Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Ensefalopati

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Ensefalopati adalah istilah yang berarti kelainan atau penyakit otak. Istilah ini bukan hanya mengacu pada salah satu penyakit, melainkan menggambarkan berbagai disfungsi otak. Cakupan ensefalopati juga sangat luas, bisa berupa kerusakan otak yang bersifat sementara, kambuhan, atau bahkan permanen.

Sebagian besar ensefalopati memang tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, diagnosis dan penanganan sedini mungkin pada awal kemunculan gejala ensefalopati akan meningkatkan keefektifan langkah pengobatan. Penanganan yang tepat dan sesegera mungkin bisa membantu mengendalikan gejala atau bahkan menyembuhkan.

Gejala-gejala Ensefalopati

Semua orang dari segala usia bisa mengalami ensefalopati dengan gejalanya yang beragam. Gejala khasnya adalah perubahan kondisi kejiwaan yang umumnya meliputi kehilangan konsentrasi, gangguan koordinasi gerakan, serta kehilangan kemampuan daya pikir untuk memutuskan sesuatu.

Perubahan kondisi kejiwaan bisa terjadi perlahan-lahan dan secara bertahap, atau drastis dan dalam waktu singkat. Gejala atau tanda klinis lain, contohnya:

  • Kejang-kejang.
  • Tremor.
  • Lemah otot di salah satu bagian tubuh.
  • Sulit menelan atau bicara.
  • Bagian tubuh yang berkedut.
  • Koma.

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, pengidap sebaiknya segera ke rumah sakit agar bisa ditangani secepatnya. Terutama jika mengalami kejang-kejang, koma, atau lemah otot.

Penyebab dan Jenis Ensefalopati

Kelainan otak bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan kondisi. Berikut adalah beberapa jenis ensefalopati berdasarkan penyebabnya.

  • Ensefalopati bilirubin akibat tingginya kadar bilirubin di dalam tubuh.
  • Ensefalopati traumatik kronis akibat trauma atau cedera pada otak.
  • Ensefalopati glisin yang dipicu kadar glisin dalam otak yang terlalu tinggi.
  • Ensefalopati Hashimoto, yaitu kondisi autoimun yang menyerang kelenjar tiroid.
  • Ensefalopati hepatik akibat penyakit hati.
  • Ensefalopati hipertensif karena hipertensi.
  • Ensefalopati akibat otak yang kekurangan oksigen.
  • Ensefalopati uremik akibat gagal ginjal.
  • Ensefalopati Lyme sebagai komplikasi dari penyakit Lyme karena penyebaran infeksi bakteri dari kutu.
  • Ensefalopati statik yang merupakan kerusakan otak permanen. Kondisi ini terjadi akibat otak yang kekurangan oksigen. Misalnya pada janin yang terpajan kandungan alkohol.
  • Ensefalopati toksik metabolik akibat infeksi, toksin, atau gagal organ.
  • Ensefalopati menular (transmissible spongiform encephalopathies atau penyakit Prion) akibat zat menular berbahan protein yang disebut sebagai prion, yang dapat menyerang otak secara progresif. Contoh prion yang menyerang hewan menyebabkan penyakit sapi gila. Sedangkan prion yang menyerang pada manusia, misalnya penyakit Creutzfeldt-Jakob.
  • Ensefalopati Wernicke karena kekurangan vitamin B1.

Proses Diagnosis Ensefalopati

Sama seperti penyakit-penyakit lain, diagnosis ensefalopati diawali oleh dokter yang menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Jika dinilai membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya akan menganjurkan serangkaian tes yang berupa:

  • Tes darah lengkap untuk mengecek ada atau tidaknya potensi penyebab dasarnya, misalnya anemia, kekurangan vitamin, fungsi hati, kadar gula, serta infeksi.
  • X-ray.
  • CT dan MRI scan.
  • Tes pungsi lumbal untuk mengambil sampel cairan tulang belakang.

Pengobatan Ensefalopati

Pengobatan untuk ensefalopati bervariasi dan tergantung pada penyebabnya yang beragam. Langkah pengobatan bisa berupa pemberian obat-obatan serta suplemen hingga prosedur operasi, sesuai dengan jenis dan pemicu kondisi tersebut.

Apabila ensefalopati disebabkan oleh otak kekurangan oksigen, langkah penanganan yang dianjurkan adalah terapi oksigen. Sedangkan ensefalopati akibat gagal ginjal mungkin akan membutuhkan operasi transplantasi ginjal untuk mengatasinya.

Pencegahan Ensefalopati

Terdapat sebagian ensefalopati yang bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Misalnya, ensefalopati akibat gagal ginjal, metabolik, atau hipertensi.

Jenis-jenis ensefalopati tersebut bisa dihindari dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, teratur berolahraga, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT