Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Divertikulitis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 22 kali

Divertikulitis adalah kondisi di mana kantung pada kolon (usus besar) mengalami peradangan atau infeksi. Terbentuknya kantung atau benjolan kecil pada dinding usus sendiri sudah merupakan kelainan yang biasa dinamakan divertikula.

Pembentukan divertikula yang terjadi pada dinding kolon dikenal dengan nama divertikulosis. Sampai saat ini, belum diketahui apa penyebab utama divertikulosis. Tapi para ahli menduga bahwa diet rendah serat menjadi pemicunya.

Divertikula umumnya diidap oleh seseorang yang berusia 40 tahun ke atas, karena usus besar mereka sudah melemah. Divertikula lebih sering terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika Utara daripada di Asia dan Afrika. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama untuk terkena divertikulosis.

Gejala Divertikulitis

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Divertikulitis memiliki beberapa gejala yang bisa bertahan dari beberapa jam hingga beberapa hari. Gejala-gejala divertikulitis adalah:

  • Rasa nyeri, sensitif, atau kram pada bagian perut, umumnya kiri bawah perut dan lebih terasa bila tubuh digerakkan.
  • Demam menggigil.
  • Sensasi kembung atau perut terasa dipenuhi gas.
  • Diare atau sembelit.
  • Mual dan kadang muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.

Penyebab dan Faktor Risiko Divertikulitis

Divertikulitis masih belum diketahui penyebab pastinya. Ada dugaan berkembangnya bakteri pada kantung di dinding usus (divertikula), bisa memicu peradangan atau infeksi.

Diet rendah serat diduga menjadi penyebab terbentuknya divertikula karena tanpa serat, kolon harus bekerja lebih keras untuk mendorong makanan. Tekanan kolon saat mendorong makanan bisa menyebabkan terbentuknya kantung pada titik lemah sepanjang dinding kolon.

Beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena divertikulitis adalah:

  • Faktor genetik. Ada anggota keluarga yang mengidap divertikulosis.
  • Usia. Semakin tua seseorang, risiko terkena divertikulitis juga semakin tinggi.
  • Obat-obatan. Sedang mengonsumsi obat anti peradangan non steroid atau aspirin akan meningkatkan risiko terkena divertikulitis.
  • Obesitas.
  • Diet. Sedang menjalani diet rendah serat dan tinggi lemak hewani.
  • Merokok.
  • Kurang olahraga.

Diagnosis Divertikulitis

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Pengujian yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis divertikulitis adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian perut penderita untuk letak radang di dalam rongga perut yang biasanya sakit saat perut ditekan.
  • Uji darah, untuk mengetahui apakah terjadi infeksi atau perdarahan di kolon penderita.
  • Uji kehamilan, untuk memastikan bahwa sakit perut yang dialami penderita bukan disebabkan oleh kehamilan.
  • Uji analisis urine, akan menunjukkan apakah penderita mengalami infeksi saluran kemih.
  • Uji pencitraan. Penderita akan menjalani prosedur pencitraan sinar-X atau CT scan pada bagian perut.
  • Uji fungsi liver, untuk menguji apakah penderita mengalami gangguan liver.
  • Pemeriksaan dubur digital, untuk melihat apakah ada benjolan di panggul bagian bawah.
  • Sigmodoskopi atau kolonoskopi, akan disarankan dokter jika gejala-gejala condong pada perdarahan dari usus penderita.
  • Tes darah samar pada sampel tinja. Untuk memeriksa apakah tampak ada darah pada tinja penderita.

Pengobatan Divertikulitis

Cara penanganan divertikulitis biasanya tergantung dari tingkat keparahan divertikulitis yang diidap penderita. Untuk divertikulitis ringan, penderita hanya akan diresepkan obat antibiotik, obat pereda rasa sakit, serta diet tinggi cairan tapi rendah serat. Langkah ini dilakukan hingga rasa nyeri hilang.

Jika yang diidap penderita adalah divertikulitis akut atau sudah berkomplikasi, maka penderita perlu rawat inap di rumah sakit. Beberapa jenis penanganan bagi penderita divertikulitis akut adalah:

  • Antibiotik intravena, biasanya diberikan untuk menangani infeksi yang menyebabkan rasa nyeri.
  • Menyedot isi usus agar perut tetap kosong, jika penderita mengalami muntah atau pembengkakan perut.
  • Pembedahan untuk mengangkat bagian usus yang terinfeksi. Dilakukan jika terjadi komplikasi, mengalami divertikulitis kambuhan, ada gangguan sistem kekebalan tubuh penderita.
  • Mengistirahatkan usus, untuk mengatasi kolon yang tersumbat. Caranya dengan tidak memberikan apa pun kecuali cairan dan nutrisi lewat infus kepada penderita.

Komplikasi dan Pencegahan Divertikulitis

Ada beberapa komplikasi yang bisa dialami para penderita divertikulitis akut yaitu:

  • Peritonitis, yang bisa muncul karena pecahnya kantung usus yang terinfeksi dan menumpahkan isinya ke rongga perut.
  • Munculnya abses pada rongga usus ketika nanah mengumpul di dalam kantung usus (divertikula).
  • Tersumbatnya pada usus besar atau usus kecil, karena munculnya jaringan parut.
  • Munculnya saluran tidak normal (fistula) antar bagian dari usus atau antara usus dengan kandung kemih.
  • Gangguan buang air kecil. Divertikulitis menyebabkan meradangnya bagian usus yang bersentuhan dengan kandung kemih. Hal ini menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil lebih sering, dan masuknya udara dalam urine.

Sedangkan untuk mencegah divertikulitis, seseorang bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengonsumsi banyak cairan.
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi namun rendah lemak atau mengonsumsi daging merah.
  • Olahraga dengan rutin.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT