Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura)

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

ITP atau Idiopathic thrombocytopenic purpura adalah penyakit kelainan autoimun yang berdampak kepada trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan. Perdarahan yang terjadi disebabkan oleh tingkat trombosit yang rendah. Trombosit adalah sel darah yang membantu dalam penggumpalan darah untuk mencegah dan menghentikan perdarahan.

Kondisi ini bisa terjadi kepada orang dewasa dan anak-anak. ITP pada anak-anak biasanya terjadi pasca infeksi virus dan bisa pulih sepenuhnya tanpa melalui pengobatan atau penanganan khusus. Sedangkan pada orang dewasa, ITP biasanya merupakan kelainan yang bersifat kronis atau jangka panjang.

ITP adalah kondisi idiopatik atau tidak diketahui penyebab/penyakit dasar. Secara istilah, berikut ini penjelasan tentang ITP.

  • Idiopathic. Tidak diketahui penyebab dasarnya.
  • Thrombocytopenic. Jumlah trombosit di bawah kadar normal.
  • Purpura. Ruam berwarna merah-keunguan.

Pengobatan yang dilakukan pada ITP sangat bergantung kepada jumlah trombosit dan usia. Pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan ketika tidak ada tanda perdarahan dan jumlah trombosit mendekati normal. Sedangkan pada kasus yang lebih serius, obat-obatan akan diberikan dan bahkan mungkin diperlukan operasi untuk situasi yang cukup parah.

Gejala-gejala ITP

Berikut ini adalah gejala-gejala yang muncul akibat idiopathic thrombocytopenic purpuraatau ITP.

  • Memar mudah muncul atau terjadi pada banyak bagian tubuh.
  • Perdarahan akibat luka yang berlangsung lebih lama.
  • Perdarahan yang terjadi di bawah kulit dan terlihat seperti bintik-bintik merah-keunguan yang terjadi pada kaki.
  • Perdarahan dari hidung atau mimisan.
  • Darah pada urine atau tinja.
  • Perdarahan pada gusi, terutama setelah perawatan gigi.
  • Perdarahan berlebihan saat menstruasi.
  • Sangat kelelahan.

Terkadang ITP tidak menimbulkan gejala sama sekali, khususnya pada anak-anak. Ketika anak-anak menderita ITP, sistem kekebalan tubuhnya secara keliru menghasilkan antibodi terhadap trombosit setelah infeksi virus atau kuman lain. Kondisi ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang bisa terjadi selama beberapa minggu dan akhirnya menghilang. Namun dalam beberapa kasus, ITP bisa menjadi kronis atau berkelanjutan.

Kondisi yang Menyebabkan ITP

Hingga kini, penyebab dasar ITP masih belum diketahui. Orang yang menderita ITP memiliki sistem kekebalan tubuh yang keliru dan akibatnya menyerang trombosit dan menganggapnya sebagai unsur asing yang berasal dari luar tubuh. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menempel pada trombosit. Trombosit menjadi seakan-akan ditandai untuk dihancurkan. Akibatnya, jumlah trombosit dalam tubuh akan berkurang atau menjadi sangat rendah.

Jumlah trombosit normal dalam aliran darah melebihi 150.000 trombosit per mikroliter. Penderita ITP memiliki trombosit di bawah 20.000 per microliter. Makin rendah jumlah trombosit, risiko terjadi perdarahan akan makin meningkat. Jika jumlah trombosit sudah berada di bawah 10.000 per mikroliter, maka bisa terjadi perdarahan dalam meski tidak terdapat luka.

Meski penyebab ITP belum bisa dipastikan, beberapa faktor bisa meningkatkan risiko terkena ITP. Wanita lebih cenderung terkena ITP daripada pria. Umumnya anak-anak menderita ITP pasca terinfeksi virus tertentu (misalnya campak).

Mendiagnosis ITP

Diagnosis ITP dilakukan dengan memastikan bahwa gejala perdarahan atau jumlah trombosit yang rendah bukan karena penyakit atau kondisi lain. Jika tidak didapati penyebab tertentu, maka akan disimpulkan bahwa pasien mengalami ITP. Prosedur yang dilakukan untuk mendiagnosis ITP adalah:

  • Tes darah lengkap. Tes darah umum ini berguna untuk menghitung jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit darah. Penderita ITP akan memiliki jumlah sel darah merah dan sel darah putih normal, tapi jumlah trombosit menjadi rendah.
  • Tes fisik dan riwayat kesehatan lengkap. Tanda-tanda apakah terdapat perdarahan di bawah kulit akan diperiksa oleh dokter. Selain itu, dokter juga menanyakan riwayat penyakit yang pernah Anda derita dan jenis obat-obatan maupun suplemen yang Anda konsumsi.
  • Pemeriksaan sumsum tulang. Prosedur ini juga bisa membantu dalam mengenali penyebab rendahnya trombosit jumlah. Trombosit diproduksi di dalam sumsum tulang. Prosedur yang biasanya dilakukan adalah biopsi sumsum tulang atau aspirasi sumsum tulang. Sampel jaringan, baik yang cair dan/atau yang padat, diambil dari sumsum tulang yang sama.

Langkah Mengobati ITP

Idiopathic thrombocytopenic purpurayang terjadi pada anak-anak umumnya pulih dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan khusus. Kurang lebih, ITP akan pulih dalam waktu enam bulan dan anak-anak dengan ITP kronis bisa pulih kurang lebih beberapa tahun setelahnya.

Bagi orang dewasa yang menderita ITP ringan, tidak diperlukan adanya penanganan khusus, melainkan perlu terus diawasi dan melakukan pemeriksaan jumlah trombosit secara rutin. Jika gejala yang dirasakan cukup mengganggu dan kadar trombosit cukup rendah, dokter akan menyarankan pengobatan. Pengobatan yang dilakukan bisa melibatkan obat-obatan maupun operasi jika diperlukan. Tujuan pengobatan ITP sendiri adalah untuk memastikan jumlah trombosit yang aman dan mencegah perdarahan.

Berikut ini beberapa obat-obatan yang perlu dihindari ketika Anda menderita ITP.

  • Aspirin.
  • Ibuprofen.
  • Obat-obatan pengencer darah.

Obat-obatan di atas perlu dihindari karena efek dari obat itu dapat melemahkan fungsi trombosit di dalam tubuh manusia. Sebaiknya Anda juga menghindari aktivitas maupun olahraga yang bisa meningkatkan risiko terjadinya cedera yang disertai perdarahan.

Berikut ini daftar obat-obatan yang biasanya diberikan untuk mengobati ITP:

  • Kortikosteroid. Obat ini berfungsi meningkatkan jumlah trombosit dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi obat bisa dihentikan ketika jumlah trombosit kembali normal, tapi ikuti saran dokter ketika harus menghentikan konsumsi obat ini. Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi untuk jangka panjang. Efek samping obat ini adalah berat badan bertambah, kadar gula darah tinggi, dan osteoporosis.
  • Throbopoietin receptor agonists. Obat ini berfungsi meningkatkan produksi trombosit oleh sumsum tulang.
  • Intravenous immune globulin (IVIG). Obat ini berfungsi untuk meningkatkan jumlah sel darah sebelum operasi dan menghentikan perdarahan
  • Terapi biologis. Contoh obat biologis adalah rituximab. Obat ini diberikan jika kortikosteroid tidak dapat membantu. Obat ini berfungsi untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh.

Operasi pada Idiopathic Thrombocytopenic Purpura

Jika Anda menderita ITP pada tingkat yang parah dan obat-obatan tidak lagi membantu dalam mengatasi gejala yang muncul, maka perlu dilakukan operasi pengangkatan organ limpa atau splenektomi. Prosedur ini berfungsi meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh dan menghilangkan sumber utama perusakan trombosit dalam tubuh. Tapi prosedur ini jarang sekali dilakukan karena akan meningkatkan risiko infeksi dengan tidak adanya limpa dalam tubuh.

Anda perlu membicarakan lebih lanjut tentang keuntungan dan kerugian tiap penanganan yang dilakukan.

Komplikasi ITP

Komplikasi dari ITP yang paling sering terjadi adalah perdarahan. Apabila perdarahan terjadi di otak (perdarahan intrakranial), efeknya bisa mematikan. Sedangkan komplikasi dari ITP kronis dan parah akan muncul sebagai akibat dari pengobatan yang dilakukan.

Meskipun kortikosteroid cukup efektif dalam mengobati ITP, obat ini berpotensi menyebabkan efek samping yang berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Contohnya adalah osteoporosis, katarak, dan kadar gula tinggi yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2.

Sedangkan prosedur splenektomi yang membantu mencegah hilangnya trombosit akan membuat Anda lebih rentan terkena infeksi. Limpa bertanggung jawab melawan infeksi, jadi apabila limpa diangkat, Anda akan kehilangan salah satu fungsi alami tubuh dalam melawan infeksi.

Penderita ITP yang sedang hamil umumnya bisa menjalani proses kehamilan dan persalinan yang normal. Namun jika jumlah trombositnya sangat rendah, perdarahan berlebih pada saat melahirkan lebih berisiko untuk terjadi. Selain itu, wanita penderita ITP juga berpotensi memiliki bayi dengan jumlah trombosit yang rendah pula. Jika ini terjadi, dokter bayi akan mengawasi bayi selama beberapa hari. Jumlah trombosit bayi akan mengalami penurunan sebelum akhirnya naik kembali. Namun jika jumlah trombosit bayi masih sangat rendah, penanganan akan dilakukan untuk mempercepat pengembalian jumlah trombosit pada bayi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT