Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Gangguan Tidur

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 23 kali

Gangguan tidur adalah kelainan yang bisa menyebabkan masalah pada pola tidur, baik karena tidak bisa tertidur, sering terbangun pada malam hari, atau ketidakmampuan untuk kembali tidur setelah terbangun. Beberapa dampak yang diakibatkan oleh gangguan tidur adalah:

  • Kelelahan.
  • Merasa lemas dan mengantuk.
  • Mudah marah.
  • Sulit untuk konsentrasi di siang hari.

Ada sejumlah kondisi yang berkaitan dengan gangguan tidur, di antaranya:

Mendengkur Kondisi ini muncul ketika aliran udara melalui hidung dan mulut terganggu. Mendengkur bisa disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Saluran hidung yang terganggu.
  • Tonus otot yang buruk di bagian tenggorokan dan lidah.
  • Langit-langit mulut terlalu lunak.
  • Uvula yang terlalu panjang.
  • Jaringan di daerah tenggorokan terlalu tebal, misalnya karena gemuk atau karena pembesaran amandel.

Mendengkur bisa menyebabkan seseorang menjadi sering terbangun dari tidur dan kurang tidur. Jika hal ini terus terjadi, maka lambat laun bisa mengarah pada masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan pernapasan, peningkatan tekanan darah dan penambahan beban kerja jantung.

Sleep Apnea atau Apnea Tidur Kondisi ini muncul ketika pernapasan terganggu oleh dinding tenggorokan yang mengalami relaksasi dan menyempit ketika kita sedang tertidur. Apnea tidur terbagi menjadi dua, apnea tidur obstruksi yang muncul akibat otot tenggorokan yang mengalami relaksasi berlebihan dan apnea tidur central yang muncul karena otak tidak mengirimkan sinyal pada otot untuk mengatur pernapasan.

Berikut ini beberapa hal yang bisa lakukan di rumah untuk mengatasi apnea tidur:

  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan jika berlebihan.
  • Menghindari obat-obatan penenang dan obat tidur.
  • Membatasi konsumsi minuman keras, terutama pada waktu sebelum tidur.
  • Menghindari tidur dengan posisi terlentang, namun tidur dengan posisi miring.

InsomniaKondisi ini terjadi saat seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak bisa tidur cukup lama sesuai dengan waktu yang dibutuhkan tubuh, meski dia memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Gejala insomnia yang paling umum adalah kesulitan tidur atau sering terbangun pada malam atau dini hari. Selain itu ada beberapa gejala lainnya, seperti suasana hati yang mudah berubah, sulit berkonsentrasi di siang hari, dan kerap merasa kelelahan.

Insomnia bisa disebabkan karena faktor gaya hidup, keadaan kamar tidur yang tidak mendukung dan tidak nyaman, gangguan psikologi, gangguan kesehatan fisik, atau karena efek samping obat-obatan. Pengobatan yang dilakukan pada kondisi ini disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

Narkolepsi Kondisi ini melibatkan kelainan pada saraf yang mempengaruhi kendali seseorang atas waktu tidur dan bangun. Orang yang mengalami narkolepsi akan mengalami gejala-gejala seperti:

  • Merasa mengantuk pada siang hari.
  • Berhalusinasi (kondisi ketika seseorang mengalami khayalan yang terasa jelas dan bisa menakutkan).
  • Kelumpuhan tidur (kondisi ketika terjadi ketidakmampuan untuk bergerak atau bicara saat hampir tertidur atau ketika akan bangun dari tidur). Kelumpuhan ini berlangsung selama beberapa menit.
  • Kelemahan otot secara tiba-tiba dan ketidakmampuan untuk mengendalikannya.

Tidak ada metode yang dapat menyembuhkan narkolepsi. Namun obat-obatan bisa diberikan untuk meredakan gejala yang muncul. Perubahan gaya hidup, seperti menghindari minuman keras, nikotin, kafein, dan makanan berat, pengaturan jadwal tidur dan makan, serta melakukan olahraga, juga bisa membantu memperbaiki kondisi ini.

Kelainan Ritme Sirkadian Kondisi ini terjadi ketika ritme sirkadian seseorang mengalami gangguan. Ritme sirkadian atau jam internal tubuh adalah jam biologis yang mengatur siklus di dalam tubuh manusia selama 24 jam. Ritme sirkadian inilah yang menentukan kapan kita terbangun dan kapan kita tertidur.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada ritme sirkadian tubuh adalah:

  • Sistem kerja shift.
  • Melintasi daerah antar zona waktu.
  • Pengaruh obat-obatan.
  • Kehamilan.
  • Gangguan mental.

Kelainan ritme sirkadian ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Tujuan dari pengobatan untuk kondisi ini adalah menetapkan jadwal tidur agar penderita bisa menyesuaikan diri dengan aktivitas kesehariannya.

Hipersomnia Ini adalah kondisi ketika seseorang tidur secara berlebihan atau mengalami kesulitan untuk tetap terjaga pada siang hari. Penderita hipersomnia bisa tertidur kapan saja, misalnya ketika bekerja atau mengemudi. Selain itu, mereka akan mengalami kekurangan energi dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

Hipersomnia disebabkan oleh:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Narkolepsi.
  • Penyalahgunaan minuman keras atau narkoba.
  • Kurang tidur di malam hari.
  • Cedera atau kelainan di kepala.
  • Depresi dan faktor keturunan.
  • Obat-obatan.

Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan. Selain itu, pasien akan disarankan untuk tidur lebih cepat dan menghindari minuman keras dan kafein sebelum tidur.

Restless Leg Syndrome Kondisi ini ditandai dengan adanya keinginan yang tidak bisa dijelaskan untuk terus menggerakkan kaki, yang terkadang disertai dengan sensasi kesemutan. Pada kebanyakan kasus, penyebab terjadinya restless leg syndrome tidak diketahui. Namun diduga bahwa faktor keturunan sangat berkaitan dengan kondisi ini.

Beberapa faktor lain yang diduga memicu terjadinya restless leg syndrome adalah:

  • Kehamilan. Umumnya terjadi di trimester ketiga.
  • Penyakit kronis, seperti defisiensi zat besi, gagal ginjal, penyakit Parkinson, diabetes, dan neuropati perifer.
  • Obat-obatan, seperti antiemetik, antidepresan, antipsikotik, dan antihistamin.

Mengigau pada fase REM (REM sleep behaviour disorder) Rapid eye movement (REM) adalah suatu fase nomal dalam tidur, di mana kita mengalami mimpi. REM yang normal tidak menyebabkan kita mengigau, namun pada REM sleep behaviour disorder, mimpi yang dialami begitu jelas dan seringkali tidak menyenangkan, diikuti dengan igauan berupa kata-kata serta gerakan tangan dan kaki.

Parasomnia Parasomnia ada sekelompok gangguan tidur yang ditandai dengan gerakan atau kebiasaan yang tidak normal. Gangguan tidur (sleep disorder) yang termasuk dalam parasomnia adalah:

  • Mimpi buruk. Ini adalah kejadian pada malam hari yang bisa menimbulkan perasaan takut, kengerian, dan kecemasan. Mimpi buruk bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya sakit, rasa cemas, efek negatif dari obat-obatan, kehilangan orang yang disayangi, dan sebagainya.
  • Tidur berjalan. Ini adalah kondisi ketika seseorang akan berdiri dan berjalan selagi mereka tidur. Mata seseorang yang tidur berjalan biasanya akan terlihat terbuka. Jika ditanya, dia mungkin akan merespons dengan lambat atau tidak merespons sama sekali. Kondisi ini bisa disebabkan oleh jam tidur yang kacau, stres, mabuk, atau karena mengonsumsi obat-obatan penenang.
  • Lumpuh tidur atau ketindihan. Ini adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa bergerak meskipun sudah terbangun atau sadar dari tidurnya. Lumpuh tidur biasanya muncul ketika seseorang sedang berada di antara fase terbangun dan tidur. Lumpuh umumnya berlangsung selama beberapa detik atau menit.
  • Menggeretakkan gigi. Ini adalah kondisi ketika seseorang suka menggeretakkan gigi atau mengancingkan rahang ketika tidur. Meskipun umum terjadi, namun penyebabnya tidak diketahui. Risiko ini meningkat jika seseorang mengalami situasi yang melelahkan, menderita apnea tidur, atau kehilangan gigi. Pelindung gigi bisa digunakan untuk mencegah kondisi ini.
  • Mengompol. Ini merupakan kondisi ketika seseorang tidak bisa menahan kencing pada malam hari. Mengompol yang terjadi pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh infeksi saluran kencing, diabetes, gangguan saraf, gangguan emosi, atau kelainan struktur tubuh.
  • Mengigau. Kondisi ketika seseorang berbicara atau mengeluarkan suara saat sedang tidur. Mengigau, atau sleep talking (somniloquy) sangat umum terjadi, dan seringkali tidak dianggap sebagai suatu kelainan.

Gangguan Tidur pada Anak-anakAnak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur setidaknya sembilan jam tiap harinya. Terganggunya jam tidur anak-anak dapat mempengaruhi performa mereka di sekolah, hubungan sosial, dan kegiatan ekstrakurikuler mereka. Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untuk memperbaiki kualtias tidur anak:

  • Berikan rutinitas waktu tidur yang menenangkan untuk anak, misalnya membacakan dongeng atau memandikan mereka dengan air hangat sebelum tidur.
  • Tentukan waktu tidur yang pasti, baik pada hari sekolah maupun akhir pekan, dan jangan melakukan banyak
  • Matikan semua peralatan elektronik, seperti TV, komputer, ponsel, dan radio, satu jam sebelum jam tidur.
  • Jangan beri mereka makan dalam porsi besar jika sudah mendekati jam tidur.
  • Makanan atau minuman yang mengandung kafein sebaiknya tidak diberikan kurang dari enam jam sebelum jam tidur.
  • Tidurkan bayi dan anak-anak di kasur mereka saat mereka mulai merasa lelah dengan mata yang masih terjaga. Jangan menidurkan mereka di pangkuan atau di kasur lainnya.
  • Pastikan suhu kamar tidur terasa sejuk dan redup.
  • Cegah kebisingan di sekitar rumah.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT