Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Folikulitis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel rambut, yaitu lubang kecil pada kulit tempat rambut tumbuh. Karena itu, penyakit ini tidak akan muncul pada telapak tangan atau telapak kaki.

Inflamasi ini termasuk salah satu penyakit kulit yang umum dan biasanya tidak serius. Berikut adalah beberapa jenis folikulitis yang dikategorikan berdasarkan penyebabnya:

  • Folikulitis pseudomonas, jenis folikulitis yang dialami oleh orang yang sering berendam dalam air hangat. Penyakit ini bisa muncul akibat air yang kurang bersih sehingga memicu pertumbuhan bakteri.
  • Sycosis barbae, yaitu folikulitis kronis pada bagian wajah yang ditumbuhi jenggot.
  • Folikulitis gram-negatif akibat penggunaan antibiotik jangka panjang untuk mengatasi jerawat.
  • Pseudo-folliculitis atau folikulitis palsu. Kondisi kulit ini mirip dengan folikulitis, tapi tidak bernanah. Infeksi ini disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam.

Gejala-gejala Folikulitis

Pada folikel rambut yang mengalami peradangan akan muncul benjolan-benjolan kecil (mungkin sebesar jerawat) yang berisi nanah dan memiliki titik kuning pada bagian tengah. Benjolan tersebut terkadang pecah kemudian mengering dan membentuk koreng.

Di samping benjolan, kulit umumnya akan memerah dan menjadi sensitif atau terasa sakit. Sensasi terbakar dan gatal juga terkadang menyertai munculnya folikulitis.

Folikulitis yang ringan jarang membutuhkan penanganan khusus dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, periksakanlah diri Anda ke dokter jika gejala tidak kunjung sembuh atau bertambah parah.

Penyebab di Balik Folikulitis

Penyebab utama folikulitis adalah infeksi pada folikel yang sebagian besar dipicu oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut biasanya berada dalam hidung dan umumnya tidak mengganggu kesehatan.

Namun jika folikel mengalami kerusakan, bakteri bisa masuk ke folikel rambut dan memicu infeksi. Sejumlah faktor yang umumnya menyebabkan kerusakan pada folikel rambut adalah:

  • Bercukur.
  • Beberapa jenis kondisi kulit, seperti jerawat dan dermatitis.
  • Gesekan pada kulit akibat pakaian yang ketat.
  • Keringat yang berlebihan.
  • Penggunaan steroid oles pada wajah.
  • Kulit yang panas dan lembap, contohnya saat mengenakan sarung tangan karet atau sepatu bot.

Selain bakteri, folikulitis juga mungkin dipicu oleh infeksi akibat jamur maupun virus.

Faktor-faktor Risiko Folikulitis

Inflamasi ini bisa menyerang semua orang dari segala usia. Meski demikian, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko folikulitis pada sebagian orang. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Pernah mengalami kerusakan kulit, misalnya karena luka.
  • Rentan terhadap infeksi, misalnya karena mengidap sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat HIV.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Berendam dalam air yang tidak bersih.

Mencukur rambut atau kumis atau jenggot, berjerawat, sedang mengonsumsi obat antibiotik jangka panjang, menggunakan salep steroid, dan sering memakai baju atau celana yang sifatnya memerangkap keringat dan panas; hal-hal ini bukan saja menyebabkan kerusakan folikel rambut tapi juga meningkatkan risiko terjadinya folikulitis.

Proses Diagnosis Folikulitis

Folikulitis dapat didiagnosis melalui kondisi kulit pasien (khususnya benjolan yang muncul). Riwayat kesehatan pasien juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan diagnosis.

Dokter akan mengambil sampel nanah jika inflamasi tetap berlanjut meski pasien sudah menjalani pengobatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jenis bakteri yang memicu infeksi.

Langkah Pengobatan Folikulitis

Metode pengobatan untuk folikulitis ditentukan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien. Folikulitis yang termasuk ringan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam 1 minggu hingga 10 hari sehingga jarang yang membutuhkan penanganan khusus. Anda bisa mengoleskan krim pelembap dengan kandungan antibakteri.

Ada juga beberapa cara sederhana lain yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu pemulihan dan mencegah inflamasi yang bertambah parah, seperti membersihkan kulit yang mengalami infeksi dengan sabun antibakteri, jangan mengenakan pakaian yang ketat, dan hindari bercukur pada kulit yang terinfeksi. Kompres air hangat juga akan bermanfaat.

Sementara pada folikulitis yang parah, tidak kunjung sembuh, atau kambuhan biasanya akan ditangani dengan beberapa obat oles dan obat minum. Sejumlah obat-obatan yang mungkin dianjurkan oleh dokter adalah antibiotik, obat antijamur, dan obat untuk mengurangi inflamasi.

Komplikasi Akibat Folikulitis

Folikulitis jarang menyebabkan komplikasi. Namun jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan seksama, penyakit ini dapat kambuh berulang kali dan berpotensi memicu komplikasi seperti:

  • Infeksi yang menyebar.
  • Terbentuknya bisul-bisul di bawah lapisan kulit.
  • Bercak-bercak infeksi pada kulit yang luas dan terasa gatal.
  • Kerusakan kulit (seperti bekas luka atau jaringan parut atau flek hitam), kerusakan folikel, dan kebotakan permanen.

Langkah Pencegahan Folikulitis

Dalam pencegahan folikulitis, menjaga kebersihan kulit merupakan langkah utama. Contohnya dengan cara:

  • Menjaga kelembapan kulit.
  • Memastikan agar kulit tetap kering dan sehat.
  • Berhati-hatilah saat bercukur. Gunakan krim, sabun, atau jel sebagai pelicin agar kulit tidak luka. Jangan lupa memakai pelembap setelahnya.
  • Hindari penggunaan rutin produk-produk antiseptik karena dapat membuat kulit kering.
  • Hindari pakaian yang ketat.
  • Pastikan kebersihan air yang digunakan untuk berendam.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT