Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Eksim Atopik

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 23 kali

Eksim atopik atau yang disebut juga dengan dermatitis atopik adalah kondisi di mana kulit menjadi kering, pecah-pecah, gatal, dan berwarna kemerahan. Eksim atopik merupakan jenis penyakit jangka panjang (kronis) dan gejalanya dapat membaik lalu kembali menjadi parah. Ini biasanya terjadi dua atau tiga kali dalam satu bulan.

Eksim atopik merupakan bentuk eksim yang paling umum terjadi. Eksim sendiri merupakan kondisi peradangan di kulit yang ditandai dengan adanya kulit kering dan berwarna kemerahan, sedangkan kata atopik mengacu pada orang-orang yang cenderung memiliki alergi tertentu. Penderita eksim atopik ini berisiko mengalami kondisi atopik lainnya, seperti asma dan hay fever.

Beberapa jenis eksim lainnya adalah:

  • Dermatitis discoid, yaitu jenis eksim yang terjadi dengan bentuk lesi bulat atau oval.
  • Dermatitis verikosa, adalah jenis eksim yang paling sering mengenai bagian bawah kaki dan disebabkan masalah aliran darah melalui vena kaki.
  • Dermatitis kontak, merupakan jenis eksim yang terjadi saat tubuh mengalami kontak dengan zat tertentu.
  • Dermatitis dishidrotik (pompholyx), adalah jenis eksim yang menimbulkan luka lepuh kecil yang bisa pecah di sepanjang telapak tangan.
  • Dermatitis numularis, jenis eksim ini banyak menyerang wanita dan membentuk ruam merah berbentuk koin.
  • Dermatitis seboroik, adalah jenis eksim yang tumbuh di sisi hidung, alis, telinga dan kulit kepala.
  • Dermatitis stasis, yaitu jenis eksim yang membuat kulit menjadi keras dan meninggalkan ruam berwarna coklat.

Eksim atopik umumnya muncul pada anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan dapat menyerang dewasa. Eksim atopik biasanya menyerang orang yang memiliki sejarah keluarga penderita eksim, asma, hay fever dan kerusakan pelindung kulit yang menyebabkan cairan keluar dan bakteri dapat masuk ke dalam kulit. Eksim Atopik ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja, terutama di bagian kulit yang memiliki lipatan Beberapa tempat yang sering menjadi lokasi kemunculan eksim:

  • Wajah dan kulit kepala
  • Tangan (terutama jari tangan)
  • Bagian dalam siku
  • Bagian belakang lutut
  • Kaki

Kulit yang kering dan terasa sangat gatal bisa menjadi gejala awal kondisi ini. Kulit akan mengalami iritasi dan memerah ketika kita mulai menggaruk bagian kulit yang terasa gatal. Jika digaruk terlalu sering, maka kulit dari area yang gatal tadi menebal dan dapat melepuh serta mengeluarkan cairan. Terkadang area yang mengalami radang tersebut dapat terserang infeksi. Seluruh gejala seperti kulit kering, gatal-gatal, dan inflamasi akan muncul dan menghilang. Selama ini terjadi, lapisan kulit akan menebal sehingga kulit terasa kasar.

Tingkat keparahan penyakit ini sangat bervariasi. Bagi penderita eksim atopik yang ringan, hanya sebagian kecil kulit kering yang terkadang terasa gatal. Dalam kasus yang lebih parah, eksim atopik dapat menimbulkan ruam merah yang menyebar ke seluruh tubuh dan rasa gatal terus-menerus.

Penyebab Eksim Atopik

Eksim atopik sering disertai kondisi medis lain, seperti hay fever(alergi terhadap serbuk sari) dan asma. Hingga kini, penyebab sebenarnya belum diketahui.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa memperburuk gejala yang muncul akibat eksim atopik:

  • Menggaruk kulit sehingga kulit mengalami luka atau iritasi.
  • Kulit yang kering.
  • Infeksi bakteri dan virus.
  • Cuaca panas dan perubahan tingkat kelembapan.
  • Keringat tubuh.
  • Cairan pelarut, pembersih, sabun, dan deterjen.
  • Makanan seperti telur, susu, kacang, kedelai, dan ikan. Terutama dampaknya kepada bayi dan anak kecil.
  • Debu dan serbuk sari.
  • Asap rokok dan polusi udara.
  • Pakaian, selimut atau karpet dari bahan wol.

Tanpa memerlukan pengobatan khusus, setengah dari kasus eksim atopik akan menghilang dengan sendirinya. Eksim atopik umumnya menghilang saat anak menginjak usia di atas 10 tahun.

Pengobatan Eksim Atopik

Hampir sebagian besar penderita eksim atopik akan merasakan gejala yang kumat-kumatan, dan terkadang tanpa ada pencetus yang jelas. Untuk mengurangi gejala dan frekuensi kekambuhan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk:

  • Mencoba sebisa mungkin untuk tidak menggaruk area yang gatal. Apabila sudah tidak tertahankan, gosok daerah yang gatal dengan lembut tanpa menggunakan kuku.
  • Hindari paparan udara atau air yang terlalu panas ataupun terlalu dingin, karena kondisi yang ekstrem dapat memicu iritasi.
  • Gantilah sabun mandi Anda dengan sabun mandi yang mengandung pelembap (emolien).
  • Gunakanlah pakaian berbahan katun, karena lebih lembut untuk kulit.
  • Bilas baju setelah dicuci dengan deterjen hingga bersih, karena kandungan dalam deterjen diduga dapat mengiritasi kulit.

Pengobatan eksim atopik perlu dilakukan ketika kondisi ini sudah sangat parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Emolien dan krim kortikosteroid adalah langkah pengobatan utama eksim atopik.

Segera temui dokter jika mengalami kondisi-kondisi seperti di bawah ini:

  • Perawatan secara mandiri tidak bisa mengatasinya.
  • Kulit terasa sangat sakit.
  • Mengganggu posisi tidur atau kegiatan sehari-hari.
  • Kulit mulai terinfeksi, muncul nanah, memar kemerahan pada kulit
  • Anda merasa eksim atopik memengaruhi penglihatan.

Kebanyakan dari penderita eksim atopik mengalami kondisi ini sebelum usia lima tahun dan ada sebagian yang bertahan hingga usia remaja dan dewasa.

Berikut ini adalah gejala dari dermatitis atopik yang sering kali terjadi:

  • Gatal-gatal terutama pada malam hari.
  • Ruam merah dan tersebar karena menggaruk.
  • Luka melepuh yang dapat mengeluarkan cairan dan dapat menjadi luka terbuka saat digaruk.
  • Kulit pecah-pecah, kering, dan bersisik
  • Lesi melepuh yang mengeluarkan cairan dan membekas setelah digaruk.

Kulit dengan luka eksim yang parah rentan terinfeksi oleh bakteri. Oleh sebab itu, penderita dianjurkan untuk tidak menggaruk ruam yang terasa gatal. Periksakan diri atau anak Anda ke dokter ketika gejala gatal-gatal eksim mulai mengganggu konsentrasi dan kegiatan sehari-hari.

Hingga kini penyebab dasar eksim belum diketahui sepenuhnya. Diperkirakan, kombinasi faktor genetika dan beberapa faktor yang memicu terjadinya eksim atopik.

Faktor genetik atau keturunan memiliki peran dalam menyebabkan munculnya eksim atopik ini. Jika kedua orang tua menderita eksim atopik, delapan dari sepuluh anak akan mengalami kondisi yang sama. Tapi hingga saat ini belum diketahui dengan pasti gen mana yang menyebabkan eksim. Selain itu, beberapa faktor pemicu eksim atopik adalah:

  • Bahan-bahan yang menimbulkan iritasi seperti sabun, sampo, dan deterjen.
  • Perubahan hormon pada wanita pada saat kehamilan dan menjelang menstruasi.
  • Infeksi kulit.
  • Faktor lingkungan, seperti cuaca dingin dan kering, serta kelembapan,
  • Faktor alergen, seperti kutu, debu, bulu binatang, dan serbuk sari.
  • Bahan-bahan yang menyentuh langsung pada kulit, seperti wool dan bahan sintetik.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa memperburuk eksim atopik pada penderitanya:

  • Berkeringat. Ketika kita bekerja atau berolahraga dan mengeluarkan banyak keringat, ruam eksim bisa bertambah parah.
  • Stres dan kebiasaan menggaruk..
  • Penggunaan produk berparfum.
  • Terpajan asap polusi atau asap rokok.

Untuk mendiagnosis eksim atopik dapat dilakukan oleh dokter dengan memeriksa kondisi kulit dan juga membahas riwayat kesehatan Anda. Tidak diperlukan tes medis khusus untuk mendiagnosis kondisi ini.

Tes kulit (patch test) mungkin dilakukan untuk mengetahui faktor yang mungkin memicu munculnya kondisi ini atau yang memperparah gejala yang ada. Jika diketahui ada satu faktor pemicu munculnya eksim atopik, maka Anda perlu berusaha membuang atau menghindari pemicu itu dari menu makanan atau dari lingkungan di sekitar Anda.

Pengobatan yang dilakukan untuk eksim hanya untuk meredakan gejala yang muncul. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Jika bisa mengenali kondisi ini sejak awal, penanganan bisa secepatnya dilakukan.

Pengobatan utama yang digunakan untuk mengatasi gejala eksim atopik adalah obat oles steroid dan pelembap. Obat oles steroid digunakan saat terjadi ruam dan juga pembengkakan ketika kondisi ini kambuh. Sedangkan pelembap adalah jenis pengobatan yang bisa dilakukan sehari-hari untuk menangani gejala kulit kering.

Penanganan Eksim Atopik Secara Mandiri

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan sendiri untuk membantu meredakan gejala yang muncul akibat eksim atopik, yaitu:

  • Menjaga kulit tetap lembap. Gunakan pelembap dan mandi dengan air hangat selama 10 sampai 15 menit. Hindari penggunaan air panas.
  • Menghindari benda yang menyebabkan iritasi.Sabun dan parfum yang membuat kulit kering, pakaian dan kain yang membuat kulit terasa gatal.
  • Hindari benda-benda alergen. Kutu debu dan juga bulu binatang bisa menyebabkan alergi pada beberapa orang, cobalah menghindarinya untuk mencegah ruam bertambah parah.
  • Mengatasi rasa gatal. Eksim selalu menimbulkan rasa gatal pada kulit. Menggaruknya bisa memperburuk eksim atopik yang diderita dan berisiko membuat kulit terinfeksi bakteri. Pada anak-anak, potong kuku mereka untuk mengurangi risiko kerusakan kulit. Sedangkan pada bayi, berikan sarung tangan agar garukan tidak membuat kulitnya terluka.
  • Mengganti menu makanan. Makanan seperti telur, kacang-kacangan, dan susu bisa memicu munculnya gejala dermatitis atopik. Berusahalah untuk mengubah menu makanan jika kemunculan dermatitis atopik berhubungan dengan makanan Anda. Bicarakan dengan dokter sebelum melakukan perubahan menu makan dikarenakan beberapa makanan dapat menjadi pemicu, sekaligus juga penting bagi kesehatan Anda..
  • Mewaspadai sinar matahari. Terbakar matahari dan berkeringat bisa memperparah iritasi kulit. Meski sinar matahari bisa membantu meringankan gejala eksim atopik, usahakan untuk menghindari kulit terbakar sinar matahari.
  • Menghindari stres. Stres juga berperan dalam membuat ruam bertambah buruk, usahakan untuk makan dan tidur yang cukup, melakukan aktiftas yang menyenangkan agar pikiran tetap sehat.

Pengobatan untuk eksim atopic yang diberikan berupa:

  • Pelembab Emolien. Pelembap emolien berfungsi mengurangi hilangnya cairan tubuh dari kulit dengan menciptakan lapisan pelindung di atas kulit. Kulit kering akibat eksim penting sekali mendapatkan pelembap untuk menghindari bertambahnya kerusakan kulit. Ada banyak sekali pelembap yang tersedia bebas di pasaran. Bicarakan dengan dokter Anda untuk mencari pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit Anda. Mungkin Anda perlu mencoba beberapa jenis untuk menemukan yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda. Pelembap bisa digunakan bersamaan dengan obat oles steroid jika terjadi peradangan. Pastikan untuk memakai pelembap, terutama ketika eksim kambuh karena pada saat inilah kulit paling membutuhkan kelembapan.
  • Obat oles dan tablet kortikosteroid. Ketika terjadi inflamasi pada kulit, obat oles kortikosteroid akan digunakan untuk mengatasinya. Obat ini bekerja dengan cepat dalam mengurangi inflamasi yang terjadi. Obat oles kortikosteroid diresepkan sesuai dengan tingkat keparahan eksim atopik yang terjadi. Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang ada pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.

Efek samping obat oles kortikosteroid adalah penipisan lapisan kulit, terutama obat oles kortikosterid yang kuat yang dipakai pada tempat yang salah, seperti pada wajah. Selain itu, jerawat dan juga peningkatan pertumbuhan rambut mungkin terjadi akibat obat oles kortikosteroid ini. Perubahan warna kulit juga dapat disebabkan pemakaian steroid oles selama beberapa bulan. Pada kasus eksim atopik yang lebih parah, tablet kortikosteroid akan diresepkan oleh dokter Anda untuk membantu mengendalikan eksim atopik yang terjadi kembali. Efek samping tablet kortikosteroid adalah hipertensi, osteoporosis, dan terhambatnya pertumbuhan anak. Oleh karena itu, tablet kortikosteroid umumnya hanya diresepkan untuk penggunaan jangka pendek.

  • Antihistamin. Tubuh akan melepaskan histamin jika terpajan unsur yang menyebabkan reaksi alergi. Histamin adalah unsur di dalam tubuh yang memicu terjadinya gejala seperti ruam, gatal-gatal dan pembengkakan. Antihistamin adalah jenis obat yang menghentikan efek histamin di dalam darah.
  • Antibiotik. Jika ruam atau luka eksim yang muncul mengalami infeksi, antibiotik akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasinya. Jika kulit yang terinfeksi cukup besar, Anda akan diberikan tablet atau kapsul antibiotik

Jika bagian kulit yang terinfeksi kecil, maka Anda akan diberikan antibiotik dalam bentuk krim atau salep yang bisa langsung dioleskan pada daerah yang terinfeksi. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi, dokter akan meresepkan krim atau salep antibiotik baru.

Terapi lainnya yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasi eksim atopik adalah :

  • Terapi kain penutup basah, yaitu pengobatan intensif dengan membalut area infeksi dengan menggunakan kain penutup basah yang dipadukan dengan obat oles.
  • Terapi cahaya. Ini dapat dilakukan secara alami atau menggunakan ultraviolet buatan yang kadang-kadang dipadukan dengan obat. Meskipun begitu, terapi cahaya tidak bisa diterapkan untuk anak-anak.
  • Relaksasi dan penanganan stres dengan konseling.

Komplikasi yang dapat muncul akibat eksim atopik adalah:

  • Infeksi kulit. Ketika kulit terluka akibat digaruk karena gatal, risiko terjadinya infeksi kulit dari bakteri maupun virus akan meningkat.
  • Asma dan hay fever. Eksim atopik biasanya muncul terlebih dahulu sebelum kedua kondisi ini.
  • Dermatitis kontak. Kondisi ini sering terjadi pada penderita eksim atopik. Banyak unsur atau senyawa yang bisa membuat kulit mengalami reaksi alergi.
  • Gangguan pada mata. Komplikasi mata akan terjadi jika eksim menyerang sekitar kelopak mata.
  • Dermatitis tangan. Sering kali terjadi pada orang yang bekerja dengan menggunakan tangannya dan terkena pajanan langsung dengan sabun keras, deterjen, atau bahan kimia.
  • Gangguan tidur. Penderita eksim atopik, terutama anak-anak, cenderung mengalami kesulitan tidur. Siklus gatal-gatal bisa membuat Anda terbangun berulang kali dan akibatnya menurunkan kualitas tidur Anda.
  • Masalah Perilaku – Anak dengan eksim atopik lebih rentan mengalami masalah dengan perilakunya seperti ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder) terutama jika sering kekurangan tidur.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT