Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Flu Singapura

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Pengidap flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha.

Gejala Flu Singapura

Masa inkubasi flu Singapura berlangsung kurang lebih satu minggu sebelum munculnya tanda dan gejalanya, yaitu:

  • Demam tinggi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Ruam merah
  • Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Batuk.

Umumnya, penyakit flu Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul tukak atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat Anda kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Tidak lama setelahnya, ruam muncul di sekitar telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.

Kebanyakan kasus flu Singapura, penderita tidak membutuhkan bantuan medis, karena gejala-gejala penyakit akan mereda dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari tanpa penanganan apa pun. Tapi jika penderita mengalami dehidrasi, gejala tidak membaik dalam waktu satu minggu, dan muncul gejala fisik lainnya, segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab Flu Singapura

Kelompok virus bernama enterovirus A yang menjadi penyebab flu Singapura. Virus coxsackie A16, A6, A10, dan enterovirus 71 adalah jenis-jenis enterovirus A yang paling sering menyebabkan munculnya flu Singapura.

Virus jenis ini menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Akan tetapi sebelum virus menyebar ke organ-organ vital, sistem imunitas tubuh akan mengendalikannya.

Sumber utama penyebaran kelompok virus ini adalah melalui mulut. Penyebaran flu Singapura dari satu orang ke orang lain adalah kontak langsung dengan penderita, melalui:

  • Cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin.
  • Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.
  • Cairan yang berasal dari luka melepuh.
  • Permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran penderita (tinja).

Diagnosis Flu Singapura

Tanda dan gejala flu Singapura bisa disebabkan oleh berbagai macam virus. Terdapat beberapa hal yang bisa membedakan gejala flu Singapura dengan penyakit lainnya, yaitu:

  • Pola dari gejala yang terjadi. Urutan terjadinya gejala-gejala bisa menentukan apakah seseorang tertimpa flu Singapura atau tidak. Gejala flu Singapura biasanya dimulai dengan demam dan sakit tenggorokan. Kemudian diikuti munculnya luka-luka di mulut, serta ruam pada tangan dan kaki.
  • Usia pasien. Flu Singapura umumnya terjadi pada anak berusia di bawah 10 tahun.
  • Bentuk dan ukuran luka. Ukuran luka bisa membedakan flu Singapura dari penyakit lainnya. Flu Singapura punya ukuran luka lebih kecil dari cacar.

Hasil evaluasi beberapa hal di atas biasanya cukup untuk menjadi bahan diagnosis dokter. Namun jika masih belum yakin, dokter biasanya akan mengambil sampel cairan (dari kulit, tenggorokan, atau rektum), darah, atau tinja untuk diteliti di laboratorium.

Pengobatan dan Pencegahan Flu Singapura

Umumnya, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendiri setelah kurang lebih satu minggu. Flu Singapura disebabkan oleh virus, jadi Anda tidak bisa mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Namun, Anda bisa melakukan beberapa perawatan sendiri untuk meredakan gejala-gejalanya:

  • Untuk meredakan rasa nyeri dan demam, berikan paracetamol atau ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada penderita anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, karena berisiko menimbulkan penyakit sindrom Reye.
  • Beristirahat secukupnya dan berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
  • Jangan memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih. Berikan makanan lunak dan juga sup, karena kondisi ini akan membuat mereka kesulitan dalam menelan.
  • Menjaga kebersihan tubuh dapat mengurangi risiko penyebaran virus Flu Singapura. Menggunakan antiseptik yang mengandung povidone – iodine dapat mencegah dan mengatasi terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri. Menurut sebuah penelitian, povidone – iodine dapat membunuh 99.99% virus HMFD/Flu Singapura dalam waktu 15 detik. Antiseptik povidone – iodine tersedia dalam bentuk larutan untuk kulit maupun larutan kumur, sehingga dapat digunakan untuk luka gesek atau luka garukan pada lepuh flu Singapura yang umumnya ditemukan di mulut, tangan atau kaki.

Untuk mengurangi risiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Mengisolasi penderita flu Singapura. Flu Singapura sangat mudah menular, oleh karena itu penderitanya disarankan untuk diisolasi hingga sembuh.
  • Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus. Bersihkan area-area yang dicurigai terkjontaminasi virus (pakaian, seprei, meja, peralatan makan) menggunakan air dan sabun.
  • Jagalah kebersihan tangan. Bersihkan tangan dengan menggunakan antiseptik, seperti larutan yang mengandung povidone – iodine. Selain membunuh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi sekunder, povidone – iodine juga memiliki efek mematikan virus (virucidal) yang lebih luas daripada antiseptik jenis lain. Cucilah tangan secara rutin, khususnya setelah BAB, setelah mengganti popok anak, setelah menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Ajarkan pada anak bagaimana menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri, sebab anak-anak di bawah 10 tahun rawan tertular flu Singapura.
  • Hindari berbagi peralatan maupun mencium anak yang sedang menderita flu Singapura.

Komplikasi Flu Singapura

Ada beberapa komplikasi flu Singapura, tapi memang jarang terjadi. Beberapa komplikasi flu Singapura adalah:

  • Dehidrasi. Luka yang muncul pada rongga mulut dan tenggorokan bisa mempersulit penderita untuk minum cairan, yang bisa membuatnya mengalami dehidrasi.
  • Meningitis virus. Virus penyebab flu Singapura bisa mengakibatkan meningitis virus, jika virus tersebut bisa masuk ke otak. Meningitis virus adalah infeksi selaput yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Akan tetapi, komplikasi ini jarang terjadi.
  • Ensefalitis. Ini adalah komplikasi paling serius dan paling jarang terjadi dari flu Singapura. Ensefalitis merupakan infeksi virus yang menyebabkan jaringan otak membengkak dan meradang. Ensefalitis juga bisa menyebabkan kerusakan otak cukup parah, dan akhirnya berujung pada kematian.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT