Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Leukositosis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Leukositosis adalah kondisi medis dimana seseorang memiliki jumlah sel darah putih terlalu banyak. Sel darah putih adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berperan melindungi diri dari infeksi dan penyakit. Setiap golongan usia memiliki jumlah normal sel darah putih yang berbeda.

Berikut adalah jumlah normal sel darah putih per microliter darah (sel/µL darah) berdasarkan tingkat usia:

  • Bayi yang baru lahir: 9.400 – 34.000
  • Balita (3 – 5 tahun): 4.000 – 12.000
  • Remaja (12 - 15 tahun): 3.500 – 9.000
  • Dewasa (15 tahun ke atas): 3.500 – 10.500

Seseorang dikatakan menderita leukositosis jika memiliki sel darah putih dengan jumlah di atas normal.

Gejala Leukositosis

Kemunculan leukositosis biasanya ditandai dengan gejala-gejala seperti:

  • Badan terasa lelah, nyeri, dan lemas.
  • Demam, pusing, dan berkeringat.
  • Terjadi perdarahan dan memar.
  • Kesemutan di lengan, kaki, dan perut.
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun.
  • Gangguan dalam bernapas, berpikir, dan melihat.

Penyebab Leukositosis

Secara umum, leukositosis disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Reaksi obat yang menambah produksi sel darah putih.
  • Peningkatan produksi sel darah putih untuk melawan infeksi.
  • Kelainan sistem kekebalan tubuh yang meningkatkan produksi sel darah putih.
  • Produksi sel darah putih tidak normal karena gangguan di sumsum tulang.

Faktor-faktor penyebab yang lebih spesifik, yaitu:

  • Alergi, terutama alergi parah.
  • Infeksi bakteri dan virus.
  • Tuberkulosis dan batuk rejan.
  • Kebiasaan merokok dan masalah emosional seperti stres.
  • Obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan epinephrine.
  • Leukemia limfotik kronis dan leukemia mielogen kronis.
  • Leukemia limfotik akut dan leukemia mielogen akut.
  • Arthritis rheumatoid, polisitemia vera, dan myelofibrosis.

Faktor Risiko Leukositosis

Risiko leukositosis bisa meningkat karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Reaksi sistem kekebalan tubuh, misalnya saat asma atau alergi.
  • Kerusakan jaringan di dalam tubuh.
  • Stres, infeksi, atau peradangan.
  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi peradangan, gangguan mental, kanker, atau masalah pernapasan.

Diagnosis Leukositosis

Untuk mendiagnosis leukositosis, dokter akan menanyakan beberapa hal seputar riwayat kesehatan pasien, jenis obat-obatan yang digunakan, dan apakah pasien memiliki alergi atau tidak. Pemeriksaan darah juga diperlukan untuk mengetahui jumlah dan bentuk sel darah putih pasien.

Di samping beberapa prosedur di atas, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan terhadap sumsum tulang belakang pasien untuk mengetahui penyebab terjadinya leukositosis dan metode pengobatan yang akan dilakukan.

Pengobatan Leukositosis

Jumlah sel darah putih yang meningkat, bisa kembali normal tanpa pengobatan. Misalnya pada leukositosis karena infeksi atau karena obat-obatan. Namun jika diperlukan, ada beberapa prosedur pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan leukositosis, di antaranya:

  • Obat-obatan, untuk mengurangi peradangan atau infeksi, serta kadar asam di dalam tubuh dan di urine.
  • Cairan infus intravena, untuk menambah kadar cairan dan elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Leukapheresis, untuk mengurangi jumlah sel darah putih. Dokter akan mengambil darah pasien, lalu kandungan sel darah putih akan dipisahkan dan dibuang, kemudian darah tersebut dimasukkan lagi ke dalam tubuh.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT