Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Gonore

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Gonore atau kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Pria maupun wanita bisa terjangkit penyakit ini. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Bakteri penyakit ini bisa menyerang dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

Gonore paling sering menular melalui hubungan seks, seperti seks oral atau anal, mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom baru tiap digunakan, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Bayi juga bisa terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit gonore dan umumnya menjangkiti mata bayi, hingga berpotensi mengakibatkan kebutaan permanen.

Bakteri gonore tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama, itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, ciuman, dan pelukan.

Gejala Gonore

Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari.

Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita karena gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih. Namun demikian, infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa menyebabkan perdarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan ‘kencing nanah’.

Diagnosis Gonore

Ada beberapa cara untuk menegakkan diagnosis gonore pada seseorang. Pada hampir sebagian besar kasus, dokter akan melakukan pengujian sampel cairan dari vagina atau penis untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Pada wanita, dokter atau perawat biasanya akan menggunakan cotton bud untuk mengambil sampel cairan di vagina atau mulut rahim. Namun, dokter mungkin juga bisa meminta pasien untuk menggunakan tampon guna mengambil sampel cairan tersebut. Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun pasien mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman.

Prosedur pada pria sedikit berbeda, di mana dokter mungkin akan memeriksa sampel urine pasien untuk kemudian diperiksa hasilnya di laboratorium. Pemeriksaan urine ini kurang akurat hasilnya pada pasien wanita. Selain itu, dokter mungkin juga akan mengambil sampel cairan yang keluar di ujung penis dengan menggunakan cotton bud.

Pengobatan dan Pencegahan Gonore

Dokter biasanya akan memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonore, serta menganjurkan agar Anda kembali lagi satu atau dua pekan setelah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang dan memastikan bakteri gonore telah hilang sepenuhnya.

Gejala akibat bakteri gonore akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius.

Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, Anda dan pasangan Anda sebaiknya tidak berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas dan pemeriksaan ulang telah terbukti negatif.

Anda bisa terkena penyakit gonore kembali jika tidak melakukan hubungan seks yang sehat dan aman di kemudian hari. Cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks.

Infeksi gonore sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun apabila gejalanya muncul, infeksi gonore bisa berdampak pada berbagai organ tubuh selain sistem reproduksi.

Periode inkubasi atau masa terpapar bakteri hingga muncul gejala biasanya sekitar 10 hari. Tetapi ini tidak sama untuk tiap penderita, dan terkadang tidak muncul hingga berbulan-bulan.

Salah satu kondisi yang menyebabkan penyakit tidak terobati selama beberapa saat adalah karena sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sama sekali.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah buang air kecil terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan tidak normal berwarna putih, kuning, atau hijau dari vagina atau penis.

Selain itu ada juga gejala pada pria yang jarang terjadi, seperti rasa sakit pada testis, serta radang atau pembengkakan pada kulup.

Beberapa wanita juga bisa mengalami gejala seperti demam, menstruasi yang lebih berat, perdarahan usai melakukan hubungan seks, perut bagian bawah terasa sakit, pembengkakan pada vulva, dan perdarahan di antara masa menstruasi.

Pria dan wanita juga bisa terkena infeksi di tenggorokan, dubur, dan mata karena melakukan seks oral atau anal.

Konjungtivitis bisa terjadi jika sperma atau cairan vagina yang terinfeksi mengenai mata. Infeksi pada mata bisa menyebabkan pembengkakan, keluarnya cairan dari mata, iritasi, dan rasa sakit. Sementara infeksi pada tenggorokan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Infeksi pada dubur bisa menyebabkan keluarnya cairan, rasa sakit, dan tidak nyaman. Gonore juga bisa menjangkiti persendian dan membuat persendian terasa sakit saat digerakkan, bengkak, berwarna merah, hingga terasa hangat.

Jika gonore dibiarkan begitu saja dan tidak diobati, infeksi akan terus berkembang dan ada kemungkinan terjadi komplikasi yang serius, termasuk kesuburan. Jadi sangat disarankan untuk memeriksakan diri jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi, bahkan walau tidak memiliki gejala yang jelas, atau gejala telah hilang dengan sendirinya.

Infeksi gonore dari ibu ke bayi

Gejala pada bayi yang baru lahir bisa dilihat dari matanya, dan biasanya muncul selama dua pekan pertama. Contohnya adalah mata merah, bengkak serta mengeluarkan cairan yang kental seperti nanah. Untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi, sang ibu bisa mengonsumsi antibiotik selama hamil atau bahkan saat sedang menyusui.

Cara satu-satunya untuk mengetahui apakah Anda terkena gonore adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda menduga bahwa diri Anda atau pasangan terjangkit gonore atau penyakit menular kelamin lainnya.

Biasanya disarankan menunggu hingga sepekan setelah berhubungan seks untuk dilakukan pemeriksaan. Meskipun begitu, pemeriksaan bisa saja dilakukan setelah beberapa hari melakukan hubungan seks.

Risiko komplikasi seperti infeksi testis atau penyakit radang pelvis dapat dikurangi dengan diagnosis dini dan pengobatan secepatnya. Jauh lebih sulit untuk mengobati komplikasi yang timbul akibat infeksi jangka panjang, itu sebabnya segera periksakan diri Anda.

Jika Anda mengalami kondisi seperti yang disebutkan di bawah ini, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

  • Memiliki penyakit menular kelamin lainnya.
  • Anda atau pasangan Anda berpikir memiliki gejala gonore seperti cairan tidak seperti biasa dari vagina atau penis.
  • Wanita yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Pasangan seksual memiliki penyakit menular kelamin lainnya.
  • Anda atau pasangan Anda melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan orang lain.

Pemeriksaan Gonore

Ada beberapa cara untuk memeriksa gonore. Tapi cara yang paling banyak digunakan adalah dengan mengambil sampel cairan dari bagian tubuh yang dicurigai terinfeksi, seperti vagina, penis, dubur, ureta atau tenggorokan.

Pemeriksaan cairan ini dilakukan dengan menggunakan alat menyerupai cotton bud. Pada wanita, dokter akan mengusapkan alat ini ke vagina ataupun mulut rahim (melalui pemeriksaan dalam). Dokter mungkin juga mengambil sampel dari ujung saluran kemih (uretra). Cairan tersebut kemudian akan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Pada pria, selain melakukan pemeriksaan cairan yang keluar dari ujung penis, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan urine. Sebelum melakukan pemeriksaan urine, Anda disarankan untuk tidak berkemih setidaknya dua jam sebelum pemeriksaan agar kuman-kuman tidak ikut terbilas keluar bersama urine sehingga memengaruhi hasil pemeriksaan di laboratorium.

Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan tes untuk penyakit menular kelamin lainnya (termasuk HIV), karena gonore meningkatkan risiko terkena infeksi lain, salah satunya adalah chlamydia (klamidia).

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik jangka pendek untuk mengobati gonore. Jika Anda mengalami salah satu kondisi seperti di bawah ini, sebaiknya segera lakukan pengobatan.

  • Ada kemungkinan besar terkena gonore, walau hasil pemeriksaan belum keluar.
  • Pasangan Anda diketahui menderita gonore.
  • Pemeriksaan menunjukkan Anda menderita gonore.

Sangat penting untuk memeriksakan dan mengobati pasangan seksual Anda karena gonore bisa ditularkan dengan mudah melalui hubungan seksual. Jika salah satu pasangan mengidap gonore, kemungkinan pasangan yang satunya juga tertular gonore.

Bagi wanita hamil dan menyusui, pengobatan gonore bisa dilakukan dengan antibiotik karena obat ini tidak berdampak buruk bagi bayi yang dikandung. Biasanya antibiotik juga akan segera diberikan setelah bayi dilahirkan, yaitu bayi-bayi yang memiliki gejala terinfeksi gonore atau yang memiliki risiko tinggi terinfeksi karena ibunya menderita gonore.

Pengobatan gonore yang paling sering dilakukan adalah dengan satu suntikan antibiotik (biasanya pada paha atau bokong), diikuti dengan satu tablet antibiotik. Jika Anda tidak ingin disuntik, dokter kemungkinan akan menggantinya dengan tablet antibiotik lagi. Pengobatan ini biasanya didukung dengan terapi obat-obatan lainnya.

Biasanya gejala gonore akan mereda beberapa hari setelah pengobatan. Tapi untuk rasa sakit di testis atau tulang panggul, bisa memerlukan waktu dua pekan untuk hilang sepenuhnya. Begitu pula dengan perdarahan berlebihan saat menstruasi, akan membaik pada siklus menstruasi berikutnya.

Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, Anda dan pasangan Anda tidak diperbolehkan berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas.

Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dua pekan setelah pengobatan pertama untuk melihat apakah infeksi tersebut telah hilang sepenuhnya.

Pengobatan gonore yang telah berhasil sebelumnya tidak membuat Anda kebal terhadap penyakit gonore. Anda masih bisa terinfeksi kembali jika melakukan seks yang tidak aman.

Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter. Jika Anda tidak mengikuti dosis yang dianjurkan, infeksi gonore mungkin tidak akan sembuh. Segera temui dokter jika setelah pengobatan, gejala tidak kunjung membaik.

Komplikasi atau masalah jangka panjang akibat gonore akan timbul jika tidak diobati. Selain itu, gonore bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menimbulkan masalah serius.

Komplikasi gonore pada penderita pria adalah berkurangnya kesuburan yang diakibatkan oleh infeksi testis dan kelenjar prostat. Meskipun begitu, hal ini jarang terjadi.

Sedangkan pada wanita, gonore bisa berdampak pada organ reproduksi. Sekitar 15 persen kasus gonore yang tidak diobati menyebabkan penyakit radang panggul. Hal ini bisa memicu sakit tulang panggul jangka panjang, kemandulan, dan kehamilan ektopik atau di luar rahim.

Walau jarang terjadi, infeksi pada bagian tubuh lain bisa terjadi jika gonore tidak diobati dan menyebar melalui aliran darah. Beberapa kondisi yang bisa terjadi pada pria maupun wanita adalah:

  • Iritasi kulit dan berwarna kemerahan.
  • Radang dan pembengkakan persendian.
  • Peradangan pada otak, saraf tulang belakang, dan jantung yang bisa membahayakan nyawa

Komplikasi gonore pada wanita hamil tidak hanya berdampak pada dirinya, tapi juga bisa berdampak pada bayi yang dikandungnya, seperti kelahiran prematur dan keguguran. Mata bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita gonore bisa terinfeksi. Kerusakan penglihatan permanen akan terjadi jika bayi tersebut tidak segera diobati dengan antibiotik.

Mencegah peyakit menular seksual, termasuk gonore, lebih mudah daripada mengobatinya. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjangkit gonore:

  • Berkomunikasilah dengan pasangan sebelum Anda melakukan hubungan seksual. Beberapa pertanyaan seperti riwayat hubungan seksual sebelumnya, jumlah partner seksual, serta jenis pengaman yang digunakan dapat menjadi informasi penting. Perlu diingat bahwa seseorang bisa saja terjangkit menular seksual tanpa menyadarinya.
  • Bertanggung jawab atas aktivitas seksual Anda. Hindari hubungan seksual apabila Anda mengidap gonore, atau sedang dalam pengobatan untuk gonore. Hindari pula berhubungan seksual dengan orang yang mengidap gonore.
  • Jangan berganti-ganti pasangan. Risiko tertular gonore dan penyakit menular seksual lainnya akan meningkat apabila Anda berganti-ganti pasangan seksual.
  • Gunakan pelindung (kondom). Kondom dapat menurunkan risiko terjangkit gonore dan penyakit menular seksual lainnya seperti klamidia dan HIV. Selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan dengan pasangan baru, hingga benar-benar terbukti bahwa pasangan Anda bebas dari penyakit menular seksual.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT