Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Nyeri Punggung

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Nyeri punggung adalah nyeri atau kekakuan yang dapat dirasakan di sepanjang tulang belakang, dari dasar leher hingga ke tulang ekor. Gejalanya bisa berupa rasa sakit yang datang dan pergi, serta cenderung memburuk di kala malam. Nyeri punggung dapat terpicu oleh postur tubuh yang tidak ideal saat duduk, berdiri, atau membungkuk. Kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh efek mengangkat benda yang terlalu berat.

Nyeri punggung biasanya tidak disebabkan oleh hal serius dan dapat ditangani hanya dengan terus aktif bergerak dan mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Namun pada beberapa kasus, dapat sangat menyiksa dan menimbulkan sakit yang tidak tertahankan hingga menghambat aktivitas sehari-hari.

Pengidap Nyeri Punggung di Indonesia

Khususnya untuk golongan orang lanjut usia (lansia), nyeri punggung merupakan kondisi yang sangat umum terjadi sebagai efek dari penuaan. Penelitian Community Oriented Program for Control of Rheumatic Disease (COPORD ) di Indonesia menemukan bahwa prevalensi nyeri punggung adalah 13,6 persen pada wanita dan 18,2 persen pada laki-laki. Insiden nyeri punggung dari berbagai gejala berdasarkan kunjungan pasien ke beberapa rumah sakit di Indonesia berkisar antara 3-17 persen.

Sedangkan data dari National Safety Council menunjukkan bahwa dari total 1.700.000 sakit akibat kerja, sekitar 22 persen di antaranya merupakan nyeri punggung.

Mengenali Berbagai Jenis Nyeri Punggung

Sakit punggung bagian bawah adalah jenis yang paling sering terjadi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kasus nyeri punggung bawah banyak terjadi pada wanita serta mereka yang berumur 40-80 tahun.

Walau demikian, nyeri punggung lain juga dapat dirasakan pada sepanjang tulang belakang, dari leher hingga panggul. Berikut ini adalah beberapa jenis nyeri punggung berdasarkan penyebab dan lokasi nyerinya:

  • Frozen shoulder, yaitu kemunculan sakit dan kaku pada leher.
  • Skiatika, yaitu nyeri karena iritasi dan tekanan pada saraf skiatik yang menyebabkan mati rasa atau kesemutan yang menjalar dari punggung bawah melewati bokong hingga telapak kaki.
  • Whiplash, yaitu cedera pada leher karena benturan yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Ankylosing spondylitis, yaitu peradangan kronis yang berdampak kepada tulang belakang, tepatnya di area pertemuan antara tulang belakang dan pelvis.
  • Slipped disc, ketika cakram sendi tulang punggung rusak dan akhirnya menekan saraf yang ada di dekatnya
  • Nyeri punggung yang tidak memiliki sebab yang spesifik atau tidak diketahui. Beberapa kondisi medis diduga turut menjadi pemicu nyeri punggung, yaitu penyakit arthritis.

Diagnosis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan cara pengobatan yang diperlukan.

Cara Menangani Nyeri Punggung

Ada berbagai cara penanganan yang dapat dilakukan agar rasa nyeri menjadi tidak berkepanjangan, yaitu:

Tetap aktif

Sebelumnya, istirahat dianggap sebagai penanganan yang mungkin dapat meringankan nyeri punggung. Namun kini dipercaya bahwa tubuh yang tidak bergerak aktif dalam jangka panjang justru berakibat buruk bagi punggung. Melakukan olahraga ringan secara rutin dapat menjadi solusi yang tepat.

Obat pereda nyeri

Jika nyeri Anda tidak mereda dan terasa tidak tertahankan, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Berpikir positif

Relaksasi dapat mengurangi ketegangan otot sehingga membantu mengurangi nyeri yang diderita. Penderita yang selalu berpikiran positif juga terbukti lebih cepat sembuh dibandingka penderita yang selalu cemas akan penyakit yang dideritanya.

Terapi manual

Kompres panas atau dingin dapat membantu meredakan nyeri. Bentuk-bentuk pengobatan lain dapat dilakukan juga dengan melakukan terapi di klinik atau rumah sakit, antara lain fisioterapi.

Penanganan nyeri punggung yang kronis dapat meliputi kombinasi obat pereda sakit dan salah satu dari terapi manual, akupunktur, dan mengikuti kelas-kelas latihan fisik.

Sangat sedikit kasus yang melibatkan operasi tulang belakang. Operasi ini hanya akan dijalani jika semua cara di atas tidak berhasil.

Waspadai Gejala Nyeri Punggung Ini

Tanpa berkunjung ke dokter, nyeri punggung pada umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Namun jika rasa sakitnya tidak kunjung hilang dan sudah tidak tertahankan, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter.

Ada berbagai gejala lain yang kadang mengiringi nyeri punggung seperti demam, berat badan menurun drastis, nyeri yang menjalar ke bawah lutut dan pembengkakan di punggung yang dapat menjadi tanda-tanda penyakit yang lebih serius. Segera hubungi dokter jika nyeri punggung disertai dengan gejala-gejala yang telah disebutkan.

Agar Terhindar dari Nyeri Punggung

Postur tubuh dan olahraga sangat memengaruhi kesehatan tulang punggung Anda. Cobalah untuk menghindarkan punggung dari tekanan berlebihan untuk menghindari cedera punggung. Beberapa jenis olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu mencegah nyeri punggung dan meningkatkan fleksibilitas otot punggung.

Nyeri punggung dapat disebabkan karena berbagai hal, mulai dari kebiasaan yang buruk hingga efek samping dari cedera. Walau demikian, gejala yang diderita biasanya akan sama, antara lain:

  • Nyeri yang tajam dan terlokalisir di daerah punggung bagian bawah, bagian atas maupun leher. Kondisi ini terutama dirasakan sesaat setelah melakukan aktivitas tertentu atau mengangkat benda berat.
  • Nyeri pungung yang menjalar dari punggung bagian bawah hingga ke bokong turun ke belakang paha dan ke jari-jari kaki.
  • Kaku dan nyeri yang menetap yang dirasakan sepanjang tulang belakang. Tidak mampu berdiri tegak tanpa disertai rasa nyeri atau kaku otot di punggung bagian bawah.
    Nyeri kronis di punggung bagian bawah atau tengah, terutama setelah duduk atau berdiri lama.

Anda juga harus mewaspadai beberapa gejala yang dapat merujuk kepada penyakit yang lebih serius. Anda harus segera mengunjungi dokter jika mengalami gejala-gejala darurat semacam ini:

  • Demam di atas 38°C
  • Sulit buang air kecil
  • Kehilangan berat badan tanpa tahu penyebabnya
  • Nyeri punggung yang tidak juga mereda setelah Anda berbaring
  • Rasa sakit pada bagian dada
  • Nyeri pada satu atau kedua kaki terutama jika nyeri merambat ke bawah lutut
  • Nyeri yang kian memburuk di malam hari
  • Tidak bisa menahan buang air kecil dan besar
  • Terasa mati rasa pada area kelamin, bokong, atau tubuh bagian belakang
  • Pembengkakan dan kemerahan pada punggung

Gejala-gejala di atas biasanya merujuk kepada penyakit yang lebih serius. Jika nyeri punggung Anda tidak membaik setelah tiga hari, konsultasikan kepada dokter. Langkah ini juga patut dilakukan jika selama lebih dari enam minggu, Anda mengalami serangkaian nyeri punggung.

Rasa sakit nyeri punggung timbul karena adanya masalah pada salah satu bagian tulang-tulang yang menyatu dengan otot, tendon, ligamen, saraf, serta cakram sebagai bantalan peredam benturan.

Posisi duduk, berdiri, dan mengangkat benda dapat menjadi penyebab nyeri punggung.

Cedera atau penyakit yang menyebabkan nyeri punggung umumnya tidak bersifat serius. Penyebab paling umum adalah keseleo, cedera ringan, saraf terjepit atau teriritasi, dan ketegangan otot. Namun kadang-kadang nyeri punggung dapat terjadi mendadak tanpa sebab yang jelas. Misalnya, sebagian orang yang bangun di pagi hari tiba-tiba dapat merasa nyeri punggung tanpa tahu penyebabnya. Berikut ini beberapa hal lain yang dapat menyebabkan nyeri punggung:

  • Posisi tubuh yang salah saat mengangkat, membawa, menekan, atau menarik sesuatu
  • Perenggangan tubuh yang berlebihan
  • Posisi duduk yang tidak benar
  • Membalikkan badan secara tiba-tiba
  • Berkendara dalam waktu lama atau dalam posisi membungkuk tanpa jeda
  • Gerakan buruk yang dilakukan berulang-ulang dapat memicu otot bekerja secara berlebihan

Faktor Risiko Nyeri Punggung

Kondisi-kondisi berikut ini juga dapat membuat Anda berisiko mengidap nyeri punggung:

  • Stres atau depresi.
  • Berat badan berlebihan membuat tulang belakang bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
  • Tambahan massa janin yang dikandung wanita hamil juga akan menambah beban tulang belakang dibandingkan kondisi wanita yang tidak hamil.
  • Merokok dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, termasuk punggung. Gaya hidup perokok yang cenderung lebih buruk dibandingkan bukan perokok juga diduga menambah risiko nyeri punggung.
  • Konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang yang dapat melemahkan tulang, seperti obat antiinflamasi (steroid).

Beberapa kondisi lebih serius, namun termasuk jarang seperti berikut ini juga dapat memicu terjadinya nyeri punggung:

  • Infeksi ginjal: infeksi saluran kemih, dapat bermula dari kandung kemih atau saluran uretra yang naik menuju ginjal.
  • Osteoartritis: kondisi paling umum dari artritis berupa kerusakan pada tulang rawan di sendi.
  • Osteoporosis: kondisi berkurangnya kepadatan tulang.
  • Penyakit Paget pada tulang: gangguan pada regenerasi jaringan tulang lama dan tulang baru.
  • Sakroilitis: peradangan pada sendi sakroiliak yang menghubungkan tulang belakang bagian bawah dengan panggul.
  • Skoliosis: tulang belakang berbentuk menyerupai S yang dapat terjadi antara lain karena lumpuh otak atau penyakit otot.
  • Stenosis tulang belakang: menyempitnya kanal di dalam tulang belakang.

Umumnya diagnosis nyeri punggung dilakukan dengan memeriksa refleks dan kemampuan Anda duduk, berdiri, berjalan, serta mengangkat kaki. Hasil pemeriksaan akan menentukan jenis penanganan dan obat pereda sakit yang akan diberikan. Setelah memeriksa kemampuan Anda untuk melakukan gerak tubuh, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai:

  • Deskripsi rasa sakit yang dirasakan
  • Area rasa nyeri
  • Kapan nyeri mulai terasa
  • Gaya hidup Anda
  • Jenis pekerjaan
  • Riwayat penyakit yang pernah dialami
  • Kondisi yang membuat nyeri terasa mereda atau lebih buruk
  • Apakah Anda sebelumnya pernah mengalami masalah atau cedera punggung
  • Apakah nyeri yang dirasakan mengganggu keseharian atau tidak

Untuk memudahkan pemeriksaan, Anda dapat mencatat hal-hal di atas. Terutama jika kemunculan rasa nyeri Anda tidak menentu.

Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan jika ada indikasi terhadap kondisi yang lebih serius. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan:

  • Tes darah: dilakukan untuk mengetahui penyebab rasa sakit, misalnya akibat infeksi.
  • X-ray: tampilan tulang Anda akan diperiksa untuk mendiagnosis kemungkinan peradangan sendi (artritis) atau tulang patah.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) atau computerized tomography (CT scan): dilakukan untuk mendeteksi gangguan, antara lain pada tulang, pembuluh darah, tendon, otot.
  • Pemindaian tulang: dilakukan untuk mendeteksi retakan akibat adanya tekanan pada tulang.
  • Elektromiografi atau EMG: mengukur respon otot terhadap rangsangan yang dihasilkan sel saraf. Tes ini untuk melihat apakah ada penekanan saraf akibat hernia cakram tulang belakang atau penyempitan kanal tulang belakang.

Umumnya nyeri punggung akan membaik setelah dirawat beberapa minggu. Namun jenis pengobatan akan dibeda-bedakan sesuai tingkat keparahan, lama terjadinya, dan kebutuhan tiap pengidap. Pengobatan nyeri punggung terbagi menjadi dua bagian terkait lamanya kondisi ini terjadi.

Menangani Nyeri Punggung Jangka Pendek

Umumnya perawatan di rumah dan konsumsi pereda rasa sakit yang dijual bebas di apotek dapat mengobati nyeri punggung yang terjadi kurang dari 1,5 bulan.

Teruslah bergerak aktif

Pengidap nyeri punggung biasanya berpikir untuk beristirahat hingga sakit mereda, namun nyatanya diketahui bahwa dengan tetap beraktivitas, penderita nyeri punggung justru memiliki waktu penyembuhan yang lebih cepat. Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau melakukan kegiatan sehari-hari justru akan membantu pemulihan nyeri Anda.

Anda memang perlu beradaptasi dengan rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang masih terasa. Jika terasa berat, mulailah dengan aktivitas ringan dan buatlah peningkatan dari hari ke hari. Namun disarankan untuk menghindari aktivitas berat yang dapat menimbulkan nyeri parah. Lakukanlah secara bertahap seiring kondisi Anda berangsur pulih.

Obat pereda rasa sakit

Berikut ini adalah obat-obatan yang pada umumnya digunakan untuk meredakan nyeri punggung:

  • Paracetamol
  • Obat-obatan anti-inflamasi non-steroid seperti ibuprofen
  • Kodein, bersifat lebih keras dan kadang-kadang digunakan bersamaan dengan paracetamol

Waspadai efek samping dari obat pereda rasa sakit yang dapat mengganggu fungsi ginjal, memicu reaksi alergi, hingga ketagihan.

Terapi dingin dan panas

Perubahan temperatur dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan membantu meredakan nyeri. Tempatkan benda dingin atau hangat pada area yang sakit. Namun hindari meletakkan es langsung pada kulit. Bungkus kemasan berisi es dengan kain, lalu letakkan pada bagian yang sakit. Selain itu, kompres yang dibasuh air hangat yang kemudian diletakkan pada area yang nyeri dapat dijadikan alternatif terapi. Mandi air hangat juga dapat membantu.

Dapat juga menggunakan koyo hangat atau balsam yang dapat dibeli di supermarket. Oles atau tempelkan pada bagian yang nyeri.

Mengubah gaya hidup

Kelebihan berat badan, stress, dan postur tubuh yang buruk juga bisa menjadi penyebab nyeri punggung. Olahraga teratur dapat membantu mencegah kondisi ini, sehingga Anda terhindar dari nyeri.

Pilihlah aktivitas yang Anda nikmati dan mendatangkan manfaat seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga.

Posisi tidur

Jika Anda terbiasa tidur telentang, tempatkan bantal di bawah lutut. Sementara jika Anda biasa tidur menyamping, angkat sedikit kaki Anda ke arah dada, lalu tempatkan sebuah bantal di antara kedua kaki. Posisi-posisi ini akan membantu menjaga postur punggung bawah tetap pada posisi normal.

Pengubahan posisi tidur ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan meredakan tekanan pada punggung.

Merelaksasi otot dan pikiran

Khawatir akan situasi yang sedang Anda hadapi membuat otot-otot menegang. Penelitian membuktikan bahwa orang yang tetap optimis saat mengidap nyeri punggung cenderung lebih cepat pulih dan dapat terhindar dari sakit jangka panjang.

Sebisa mungkin usahakan untuk melakukan relaksasi. Berlatihlah menarik napas dalam-dalam secara teratur di tempat yang tenang. Buatlah diri Anda senyaman mungkin.

Pengobatan Nyeri Punggung Jangka Panjang

Berikut ini adalah beberapa pengobatan yang dapat Anda pilih jika mengalami nyeri punggung kronis (lebih dari 1,5 bulan). Perawatan-perawatan ini efektif untuk pengidap yang merasa nyeri punggungnya sangat mengganggu mereka dalam menjalani aktivitas.

Terapi manual

Ahli fisioterapi atau chiropractic dapat membantu Anda mengurangi nyeri dengan pemijatan. Beberapa kegunaan dari terapi manual, antara lain:

  • Fisioterapi: terapi untuk memperbaiki fungsi gerak motorik akibat cedera, cacat, atau penyakit.
  • Terapichiropractic: metode ilmiah untuk mendiagnosis, menangani, dan mencegah gangguan pada sistem muskuloskeletal (otot-otot dan kerangka tubuh).

Rangkaian penanganan di atas dapat dipadukan untuk nyeri punggung yang sudah terjadi lebih dari enam minggu dan sudah dianggap kronis.

Olahraga

Olahraga bertujuan untuk memperbaiki postur tubuh dan memperkuat otot Anda. Target ini dapat dicapai dengan peregangan dan aerobik.

Akupuntur

Pengobatan tradisional Tiongkok yang terbukti mampu membantu meredakan nyeri punggung bawah. Perawatan dilakukan dengan memasukkan jarum-jarum halus yang ditancapkan ke beberapa titik berbeda pada tubuh.

Obat antidepresan

Obat antidepresan mungkin akan diberikan jika obat pereda rasa sakit tidak dirasa manfaatnya. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi depresi ini juga efektif dalam menangani beberapa kasus nyeri yang bersifat menetap.

Mungkin dokter akan meresepkan tricyclic antidepressants (TCAs) seperti amitriptilin dalam dosis kecil.

Konseling

Perasaan dan pikiran negatif yang mengiringi nyeri punggung dapat memperburuk kondisi Anda. Pada saat seperti inilah Anda mungkin membutuhkan cognitive behavioural therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif untuk menata ulang persepsi Anda terhadap nyeri yang diidap. Langkah ini diharapkan bermanfaat untuk meredakan rasa sakit yang diderita. Pasien yang menjalani CBT terbukti dapat kembali aktif dan rasa sakit yang dialami pun berkurang.

Klinik rasa sakit

Klinik spesialisasi ini membantu pengidap nyeri punggung dalam meningkatkan aktivitas mereka dan tidak berlarut-larut fokus dalam rasa sakit akibat kondisi yang dirasakannya. Program yang tersedia di klinik ini merupakan kombinasi dari latihan fisik, relaksasi, terapi berkelompok, dan edukasi mengenai psikologi dari rasa sakit.

Jika semua cara di atas tidak berhasil, terdapat kemungkinan dokter akan menyarankan pilihan untuk melakukan pembedahan.

Pembedahan Akibat Nyeri Punggung

Jenis bedah yang akan diterapkan tergantung pada tipe dan tingkat keparahan nyeri. Opsi ini dipilih jika nyeri yang dialami sudah berlangsung terus-menerus dan terasa tidak tertahankan lagi hingga membuat Anda tidak dapat beraktivitas ataupun tidur.

Berikut ini adalah beberapa jenis bedah yang dapat dijalani:

Disektomi

Disektomi adalah jenis pembedahan untuk mengangkat cakram sendi yang terletak di antara ruas vertebra pada sepanjang tulang belakang yang mengalami pergeseran. Prosedur ini dilakukan untuk mencegah timbulnya tekanan pada jaringan saraf di sekitarnya

Operasi fusi atau penyatuan tulang belakang

Operasi fusi tulang belakang adalah prosedur yang mana sendi penyebab nyeri disatukan dengan sendi lain agar tuang belakang lebih stabil. Proses ini dilakukan untukmengurangi rasa sakit.

Sebelum menyetujui prosedur, diskusikan risiko dan manfaat dari masing-masing prosedur ini dengan dokter karena langkah ini tidak selalu memberikan hasil yang diinginkan. Anda dapat saja mengalami hambatan dalam bergerak dan tetap merasakan sakit setelah dioperasi. Prosedur operasi juga memiliki risiko komplikasi yang serius sehingga perlu dipertimbangkan dengan baik, seperti kelumpuhan pada salah satu atau kedua kaki.

Langkah Penanganan Lain yang Tidak Direkomendasikan

Beberapa penanganan berikut ini terkadang dilakukan untuk mengobati nyeri punggung jangka panjang, namun sebenarnya tidak direkomendasikan karena efektivitasnya belum teruji.

  • Suntikan: suntikan obat-obatan pereda nyeri ke punggung
  • Tarikan : penggunaan tali, katrol, dan beban untuk menarik jaringan di sekitar
  • Penyangga tulang lumbar: menempatkan bantal atau sandaran untuk menyangga tulang belakang
  • Terapi ultrasound: penyembuhan dan perbaikan jaringan dengan gelombang ultrasound
  • Terapi laser tingkat rendah: memperbaiki jaringan yang rusak dan mengurangi inflamasi dengan memfokuskan energi laser tingkat rendah ke punggung
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS): mesin TENS bekerja dengan mengalirkan listrik melalui elektroda-elektroda kecil yang dilekatkan pada punggung

Cara sederhana terbaik mencegah nyeri punggung adalah tetap aktif dan berolahraga secara teratur, serta menjaga postur tubuh dengan baik.

Jika Anda merasakan nyeri punggung yang datang kerap berulang-ulang kali, pertama-tama cobalah beberapa saran berikut ini.

  • Tetap aktif berolahraga, seperti berenang dan berjalan kaki
  • Usahakan untuk mengurangi stres, ketegangan, dan kecemasan
  • Gunakan sepatu datar dengan bantalan pada alasnya untuk mengurangi tekanan pada punggung. Hindari gerakan tiba-tiba yang dapat menyebabkan ketegangan otot
  • Jika Anda merasakan nyeri punggung dan memang memiliki berat badan berlebih, mengurangi berat badan dapat mengurangi beban tulang dan nyeri yang dirasakan
  • Sejajarkan posisi keyboard komputer dengan pusar agar pundak tidak tertekan
  • Sejajarkan posisi layar komputer dengan pandangan mata untuk menghindarkan leher dari ketegangan
  • Tingkatkan fleksibilitas otot punggung dengan olahraga yoga atau pilates. Hentikan latihan jika nyeri bertambah buruk

Posisikan Postur Tubuh dengan Baik

Postur tubuh berperan besar dalam menimbulkan atau mencegah nyeri punggung. Kesehatan tulang punggung ditentukan dari bagaimana posisi Anda berbaring, duduk, dan berdiri. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga postur tubuh Anda pada posisi ideal:

Tidur

Alasi kepala dengan bantal. Pastikan juga bantal Anda tidak terlalu tinggi hingga membuat leher menekuk. Pastikan alas tidur Anda cukup tebal untuk menjaga tulang belakang tetap lurus dan dapat menopang pundak dan bokong dengan baik.

Berdiri

Seimbangkan berat tubuh pada kedua kaki. Berdirilah dengan punggung dan kepala tegak, serta kaki lurus. Jika Anda berdiri dalam waktu lama, tempatkan salah satu kaki Anda di pijakan kaki yang sedikit lebih tinggi untuk mengangkat sebagian beban tulang belakang. Ganti kaki setelah beberapa saat.

Duduk

Jika Anda kerap mengetik sepanjang hari, pastikan posisi siku Anda membentuk sudut 90 derajat dengan posisi keyboard selalu sejajar dengan pusar.

Bantal sandaran atau gulungan handuk dapat digunakan untuk menjaga postur tubuh agar tetap normal. Ubah posisi duduk Anda secara teratur, setidaknya tiap setengah jam.

Berkendara

Sesuaikan jarak kursi hingga pedal tepat berada dalam jangkauan nyaman. Pastikan punggung bawah Anda tersangga dengan baik dan postur tubuh tegak. Selain itu, pastikan kaca spion berada pada sudut tepat sehingga Anda tidak perlu terlalu banyak menengok atau memutar tubuh ke belakang atau samping. Luangkan waktu istirahat secara teratur untuk meluruskan kaki ketika Anda berkendara jarak jauh.

Posisi yang Baik saat Mengangkat dan Membawa Barang

Cedera saat mengangkat atau membawa barang yang berat menjadi penyebab utama terjadinya nyeri punggung, terutama jika Anda merasa bisa melakukannya tanpa bantuan alat atau orang lain. Pikirkan dengan baik sebelum Anda berusaha mengangkat atau membawa benda yang berat. Mintalah bantuan dari orang terdekat atau carilah alat bantu untuk melakukannya. Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat Anda lakukan saat melakukan kegiatan tersebut untuk mengurangi kemungkinan cedera.

  • Mulailah dengan posisi yang baik: Mengangkat beban dengan hanya membungkukkan badan dan kaki lurus dapat membahayakan punggung Anda. Buka kaki Anda selebar bahu, dengan salah satu kaki agak maju ke depan untuk menjaga keseimbangan. Tekuk sedikit lutut saat akan mengangkat benda. Topang berat benda dengan kedua kaki saat mengangkat benda. Perlahan-lahan membungkuk dan sedikit menekuk lutut dan panggul. Tetaplah membungkuk dan kencangkan otot perut untuk menarik panggul ke dalam. Jangan berdiri tegak sebelum mengangkat karena dapat mencederai punggung saat mengangkat benda ke atas.
  • Dekatkan beban ke pinggang: selama mungkin, dekatkan beban terberat yang Anda bawa ke tubuh.
  • Hindari memutar badan ke depan atau samping, terutama jika Anda sedang membungkuk. Lebih baik memutar dengan cara memindahkan kaki. Pastikan pundak Anda selalu sejajar dengan pinggul.
  • Angkat kepala Anda begitu mengangkat benda di tangan, tatapan ke depan. Bukan melihat ke barang yang sedang dibawa.
  • Lebih baik mendorong daripada menarik benda yang berat.
  • Bagi rata berat benda yang Anda bawapada dua tangan atau dua sisi tubuh, terutama ketika Anda sedang membawa belanjaan atau bagasi.
  • Ketahui kemampuan Anda: pastikan kekuatan diri sendiri dan beban barang. Buatlah perkiraan pribadi, apakah Anda bisa mengangkat benda tersebut sendiri atau harus meminta bantuan.

Menghindarkan Nyeri Punggung pada Anak-anak dan Dewasa Muda

Nyeri punggung juga dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Kondisi ini umum terjadi di usia 18-20 tahun. Membawa tas yang berat, tempat duduk kelas yang tidak nyaman, cedera ketika bermain bisa menjadi penyebab utama.

Ajak anak Anda untuk berolahraga bersama-sama seperti berenang atau berjalan kaki di akhir pekan. Selain itu, lebih baik jika anak menggunakan tas jenis ransel yang mendistribusikan berat beban secara merata di kedua sisi tubuh. Ingatkan dia untuk selalu menyandangnya di kedua bahu.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT