Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Leukoplakia

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 23 kali

Leukoplakia adalah bercak-bercak berwarna putih atau abu-abu yang muncul dalam mulut. Sebagian besar bercak leukoplakia timbul pada lidah. Namun, bagian-bagian mulut lain juga bisa menjadi lokasi kemunculan bercak ini, misalnya mulut bagian bawah, gusi, bibir bawah, langit-langit dalam rongga mulut serta pipi bagian dalam.

Bercak akibat leukoplakia tidak bisa dihilangkan dengan cara digosok. Bercak tersebut juga sering mengalami penebalan, dan dengan permukaan yang tidak rata. Area di sekeliling bercak juga terkadang berwarna kemerahan.

Meski umumnya tidak menyebabkan rasa sakit, bercak leukoplakia tetap terasa mengganggu karena cenderung sensitif terhadap sentuhan, sensasi panas, atau makanan pedas. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami leukoplakia yang tidak kunjung hilang dalam waktu 14 hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Leuklopakia

Penyebab di balik leukoplakia terkadang tidak diketahui dengan pasti. Tetapi secara umum, leukoplakia dipicu oleh iritasi pada membran mukosa dalam mulut.

Terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu kemunculan leukoplakia. Beberapa di antaranya adalah:

  • Merokok atau mengunyah tembakau.
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Infeksi jamur mulut atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
  • Usia. Leukoplakia umumnya menyerang lansia (50 hingga 70 tahun).
  • Jenis kelamin. Pria memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami leukoplakia daripada wanita.
  • Kekurangan vitamin A atau B.
  • Iritasi akibat gesekan dengan gigi, kawat gigi, atau gigi palsu.

Leukoplakia juga bisa dipicu oleh virus Epstein-Barr. Jenis ini dikenal dengan istilah leukoplakia berambut karena bentuk bercaknya bergelombang dengan garis-garis tipis seperti rambut. Sisi kanan dan kiri lidah merupakan lokasi kemunculan umum dari bercak ini.

Leukoplakia berambut menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, khususnya pengidap HIV/AIDS. Karena itu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami bercak-bercak tersebut.

Diagnosis dan Pengobatan Leuklopakia

Leukoplakia umumnya langsung terdekteksi melalui pemeriksaan kondisi bagian dalam mulut Anda. Namun untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin akan menganjurkan biopsi (pengambilan sampel jaringan) pada bercak dalam mulut Anda. Prosedur ini juga akan membantu dokter untuk mengetahui penyebab leukoplakia sekaligus menghapus adanya kemungkinan penyakit lain.

Penyebab leukoplakia akan menentukan jenis penanganan yang akan Anda jalani. Menghindari sumber iritasi merupakan salah satu cara utama dalam menangani kondisi ini. Contohnya:

  • Berhenti merokok atau mengunyah tembakau dan membatasi konsumsi minuman beralkohol akan disarankan apabila leukoplakia Anda dipicu oleh kedua hal ini.
  • Jika leukoplakia Anda dipicu oleh infeksi jamur, obat-obatan antijamur akan diberikan untuk memberantas jamur.

Dokter juga akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Langkah ini berguna untuk memastikan tidak ada perubahan pada jumlah atau kondisi bercak leukoplakia.

Leukoplakia umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Tetapi, jika bercak-bercaknya tidak juga hilang, prosedur operasi pengangkatan bercak dengan laser atau pembekuan juga mungkin menjadi pilihan. Metode ini dilakukan untuk menurunkan risiko kanker mulut.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT