Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Varises Esofagus

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Varises esofagus adalah pembesaran abnormal vena yang terletak pada esofagus. Esofagus merupakan pipa yang menghubungkan kerongkongan dan lambung.

Varises terjadi ketika katup vena melemah atau rusak dan dinding vena menjadi renggang. Sementara, varises esofagus akan muncul apabila aliran darah menuju hati terhalang oleh penggumpalan atau jaringan parut pada hati. Penyumbatan inilah yang memicu adanya aliran darah ke pembuluh darah yang berukuran kecil di sekitarnya.

Jika pembuluh darah kecil tersebut pecah dan mengakibatkan pendarahan, komplikasi ini sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Ukuran varises dan risiko pendarahan tersebut dipengaruhi oleh tekanan darah pada sistem portal hati.

Gejala-gejala Varises Esofagus

Secara umum, varises esofagus tidak menyebabkan gejala. Namun, ketika pembuluh darah tersebut bocor atau pecah dan terjadi pendarahan, pengidap varises esofagus akan mengalami:

  • Sakit perut.
  • Muntah darah dengan volume yang signifikan.
  • Tinja berwarna hitam, seperti ter, dan disertai darah.
  • Sakit saat menelan.
  • Mengalami gejala-gejala gangguan hati, misalnya sakit kuning, mudah mengalami pendarahan atau lebam, serta penumpukan cairan dalam perut.
  • Pucat.
  • Hipotensi.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Penurunan volume urine.
  • Linglung dan bahkan kehilangan kesadaran.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut (khususnya indikasi penyakit hati), segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang pasti serta penanganan secara seksama.

Sementara pendarahan pada varises esofagus termasuk kondisi medis darurat yang berpotensi mengancam jiwa. Karena itu, kondisi ini harus ditangani sesegera mungkin di rumah sakit.

Penyebab dan Faktor Risiko Varises Esofagus

Varises esofagus disebabkan oleh hipertensi portal, yaitu tekanan darah tinggi pada vena portal yang membawa darah ke hati. Tekanan tersebut akan menyebabkan darah mengalir ke pembuluh darah lain yang berukuran lebih kecil yang tidak mampu menampung darah dalam jumlah banyak. Ini dapat mengakibatkan pembuluh darah pecah dan berbahaya bagi penderitanya. Terdapat sejumlah faktor dan kondisi kesehatan yang dapat memicu terjadinya hipertensi portal. Contohnya meliputi:

  • Komplikasi dari berbagai gangguan hati, seperti trombosis vena portal, sirosis, hepatitis akut, serta fibrosis hepatik bawaan. Sebagian besar varises esofagus terjadi pada pengidap penyakit hati kronis.
  • Kekurangan gizi.
  • Konsumsi minuman keras jangka panjang.
  • Peningkatan tekanan dalam perut.
  • Konsumsi obat anti inflamasi non steroid.
  • Infeksi bakteri.

Diagnosis Varises Esofagus

Semua pengidap gangguan hati, khususnya sirosis, dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan rutin. Selain mencegah, langkah ini juga berfungsi untuk mendeteksi keberadaan varises esofagus sedini mungkin. Beberapa metode pemeriksaan yang mungkin dianjurkan adalah:

  • Endoskopi.
  • CT scan dan USG pada bagian perut.
  • Rontgen dada.
  • Tes darah guna mengecek jumlah hemoglobin serta platelet.

Pengobatan Varises Esofagus

Tujuan utama penanganan varises esofagus adalah untuk mencegah pendarahan. Menurunkan tekanan darah pada vena portal merupakan langkah utama dalam penanganan ini. Berikut adalah beberapa cara yang mungkin dianjurkan oleh dokter:

  • Obat-obatan untuk menurunkan tekanan pada vena portal, seperti beta blockers.
  • Pengikatan varises. Dokter akan menggunakan gelang karet khusus untuk mengikat varises.

Apabila terjadi pendarahan, pasien membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Langkah-langkah penanganan medis untuk mengatasi kondisi ini meliputi:

  • Pengikatan varises menggunakan gelang karet khusus.
  • Obat-obatan untuk memperlambat aliran darah ke vena portal.
  • Mengalihkan aliran darah dari vena portal melalui prosedur Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt (TIPS) jika pengikatan varises tidak cukup untuk mengatasi pendarahan.
  • Sclerotherapy, yaitu proses penyuntikan cairan pembeku darah langsung ke dalam varises.
  • Transfusi darah untuk menggantikan darah yang terbuang sekaligus mengendalikan pendarahan.
  • Mencegah infeksi dengan antibiotik.
  • Operasi pengangkatan varises yang mengalami pendarahan. Ini dilakukan jika TIPS tidak efektif.
  • Prosedur pembedahan pada esofagus. Dalam operasi ini, esofagus akan disayat lalu ditutup kembali setelah varises yang mengalami pendarahan selesai diangkat.
  • Transplantasi hati bagi pengidap penyakit hati stadium lanjut.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT