Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Gangguan Tidur Berjalan

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Gangguan tidur berjalan atau somnabulisme (sleepwalking) adalah suatu kondisi dimana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur. Namun tidak mesti berjalan saja, orang yang terbangun, lalu duduk di tempat tidur dan melihat sekeliling kamarnya dalam keadaan tidak sepenuhnya bangun pun dianggap termasuk ke gejala kondisi ini.

Gangguan tidur berjalan biasa terjadi di kalangan anak-anak, meskipun kondisi ini bisa saja dialami oleh segala usia. Diperkirakan 1 dari 5 orang setidaknya pernah sekali mengalami gangguan tidur berjalan saat masih anak-anak.

Anak-anak yang suka mengalami gangguan tidur berjalan biasanya tidak akan mengalaminya lagi saat mereka memasuki usia pubertas, namun pada sebagian kecil kasus, kondisi tetap berlanjut sampai mereka dewasa.

Gangguan tidur berjalan rata-rata berlangsung sekitar 10 menit. Kondisi ini terjadi saat tahapan tidur gelombang rendah, yaitu pada tahap terdalam dari fase pergerakan mata yang tidak cepat (non-rapid eye movement - NREM). Selain berjalan, orang yang mengalaminya bisa juga melakukan berbagai aktivitas, seperti pergi ke dapur dan makan atau membuka pintu lemari dan berganti pakaian. Pada kasus yang parah, penderita bahkan bisa membuka pintu rumah dan berjalan keluar atau mengendarai kendaraan.

Jika kita berpapasan dengan orang yang mengalami gangguan tidur berjalan, biasanya dia hanya memandang lurus dan tampak seperti tidak mengenali kita. Matanya yang terbuka terkesan seperti terjaga padahal dia sebenarnya masih tertidur. Jika disapa, biasanya penderita tidak merespons, meski ada sebagian yang mampu merespons dengan baik dan sebagian lagi akan merespons dengan jawaban meracau. Apabila kita bangunkan dengan paksa, biasanya penderita akan tampak kebingungan dan tidak ingat dengan aktivitas yang dilaluinya.

Penyebab Gangguan Tidur Berjalan

Penyebab pasti gangguan berjalan sebenarnya masih belum diketahui, namun diduga dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Cemas atau stres.
  • Kurang tidur.
  • Efek samping mengonsumsi obat tidur atau obat-obatan sedatif.
  • Efek samping mengonsumsi narkoba atau minuman beralkohol.
  • Terbangun mendadak dari tidur yang lelap, misalnya karena dorongan yang kuat untuk pergi ke toilet, bisa juga karena badan disentuh atau mendengar suara keras secara tiba-tiba. Pada suatu kondisi bisa diakibatkan suatu penyakit dengan gejala sering bangun mendadak, misalnya sindrom kaki gelisah dan apnea tidur obstruktif.

Pada anak-anak, gangguan tidur berjalan biasa terjadi saat mereka menderita infeksi yang disertai demam.

Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur berjalan, di antaranya dengan mengurangi stres, melakukan aktivitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur (misalnya mandi air hangat atau membaca buku), tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein sebelum tidur, membuang air kecil terlebih dahulu, atau membuat kamar tidur kita menjadi senyaman mungkin. Selain itu, disiplinkan waktu tidur kita karena kurang tidur juga dapat memicu terjadinya gangguan tidur berjalan.

Bila di rumah kita terdapat anggota keluarga yang kebetulan suka mengalami gangguan tidur berjalan di waktu yang sama tiap malam, Anda bisa atasi dengan cara mengganggu siklus tidur mereka. Bangunkan mereka 15-30 menit sebelum waktu kemunculan periode tidur berjalan yang mereka biasa alami, sehingga mungkin dapat menghentikan sleepwalking dengan cara mengubah siklus tidur mereka.

Gangguan tidur berjalan berpotensi membahayakan keselamatan fisik penderitanya, maka dari itu aturlah rumah Anda seaman mungkin apabila terdapat anggota keluarga yang kerap mengalaminya. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah hindari menaruh barang pecah-belah di dalam lemari, menyingkirkan benda-benda yang dapat membuat penderita terpeleset atau terluka, membuat pintu penghalang di mulut tangga lantai atas untuk mencegah penderita terjatuh apabila mereka tidur di lantai atas, dan mencabut seluruh kunci pintu ke luar rumah.

Apabila anak Anda kerap mengalami gangguan tidur berjalan, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur, dan bila perlu awasi anak Anda tiap malam atau sewa perawat untuk melakukan tugas khusus ini.

Meski gangguan tidur berjalan bukan merupakan gejala dari suatu masalah kesehatan yang serius dan tidak membutuhkan tindakan medis, penanganan oleh dokter disarankan apabila kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan dan berisiko tinggi membahayakan penderitanya. Selain itu, Anda juga disarankan menemui dokter apabila ganggunan tidur berjalan yang dialami anak Anda tetap berlanjut hingga mereka dewasa.

Gangguan tidur berjalan yang tergolong parah kemungkinan bisa ditangani melalui hipnoterapi atau terapi perilaku kognitif, serta pemberian obat-obatan antidepresan dan benzodiazepine. Apabila disebabkan oleh suatu penyakit, misalnya sindrom kaki gelisah dan apnea tidur obstruktif, maka gangguan tidur berjalan akan hilang dengan sendirinya setelah kondisi-kondisi yang mendasari tersebut bisa diatasi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT