Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Limfadenitis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Limfadenitis adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi. Pembengkakan kelenjar getah bening bisa juga disebabkan oleh kanker meskipun sangat jarang.

Kelenjar getah bening memiliki fungsi melawan virus, bakteri, dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan penyakit. Selain itu, kelenjar getah bening juga menjadi tempat berkumpulnya sel-sel pelindung tubuh dari penyakit.

Kelenjar ini bisa ditemukan pada beberapa bagian tubuh termasuk leher, di bawah dagu (area kepala), ketiak, dan pangkal paha. Mayoritas kelenjar getah bening berada pada kepala dan leher.

Gejala Limfadenitis

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Jika muncul limfadenitis berarti kelenjar getah bening mengalami infeksi, baik yang berasal dari kelenjar itu sendiri maupun karena komplikasi dari infeksi di bagian tubuh lain. Dua hal yang bisa dirasakan ketika limfadenitis terjadi adalah kelenjar getah bening terasa nyeri dan permukaan kulit di atasnya merah, ukuran kelenjar getah bening bisa membengkak hingga lebih besar dari kacang polong.

Gejala umum yang muncul bersama limfadenitis bila terdapat infeksi di bagian tubuh lain adalah:

  • Mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Limfadenitis biasa disertai pilek, nyeri tenggorokan, dan demam.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, bisa menandakan infeksi HIV, mononukleosis, atau lupus.
  • Pembengkakan tangan dan kaki, bisa menandakan terhalangnya aliran dari kelenjar getah bening.
  • Kelenjar getah bening mengalami pengerasan, kaku, dan membesar. Hal ini bisa mengindikasikan adanya tumor.
  • Demam dan berkeringat pada malam hari.

Membengkaknya kelenjar getah bening bisa kembali normal saat kondisi tubuh juga kembali normal. Segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami pembengkakan kelenjar getah bening tanpa sebab yang jelas, disertai sakit tenggorokan, kesulitan bernapas dan menelan, pembengkakan terus membesar selama 14-30 hari, demam dan berkeringat di malam hari, serta terjadi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Penyebab Limfadenitis

Umumnya penyebab terjadinya limfadenitis adalah terjadinya infeksi, baik infeksi virus, bakteri, atau parasit. Berikut ini jenis-jenis infeksi yang bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening:

  • Infeksi umum, seperti infeksi telinga, abses gigi, mononukleosis, infeksi kulit atau luka, HIV, campak, radang tenggorokan.
  • Infeksi khusus, seperti TBC, beberapa penyakit menular seksual, toksoplasmosis, infeksi bakteri dari cakaran dan gigitan kucing.

Diagnosis Limfadenitis

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Untuk mendiagnosis limfadenitis, selain memeriksa catatan kesehatan penderita, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa ukuran, kekenyalan, suhu dan tekstur dari kelenjar getah bening yang berada dekat dengan permukaan kulit.
  • Uji darah. Pemeriksaan darah akan dilakukan untuk mengetahui penyebab limfadenitis.
  • Uji pencitraan. Pencitraan sinar-X atau CT Scan di bagian tubuh yang terinfeksi akan membantu dokter untuk mengetahui sumber infeksi.
  • Biopsi kelenjar getah bening. Dokter akan mengambil sebagian atau seluruh kelenjar getah bening untuk diperiksa di laboratorium jika tidak bisa mendiagnosis dengan cara lain.

Pengobatan dan Komplikasi Limfadenitis

Limfadenitis yang disebabkan virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya ketika infeksi virus sudah diobati. Beberapa jenis pengobatan limfadenitis adalah:

  • Penanganan sendiri. Dokter akan menyarankan penderita mengonsumsi obat pereda rasa sakit sembari mengompres air hangat pada bagian tubuh yang mengalami limfadenitis.
  • Pengeringan nanah. Jika kelenjar getah bening yang terinfeksi, maka nanah akan muncul. Pembengkakan akan reda dengan cepat saat abses dikeringkan oleh dokter Anda.
  • Obat-obatan. Pemberian antibiotik membantu tubuh melawan infeksi bakteri yang menyebabkan limfadenitis. Obat antiinflamasi untuk mengurangi pembengkakan juga dapat digunakan.

Jika tidak ditangani, ada beberapa komplikasi berisiko menyerang para penderita limfadenitis:

  • Munculnya abses. Abses adalah kumpulan nanah akibat infeksi. Abses bisa menyebabkan kerusakan parah jika terjadi pada organ tubuh vital.
  • Infeksi aliran darah (bakteremia). Infeksi bakteri pada bagian tubuh mana pun bisa menyebabkan sepsis akibat infeksi di aliran darah. Sepsis bisa menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT