Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Demam

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 27 kali

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celsius. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artritis, atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan, termasuk antibiotik. Kenaikan suhu tubuh akibat konsumsi obat ini disebut dengan demam obat atau “drug fever”.

Meskipun terkadang mengkhawatirkan, demam yang tinggi tidak selalu menandakan bahwa Anda menderita suatu penyakit yang serius. Demam yang seringkali dijumpai pada kasus infeksi anak-anak seringkali tidak berbahaya. Malahan, demam merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi tersebut.

Demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang seringkali menyertai penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa memerlukan pengobatan, seperti misalnya flu atau pilek. Maka dari itu, demam akan menghilang dengan sendirinya saat penyakit yang mendasarinya sembuh. Tapi untuk mengobati demam yang lebih parah, beberapa obat-obatan penurun panas bisa dibeli secara bebas di apotek. Baca aturan pakai dan ikuti dosis yang dianjurkan.

Gejala yang menyertai demam tergantung kepada penyebab demam itu sendiri. Berikut ini adalah contoh gejala yang bisa menyertai demam:

  • Sakit kepala
  • Berkeringat dingin
  • Menggigil
  • Dehidrasi
  • Batuk-batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit pada telinga
  • Diare dan muntah-muntah
  • Sakit otot
  • Kehilangan selera makan
  • Merasa kelelahan

Pemeriksaan suhu tubuh yang paling tepat adalah menggunakan termometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Demam belum tentu menjadi kondisi yang serius, namun Anda perlu waspada apabila suhu tubuh anda di atas 38 derajat celcius dan Anda mengalami satu atau lebih gejala di bawah ini:

  • Leher terasa kaku dan mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya
  • Muntah-muntah secara terus-menerus
  • Muncul bercak-bercak kemerahan pada kulit
  • Sesak napas
  • Terus-menerus merasa mengantuk
  • Apabila Anda/anak Anda merasa kesakitan
  • Anak tidak mau minum dan jarang buang air kecil.

Segera hubungi dokter atau ke rumah sakit jika Anda mengalami gejala-gejala di atas.

Cara Menggunakan Termometer yang Benar

Ada beberapa jenis termometer yang tersedia di Indonesia saat ini, antara lain termometer raksa, termometer telinga, dan termometer digital. Di antara ketiganya, termometer digital paling banyak dipilih karena selain ekonomis, penggunaannya juga mudah dan hasilnya cukup akurat. Maka dari itu, berikut akan dibahas mengenai cara yang paling tepat untuk menggunakan termometer digital.

Termometer digital dapat diaplikasikan pada tiga bagian tubuh: mulut, ketiak, dan anus. Pastikan bahwa Anda tidak menggunakan termometer yang sama untuk mengukur suhu di anus dengan suhu di ketiak atau mulut. Berikut adalah langkah sederhana yang dapat Anda ikuti untuk menggunakan termometer digital:

  • Cuci tangan Anda dengan sabun lalu bilas dan keringkan hingga bersih.
  • Bersihkan termometer Anda, baik dengan mencucinya di air hangat atau menggunakan kapas alkohol.
  • Nyalakan termometer Anda dengan memencet tombol yang ada, dan tunggu hingga tulisan di layar berhenti berkedip.
  • Letakkan termometer pada lipatan ketiak.
  • Tahan termometer di posisi yang sama sampai kurang lebih 40 detik atau sampai termometer berbunyi.
  • Ambil termometer dari ketiak, lalu bacalah tulisan yang tertera di layar. Angka yang tertera menunjukkan suhu tubuh orang tersebut.
  • Bersihkan kembali termometer menggunakan air dingin atau dengan menggunakan kapas alkohol.

Suhu tubuh manusia dapat berubah-ubah. Suhu tubuh akan lebih rendah di pagi hari dan meningkat pada sore serta malam hari. Suhu tubuh rata-rata manusia adalah 37 derajat celcius. Pada umumnya, suhu tubuh yang normal berada di antara 36,5-37,5 derajat celcius. Beberapa hal yang memengaruhi suhu tubuh adalah aktivitas olahraga dan siklus menstruasi.

Berikut ini adalah penyebab demam yang sering terjadi:

  • Pascaimunisasi, misalnya setelah menerima vaksin pneumokokus atau vaksin TB (tuberkulosis).
  • Berbagai macam infeksi virus dan bakteri seperti sakit tenggorokan, keracunan makanan, meningitis, tifus, disentri, cacar air, dan infeksi saluran kemih.
  • Infeksi akibat gigitan nyamuk seperti demam berdarah, malaria dan chikungunya.
  • Obat-obatan seperti antibiotik, antihipertensi dan antidepresan.
  • Berdiri terlalu lama di bawah sinar matahari.
  • Penyakit seperti arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif).
  • Kanker, misalnya leukimia, kanker hati, dan kanker paru-paru.

Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan tidak berlangsung lama biasanya tidak membutuhkan obat penurun demam. Namun untuk mengatasi ketidaknyamanan tubuh, ada beberapa obat penurun demam yang bisa dibeli secara bebas di toko obat. Disarankan untuk menemui dokter jika suhu demam semakin tinggi atau tidak membaik setelah tiga hari.

Berikut ini adalah beberapa contoh obat untuk mengatasi demam akibat infeksi:

  • Parasetamol dan ibuprofen. Orang yang mengalami demam bisa merasa tidak nyaman. Minum obat sesuai dosis dan aturan pakai atau sesuai anjuran dokter. Penggunaan parasetamol dalam jumlah banyak dan jangka panjang bisa merusak hati atau ginjal. Kedua obat ini bisa dibelu langsung di apotek.
  • Aspirin. Obat ini khusus untuk orang dewasa. Jangan diberikan pada anak-anak. Obat ini bisa memicu terjadinya sindrom Reye, yaitu penyakit yang bisa memengaruhi otak dan juga hati. Aspirin dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter.
  • Antibiotik. Obat ini diberikan sesuai resep dari dokter jika terdapat kecurigaan adanya infeksi bakteri yang menyebabkan demam, misalnya pneumonia.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu meredakan demam:

  • Istirahat. Anda butuh cukup istirahat untuk memulihkan diri dan membantu kekebalan tubuh. Terlalu banyak beraktivitas dapat meningkatkan suhu tubuh.
  • Gunakan pakaian tipis dan tetap berada di ruangan dengan udara yang sejuk.
  • Minum air secara cukup untuk menghindari dehidrasi. Demam bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.

Komplikasi yang diakibatkan demam bisa berupa dehidrasi parah, halusinasi, serta kejang-kejang.

Demam bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dalam keseharian. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pajanan terhadap penyakit menular yang seringkali menyebabkan demam.

Biasakan untuk selalu mencuci tangan jika merasa terpapar dengan benda atau lingkungan yang tidak steril. Anda juga bisa menggunakan tisu basah atau pun cairan pembersih tangan ketika sedang bepergian.

Jauhkan tangan dari hidung, mulut, dan mata. Ketiga bagian inilah yang menjadi pintu utama bagi bakteri maupun virus untuk memasuki tubuh manusia. Usahakan untuk menutup mulut saat batuk atau hidung saat bersin. Hindari juga berbagi penggunaan gelas, botol air minum, dan peralatan makan dengan orang lain.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT