Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Liposarcoma

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Liposarcoma (liposarkoma) adalah keganasan atau kanker di jaringan lemak. Liposarkoma bisa terjadi pada jaringan lemak di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering terjadi di jaringan lemak pada bagian belakang lutut, paha, pangkal paha, bokong, atau retroperitoneum (ruang di belakang rongga perut). Liposarkoma merupakan salah satu jenis sarkoma jaringan lunak, dan merupakan jenis keganasan yang langka.

Sebagian penderita menyadari adanya tumor liposarkoma setelah mengalami cedera atau benturan (trauma) keras di bagian tubuh tertentu. Namun, tidak diketahui secara pasti apakah trauma memiliki hubungan dengan liposarkoma. Penyebab pasti liposarkoma sendiri belum diketahui secara pasti sampai saat ini.

Liposarkoma bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan tanpa memandang usia, namun kanker ini lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia antara 40-60 tahun. Penanganan liposarkoma adalah dengan mengangkat atau membunuh sel-sel kanker melalui beberapa cara, seperti misalnya operasi dan radioterapi.

Ada lima jenis liposarkoma yang dikenal dalam dunia medis, yaitu:

  • Well-differentiated liposarcoma. Merupakan jenis liposarkoma yang paling sering ditemukan. Pertumbuhan tumor ini cukup lambat dan tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Myxoid liposarcoma. Merupakan jenis liposarkoma ke-2 terbanyak. Sekitar 3 dari 10 kasus liposarkoma termasuk jenis ini.
  • Round cell liposarcoma. Jenis yang paling sering ditemukan pada penderita anak-anak dan remaja.
  • Pleomorphic liposarcoma. Jenis liposarkoma yang paling jarang terjadi, sangat agresif dan menyebar dengan cepat.
  • Dedifferentiated liposarcoma. Merupakan jenis liposarkoma dengan tingkat keganasan tertinggi. Risiko terjadinya penyebaran (metastasis) sangat tinggi dan cepat.

Gejala Liposarcoma

Sebagian besar pasien tidak menyadari adanya keganasan ini, karena gejalanya tidak jelas atau bahkan tidak ada. Biasanya penderita baru sadar saat kondisi penyakit sudah memburuk dan muncul gejala, seperti:

  • Pembengkakan di bagian tubuh tertentu.
  • Gerakan pada tungkai terbatas.
  • Nyeri perut, mual, dan muntah.
  • Varises (apabila ada) menjadi lebih besar.
  • Merasa lelah.
  • Mati rasa pada lokasi yang mengalami kelainan.

Diagnosis Liposarcoma

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa liposarkoma, di antaranya:

  • Pencitraan. Melalui foto rontgen, CT Scan, dan MRI. Pemeriksaan ini akan memberikan gambaran yang jelas mengenai ukuran dan tingkat keganasan liposarkoma.
  • Biopsi. Mengambil sebagian jaringan yang bermasalah sebagai sampel untuk pemeriksaan patologi.
  • Pemeriksaan laboratorium. Tes laboratorium umumnya meliputi imunohistokimia, analisis sitogenetika, dan tes genetika molekuler.

Pengobatan Liposarcoma

Ada tiga jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi liposarkoma, yaitu:

  • Operasi. Prosedur ini dilakukan dengan tujuan mengangkat sel-sel kanker pada jaringan tubuh. Jika memungkinkan, dokter akan mengangkat seluruh liposarkoma atau sebanyak mungkin jarigan yang mengalami keganasan. Amputasi juga bisa dipertimbangkan jika kanker yang tumbuh pada bagian kaki cukup parah dan berisiko menyebabkan komplikasi. Namun, hal tersebut jarang terjadi.
  • Radioterapi. Dilakukan dengan bantuan sinar-X, bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Radiasi dapat dilakukan baik sebelum maupun setelah pasien menjalani operasi.
  • Kemoterapi. Dengan pemberian obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel kanker. Namun, tidak semua tipe liposarkoma bisa ditangani dengan obat, jadi diagnosa yang benar dalam menentukan jenis liposarkoma akan sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT