Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Ventricular Tachycardia

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Ventricular tachycardia atau takikardia ventrikel adalah suatu kondisi ketika bilik jantung (ventrikel) berdetak sangat cepat, yaitu lebih dari 100 kali per menit, dengan minimal 3 detak abnormal berturut-turut. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada kelistrikan jantung, biasanya terjadi pada kelainan jantung, seperti kardiomiopati dan penyakit jantung koroner.

Denyutan yang sangat cepat ini mengganggu pengisian ventrikel jantung oleh darah yang akan dipompa ke seluruh tubuh, karena waktu pengisian menjadi sangat pendek. Meski umumnya hanya berlangsung dalam waktu singkat dan tidak menimbulkan gejala, takikardia ventrikel juga bisa berlangsung lebih panjang dan disertai gejala seperti kepala yang terasa ringan (pening), pusing, hingga pingsan.

Takikardia ventrikel yang tidak segera ditangani karena dapat berkembang menjadi fibrilasi ventrikel. Kondisi ini berbahaya dan merupakan penyebab utama henti jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak.

Jenis takikardia ventrikel berdasarkan lamanya serangan, irama jantung, dan kemampuan jantung untuk memompa darah, adalah sebagai berikut:

  • Nonsustained atau tidak berkelanjutan, di mana takikardia langsung berhenti dan kembali normal tanpa menyebabkan gangguan aliran darah yang berarti.
  • Sustained atau berkelanjutan, yaitu takikardia yang berlangsung lebih dari 30 detik, menyebabkan menurunnya aliran darah.
  • Monomorphic yaitu masing-masing denyut jantung memiliki pola yang sama dengan denyut selanjutnya.
  • Polymorphic yaitu pola denyut jantung yang berubah-ubah.

Penyebab Ventricular Tachycardia

Detak dan irama jantung dipicu dan diaturoleh rangsangan listrik jantung. Ketika terjadi gangguan dalam proses hantaran listrik, di mana sinyal listrik dikirimkan terlalu cepat dari yang seharusnya, jantung akan berkontraksi lebih cepat dari normal. Kondisi inilah yang disebut dengan takikardia ventrikel.

Kontraksi yang terlalu cepat ini akan menyebabkan ventrikel jantung tidak memiliki cukup waktu untuk terisi oleh darah untuk dipompa keluar dari jantung. Akibatnya, darah yang dipompa pun menurun jumlahnya dan kebutuhan darah di seluruh bagian tubuh tidak dapat terpenuhi.

Penyebab takikardia ventrikel tidak selalu dapat diidentifikasi. Namun, pada hampir sebagian besar kasus, takikardia ventrikel ini disebabkanolehgangguan jantung yang sudah ada atau pernah terjadi sebelumnya. Gangguan jantung yang dimaksud antara lain:

  • Kardiomiopati, yaitu melemahnya otot jantung.
  • Penyakit jantung iskemik atau penyakit jantung koroner, yaitu kondisi yang dipicu oleh kurangnya aliran darah ke pembuluh darah koroner
  • Kelainan struktur jantung, akibat serangan jantung.
  • Gagal jantung, yaitu kondisi di mana jantung sangat lemah sehingga tidak bisa memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh.
  • Cacat jantung bawaan.
  • Miokarditis.
  • Obat-obatan tertentu, seperti dekongestan, obat diet, narkoba, dan obat-obat antiaritmia.
  • Konsumsi kafein dan alkohol yang berlebihan.
  • Olahraga yang terlalu intensif.

Selain faktor pemicu di atas, terdapat beberapa jenis takikardia ventrikel yang diturunkan secara genetik, yaitu:

  • Arrhythmogenic right ventricular tachycardia, yaitu takikardia yang disebabkan oleh adanya gangguan irama pada bilik kanan jantung.
  • Catecholaminergic polymorphic ventricular tachycardia, yaitu takikardia yang disebabkan oleh aritmia ventrikel, dipicu oleh stres fisik maupun emosional, tanpa ditemukan adanya kelainan pada struktur jantung.

Gejala Ventricular Tachycardia

Beberapa gejala takikardia ventrikel yang perlu dikenali adalah:

  • Palpitasi, yakni rasa berdebar yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman.
  • Sesak napas.
  • Dada terasa nyeri atau tertekan.
  • Pening atau terasa melayang.
  • Hampir pingsan atau pingsan(syncope)
  • Denyut nadi melemah atau bahkan tidak teraba.

Walau tidak selalu menunjukkan gejala, takikardia ventrikel yang bisa berlangsung singkat maupun lama harus tetap diwaspadai karena dapat berkembang menjadi fibrilasi ventrikel, suatu kondisi yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Diagnosis Ventricular Tachycardia

Pemeriksaan fisik dilakukan sebagai pemerksaan awal untuk memeriksa denyut nadi, tekanan darah, dan mendengarkan suara serta irama jantung.

Pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat dilakukan pada takikardia ventrikel:

  • Elektrokardiogram (EKG). Untuk mengukur aktivitas kelistrikan Pemasangan EKG portable selama 24 jam untuk merekam denyut jantung mungkin diperlukan untuk mendapat hasil yang lebih akurat.
  • MRI Jantung. Untuk mendapatkan gambaran detail jantung, dengan menggunakan gelombang magnet.
  • Ekokardiografi transesofagus. Menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dimasukkan melalui kerongkongan untuk mendapatkan gambaran katup jantung dan struktur jantung yang lebih detail.
  • Angiogram. Untuk mengetahui bagian jantung mana yang tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup.
  • Studi elektrofisiologi. Untuk menemukan area tertentu pada jantung yang menyebabkan naiknya rangsangan listrik penyebab takikardia ventrikel.

Pengobatan Ventricular Tachycardia

Pada kasus gawat darurat, penanganan takikardia ventrikel dilakukan dengan resusitasi jantung paru (CPR), defibrilasi listrik (memberikan sengatan listrik yang berasal dari defribilator), dan obat antiaritmia.

Penanganan takikardia ventrikel jangka panjang, selain bertujuan untuk mengembalikan detak jantung normal, juga untuk mencegah serangan terjadi lagi, serta mencegah komplikasi. Tindakan yang dapat diakukan adalah:

  • Pemasangan alat yang bernama implantable cardioverter-defibrillator (ICD) di dalam dada atau area perut untuk membantu mengembalikan irama jantung ke kondisi normal.
  • Prosedur ablasi dengan menggunakan frekuensi radio (radiofrequency ablation). Prosedur ini menggunakan arus listrik yang berasal dari gelombang radio untuk menghancurkan titik area pada jaringan jantung yang menyebabkan gangguan irama.
  • Terapi sinkronisasi ulang jantung (cardiac-resynchronization therapy) melalui pemasangan sebuah alat yang akan mengatur denyut jantung.

Pemberian obat antiaritmia. Untuk mencegah agar jangan sampai gangguan serupa terjadi lagi.

Pencegahan Ventricular Tachycardia

Menjaga kesehatan jantung memiliki dampak yang besar bagi kesehatan pada umumnya. Tidak hanya dapat mencegah terjadinya takikardia ventrikel, namun dapat juga mengurangi risiko penyakit jantung lainnya. Mengubah gaya hidup dan pola makan, berolahraga, dan mengurangi kelebihan berat badan merupakan langkah awal yang bisa dilakukan.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan lainnya:

  • Menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap dalam batasan normal.
  • Tidak menggunakan obat terlarang, seperti kokain.
  • Menggunakan obat bebas sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Berhenti merokok.
  • Membatasi konsumsi alkohol dan kafein.
  • Mengendalikan stres.
  • Melakukan pemeriksaan rutin dan menjalani rencana pengobatan sesuai dengan kondisi yang dimiliki dan anjuran dokter.

Komplikasi Ventricular Tachycardia

Komplikasi takikardia ventrikel, dan juga takikardia secara umum, bergantung kepada gangguan jantung lain yang diderita. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Berkurangnya kemampuan jantung dalam memompa darah dalam jumlah yang memadai (gagal jantung).
  • Sering pingsan.
  • Penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.
  • Henti jantung yang berujung pada kematian mendadak.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT