Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Emfisema

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 22 kali

Emfisema adalah penyakit progresif jangka panjang pada paru-paru yang umumnya menyebabkan napas menjadi pendek. Jaringan paru-paru, yang berperan pada bentuk fisik paru-paru dan fungsi pernapasan, pada penderita emfisema sudah rusak.

Emfisema merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini digolongkan sebagai penyakit paru-paru obstruktif karena kerusakan jaringan paru-paru di sekitar saluran udara yang lebih kecil, bronkiolus. Kerusakan ini akan membuat bentuk fisik paru-paru tidak normal saat kita menghembuskan napas keluar. Bentuk abnormal ini akan mengganggu pertukaran udara kotor dan udara bersih, sehingga oksigen yang masuk dan karbondioksida yang keluar dari aliran darah di paru tidak maksimal.

Secara bertahap, kerusakan jaringan paru pada emfisema akan membuatnya kehilangan elastisitas. Kantung-kantung udara (alveoli) pada paru-paru penderita juga rusak. Elastisitas membantu kantung-kantung udara mengembang dan mengempis. Kehilangan elastisitas akan menyebabkan udara terperangkap di dalam kantung, sehingga mengurangi ruang untuk masuknya udara segar.

Gejala Emfisema

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Penderita bisa mengidap emfisema selama bertahun-tahun tanpa menyadari gejalanya. Gejala utama dari emfisema adalah napas pendek atau lebih dikenal dengan istilah sesak napas. Penderita kesulitan untuk menghembuskan napas keluar. Umumnya gejala ini akan yang berkembang secara bertahap.

Umumnya penderita mulai menghindari aktivitas yang menyebabkan sesak napas. Emfisema bahkan bisa menyebabkan napas pendek walaupun penderita sedang tidur.

Selain napas pendek, gejala-gejala umum enfisema lainnya adalah batuk dan suara mengi saat bernapas. Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala seperti:

  • Kemampuan untuk berolahraga dan menjalani aktivitas rutin menurun secara bertahap.
  • Napas pendek sehingga tidak bisa menaiki tangga.
  • Bibir dan kuku menjadi biru atau abu-abu.
  • Menjadi kurang awas secara mental.

Penyebab Emfisema

Penyebab utama terjadinya emfisema adalah asap rokok yang masuk ke paru-paru. Asap rokok dapat menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Menghancurkan jaringan paru-paru sehingga menimbulkan obstruksi.
  • Menyebabkan peradangan dan iritasi saluran pernapasan yang bisa memperburuk emfisema.
  • Melemahkan sel kekebalan tubuh di paru-paru, sehingga tidak efektif saat melawan bakteri atau membersihkan paru-paru dari partikel-partikel yang terkandung dalam rokok.

Selain asap rokok, ada beberapa penyebab lain enfisema yaitu:

  • Polusi udara, yang memberikan efek mirip seperti asap rokok pada paru-paru.
  • Kekurangan zat Alpha-1-antitrypsin, protein yang berfungsi melindungi struktur elastis pada paru-paru.
  • Usia. Jaringan paru-paru pada orang-orang lansia akan lebih rentan rusak sehingga bisa menyebabkan emfisema.

Diagnosis Emfisema

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Jika dicurigai menderita emfisema, maka dokter akan meminta pasien untuk menjalani beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa suara napas, detak jantung, dan kondisi fisik pasien secara umum.
  • Uji pencitraan, seperti sinar-X akan membantu untuk mengidentifikasi adanya perubahan pada paru-paru yang menandakan emfisema.
  • Tes darah, berfungsi untuk memeriksa kondisi zat Alpha-1-antitrypsin, mengecek adanya infeksi, dan melihat kemampuan paru-paru menyalurkan oksigen serta memindahkan karbon dioksida dari aliran darah.
  • Tes fungsi paru, akan memberikan dokter informasi mendetail tentang bagaimana fungsi paru-paru penderita berfungsi.

Pengobatan dan Pencegahan Emfisema

Sebelum menjalani pengobatan, biasanya dokter akan menyarankan semua penderita emfisema perokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Sebab, berhenti merokok bisa menghentikan efek kerusakan akibat emfisema.

Emfisema tidak dapat disembuhkan, namun penanganan dilakukan untuk meringankan gejala yang dirasakan penderita, serta memperlambat perkembangan penyakit. Penanganan emfisema ada beberapa jenis yaitu:

  • Obat-obatan. Dokter akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan seperti bronchodilator, mucolytic, steroid, dan antibiotik yang disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.
  • Terapi. Beberapa jenis terapi untuk penderita emfisema adalah rehabilitasi paru, suplemen oksigen, dan terapi nutrisi.
  • Pembedahan. Ada dua jenis pembedahan yang dilakukan bagi penderita emfisema parah yaitu pembedahan untuk mengurangi volume paru-paru dan transplantasi paru-paru. Transplantasi dilakukan hanya bila terapi yang lain gagal dan kerusakan paru sangat parah.

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah emfisema adalah menghentikan kebiasaan merokok. Jika tidak merokok, berusahalah sebisa mungkin untuk tidak menghirup asap rokok (menjadi perokok pasif).

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT