Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Osteomalacia

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Secara harfiah, osteomalacia berarti “tulang lunak”. Pada osteomalacia, proses mineralisasi tulang mengalami gangguan, sehingga tulang tidak dapat mengeras dan menjadi rentan bengkok atau bahkan patah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan (defisiensi) vitamin D.

Meskipun sama-sama dapat menyebabkan patah tulang, osteolamacia berbeda dengan osteoporosis. Osteomalacia terjadi akibat tidak sempurnanya proses perkembangan tulang sehingga tulang tidak mengeras, sedangkan osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang sudah jadi.

Osteomalacia hanya terjadi pada orang dewasa. Jika kondisi yang sama terjadi pada anak-anak, maka biasanya disebut rakitis.

Gejala Osteomalacia

Ketika kondisi belum parah, penderita osteomalacia mungkin tidak akan merasakan gejala apa pun. Ketika kondisi memburuk, beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita adalah:

  • Nyeri yang biasanya terasa di bagian punggung bawah, panggul, pangkal paha, kaki, dan tulang rusuk. Nyeri mungkin akan terasa lebih parah saat malam hari atau pada saat tulang yang sakit menahan beban terlalu berat.
  • Otot-otot lengan dan paha melemah. Melemahnya otot-otot paha akan membuat penderita berjalan seperti terhuyung-huyung.
  • Otot kaku.
  • Kesulitan untuk berdiri dari posisi duduk atau untuk berjalan menaiki tangga.
  • Merasa kelelahan.
  • Tulang-tulang menjadi mudah patah.

Penyebab Osteomalacia

Kalsium dan fosfat diperlukan tubuh manusia untuk membangun tulang yang kuat. Jika tubuh kekurangan dua zat tersebut, maka seseorang berisiko terkena osteomalacia. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kekurangan kalsium dan fosfat:

  • Defisiensi Vitamin D. Sinar matahari akan memicu produksi vitamin D pada kulit manusia. Seseorang yang jarang terkena sinar matahari atau yang mengenakan tabir surya secara berlebihan akan kekurangan vitamin D dan berisiko menderita osteomalacia.
  • Efek samping penggunaan obat-obatan. Contohnya adalah fenobarbital dan fenitoin yang merupakan kelompok obat antikejang.
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin D.
  • Penyakit celiac. Orang yang menderita penyakit ini akan mengalami kerusakan pada lapisan usus halusnya sehingga tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan. Penyakit celiac merupakan kondisi autoimun yang biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung gluten.
  • Operasi gastrektomi. Proses penyerapan vitamin D dan mineral lainnya di usus berisiko terganggu pada orang yang menjalani operasi gastrektomi (prosedur bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh lambung).

Diagnosis Osteomalacia

Beberapa metode pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis osteomalacia:

  • Biopsi tulang. Dokter akan memasukkan jarum hingga ke tulang pasien untuk mengambil sampel jaringan tulang. Sampel tersebut akan diteliti lebih lanjut di laboratorium.
  • Tes darah dan urine, berfungsi untuk memeriksa kadar vitamin D dan mineral lain pada tubuh pasien.
  • Sinar-X, berfungsi untuk memeriksa apakah pasien memiliki keretakan kecil pada tulang (Looser transformation zones) yang menjadi salah satu ciri-ciri osteomalacia.
  • Pemeriksaan kepadatan mineral tulang, untuk melihat kadar kalsium dan fosfat pada tulang pasien.

Pengobatan Osteomalacia

Beberapa hal yang termasuk ke dalam penanganan osteomalacia di antaranya adalah:

  • Asupan suplemen vitamin D. Umumnya penderita osteomalacia akan dianjurkan mengonsumsi suplemen vitamin D oleh dokter selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Pengaturan pola makan. Dokter akan menyarankan penderita untuk lebih banyak mengonsumsi makan yang kaya akan kandungan vitamin D dan fosfat.
  • Penyerapan vitamin D dari sinar matahari. Penderita biasanya akan diminta untuk lebih sering menjemur badan di bawah sinar matahari. Namun pastikan untuk menggunakan tabir surya secukupnya sebelum berjemur.
  • Asupan suplemen kalsium atau fosfor. Jika kadar kalsium atau fosfor di dalam tubuh penderita rendah, maka dokter dapat meresepkan salah satu dari kedua suplemen mineral tersebut.

Jika ada tulang yang patah atau berubah bentuk akibat osteomalacia, dokter mungkin akan memasangkan penjepit atau bahkan tindakan pembedahan jika sudah parah.

Pencegahan Osteomalacia

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya osteomalacia. Cara pertama adalah dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin D, seperti sereal, keju, telur, minyak ikan, hati, susu, jus jeruk, atau yogurt. Cara kedua adalah dengan meluangkan waktu untuk menjemur tubuh di bawah sinar matahari. Dan cara yang ketiga adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Hal ini dilakukan jika kandungan vitamin D dan mineral pada makanan yang dikonsumsi belum cukup atau Anda memiliki gangguan pencernaan untuk menyerap kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Pastikan untuk melakukan konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen dalam bentuk apapun.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT