hematoma adalah:

  • Pembengkakan.
  • Warna kemerahan pada bagian tubuh yang muncul hematoma.
  • Bagian munculnya hematoma akan sakit saat disentuh dan terasa lebih hangat.

Penyebab dan Faktor Risiko Hematoma

Penyebab umum terjadinya hematoma adalah trauma atau cedera. Trauma atau cedera yang terjadi bisa disebabkan karena kecelakaan, terjatuh, cedera kepala, patah tulang. luka tembak, bersin yang terlampau keras, atau terkilirnya lengan dan kaki.

Beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena hematoma adalah:

  • Aneurisma, adalah benjolan atau pelebaran tidak normal pada pembuluh darah.
  • Pengobatan. Obat antikoagulan atau pengencer darah bisa meningkatkan potensi perdarahan mendadak atau memperparah hematoma.
  • Penyakit. Kondisi medis atau penyakit tertentu yang menyebabkan turunnya jumlah trombosit atau menghilangkan fungsi trombosit.
  • Cedera. Keretakan tulang selalu menyebabkan peningkatan risiko hematoma pada lokasi terjadinya keretakan.
  • Keretakan tulang panggul. Biasanya dibutuhkan hentakan besar untuk membuat tulang panggul retak. Jadi pasti jaringan dan pembuluh darah di sekitarnya ikut rusak.
  • Menstruasi. Darah menstruasi bisa berkumpul di vagina dan bisa membentuk gumpalan darah bukannya mengalir keluar.
  • Kehamilan dan melahirkan. Gumpalan darah atau perdarahan dari vagina tidak normal saat kehamilan, sehingga penderita harus segera memeriksakan diri ke dokter. Tapi pada saat setelah melahirkan, hal ini adalah normal.

Jenis Hematoma

Seringkali hematoma dibedakan berdasarkan lokasi terjadinya. Beberapa jenis hematoma adalah:

  • Hematoma epidural, adalah hematoma yang muncul karena cedera pada bagian kepala di mana terdapat pembuluh arteri meningeal tengah. Darah akan berkumpul pada ruang epidural, antara bagian luar selaput otak dengan tulang tengkorak.
  • Hematoma perianal, terjadi pada batas luar anus.
  • Hematoma subdural, hematoma yang muncul karena cedera pada bagian kepala. Namun, cederanya terjadi pada pembuluh darah vena di otak, sehingga kebocoran darah terjadi secara perlahan. Darah akan terkumpul pada ruang subdural (di bawah selaput otak) yang lebih luas dan butuh waktu lebih lama sebelum akhirnya gumpalan tersebut menekan jaringan otak.
  • Hematoma intraserebral, terjadi pada jaringan otak sendiri. Salah satu penyebabnya adalah hipertensi tidak terkontrol.
  • Hematoma scalp, hematoma yang terjadi di luar tengkorak di bawah kulit kepala dan kadang bisa dirasakan seperti benjol.
  • Hematoma telinga, muncul karena cedera yang mengakibatkan perdarahan di struktur tulang rawan telinga, persis di bawah kulit telinga.
  • Hematoma septum, terjadi jika seseorang mengalami cedera hidung. Jika tidak segera diobati, tulang rawan akan rusak dan septum akan robek.
  • Hematoma intramuskular, terjadi di dalam jaringan otot. Bisa menyebabkan terhambatnya suplai darah ke otot sehingga otot dan pembuluh darah di sekitarnya bisa rusak permanen.
  • Hematoma subungual, biasanya hasil dari cedera pada jari tangan atau kaki. Darah akan berkumpul di bawah kuku, sehingga menyebabkan rasa nyeri.
  • Hematoma subkutan, adalah lebam dan memar di kulit. Hal ini terjadi akibat cedera pada pembuluh darah di bawah kulit.
  • Hematoma payudara, berkumpulnya darah di dalam payudara akibat perdarahan internal.
  • Hematoma intra-abdominal, terjadi di bagian dalam perut. Hal ini bisa terjadi akibat beragam cedera atau kondisi medis tertentu.

Diagnosis Hematoma

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Beberapa langkah yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis hematoma adalah:

  • Pemeriksaan fisk. Jika hematoma terjadi pada kulit dan jaringan lunak seperti otot atau persendian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.
  • Uji pencitraan. Jika penderita menunjukkan gejala perdarahan internal, maka dokter akan melakukan uji pencitraan, Pencitraan sinar-X diperlukan untuk memeriksa hematoma di sekitar tulang retak. Sedangkan penderita yang mengalami cedera kepala perlu diperiksa dengan CT-scan. Ultrasonografi biasanya dianjurkan saat memeriksa penderita yang sedang hamil.

Pengobatan dan Komplikasi Hematoma

Pengobatan untuk hematoma yang muncul pada kulit dan jaringan lunak seringkali ditangani cukup dengan hanya beristirahat, mengompres dengan es batu, pembalutan atau penekanan untuk menghentikan perdarahan, dan elevasi (mengangkat organ tubuh lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah ke area yang mengalami perdarahan). Teknik ini dikenal dengan istilah RICE/rest, ice, compression, elevation.

Beberapa dokter juga menyarankan untuk menjalankan terapi panas sebagai penanganan hematoma alternatif tiga hari setelah perdarahan diatasi. Rasa sakit yang disebabkan peradangan di sekitar hematoma, bisa diatasi dengan obat pereda rasa sakit.

Jenis penanganan hematoma dipilih berdasarkan pada kondisi kesehatan penderita. Sedangkan perawatan untuk hematoma pada organ lain dalam tubuh bergantung pada jenis organ dan kondisinya.

Hematoma bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Dua hal tersebut bisa menyebabkan beberapa komplikasi yaitu:

  • Iritasi, pada organ dan jaringan tubuh.
  • Infeksi. Darah yang terkumpul akan berkolonisasi dengan bakteri.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT