Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Limfoma Hodgkin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 22 kali

Limfoma Hodgkin adalah kanker pada sistem kelenjar getah bening tubuh, yaitu sistem yang terdiri dari jaringan pembuluh dan kelenjar yang tersebar di seluruh tubuh

Getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sistem getah bening (limfoma) turut membantu sistem kekebalan tubuh dengan melawan infeksi dan membantu proses pembuangan ‘limbah’ ke luar dari tubuh. Kanker ini dikenal juga dengan sebutan penyakit Hodgkin dan termasuk jenis kanker yang tidak umum dibandingkan jenis-jenis kanker lain, termasuk jika dibandingkan dengan jenis kanker pada sistem limfa (limfoma non-Hodgkin) yang jauh lebih sering terjadi.

Penyebab Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin disebabkan oleh sel kanker yang berkembang pada sistem limfa. Sel kanker sendiri berawal dari pertumbuhan sel-sel yang tidak normal yang bermutasi dan berkembang tak terkendali. Penyebab mutasi sel kanker belum diketahui hingga saat ini dan dapat menyebar (metastase) ke organ tubuh lain.

Pada kasus limfoma Hodgkin, sel-sel limfosit tipe B (sel darah putih yang bertugas melawan infeksi) yang ada di dalam sistem limfa berlipat ganda secara tidak biasa dan bermutasi menjadi sel kanker. Sel ini terus bertambah banyak hingga membunuh sel-sel yang sehat. Saat inilah tubuh mulai rentan terhadap penyakit, menyebabkan munculnya gejala.

Limfoma Hodgkin lebih banyak ditemui pada pria yang berusia 20 atau 70 tahun dibandingkan wanita. Beberapa faktor risiko limfoma Hodgkin lainnya, yaitu:

  • Menderita penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti HIV.
  • Pernah terpapar kondisi demam kelenjar yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr.
  • Pernah mengidap limfoma non-Hodgkin sebagai akibat dari perawatan yang menggunakan radioterapi atau kemoterapi.
  • Pernah melalui perawatan yang berdampak kepada melemahnya sistem kekebalan tubuh, misalnya pengobatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh setelah prosedur transplantasi organ.
  • Menderita obesitas.
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita limfoma Hodgkin.

Gejala Limfoma Hodgkin

Gejala yang paling umum ditemui pada kasus limfoma Hodgkin adalah muncul benjolan pada kelenjar getah bening yang terdapat di leher, ketiak, dan pangkal paha. Benjolan ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Gejala lainnya, termasuk:

  • Demam atau meriang.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Terus-menerus merasa lelah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Berkurangnya berat badan tanpa penyebab yang jelas hingga sebesar 10 persen dari berat badan.
  • Gatal-gatal.
  • Batuk yang berkepanjangan.
  • Pembesaran limpa, hati, atau mengalami keduanya.
  • Sakit di bagian belakang tubuh, umumnya di punggung bagian bawah.

Segera temui dokter jika merasakan gejala-gejala di atas yang meresahkan Anda.

Diagnosis Limfoma Hodgkin

Dokter Anda biasanya akan langsung mengenali gejala limfoma Hodgkin berdasarkan pengamatan terhadap kondisi dan riwayat kesehatan. Meski begitu, pasien tetap akan melalui proses pemeriksaan fisik dan penunjang untuk memastikan diagnosis. Pasien akan segera dirujuk untuk melakukan tes yang tepat untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Beberapa pemeriksaan yang umumnya dilakukan untuk mendapatkan diagnosis limfoma Hodgkin adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Kelenjar getah bening di leher, ketiak dan daerah selangkangan akan diperiksa apakah mengalami pembesaran atau tidak. Hal yang sama juga dilakukan untuk organ hati dan limpa.
  • Tes pencitraan tubuh, seperti X-ray, CT scan, MRI scan, dan PET scan.
  • Tes darah.
  • Biopsi, untuk mengambil sebagian atau keseluruhan kelenjar getah bening yang terinfeksi melalui sebuah jarum, kemudian diperiksa di laboratorium. Prosedur ini bisa dilakukan dengan bantuan bius lokal saja.
  • Biopsi untuk mengambil cairan dari sumsum tulang guna mendeteksi tanda-tanda kanker.

Setelah proses pemeriksaan selesai, dokter akan menentukan pada stadium apa pasien berada disertai rangkaian perawatan sesuai dengan kondisi pasien. Stadium 1-4 menunjukkan seberapa jauh penyebaran sel kanker, sementara tambahan huruf A dan B diberikan untuk membedakan apakah penderita memiliki gejala limfoma Hodgkin atau tidak. A untuk tidak memiliki gejala, B menandakan adanya gejala seperti demam yang menetap, keringat malam atau berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. Berikut penjabarannya:

  • Stadium 1, kanker berada hanya di satu kelenjar getah bening atau pada satu bagian tubuh saja, misalnya pada leher saja atau area lain di atas/bawah diafragma.
  • Stadium 2, kanker telah menyerang dua kelenjar getah bening atau menyebar pada kelenjar getah bening terdekat, namun masih pada bagian tubuh yang sama, di atas/bawah diafragma.
  • Stadium 3, berarti kanker telah menyerang jaringan di sekitarnya atau organ lain, misalnya limpa. Pada kondisi ini, kanker juga telah menyebar dari lokasi kemunculan pertama kemudian ke kumpulan kelenjar di atas dan bawah dari diafragma.
  • Stadium 4, disebut juga dengan stadium akhir, yaitu ketika kanker telah menyebar ke beberapa jaringan atau organ tubuh lainnya. Kanker dapat menyebar ke paru-paru, tulang, hati, limpa, kulit, dan tulang sumsum.

Pengobatan Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin memiliki tingkat penyembuhan total yang besar jika terdeteksi dan diobati lebih dini. Pengobatan limfoma Hodgkin ditentukan berdasarkan stadium kanker dan kesehatan pasien untuk menghancurkan sebanyak mungkin sel kanker dan menyembuhkan penyakit. Beberapa langkah pengobatan yang dilakukan untuk mengobati limfoma Hodgkin, antara lain:

  • Kemoterapi.

Obat-obatan ini digunakan untuk membunuh sel limfa yang yang telah berubah menjadi sel kanker. Obat kemoterapi tersedia dalam bentuk pil dan cairan yang disuntikkan ke pembuluh darah. Pada stadium lanjut, obat kemoterapi bisa digunakan tanpa digabung dengan metode pengobatan lain. Beberapa efek samping dari obat kemoterapi adalah muncul rasa mual dan rambut rontok.

Pada beberapa kasus limfoma Hodgkin, kemoterapi dapat dikombinasikan dengan terapi radiasi, baik untuk mengobati kanker pada stadium awal maupun stadium lanjut. Meski begitu, metode radiasi kemoterapi kerap digabungkan dengan pil kemoterapi karena obat oral umumnya dapat menjangkau seluruh bagian tubuh.

  • Obat-obatan steroid.

Obat-obatan ini umumnya digunakan bersamaan dengan obat kemoterapi untuk mengobati limfoma Hodgkin yang lebih serius atau ketika terapi awal tidak membuahkan hasil. Obat steroid akan disuntikkan ke pembuluh darah bersamaan dengan pemberian obat kemoterapi. Pada umumnya, ketika proses pengobatan selesai akan muncul efek samping berupa gangguan tidur, meningkatnya nafsu makan yang dapat memicu penambahan berat badan, gangguan pencernaan, dan gelisah.

  • Kombinasi kemoterapi dengan obat lain

Rituximab adalah obat yang digunakan sebagai terapi biologi yang berfungsi sebagai antibodi monoklonal terhadap sel kanker. Obat ini akan menempel pada permukaan sel kanker sehingga akhirnya memicu sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker tersebut. Rituximab disuntikkan ke pembuluh darah selama beberapa jam dari keseluruhan durasi terapi yang berlangsung. Beberapa efek samping rituximab yang bisa muncul adalah mual, diare, kelelahan, dan gejala-gejala yang menyerupai flu (pusing dan nyeri otot). Pasien dapat diberikan obat tambahan untuk mengurangi efek samping dari obat ini.

Pengobatan kombinasi seperti ini tidak diperuntukkan semua jenis limfoma hodgkin, melainkan hanya untuk menangani limfoma hodgkin limfosit predominan yang sebenarnya lebih jarang terjadi.

  • Radiasi

Terapi ini menggunakan X-ray bertenaga tinggi untuk membunuh sel kanker. Energi yang dipancarkan X-ray akan dipaparkan pada area kanker, misalnya pada kelenjar getah bening atau area penyebaran sel kanker di sekitarnya. Durasi terapi akan bergantung pada stadium kanker sehingga dapat memengaruhi kondisi pasien. Beberapa efek samping dari terapi ini adalah mengalami rambut rontok, muncul warna kemerahan pada kulit yang terpapar radiasi, dan merasa sangat lelah.

  • Transplantasi stem cell

Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat cairan sumsum tulang yang terkena kanker dan menggantinya dengan yang sehat. Prosedur transplanstasi umumnya dipilih jika limfoma Hodgkin menyerang kembali. Prosedur dilakukan dengan bantuan obat kemoterapi dan radiasi untuk menghancurkan sel kanker sebelum batang sel yang sehat disuntikkan kembali ke dalam tubuh.

Pengobatan kanker akan memerlukan pemeriksaan kesehatan lanjutan untuk memantau perkembangan kesehatan dan tanda-tanda dari kanker yang menyerang kembali. Pemeriksaan juga berguna untuk mengobati efek samping atau komplikasi pengobatan yang pada kasus terburuk berisiko menjadi kanker jenis lain. Rentang pemeriksaan kesehatan dimulai dari beberapa minggu sekali hingga beberapa bulan. Seiring waktu, frekuensi pemeriksaan bisa berkurang.

Beberapa pengobatan alternatif umumnya digunakan untuk mengurangi stres atau efek samping akibat kanker. Diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memilih pengobatan alternatif, seperti pijat, akupuntur, teknik-teknik relaksasi, meditasi, dan aromaterapi.

Komplikasi Limfoma Hodgkin

Penderita kanker, khususnya limfoma Hodgkin, berisiko mengalami komplikasi sebagai akibat dari pengobatan. Komplikasi biasanya tetap muncul walau pasien telah sembuh dari kondisinya. Beberapa komplikasi yang muncul akibat limfoma Hodgkin, yaitu:

  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh, menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terkena infeksi dan penyakit. Pada sebagian kasus, pasien harus mengonsumsi antibiotik secara rutin untuk menghindari infeksi.
  • Gangguan kesuburan. Terapi pengobatan dengan prosedur kemoterapi dan radiasi dapat menyebabkan gangguan kesuburan yang bersifat sementara maupun permanen. Biasanya pasien akan menyimpan sel telur ataupun sperma sebelum pengobatan dimulai agar bisa digunakan ketika mereka akan merencanakan kehamilan.
  • Vaksinasi. Umumnya tidak direkomendasikan untuk menerima vaksin hidup yang berasal dari virus atau mikroorganisme penyebab penyakit tertentu mengingat daya tahan tubuh yang sedang menurun dan rentan terhadap serangan penyakit. Walau demikian, penting untuk selalu memperbarui vaksin yang telah Anda ambil demi menghindari timbulnya infeksi. Beberapa contoh vaksin hidup, yaitu BCG (tuberkulosis) dan MMR (campak, gondok, dan rubella).
  • Gangguan kesehatan lain, seperti penyakit jantung dan paru-paru, lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang pernah menderita limfoma Hodgkin.
  • Berkembangnya kanker jenis lain, misalnya kanker darah (leukemia), kanker paru-paru, atau kanker payudara. Risiko yang disebabkan oleh pengobatan kemoterapi dan radioterapi ini biasanya muncul beberapa tahun hingga lebih dari sepuluh tahun setelah pasien melalui pengobatan limfoma Hodgkin.

Beberapa cara dan gaya hidup berikut dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda yang mengalami penyakit ini. Di antaranya adalah dengan memulai kebiasaan hidup yang sehat, seperti menjaga pola makan sehat dan berimbang, menjaga berat badan mendekati angka ideal, berhenti merokok, dan rutin berolahraga. Ikuti pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan dan segera laporkan jika Anda menemukan gejala yang menandakan adanya kanker lain.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT