Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Laringitis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Laringitis adalah peradangan yang terjadi pada laring (kotak pita suara di dalam tenggorokan). Gejala yang umum pada laringitis yaitu nyeri tenggorokan, batuk, demam, suara yang dikeluarkan serak, atau bahkan kehilangan suara sama sekali.

Pada penderita anak-anak dengan struktur saluran pernapasan yang kecil, bisa saja terjadi kesulitan bernapas. Meski begitu, hal tersebut hanya terjadi pada beberapa kasus saja.

Gejala laringitis bisa muncul secara tiba-tiba, lalu terus memburuk selama dua sampai tiga hari, dan pulih dalam waktu satu minggu tanpa pengobatan. Biasanya suara serak dan kesulitan mengeluarkan suara adalah gejala yang terakhir pulih dibandingkan gejala laringitis lainnya.

Jika penderita masih terus merasakan gejala hingga lebih dari dua minggu, disarankan untuk menemui dokter. Apalagi jika gejala makin parah, terutama menjadi sulit bernapas, maka bantuan medis harus secepatnya dilakukan.

Penyebab Laringitis

Terjadinya radang atau pembengkakan pada laring bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Kerusakan pada pita suara, karena adanya getaran pada organ tersebut yang melebihi batas ketahanan, misalnya akibat penderita berteriak terlalu keras atau bernyanyi dengan suara yang tinggi. Selain itu, kerusakan pita suara juga dapat terjadi akibat batuk berkepanjangan dan cedera saat penderita melakukan aktivitas fisik atau akibat kecelakaan.
  • Infeksi virus, bakteri, dan jamur. Virus yang umum menyebabkan laringitis adalah virus influenza. Dari golongan bakteri salah satunya adalah bakteri penyakit difteri. Sedangkan dari jenis jamur adalah jamur Candida yang juga dapat menyebabkan sariawan. Infeksi jamur dan bakteri pada kasus laringitis lebih jarang terjadi dibandingkan infeksi virus. Infeksi jamur rentan dialami oleh orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat efek samping obat kortikosteroid, kemoterapi, atau akibat penyakit HIV/AIDS.
  • Reaksi alergi terhadap suatu zat kimia atau paparan debu.
  • Naiknya asam lambung ke tenggorokan lewat kerongkongan pada kasus penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Jika asam lambung mencapai tenggorokan maka risiko untuk terjadinya iritasi laring cukup tinggi.
  • Mengering dan teriritasinya laring akibat merokok dan konsumsi minuman beralkohol. Sama seperti kasus GERD, peluang terjadinya infeksi pada laring yang teriritasi juga cukup tinggi.
  • Penggunaan obat kortikosteroid hirup, biasanya obat untuk asma.

Berdasarkan rentang waktu timbulnya gejala, laringitis dibagi dua, yaitu:

  • Laringitis jangka pendek (akut). Biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, serta pita suara yang menegang.
  • Laringitis jangka panjang (kronis). Umumnya muncul akibat sinusitis kronis, reaksi alergi, iritasi dari asam lambung, asap rokok, atau minuman keras.

Diagnosis Laringitis

Dalam mendiagnosis laringitis, dokter akan terlebih dahulu melihat gejala yang dirasakan oleh pasien. Gejala laringitis yang paling mudah dideteksi adalah suara yang berubah menjadi serak atau bahkan hilang sama sekali.

Dokter mungkin akan menyarankan pasien melakukan pemeriksaan darah dan dahak. Kedua jenis pengujian ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan infeksi virus, bakteri atau jamur.

Untuk memastikan bahwa telah terjadi iritasi atau kerusakan pada pita suara, dapat dilakukan laringoskopi. Pemeriksaan ini menggunakan alat endoskopi yang dimasukkan melalui mulut atau hidung pasien. Endoskopi merupakan sebuah alat khusus berbentuk selang yang dilengkapi dengan lampu dan kamera di ujungnya. Jika pada waktu pemeriksaan laringoskopi ditemukan adanya peradangan pada pita suara, dapat dilakukan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab dasar terjadinya laringitis.

Pengobatan Laringitis

Sebenarnya kebanyakan kasus laringitis bisa pulih tanpa menggunakan obat-obatan dalam jangka waktu hingga satu minggu. Tujuan pengobatan adalah untuk mempercepat kesembuhan dan meminimalisasi gejala yang mengganggu, misalnya nyeri.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan dan meringankan gejala laringitis:

  • Jika Anda merasakan gejala sakit kepala yang mengganggu atau bahkan demam, konsumsilah obat-obatan pereda rasa sakit seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Aturlah tingkat kelembapan udara di rumah dengan alat humidifier atau vaporizer, sehingga udara yang dihirup masuk ke rongga hidung dan saluran pernapasan bagian atas bukan udara yang kering. Humidifier berfungsi untuk menghembuskan kabut dingin ke dalam udara, sedangkan vaporizer berfungsi untuk menghisap hawa panas.
  • Minumlah banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
  • Jika saluran pernapasan terasa tidak nyaman, Anda dapat melegakannya dengan menghirup inhaler yang mengandung mentol. Selain itu, mengonsumsi permen mint dan berkumur-kumur dengan air garam hangat atau obat kumur khusus yang bisa dibeli di apotik, juga dapat membantu melegakan tenggorokan.
  • Untuk mengurangi ketegangan pada pita suara yang sedang mengalami radang dan mempercepat proses penyembuhan, bicaralah dengan suara perlahan atau bila perlu jangan berbicara terlebih dahulu.
  • Hindari paparan debu.
  • Jangan merokok.

Jika hasil diagnosis ditemukan bahwa laringitis disebabkan atau dipicu oleh kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan khusus, maka dapat diberikan obat-obatan untuk untuk mengatasi faktor penyebab tersebut.

Misalnya jika laringitis terjadi akibat infeksi bakteri, maka dilakukan pengobatan dengan antibiotik. Pada alergi, dapat diberikan obat antihistamin dan disarankan untuk menghindari sumber alergi, seperti debu, makanan, atau zat kimia tertentu. Jika laringitis disebabkan oleh penyakit GERD, maka obat yang dapat diberikan adalah obat-obatan untuk menurunkan kadar asam lambung.

Pencegahan Laringitis

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit laringitis, di antaranya:

  • Melakukan vaksinasi flu sesuai dengan yang dijadwalkan oleh dokter tiap tahun.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan jangan merokok.
  • Memperbanyak minum air putih agar dahak di dalam tenggorokan menjadi encer dan mudah dikeluarkan.
  • Untuk orang yang rentan terkena laringitis, hindari penularan infeksi dari orang lain yang sedang menderita laringitis atau flu.
  • Membiasakan diri mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, atau setelah menggunakan kamar kecil.
  • Melindungi hidung dan mulut dari paparan debu (memakai masker) agar terhindar dari virus atau bakteri penyebab laringitis.
  • Jika Anda alergi terhadap sesuatu, misalnya debu, suatu jenis makanan, atau zat kimia tertentu, maka hindarilah hal-hal tersebut.
  • Agar asam lambung tidak naik ke tenggorokan, tinggikan sedikit alas kepala atau bantal ketika tidur. Jangan langsung berbaring setelah makan.
  • Mengonsumsi makanan-makanan yang sehat untuk tenggorokan yang banyak mengandung vitamin A,C, dan E (misalnya buah, sayur, atau biji-bijian).
  • Tidak mengeluarkan volume suara yang melewati batas ketahanan pita suara, misalnya berteriak sangat keras atau bernyanyi dengan suara tinggi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT