Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Luka Bakar

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Luka bakar adalah kerusakan pada kulit yang sering disebabkan oleh panas dan bisa sangat menyakitkan hingga mengakibatkan gejala seperti:

  • Kulit memerah
  • Kulit mengelupas
  • Luka melepuh
  • Kulit hangus
  • Pembengkakan

Berikut ini adalah beberapa penyebab luka bakar yang sering terjadi:

  • Suhu panas. Biasanya disebabkan oleh api, uap, cairan, atau benda yang panas.
  • Listrik. Ini bisa disebabkan karena terkena arus listrik ataupun petir.
  • Suhu dingin, umumnya muncul karena kulit terkena air, angin atau kondisi dingin.
  • Sinar matahari. Kondisi ini disebabkan karena pajanan terhadap sinar matahari. Beberapa alat untuk menggelapkan warna kulit juga bisa mengakibatkan luka bakar.
  • Gesekan, disebabkan oleh gesekan kulit dengan permukaan keras dan kasar seperti jalan raya, atau karpet.
  • Kimia. Biasanya disebabkan karena bersentuhan dengan bahan kimia rumah tangga maupun industri.
  • Radiasi. Peralatan seperti X-ray dan terapi radiasi untuk penderita kanker juga bisa mengakibatkan luka bakar pada kulit.

Selain menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit, penyebab-penyebab di atas juga bisa melukai bagian tubuh lainnya, seperti otot, pembuluh darah, saraf, paru-paru, dan mata.

Tingkat Keparahan

Bagi Anda yang mengalami luka bakar ringan, pastikan luka bakar tetap dalam kondisi bersih. Hindari memecahkan sendiri luka melepuh pada kulit guna mencegah infeksi dan memperparah luka bakar yang sudah terjadi.

Tingkat keparahan luka bakar seseorang sangat tergantung kepada:

  • Ketebalan lapisan kulit yang terbakar
  • Ukuran dan lokasi luka bakar
  • Penyebab luka bakar
  • Usia dan faktor kesehatan penderita luka bakar

Terdapat beberapa luka yang harus langsung ditangani oleh IGD di rumah sakit, terutama luka bakar akibat bahan kimia dan listrik. Luka bakar yang luas dan dalam juga perlu ditangani secepatnya. Begitu juga dengan luka bakar pada sebagian lapisan kulit wajah, tangan, lengan, kaki, atau alat kelamin juga dianggap sebagai kondisi yang memerlukan penanganan medis. Terutama pada wanita hamil dan juga balita, luka bakar juga harus mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Operasi plastik mungkin diperlukan jika luka bakar yang terjadi terlalu parah.

Jika Anda menghirup asap atau pun uap kimia atau bersuhu panas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Menghirup uap panas atau gas bisa menyebabkan paru-paru terluka. Menghirup gas beracun seperti karbonmonoksida bisa mengakibatkan kondisi keracunan.

Pengobatan Luka Bakar

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menangani luka bakar sebagai pertolongan pertama. Langkah pertama adalah mendinginkan luka bakar yang terjadi dengan air biasa kira-kira selama 20-30 menit. Pastikan tidak memakai es, air es, krim, atau bahan yang berminyak untuk mendinginkan luka bakar. Es atau pun air es yang diterapkan secara langsung, bisa membuat luka semakin parah.

Singkirkan pakaian atau pun aksesoris yang menutupi kulit yang terbakar. Jika pakaian atau pun aksesoris yang ada sudah menempel pada kulit yang terbakar, usahakan untuk tidak mengangkatnya.

Usahakan untuk mendudukkan penderita luka bakar dalam posisi tegak, jika wajah atau matanya yang mengalami luka bakar. Sebab posisi duduk tegak akan mengurangi resiko terjadinya pembengkakan.

Pastikan orang yang mengalami luka bakar tetap merasa hangat. Bisa menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya, tapi jangan sampai menggores bagian kulit yang mengalami luka bakar. Luka bakar bisa ditutupi dengan plastik atau perban steril.

Dan terakhir, penderita disarankan untuk minum obat pereda rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen jika sakit mengganggu atau terasa tidak tertahankan. Bacalah petunjuk dan peringatan yang terkandung di bungkus obat sebelum mulai mengonsumsinya.

Bayi dan anak kecil sering mengalami luka bakar serius karena kelalaian atau karena mereka bermain dengan peralatan dan perlengkapan rumah. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menghindarkan anak mengalami luka bakar:

  • Ajari anak untuk tidak bermain di wilayah dapur. Banyak peralatan atau bahan yang bisa menimbulkan luka bakar.
  • Usahakan untuk menyetrika di atas meja yang cukup tinggi dan jauh dari jangkauan anak kecil. Jangan lupa untuk segera mematikan setrika setelah memakainya.
  • Simpan korek api atau peralatan yang dapat menghasilkan api jauh dari jangkauan dan penglihatan anak-anak.
  • Jauhkan minuman panas dari anak kecil.
  • Ajari anak untuk tidak dekat-dekat dengan knalpot kendaraan yang panas atau kendaraan yang baru dipakai.
  • Periksa suhu air yang akan dipakai untuk mandi bayi Anda. Gunakan siku Anda untuk memeriksa kehangatan air.
  • Berikan pengertian tentang peralatan dan perlengkapan rumah tangga yang bisa menyebabkan luka bakar pada anak Anda. Terutama perlengkapan yang menggunakan arus listrik.

Kulit manusia memiliki banyak fungsi dan berguna melindungi organ dalam manusia. Selain sebagai penghalang antara tubuh dengan lingkungannya, kulit juga berfungsi mengatur suhu udara tubuh. Terdapat tiga lapisan kulit, yaitu:

  • Epidermis. Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 0,5-1,5 mm. Ini adalah lapisan paling tipis dan terluar dari kulit, yang bertanggung jawab untuk melindungi tubuh dari sekitarnya.
  • Dermis. Lapisan ini berada di bawah epidermis dan memiliki ketebalan antara 0,3-3 mm. Lapisan inilah yang mempertahankan struktur kulit dan memberi elastisitas. Di lapisan ini terdapat pembuluh darah, saraf, pori-pori rambut, dan kelenjar keringat.
  • Subkutis. Lapisan inilah yang berperan dalam mengatur suhu tubuh. Ketebalan lapisan kulit ini berbeda-beda pada semua orang. Ini adalah lapisan paling dalam kulit yang terdiri dari lemak dan sel yang memproduksi kolagen. Pembuluh darah yang lebih besar juga berada dalam lapisan ini.

Tingkat keparahan sangat tergantung pada ketebalan bagian kulit yang terbakar. Gejala luka bakar yang umumnya terjadi, seperti kulit yang memerah, mengelupas, melepuh, membengkak, dan bahkan hangus. Rasa sakit yang terjadi tidak selalu berkaitan dengan tingkat keparahan luka bakarnya. Berikut ini adalah pengelompokan luka bakar sesuai dengan tingkat keparahannya:

  • Luka bakar tingkat empat. Ini adalah jenis luka bakar yang paling parah. Luka bakar yang terjadi memengaruhi seluruh lapisan kulit dari epidermis hingga hipodermis dan bahkan bisa sampai merusak otot serta tulang di bawah kulit. Pada tahap ini, kulit sudah terbakar habis, saraf di balik kulit akan terlihat putih atau menghitam jika hangus. Jika saraf sudah rusak, Anda mungkin tidak merasakan sakit.
  • Luka bakar tingkat tiga. Luka bakar ini memengaruhi lapisan hipodermis. Biasanya luka bakar tingkat tiga berwarna putih pucat atau hitam akibat terbakar, dan melepuh. Kulit sekitar menjadi kering dan berwarna putih, hitam atau cokelat. Luka ini bisa terasa sakit sekali atau mati rasa jika saraf kulit telah hancur.
  • Luka bakar tingkat dua. Luka bakar ini memengaruhi epidermis dan dermis. Kulit yang terbakar akan terlihat berwarna merah, bisa berair dan melepuh. Luka bakar tingkat dua akan terasa sangat sakit dan jika lukanya cukup dalam, dapat menimbulkan bekas di kulit.
  • Luka bakar tingkat satu. Luka bakar jenis ini biasanya hanya memengaruhi lapisan luar atau epidermis. Kulit akan memerah dan sedikit membengkak.Luka akan terasa sakit, tapi biasanya tidak melepuh. Luka ini cukup ringan dan bisa ditangani dengan pertolongan pertama, serta sembuh dalam beberapa hari.

Untuk luka bakar tingkat satu, pertolongan pertama bisa dilakukan sendiri tanpa memerlukan pengobatan ke dokter. Tapi jika luka bertambah parah dan mengeluarkan makin banyak cairan, segera hubungi dokter. Begitu pula jika luka bakar tidak membaik setelah beberapa minggu atau muncul gejala lain, periksakan diri Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Luka bakar yang disebabkan bahan kimia, listrik, dan luka bakar tingkat dua yang berdampak kepada tangan, kaki, wajah, alat kelamin, bokong, dan persendian, perlu dianggap sebagai kondisi darurat. Penderita yang mengalami kesulitan bernapas juga perlu dibawa ke dokter.

Pertolongan pertama bisa dilakukan untuk mengobati luka bakar ringan. Hal ini dilakukan agar kerusakan kulit yang terjadi tidak bertambah. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Menghentikan proses terbakar secepat mungkin.
  • Mendinginkan luka dengan air biasa selama 20-30 menit; jangan menggunakan es atau air dingin.
  • Menyingkirkan pakaian atau aksesoris yang menutupi luka bakar.
  • Membersihkan dan menutup luka bakar dengan plastik bening yang bersih atau perban.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti parasetamol.
  • Jauhkan luka bakar dari paparan sinar matahari langsung.

Jika terjadi melepuh pada kulit akibat luka bakar, hindari upaya untuk memecahnya sendiri karena berisiko membuat luka terinfeksi.

Terdapat beberapa kondisi lain yang juga membutuhkan pertolongan medis secepatnya, jika:

  • Luka bakar yang terjadi luas atau dalam.
  • Luka bakar yang disebabkan bahan kimia dan listrik.
  • Luka bakar dalam yang terjadi pada wajah, tangan, lengan, kaki, telapak kaki, alat kelamin, bokong dan persendian.
  • Luka bakar berukuran apa pun yang menyebabkan kulit menjadi putih atau hangus.

Kelompok yang rentan yaitu wanita hamil, lansia, balita, penderita cedera lain yang membutuhkan penanganan, orang yang tubuhnya akan mengalami syok, penderita gangguan sistem kekebalan tubuh dan penderita penyakit kronis seperti diabetes juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami luka bakar.

Bagi yang mengalami luka bakar karena panas matahari, waspadai terhadap terjadinya sengatan panas. Sengatan panas yang tidak diatasi dengan cepat bisa merusak otak, jantung, dan ginjal. Jika penanganan ditunda, kondisi akan memburuk dengan cepat dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Jika mencurigai terjadi kelelahan karena panas matahari, segera pindahkan penderita ke tempat teduh. Pastikan minum banyak air untuk menghindari dehidrasi, dan longgarkan pakaian mereka. Penderita disarankan untuk menyiram tubuh dengan air dingin untuk menurunkan suhu pada bagian kulit yang terbakar. Penderita seharusnya segera membaik. Jika tidak segera membaik, segera bawa ke rumah sakit terdekat sebelum mereka mengalami sengatan panas.

Pengobatan di Rumah Sakit

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada tingkat keparahan luka bakar. Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan yang dilakukan dalam menangani luka bakar:

  • Obat penghilang rasa sakit. Luka bakar terkadang bisa sangat menyakitkan. Terkadang morfin diperlukan untuk mengatasi rasa sakit yang terjadi.
  • Perawatan berbasis air. Dokter mungkin akan melakukan terapi ultasound kabut air untuk merangsang dan membersihkan jaringan yang rusak.
  • Antibiotik. Jika terjadi infeksi akibat luka bakar yang diderita, antibiotik mungkin diperlukan untuk mengatasi infeksi yang terjadi. Antibiotik bisa diberikan melalui infus.
  • Perban, yang berfungsi menciptakan kondisi lembap untuk mencegah infeksi dan membantu penyembuhan luka bakar.
  • Cairan infus. Dokter biasanya akan memberikan cairan infus secara berkelanjutan pada pasien dengan luka bakar. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan juga kegagalan fungsi organ tubuh manusia.
  • Krim dan salep luka bakar. Ini akan mempercepat penyembuhan, mencegah infeksi, menjaga kelembapan luka, dan mengurangi nyeri.
  • Suntikan tetanus. Suntikan ini mungkin akan disarankan dokter sebagai langkah pencegahan.

Berikut ini adalah langkah pembedahan dan prosedur lain untuk menangani luka bakar, yaitu:

  • Membuang koreng di sekitar luka bakar, agar tidak menghambat aliran darah.
  • Selang makanan, masuk melewati hidung ke perut untuk menyalurkan nutrisi ke tubuh penderita.
  • Pencangkokan kulit¸pada bagian yang terbakar dengan menggunakan kulit dari bagian tubuh lain atau kulit dari mayat atau babi.
  • Operasi plastik. Dokter bedah plastik bisa memperbaiki penampilan kulit yang terbakar. Persendian yang terbakar hingga tidak berfungsi sempurna juga bisa ditingkatkan fleksibilitasnya oleh dokter bedah.
  • Alat bantu pernapasan. Jika wajah atau leher yang terbakar, tenggorokan beresiko mengalami pembengkakan sehingga penderita kesulitan bernapas. Dokter akan memasukkan selang pernapasan untuk mengalirkan oksigen ke paru-paru.

Setelah operasi luka bakar, sebaiknya Anda menghindari sinar matahari langsung mengenai luka bakar yang terjadi. Pajanan langsung sinar matahari terhadap luka bakar bisa mengakibatkan kulit melepuh.

Luka bakar bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius jika dibiarkan saja. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat luka bakar.

Bekas luka

Luka bakar bisa menyebabkan bekas luka dan juga keloid. Keloid adalah pertumbuhan jaringan bekas luka yang berlebih di atas kulit. Luka bakar ringan biasanya hanya meninggalkan bekas luka yang sedikit. Bekas luka bisa dikurangi dengan menggunakan krim atau salep pada bekas luka bakar dan juga memakai tabir surya.

Rendahnya volume darah

Luka bakar dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan hilangnya cairan. Hal ini dapat menimbulkan rendahnya volume darah dalam tubuh.

Infeksi

Infeksi dapat terjadi jika bakteri mulai berkembang biak di luka yang terbuka. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan luka melepuh yang telah pecah.

Beberapa tanda terjadinya infeksi adalah ketika luka terasa lebih sakit atau menjadi bau. Selain itu, Anda mungkin mengalami demam dan pembengkakan pada kulit yang terinfeksi. Infeksi biasanya bisa diatasi dengan antibiotik dan obat pereda rasa sakit. Segera periksakan ke dokter jika Anda mencurigai luka telah terinfeksi.

Luka bakar yang terinfeksi bisa menyebabkan terjadinya sepsis dan sindrom syok toksik. Sepsis dan sindrom syok toksik terjadi ketika infeksi telah menyebar ke dalam darah, dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Masalah pernapasan

Menghirup udara panas atau asap bisa melukai saluran udara dan menyebabkan kesulitan dalam bernapas. Menghirup asap bisa merusak paru-paru dan menyebabkan kegagalan fungsi organ pernapasan.

Masalah tulang dan persendian

Luka bakar yang dalam bisa membatasi pergerakan tulang dan juga persendian. Bekas luka bisa menyebabkan kontraktur. Kontraktur adalah ketika kulit, otot, maupun urat memendek dan/atau mengencang. Akibatnya, sendi tidak bisa digerakkan secara normal.

Sengatan panas

Sengatan panas adalah kondisi ketika suhu tubuh mencapai 40° celcius atau lebih. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang terlalu lama terkena pajanan terhadap sinar matahari atau cuaca panas. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Kelelahan yang parah.
  • Kulit terlihat merah.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Denyut jantung cepat.
  • Menjadi linglung.

Jika mencurigai terjadi sengatan panas, pindahkan penderita ke tempat teduh. Pastikan penderita minum banyak air dan longgarkan pakaian mereka.Coba turunkan suhu tubuh penderita dengan kain yang telah dibasahkan dengan air dingin. Sengatan panas merupakan kondisi darurat yang perlu segera ditangani di rumah sakit.

Suhu tubuh sangat rendah

Jika sebagian besar kulit menjadi rusak karena terbakar, penderita bisa kehilangan panas tubuh dan resiko terkena hipotermia akan meningkat.

Syok

Syok adalah kondisi berbahaya yang muncul ketika tubuh kekurangan pasokan oksigen. Orang yang terkena luka bakar parah bisa mengalami syok. Beberapa gejala syok adalah ketika wajah terlihat pucat, denyut jantung cepat, bernapas cepat atau pendek, sering menguap, kulit terasa dingin dan bahkan pingsan.

Jika terjadi syok, segera antar ke rumah sakit. Baringkan penderita dan posisikan kaki mereka lebih tinggi dari tubuh. Hangatkan suhu tubuh dengan memakai selimut, usahakan untuk tidak menutupi bagian yang mengalami luka bakar.

Luka bakar bisa dihindari tergantung kepada penanganan di tempat yang berbeda-beda. Selalu pertimbangkan keamanan lingkungan dan keselamatan orang-orang di sekitarnya. Waspadailah benda-benda yang berpotensi melukai mereka yang tidak menyadari keberadaannya.

Berikut ini adalah beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya luka bakar:

  • Jangan pernah meninggalkan kompor yang menyala tanpa dijaga dan jauhkan cairan panas dari jangkauan anak-anak.
  • Gunakan pelindung tangan ketika memasak dan mengambil makanan dari oven.
  • Gunakan alat setrika di meja yang tinggi dan jangan lupa mematikan alat setrika ketika sudah selesai menggunakannya.
  • Periksa suhu air hangat sebelum digunakan untuk memandikan bayi karena kulit mereka lebih tipis dibandingkan dengan kulit orang dewasa.
  • Hindari merokok di dalam rumah atau gedung.
  • Jauhkan bahan kimia, korek api, lilin, atau bahan yang mudah terbakar lainnya dari jangkauan anak-anak.
  • Siapkan alat pemadam api darurat di rumah.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT