Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Intususepsi

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Intususepsi merupakan salah satu dari obstruksi usus, di mana sebagian usus yang terlipat dan menyusup ke dalam bagian usus lain. Kondisi ini umumnya terjadi pada bagian yang menghubungkan usus halus dan usus besar.

Terlipatnya usus akan menyumbat proses penyaluran makanan dan cairan. Pasokan darah pada bagian tersebut akan terhambat, segmen usus yang terkena membengkak dan nyeri. Bila berlanjut, mengakibatkan matinya jaringan-jaringan usus dan keadaan ini berpotensi menginfeksi rongga perut bagian dalam (peritonitis). Bila dibiarkan, bisa terjadi robekan (perforasi). Karena itu, kondisi ini harus ditangani sesegera mungkin.

Gejala-gejala Intususepsi

Keadaan ini paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak berusia 3 tahun ke bawah. Meski demikian, orang dewasa juga mungkin mengalaminya.

Gejala utama intususepsi adalah sakit perut berkala. Rasa sakit berdurasi 1-5 menit akan datang dan pergi selama setiap 5 hingga 30 menit. Sebelum akhirnya durasi serangan menjadi lebih lama dengan frekuensi kemunculan yang lebih sering.

Bayi atau anak umumnya akan rewel atau menangis sambil meringkuk (menarik lutut ke dada) ketika mengalami sakit perut akibat intususepsi, sehingga lebih mudah diketahui. Lain halnya dengan pengidap dewasa yang karena kondisi ini sangat jarang terjadi sehingga gejalanya sering tumpang tindih dengan gejala penyakit lain. Oleh karena itu, terdapat beberapa gejala lain yang sebaiknya diwaspadai:

  • Muntah.
  • Benjolan pada perut bagian kanan atas.
  • Diare.
  • Tinja bercampur darah dan lendir.
  • Demam.
  • Lemas.

Intususepsi termasuk kondisi medis darurat yang harus ditangani secepatnya. Karena itu, segeralah ke rumah sakit apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala intususepsi.

Penyebab Intususepsi

Penyebab di balik intususepsi pada bayi dan anak-anak belum diketahui dengan pasti. Namun, kondisi ini sering dialami oleh anak-anak yang mengidap pilek atau peradangan pada perut dan usus.

Sementara, intususepsi pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh beberapa penyakit atau prosedur medis tertentu. Contohnya meliputi:

  • Jaringan parut pada usus.
  • Polip atau tumor.
  • Tindakan operasi pada saluran pencernaan.
  • Pembengkakan nodus limfa dalam usus.
  • Infeksi akibat virus.
  • Peradangan akibat penyakit Crohn.

Faktor-faktor Risiko Intususepsi

Terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko intususepsi. Faktor-faktor risiko tersebut adalah:

  • Usia. Intususepsi lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.
  • Jenis kelamin. Anak laki-laki memiliki kemungkinan empat kali lebih tinggi untuk mengalami intususepsi dibandingkan dengan anak perempuan.
  • Pernah mengalami intususepsi. Orang yang pernah mengidap intususepsi memiliki risiko kekambuhan.
  • Kelainan bentuk usus. Cacat lahir pada bentuk usus akan meningkatkan risiko intususepsi.

Diagnosis dan Pengobatan Intususepsi

Setelah menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien serta mengecek kondisi fisik pasien, dokter akan merujuk pasien untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut biasanya berupa:

  • USG, X-ray, serta CT scan pada bagian perut.
  • Enema barium atau udara. Dokter akan memasukkan udara atau larutan barium sulfat melalui anus kemudian dilakukan foto X-ray pada daerah perut.

Apabila sudah positif terdiagnosis mengidap intususepsi, penanganan harus segera dilakukan (sebaiknya dalam 24 jam setelah gejala muncul). Intususepsi termasuk kondisi medis yang membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.

Pada tahap awal, dokter akan memberikan cairan melalui infus serta mengurangi tekanan dalam usus. Untuk mengurangi tekanan, dokter akan memasukkan selang ke dalam perut pasien melalui hidung.

Penanganan intususepsi kemudian akan dilakukan setelah kondisi pasien stabil. Bentuk penanganan yang umumnya akan dijalani oleh pasien meliputi:

  • Enema barium atau udara. Selain untuk pemeriksaan, prosedur ini juga bisa digunakan dalam menangani intususepsi. Enema barium atau udara merupakan penanganan yang sangat efektif bagi pasien anak-anak, namun jarang digunakan bagi pasien dewasa.
  • Operasi. Ini merupakan penanganan utama bagi pasien dewasa serta pengidap intususepsi yang parah. Operasi menjadi alternatif penanganan jika enema barium atau udara terbukti tidak efektif atau jika muncul robekan pada usus. Dalam prosedur operasi, dokter akan meluruskan bagian usus yang terlipat sekaligus mengangkat jaringan usus yang mati.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT