Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Flu

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru). Gejala-gejala flu yang biasa dirasakan di antaranya adalah demam, sakit kepala, batuk-batuk, pegal-pegal, nafsu makan menurun, dan sakit tenggorokan.

Masa inkubasi virus flu termasuk singkat. Anda akan mengalami gejala hanya dalam waktu satu hingga tigahari setelah pertama kali terinfeksi. Masa di mana flu paling menular adalah di hari ketika gejala mulai muncul hingga tiga atau tujuh hari berikutnya.

Banyak yang mengira flu serupadengan pilek karena kemiripan gejalanya, namunanggapan ini tidak tepat. Jenis virus yang menyebabkan flu berbeda dengan pilek biasa. Selain itu, flu cenderung memiliki masa inkubasi yang lebih singkat dengan gejala yang lebih parah sehingga dapat menghambat rutinitas penderita. Sedangkan pilek umumnya muncul secara bertahap dengan gejala yang lebih ringan sehingga tidak terlalu berdampak kepada rutinitas penderita.

Langkah Pengobatan Flu

Penanganan dokter tidak dibutuhkanpada sebagian besar kasus flu, karena penyakit ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Beberapa langkah pengobatan mandiri yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah dengan istirahat secaracukup, banyak minum, danmenjaga tubuh agar tetap hangat.

Anda juga dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen yang dapat dibeli bebas di apotek untuk menurunkan demam serta mengurangi rasa sakit dan pegal. Anda tidak dianjurkan mengonsumsi antibiotik karena obat ini hanya diperuntukkan bagi kondisi yang disebabkan oleh bakteri, sedangkan penyebab flu adalah virus.

Komplikasi Akibat Flu

Flu jarang menyebabkan komplikasi serius. Meskipun begitu, risiko untuk terkena komplikasiinfeksi ini cukup tinggi di kalangan:

  • Anak-anak.
  • Ibu hamil.
  • Manula.
  • Penderita penyakit serius atau kronis seperti gagal jantung, penyakit paru-paru, atau diabetes.
  • Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, seperti penderita kanker dan HIV.

Langkah Pencegahan Flu

Virus flu dapat menular melalui butiran liur yang dikeluarkan oleh penderita ketika bersin atau batuk. Selain itu, benda-benda yang sudah terkontaminasi virus flu juga bisa menjadi media penularan.Langkah utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum makan. Bagi pengguna kendaraan umum, disarankan untuk memakai masker saat bepergian.

Langkah pencegahan flu lainnya adalah dengan vaksinasi. Tetapi cara ini hanya dianjurkan bagi mereka yang lebih rentan mengalami komplikasi flu.

Gejala flu biasanya akan mulai berkembang dalam kurun satu hingga tiga hari pasca terinfeksi virus. Beberapa gejala yang biasanya dialami adalah:

  • Demam.
  • Pegal-pegal.
  • Batuk kering.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Menggigil.
  • Sakit tenggorokan.
  • Bersin-bersin, hidung tersumbat, atau hidung beringus.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sulit tidur.

Sebagian besar penderita flu pulih dalam waktu kurang dari satu minggu.Meskipun begitu, sejumlah orang ada yang masih mengalami batuk atau rasa lelah hingga beberapa minggu ke depan.

Anda sebaiknya waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika:

  • Anda termasuk kategori orang-orang yang rentan mengalami komplikasi flu, seperti ibu hamil, manula, penderita penyakit kronis (penyakit paru-paru atau jantung), serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.
  • Gejala flu yang Anda alami sama sekali tidak berkurang, makin parah, atau justru tidak kunjung sembuh setelah tujuh hari.

Flu disebabkan oleh virus influenza yang dapat ditularkan baik secara langsung atau tidak langsung.

Salah satu contohpenularan langsung adalah ketika kita tanpa sengaja menghirup butiran air liur di udara yang dikeluarkan oleh penderita flu melalui bersin atau batuk. Contoh penularan langsung lainnya adalah ketika kita bersalaman dengan penderita flu setelah sebelumnya tangan mereka memegang mulut atau hidung.

Penularan tidak langsung umumnya diperantarai oleh benda-benda yang telah terkontaminasi virus. Kita bisa terinfeksi flu apabila memegang permukaan benda yang sebelumnya telah terkena percikan butiran liur penderita. Virus flu bisa bertahan hidup pada permukaan benda selama satu hari. Contoh-contoh benda yang sering menjadi media perantara penularan virus flu adalah gagang pintu, telepon, atau papan tombol komputer.

Flu biasanya tidak perlu ditangani oleh dokter.Anda bisa mengobati kondisi ini sendiri di rumah. Langkah-langkah pengobatan sederhana yang dapat Anda lakukandi antaranya adalah dengan cukup istirahat, mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, serta menjaga suhu tubuh tetap normal.

Meningkatkan konsumsi cairan merupakan langkah penting agar kita terhindar dari dehidrasi yang merupakan salah satu komplikasi dari flu. Ketika Anda flu dan mengalami dehidrasi, tubuh akan kehilangan gula, garam, dan cairan. Anda dapat mencoba meminum cairan yang mengandung gula dan elektrolit/ion untuk mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Selain langkah-langkah penanganan mandiri di atas, Anda juga dapat mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di pasaran apabila dibutuhkan, misalnya paracetamol atau ibuprofen. Kedua obat ini dapat menurunkan demam dan mengurangi pegal-pegal. Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi antibiotik karena obat ini hanya berfungsi untuk membunuh bakteri, bukan membunuh virus sebagai penyebab flu.

Ada beberapa kelompok orang yang rentan mengalami komplikasi akibat flu, di antaranya adalah wanita hamil, lansia, orang yang kekebalan tubuhnya rendah, serta penderita penyakit serius (misalnya gagal jantung). Karena itu, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus terhadap mereka yang berisiko.

Terdapat dua jenis antivirus saat ini banyak digunakan untuk mengatasi flu, yaitu oseltamivir dan zanamivir. Namun, manfaat serta efek samping kedua obat ini masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tamiflu terbukti kurang efektif dalam menurunkan risiko komplikasi akibat flu. Di samping itu, sekitar 50% penderita yang mengonsumsi obat ini menunjukkan gejala efek samping yang cukup serius, antara lain dampak pada persarafan, kondisi psikis, serta sistem pencernaan. Konsultasikan kepada dokter Anda untuk mendapatkan terapi yang tepat.

Flu umumnya sembuh tanpa menyebabkan komplikasi. Meskipun begitu, Anda disarankan untuk tetap berhati-hati karena sistem kekebalan tubuh saat menderita flu akan menurun sehingga lebih mudah tertular penyakit lain. Demikian pula dengan orang-orang yang lebih rentan mengalami komplikasi, seperti wanita hamil, lansia, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, serta penderita penyakit kronis (misalnya penyakit paru-paru).

Sejumlah komplikasi yang umum terjadi adalah:

  • Infeksi paru-paru. Jenis infeksi paru-paru yang paling sering dialami oleh penderita flu adalah bronkitis. Bronkitis merupakan infeksi di bagian saluran pernapasan utama yang disebut dengan bronkus. Pada beberapa kasus, komplikasi yang lebih parah dapat terjadi, contohnya adalah pneumonia (radang paru).
  • Perburukan gejala flu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan jangka panjang (kronis) seperti asma atau PPOK, gejala flu bisa menjadi lebih parah daripada orang normal.
  • Peningkatan gula darah pada penderita diabetes. Selain meningkatkan gula darah, flu juga berpotensi memicu terjadinya kondisi diabetik ketoasidosis pada penderita diabetes melitus tipe 1.
  • Kelahiran prematur. Pada ibu hamil, risiko untuk terjadi infeksi akibat flu akan meningkat. Flu juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur atau berat badan lahir bayi yang sangat rendah.

Di samping itu, ada beberapa jenis komplikasi lain yang juga bisa dipicu oleh flu. Di antaranya adalah pembengkakan amandel (tonsilitis), infeksi telinga, bronkitis, dehidrasi yang parah, serta meningitis.

Pada pengidap flu, dehidrasi juga berpotensi terjadi karena adanya rasa enggan untuk minum akibat sakit tenggorokan dan demam yang dirasakan. Selain orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, anak-anak juga rentan mengalami dehidrasi, khususnya yang berusia di bawah dua tahun.

Beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan flu adalah:

  • Menjaga kebersihan.
  • Selalu mencuci tangan, misalnya sebelum makan atau setelah bepergian.
  • Menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.
  • Memakai masker saat bepergian (terutama bagi pengguna kendaraan umum) atau ketika berada di sekitar penderita flu.
  • Memastikan tubuh menerima asupan vitamin dan gizi secaracukup dan seimbang.
  • Istirahat yang cukup.
  • Olahraga secara teratur.
  • Menjaga asupan cairan.

Vaksinasi Influenza

Vaksin influenza yang diberikan di Indonesia adalah vaksin influenza tipe A dan tipe B. Vaksin influenza ini mengandung virus tidak aktif dan diberikan dengan cara disuntikkan ke otot (intramuskular). Pemberian vaksin ini direkomendasikan bagi:

  • Semua orang yang berusia 65 tahun atau lebih.
  • Anak-anak dan dewasa dengan penyakit menahun seperti asma, diabetes, penyakit ginjal, dan anak dengan daya tahan tubuh lemah.
  • Orang yang sering terpapar virus influenza, misalnya tenaga kesehatan, orang yang tinggal serumah dengan penderita, serta pengasuh anak yang berusia 6-23 bulan.
  • Imunisasi influenza juga diberikan kepada anak yang sehat berusia 6-23 bulan.

Vaksinasi pada anak-anak bisa dilakukan sejak mereka berusia enam bulan dengan frekuensi pengulangan satu kali tiap tahun. Pada anak dan dewasa dengan daya tahan tubuh yang rendah, pemberian hanya diberikan sebanyak dua kali dengan selang satu bulan dari pemberian vaksin pertama.

Meskipun vaksin influenza direkomendasikan untuk hampir semua orang, terdapat beberapa kondisi tertentu yang tidak disarankan untuk menerima vaksin influenza, antara lain:

  • Orang yang mengalami reaksi alergi hebat (anafilaksis) pada pemberian vaksin sebelumnya.
  • Orang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan di bibir atau lidah, atau mengalami distres nafas atau pingsan.
  • Seseorang yang sedang mengalami demam tinggi.

Efek samping vaksin influenza di antaranya adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Sedangkan efek samping yang jarang terjadi adalah bersin-bersin, sesak napas, sakit pada telinga, dan gatal-gatal.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT