Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Infeksi Saluran Kemih

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.

Berawal dari ginjal, kotoran di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk air urine. Kemudian urine tersebut dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju tempat penampungan yang disebut kandung kemih. Setelah ditampung, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut uretra.

Berdasarkan gejalanya, ISK dapat dibagi menjadi dua, yaitu ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih (sistitis). Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine yang keruh, dan bau urine yang tidak sedap. Sedangkan ISK bagian atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dan pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih.

ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu (misal, pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal).

Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

Selain memeriksa riwayat kesehatan pasien dan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan, upaya mendiagnosis ISK juga dapat dilakukan melalui beberapa tes untuk melihat adanya bakteri atau gangguan di dalam organ-organ saluran kemih. Beberapa jenis tes tersebut di antaranya seperti tes urine dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, sistoskopi, serta USG.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Penyembuhan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Selain antibiotik, obat pereda nyeri seperti parasetamol juga mungkin diperlukan untuk meredakan demam atau rasa sakit yang ada.

ISK yang tergolong ringan biasanya sembuh setelah beberapa hari dilakukan pengobatan. Namun jika tergolong parah, penderita akan membutuhkan rawat inap beberapa hari di rumah sakit.

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Tanganilah secepatnya jika Anda mulai merasakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Jika ISK dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, terutama jika Anda sering mengalaminya, bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan sepsis.

Berdasarkan bagian sistem saluran kemih yang terinfeksi, infeksi saluran kemih (ISK) terbagi menjadi dua, yaitu ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi di uretra dan kandung kemih (sistitis) dengan gejala berupa:

  • Nyeri atau perih saat buang air kecil
  • Rasa ingin selalu buang air kecil dan tidak bisa ditahan
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut bagian bawah
  • Seperti ada tekanan pada panggul
  • Bau urine yang sangat menyengat
  • Warna urine yang keruh, bahkan kadang-kadang bercampur darah
  • Badan terasa lelah, tidak enak, dan nyeri
  • Perasaan bahwa urine tidak sepenuhnya keluar setelah selesai kencing

Sedangkan ISK bagian atas merupakan infeksi yang terjadi di ureter dan ginjal dengan gejala-gejala berupa:

  • Demam
  • Tubuh terasa dingin dan kadang menggigil
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada bagian pinggang dan punggung
  • Gelisah
  • Disorientasi

Temui dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas agar pengobatan dengan antibiotik bisa secepatnya dilakukan. Jika diabaikan (terutama pada kasus ISK bagian atas), dapat berujung kepada komplikasi yang serius, seperti penyebaran infeksi ke aliran darah dan kerusakan ginjal.

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat disebabkan oleh bakteri dari sistem pencernaan yang masuk ke saluran uretra.

Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam usus besar. Diperkirakan bakteri ini masuk ke uretra akibat kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil, misalnya jika kertas toilet yang digunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelamin. Pada saat itulah bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Pada kasus seperti ini, wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus lebih dekat daripada tubuh pria.

ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urine oleh kondisi tertentu. Urine yang tertampung terlalu lama di dalam kandung kemih memberi peluang bagi bakteri untuk berkembang biak.

Berikut ini adalah kelompok orang yang lebih berisiko terkena ISK:

  • Penderita batu ginjal dan pria yang mengalami pembengkakan kelenjar prostat - kedua kondisi ini dapat menghalangi pengosongan urine dari kandung kemih. Hal ini menyebabkan urine tertampung lebih lama dan memungkinkan bakteri untuk berkembang biak.
  • Pemakai kateter atau alat bantu kencing
  • Lahir dengan kelainan struktur kemih - memiliki kelainan pada struktur saluran kemih sehingga sisitem pembuangan urine terganggu atau menyebabkan urine menumpuk di uretra. Penderita kondisi ini sangat berisiko terkena ISK.
  • Wanita - hal ini disebabkan panjang uretra wanita lebih pendek dibandingkan uretra pria, sehingga bakteri yang masuk bisa lebih mudah mencapai kandung kemih. Selain itu, wanita yang aktif secara seksual juga lebih mudah terkena ISK.
  • Wanita yang telah menopause - kurangnya kadar estrogen setelah menopause menyebabkan perubahan lingkungan pada saluran kemih sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak di dalam vagina atau uretra.
  • Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi diafragma –- jenis kontrasepsi ini dapat menekan uretra dan mengganggu kinerja pengosongan urine.
  • Wanita yang pasangannya menggunakan kondom berlapis spermisida - zat ini dapat membunuh bakter baik sehingga bakteri jahat akan mudah berkembang biak dan menyebabkan infeksi.
  • Wanita yang sedang hamil
  • Orang yang baru melakukan prosedur operasi pada saluran kemihnya
  • Penderita diabetes
  • Orang yang sistem kekebalan tubuhnya rendah

Selain memeriksa riwayat kesehatan pasien dan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan, upaya mendiagnosis infeksi saluran kemih (ISK) akan dilakukan melaui beberapa tes, salah satunya adalah tes urine atau urinalysis. Urinalysis adalah pengujian urine untuk melihat adanya bakteri, sel darah merah dan sel darah putih di dalam urine sebagai tanda-tanda terjadinya ISK.

Selain untuk melihat adanya bakteri, sampel urine juga dapat diteliti lebih detail di laboratorium untuk menentukan jenis bakteri yang menyebabkan ISK. Langkah ini dilakukan agar jenis antibiotik yang paling cocok untuk membunuh bakteri dapat diberikan untuk pengobatan pasien. Pemeriksaan ini disebut sebagai kultur urine.

Selain pemeriksaan urine, pemeriksaan darah juga kadang-kadang dilakukan untuk melihat kinerja ginjal, apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak.

Berikut ini adalah berbagai jenis tes lanjutan lainnya:

  • Pemeriksaan USG, yaitu metode pemeriksaan untuk mengetahui adanya gangguan pada kandung kemih dan ginjal dengan menggunakan gelombang ultrasound.
  • CT scan, yaitu metode pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan sistem saluran kemih pasien secara lebih mendetail melalui gambar tiga dimensi. Adanya kelainan pada saluran kemih bisa terdeteksi berkat tes ini.
  • MRI scan (tujuan pemeriksaan sama seperti CT scan).
  • Sistoskopi, yaitu metode pemeriksaan untuk mengetahui adanya masalah di dalam kandung kemih yang mungkin menyebabkan terjadinya ISK dengan cara memasukkan selang kecil yang dilengkapi kamera ke dalam kandung kemih melalui uretra.
  • Intravenous pyelogram, yaitu metode pemeriksaan untuk mengetahui adanya gangguan pada sistem saluran kemih dengan menggunakan zat kontras. Zat kontras ini akan disuntikkan ke dalam tubuh dan kemudian foto X-ray akan diambil tiap jangka waktu tertentu untuk mengetahui struktur saluran kemih.

Jika Anda menderita infeksi saluran kemih (ISK), segera temui dokter agar pengobatan dengan antibiotik dapat secepatnya dilakukan. Beberapa jenis antibiotik yang biasanya disarankan dokter adalah ciprofloxacin, levofloxacin dan trimethoprim. Selain obat-obatan tersebut, jenis antibiotik lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi ISK adalah cephalexin, azithromycin, fosfomycin, doxycycline, dan ceftriaxone.

Selama infeksi tergolong ringan dan Anda tidak berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi, perawatan di rumah sakit tidak diperlukan.

Selain antibiotik, obat pereda rasa sakit, seperti parasetamol, kadang-kadang diperlukan untuk menghilangkan rasa nyeri yang disebabkan ISK. Selain dengan menggunakan obat-obatan dari dokter, penyembuhan ISK akan makin cepat berhasil jika ditunjang dengan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah, di antaranya:

  • Jangan tahan keinginan Anda untuk kencing karena dengan mengosongkan kandung kemih, Anda dapat mencegah bakteri untuk makin berkembang biak.
  • Minum banyak air.
  • Redakan nyeri dengan kompres hangat.

ISK yang tergolong ringan biasanya akan sembuh beberapa hari setelah pengobatan dimulai. Namun jika ISK tergolong parah, terutama hingga menimbulkan komplikasi, penderita perlu dirujuk ke rumah sakit.

Mencegah ISK kambuh

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kambuhnya ISK.

  • Selesai buang air besar maupun kecil, bersihkan dengan menggunakan tisu maupun air dari arah depan ke belakang.
  • Minumlah banyak air karena dengan Anda sering kencing, maka bakteri akan terbuang dan sulit berkembang biak.
  • Segera buang air kecil dan bersihkan organ intim Anda setelah berhubungan intim dengan pasangan.
  • Hindari penggunaan alat kontrasepsi diafragma atau kondom berlapis spermisida.
  • Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun. Hindari pemakaian pakaian dalam berbahan nilon dan pakaian yang ketat.

Tanganilah secepatnya jika Anda mulai merasakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Jika ISK dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, terutama jika Anda sering mengalaminya, bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi seperti:

  • Gangguan pada ginjal. Saat seseorang terkena infeksi pada kandung kemih, bakteri dapat naik dan masuk ke ginjal. Jika terjadi demikian, maka orang tersebut berisiko terkena infeksi ginjal (pyelonephritis) dengan gejala-gejala berupa nyeri punggung, mual, demam, hingga menggigil. Infeksi ginjal yang tidak segera ditangani dapat mengarah kepada kerusakan permanen pada organ tersebut.
  • Sepsis. Komplikasi ini terjadi ketika infeksi menyebar ke dalam aliran darah. Sepsis termasuk kondisi mematikan.
  • Penyempitan uretra (pada pria)
  • Wanita hamil yang berisiko melahirkan prematur dan bayi yang terlahir dengan berat badan rendah

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT