Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Entropion

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Entropion adalah suatu kondisi medis pada mata ketika kelopak mata (biasanya kelopak mata bawah) terlipat ke arah dalam sehingga membuat bulu mata bergesekan dengan permukaan mata (kornea). Gesekan tersebut bisa menyebabkan terjadinya iritasi, mata kemerahan, serta luka di kornea mata.

Entropion, atau yang disebut juga dengan retraksi kelopak mata, terjadi secara bertahap dan kemungkinan tidak akan menimbulkan gejala apapun pada stadium awal. Seiring berjalannya waktu, setiap pergerakan mata akan menimbulkan rasa sakit, dan luka pada kornea akan semakin parah.

Sebagian besar kasus entropion dialami oleh orang-orang lanjut usia (lansia), dan pada kondisi yang ringan, pengobatan seperti air mata buatan atau salep pelumas mata sudah cukup untuk meredakan gejala. Namun pada hampir sebagian besar kasus, operasi merupakan satu-satunya jalan untuk menyembuhkan entropion.

Apabila tidak diterapi, entropion dapat menyebbkan kerusakan permanen pada kornea, infeksi mata, atau bahkan kebutaan.

Penyebab Entropion

Berbagai kondisi yang menyebabkan kelemahan pada otot-otot penunjang bola mata berpotensi untuk menimbulkan entropion. Kondisi-kondisi tersebut antara lain adalah:

  • Proses penuaan. Faktor usia merupakan penyebab entropion yang paling umum. Seiring bertambahnya usia, otot-otot penunjang bola mata akan melemah, sehingga tendon menjadi longgar. Lemahnya otot dan tendon ini menyebabkan tepi kelopak mata menekuk ke arah dalam mata.
  • Trakoma adalah suatu infeksi menular pada mata akibat bakteri. Infeksi ini disebarkan melalui pemakaian handuk/kain secara bergantian. Trakoma akan menghasilkan jaringan parut di kelopak mata bagian dalam sehingga memicu terjadinya entropion.
  • Kondisi peradangan mata atau mata yang kering akan memicu penderita untuk mengurangi gejala ini dengan cara menggosok kelopak mata atau memejamkan mata. Kedua gerakan ini bisa menyebabkan pinggiran kelopak mata menekuk kaku ke arah dalam.
  • Kelainan bawaan. Kelainan bawaan yang dapat menyebabkan enteropion adalah adanya lipatan kulit tambahan di kelopak mata sehingga bulu mata mengarah masuk ke kornea.
  • Infeksi herpes pada mata atau Herpes Zoster Ophthalmicus (HZO) yang bisa berkembang menjadi berbagai gangguan, termasuk entropion.
  • Bekas luka atau jaringan parut. Jaringan parut pada kulit akibat terbakar bahan kimia, trauma, dan operasi dapat mengubah lengkung kelopak mata menjadi tidak normal, sehingga kelopak mata menekuk ke arah dalam.

Gejala Entropion

Gejala entropion yang timbul merupakan merupakan dampak dari pergesekan terus menerus antara bulu mata dan kelopak mata bagian luar dengan permukaan mata. Penderitanya mungkin akan merasakan tanda-tanda berikut:

  • Rasa mengganjal di mata
  • Iritasi atau sakit mata
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Menjadi sensitif terhadap cahaya dan angin
  • Mata mengeluarkan lendir kental
  • Pengelihatan berkurang

Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter mata untuk mencegah kerusakan kornea yang lebih parah.

Diagnosis Entropion

Sebelum melakukan pemeriksaan pada mata, dokter kemungkinan akan menanyakan beberapa penyebab yang mungkin terjadi, seperti riwayat cedera pada mata, sakit mata, atau riwayat terpapar bahan kimia.

Pada pemeriksaan fisik, dokter mungkin dan meminta penderita mengedipkan atau memejamkan matanya serapat mungkin. Dari situ dokter akan melihat posisi, kekuatan otot, serta elastisitas otot kelopak mata Anda. Dokter juga akan memeriksa jaringan di sekitar mata untuk mengecek tanda-tanda trauma, jaringan parut, atau kondisi lain seperti luka akibat prosedur operasi yang dilalui sebelumnya.

Selain itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan snap test. Pada pemeriksaan ini dokter akan mencubit kelopak mata Anda dan menariknya, kemudian dilepas untuk melihat seberapa cepat kelopak mata kembali ke posisi semua. Apabila kelenturan otot kelopak mata jauh menurun, kelopak akan kembali ke posisi semula dalam waktu yang lebih lama dari normal.

Pengobatan Entropion

Air mata buatan dan salep pelumas berguna membantu mengurangi gejala dari entropion. Selain itu, ada beberapa pilihan pengobatan sementara yang dapat digunakan untuk meredakan gejala dan mencegah perburukan penyakit, seperti:

  • Lensa kontak yang lunak – Lensa ini digunakan untuk melindungi kornea, mengurangi gejala, dan bisa diperoleh dengan atau tanpa resep dokter.
  • Perekat khusus kulit – Perekat berwarna bening bisa dilekatkan pada kelopak mata untuk mencegahnya menekuk ke arah dalam.
  • Botox – Suntikan botulinum toxin (botox) dalam jumlah kecil ke bagian dalam dari kelopak mata bisa membantu kelopak kembali ke kondisi semula. Suntikan mungkin perlu dilakukan beberapa kali dalam periode enam bulan.
  • Jahitan untuk mengembalikan kelopak yang terlipat – Prosedur ini akan memerlukan bantuan obat bius lokal sebelum dokter membuat jahitan di beberapa lokasi yang berdekatan dengan kelopak mata yang terlipat.

Namun, berbagai pilihan terapi di atas tidak berfungsi untuk menyembuhkan entropion. Pada sebagian besar kasus, operasi dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ini dan melindungi mata dari kerusakan. Jenis operasi yang dipilih pun disesuaikan dengan kondisi jaringan di sekitar mata serta penyebab entropionnya.

Jika penderita memiliki jaringan parut di bagian dalam kelopak mata, pernah trauma, atau dioperasi sebelumnya, maka dokter mungkin akan melakukan cangkok selaput lendir yang diambil dari jaringan di atap mulut. Jika entropion disebabkan oleh usia, maka dokter akan mengambil sebagian dari kulit di kelopak mata bawah dan membuat jahitan di sudut luar mata, tepatnya di ujung bawah kelopak mata bawah. Prosedur ini akan memendekkan sekaligus mengencangkan dan menguatkan otot dan tendon di area tersebut.

Biasanya setelah operasi, pasien akan memerlukan salep antibiotik untuk mata selama satu minggu dan kompres dingin secara berkala untuk mengurangi memar dan bengkak yang biasa muncul sesudahnya. Kelopak mata juga mungkin terasa seperti tertarik atau kencang namun kondisi ini akan membaik seiring proses penyembuhan berlangsung.

Jahitan biasanya akan diangkat satu minggu setelah operasi dilakukan, dan bengkak serta memar akan hilang dalam waktu dua minggu.

Komplikasi Entropion

Jika tidak segera diobati, entropion dapat menyebabkan iritasi, ulkus kornea, dan infeksi pada kornea mata yang akan meyebabkan gangguan penglihatan ringan hingga parah yang bersifat permanen.

Pencegahan Entropion

Karena entropion merupakan kondisi yang tidak bisa dicegah maka yang bisa dilakukan adalah menjaga diri agar terhindar dari penyebab entropion, seperti infeksi trakoma. Risiko terkena infeksi trakoma akan tinggi jika Anda mengalami iritasi mata setelah berkunjung ke area yang rawan dengan penyakit trakoma. Segeralah periksakan kondisi mata untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Selain itu, gunakanlah alat pelindung mata ketika bekerja di area yang banyak menggunakan bahan kimia atau kondisi lain yang bisa membahayakan mata.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT