Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Dehidrasi

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 29 kali

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga keseimbangan gula-garam tubuh terganggu dan tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Kandungan air di dalam tubuh manusia yang sehat adalah sebanyak lebih dari 60 persen total berat badan. Kandungan air pada kadar yang ideal di dalam tubuh berfungsi untuk membantu kerja sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian, melembapkan jaringan-jaringan pada telinga, tenggorokan, dan juga hidung, media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh dan menjaga kulit tetap sehat.

Gejala Dehidrasi

Beberapa tanda-tanda awal dari gejala dehidrasi adalah Anda merasa haus dan pusing, mulut kering, kelelahan, jarang buang air kecil, urine berwarna lebih gelap serta berbau lebih kuat, dan kulit kering.

Jika dehidrasi terjadi pada bayi, gejala awal yang bisa diperhatikan adalah ubun-ubun bayi akan menyusut, jumlah air mata sedikit ketika menangis, popok tetap kering setelah beberapa jam, kurang aktif, rewel, dan mudah mengantuk.

Dalam keadaan dehidrasi, tubuh akan sangat terpengaruh meski kita kehilangan sedikit air. Sayang sekali, tidak ada alat pengukur yang bisa diandalkan jika tubuh membutuhkan air, terutama pada bayi dan anak kecil. Petunjuk yang cukup bagus adalah dari warna urine. Warna urine yang bening berarti tubuh Anda memiliki cukup cairan, sedangkan urine yang warna kuning atau kuning gelap akan jadi pertanda awal dari dehidrasi.

Semua orang bisa mengalami dehidrasi jika kehilangan terlalu banyak cairan di dalam tubuhnya, tapi terdapat beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar.

  • Bayi dan anak-anak.
  • Orang-orang lanjut usia.
  • Orang dengan penyakit kronis (penyakit jangka panjang), seperti diabetes dan gagal ginjal.
  • Atlet dengan intensitas latihan tinggi.
  • Orang-orang yang tinggal di dataran tinggi.
  • Orang-orang yang berolahraga di tempat yang panas dan lembap.

Penyebab Dehidrasi

Penyebab utama dari dehidrasi adalah diare, terutama bila ini terjadi pada bayi dan anak-anak. Tapi dehidrasi juga bisa dikaitkan kepada kondisi iklim, aktivitas fisik atau olahraga, dan pola makan Anda. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kurang mengonsumsi cukup cairan untuk mengganti cairan yang hilang. Selain diare, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh muntah-muntah, berkeringat berlebihan saat demam, dan berolahraga pada saat cuaca panas.

Tindakan Untuk Mengobati Dehidrasi

Dehidrasi bukan saja kondisi kekurangan cairan tubuh tapi juga bisa berarti kekurangan mineral tubuh. Pengobatan dehidrasi pada bayi dan anak kecil tidak bisa hanya diberikan air putih untuk menggantikan cairan yang hilang, karena air bisa melarutkan mineral yang sudah rendah di dalam tubuh mereka, yang justru bisa membuat kondisi dehidrasi memburuk. Sebagai penggantinya, mereka bisa diberikan jus semangka atau jus buah yang lain, atau oralit (oral rehydration solution) yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dari dokter. Tapi jus sebaiknya dihindari jika dehidrasi tersebut disebabkan oleh diare akibat konsumsi makanan terkontaminasi.

Jika merasa mengalami dehidrasi, minumlah banyak cairan. Anda bisa minum air putih atau jus buah yang diencerkan. Usahakan untuk menghindari minuman yang mengandung kafein dan minuman bersoda. Jika Anda atau anak Anda mengalami dehidrasi karena diare, jus buah dan susu sebaiknya dihindari. Jika tidak ditangani, dehidrasi parah bisa menyebabkan kejang-kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian.

Saatnya Mencari Bantuan

Anda mungkin perlu melakukan tes darah dan tes urine untuk memeriksa keseimbangan garam atau kadar garam dan kalium di dalam tubuh jika dokter mencurigai Anda menderita dehidrasi. Segera hubungi rumah sakit atau dokter jika Anda mengalami gejala-gejala dehidrasi di bawah ini:

  • Merasa lelah atau kebingungan
  • Pusing yang tidak hilang setelah beberapa detik merubah posisi dari duduk ke berdiri
  • Denyut jantung cepat tapi lemah
  • Napas cepat
  • Kesadaran menurun
  • Tidak buang air kecil selama 8 jam
  • Kejang-kejang

Dehidrasi parah perlu ditangani secepatnya di rumah sakit dengan bantuan cairan dari infus. Apalagi bila gejala terus berlanjut walaupun Anda sudah berupaya minum lebih banyak.

Jika mencurigai bayi atau anak Anda mengalami dehidrasi, segera temui dokter. Dan segera pergi ke rumah sakit jika bayi Anda mengalami diare enam kali atau lebih sering selama satu hari terakhir, atau ketika mereka muntah-muntah lebih dari tiga kali dalam sehari.

Untuk mencegah dehidrasi, minumlah banyak cairan dan makan makanan dengan kadar air tinggi.

Dua pertanda awal dari dehidrasi adalah rasa haus dan urine berwarna kuning gelap. Ini adalah cara tubuh ketika berusaha menambah cairan di dalam tubuh dan mengurangi pembuangan cairan. Tergantung pada seberapa banyak tubuh Anda kehilangan cairan, dehidrasi terbagi menjadi tiga macam. Yaitu ringan, sedang, dan berat.

Dehidrasi Ringan dan Sedang

Dehidrasi ringan dan sedang pada umumnya akan menyebabkan:

  • Rasa haus
  • Warna urine menjadi lebih pekat atau gelap
  • Jumlah dan frekuensi pembuangan urine menurun
  • Mulut kering dan lengket
  • Mudah mengantuk dan cepat lelah
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Pusing

Anda bisa menyembuhkan proses dehidrasi pada tahap ini tanpa bantuan medis dengan meminum lebih banyak cairan. Jika dehidrasi dibiarkan berlanjut dalam jangka waktu lama, maka bisa memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Pada akhirnya, juga bisa menyebabkan kerusakan otot.

Sedangkan pada anak-anak dan bayi, gejala-gejala dehidrasi adalah sebagai berikut:

  • Saat menangis tidak ada air mata
  • Mata terlihat cekung ke dalam
  • Menyusutnya ubun-ubun
  • Popok tetap kering selama 12 jam
  • Kulit terasa dingin dan kering
  • Mudah marah dan lesu
  • Mulut kering dan lengket
  • Kelelahan dan pusing

Dehidrasi Berat

Dehidrasi bisa membahayakan jika dibiarkan saja dan tidak ditangani secepatnya. Dehidrasi berat dianggap sebagai kondisi medis darurat dan butuh penanganan cepat. Gejala yang mungkin terjadi ketika mengalami dehidrasi berat adalah:

  • Mudah marah dan merasa kebingungan
  • Air mata yang sedikit dan mulut terasa kering
  • Denyut jantung cepat namun lemah
  • Bernapas dengan cepat
  • Mata tampak cekung
  • Demam
  • Kulit menjadi tidak elastis, setelah dicubit kembali ke asal lebih lama
  • Tekanan darah rendah
  • Tidak buang air kecil selama 8 jam atau pada bayi, popok jarang menjadi basah akibat urine.
  • Sangat pusing atau mengantuk terutama pada bayi dan anak-anak
  • Kejang-kejang
  • Tingkat kesadaran rendah
  • Pada anak-anak dan bayi, kaki dan tangannya akan teraba dingin dan tampak ruam-ruam kecil (blotchy-looking) tanpa rasa gatal atau nyeri.

Dehidrasi pada tingkat ini membutuhkan perawatan di rumah sakit. Anda akan diberikan infus untuk mengembalikan banyaknya cairan yang hilang. Jika tidak ditangani dengan serius, maka bisa menimbulkan komplikasi. Antara lain pembengkakan otak (cerebral edema), kejang, gangguan suhu basal tubuh yang meningkat hingga terjadi stroke (heat injury dan heatstroke), syok hipovolemik, gagal ginjal, koma, dan kematian.

Selain ketiga jenis dehidrasi yang dibedakan berdasar tingkat keparahannya, berikut ini jenis dehidrasi berdasar penyebabnya, yaitu:

  • Dehidrasi hipertonik. Ketika tubuh kehilangan banyak air sehingga kadar sodium tubuh meningkat. Jenis dehidrasi ini biasanya disebabkan karena kekurangan minum, luka bakar, diabetes, atau mengalami diare dan muntah-muntah yang sangat berair atau encer. Pada umumnya, bayi dan anak-anak lebih sering mengalami dehidrasi hipertonik dibanding orang dewasa.
  • Dehidrasi hipotonik (hiponatremia). Kondisi dehidrasi di mana kadar natrium dalam pembuluh darah berkurang lebih banyak daripada kadar air.
  • Dehidrasi isotonik. Dalam jenis dehidrasi ini, air dan natrium tubuh berkurang dengan kadar yang sama. Dehidrasi isotonik sering kali disebabkan oleh diare biasa.

Dehidrasi disebabkan oleh kekurangan asupan cairan dalam tubuh, atau kita kehilangan lebih banyak cairan. Cairan yang ada di dalam tubuh bisa terbuang melalui urine, muntah-muntah, diare, keringat, dan air mata.

Iklim, aktivitas olahraga, dan makanan akan sangat memengaruhi tingkat keparahan dehidrasi.

Dehidrasi tidak begitu saja terjadi dengan sendirinya. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa penyebab utama dehidrasi.

Berkeringat secara berlebihan

Demam, berolahraga, latihan, mengangkut beban berat, atau pekerja kasar yang bekerja di tempat panas bisa terserang dehidrasi karena banyaknya keringat yang dikeluarkan. Sangat penting jika Anda meminum air secara teratur untuk menggantikan cairan yang terbuang. Anak-anak dan remaja lebih berisiko mengalami dehidrasi karena mereka tidak paham gejala-gejalanya.

Menderita diabetes

Penderita diabetes berisiko mengalami dehidrasi ketika kadar glukosa dalam darahnya naik dan tidak terkontrol. Akibatnya tingginya kadar gula, tubuh akan menghasilkan banyak urine dengan tujuan untuk membuang glukosa. Karena terlalu sering buang air kecil, maka tubuh berisiko mengalami dehidrasi.

Menderita penyakit tertentu

Berikut ini adalah beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan dehidrasi, seperti gastroenteritis, kecanduan alkohol, anoreksia nervosa, cystic fibrosis, luka bakar, dan heat stroke(sengatan panas).

Diare atau muntah yang cukup parah

Kedua kondisi ini bisa disebabkan oleh bermacam-macam penyakit dan bisa menyebabkan hilangnya cairan tubuh dalam jumlah yang cukup banyak dan dalam waktu singkat. Anak-anak dan bayi merupakan kelompok orang yang paling berisiko mengalami dehidrasi akibat dua hal ini.

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya. Kelompok orang yang paling berisiko menderita dehidrasi adalah:

  • Bayi dan anak-anak, lebih rentan mengalami dehidrasi karena tubuh mereka yang kecil membuat tubuh mereka lebih peka terhadap perubahan kadar air dan mineral. Kelompok ini juga sering mengalami diare.
  • Orang tua, menjadi kurang perhatian bahwa mereka mengalami dehidrasi dan harus terus meminum air. Apalagi orang tua yang memiliki masalah dengan ingatan.
  • Penderita penyakit kronis (jangka panjang). Menderita diabetes yang tidak terkendali membuat risiko mengalami dehidrasi meningkat. Penyakit lain yang menyebabkan dehidrasi adalah gagal ginjal dan penyakit jantung.
  • Atlet, akan kehilangan banyak cairan tubuh yang keluar melalui keringatnya. Semua yang berolahraga bisa mengalami dehidrasi. Makin lama berolahraga, makin sulit untuk tetap terhidrasi. Terutama pelari, atlet balap sepeda, dan pemain sepak bola.
  • Orang yang berolahraga di tempat yang panas dan lembap. Saat udara panas dan lembap, risiko dehidrasi dan sakit meningkat. Saat udara lembap, keringat bisa menguap dan mendinginkan Anda seperti keadaan normal, ini akan meningkatkan suhu tubuh dan kita butuh lebih banyak cairan.
  • Orang yang tinggal, bekerja, dan berolahraga di daratan tinggi berpotensi mendapatkan beberapa masalah kesehatan. Salah satunya adalah dehidrasi. Dehidrasi tejadi ketika tubuh berusaha beradaptasi dengan ketinggian dengan cara lebih banyak buang air kecil dan bernapas cepat.

Mengonsumsi minuman keras secara berlebihan

Alkohol bersifat diuretik, maksudnya minuman ini menjadikan Anda lebih sering buang air kecil. Dehidrasi bisa terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi minuman keras. Salah satu gejalanya dalam hal ini adalah pusing dan pengar. Usahakan untuk meminum banyak air setelah mengonsumsi minuman keras demi mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Satu-satunya pengobatan untuk dehidrasi adalah dengan mengganti cairan dan mineral yang hilang dengan cara minum banyak air atau jus buah yang encer. Minuman manis bisa membantu menggantikan gula yang hilang, sedangkan camilan asin bisa menggantikan garam atau sodium yang hilang. Pendekatan terbaik mengobati dehidrasi tergantung kepada usia dan tingkat keparahan dehidrasi, serta penyebabnya.

Oralit

Oralit adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi. Ketika Anda mengalami dehidrasi, tubuh Anda akan kehilangan gula, garam, dan cairan. Meminum oralit bisa mengembalikan keseimbangan kadar gula, garam, dan cairan di dalam tubuh. Ada banyak produk rehidrasi yang bisa dibeli secara bebas. Konsultasikan kepada dokter atau apoteker untuk mengetahui lebih lanjut tentang oralit.

Mengobati dehidrasi pada bayi

Dokter bisa memberikan saran pengobatan yang tepat jika bayi Anda mengalami dehidrasi. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mulai khawatir bayi Anda mengalami dehidrasi.

Lanjutkan memberikan ASI pada bayi ketika mereka mengalami diare, muntah-muntah, atau demam. Jika Anda memberikan susu formula pada bayi, gantikan dengan susu formula yang bebas laktosa hingga diarenya benar-benar berhenti. Laktosa sulit dicerna jika bayi mengalami diare, bahkan cenderung memperburuk kondisi diarenya. Memberikan oralit secara teratur disertai dengan makanan mereka (ASI, susu formula dicampur air) akan menggantikan cairan, garam, dan gula yang hilang.

Mengobati dehidrasi pada anak-anak

Untuk penanganan dehidrasi pada anak-anak, pemberian air berlebihan justru bisa membuat kadar mineral dalam tubuh lebih menurun dan akibatnya memperburuk kondisi tubuhnya. Maka, dianjurkan untuk memberikan larutan oralit pada anak-anak.

Anda bisa menggunakan sendok untuk menyuapi cairan kepada anak-anak yang sering mengalami muntah-muntah dan mengalami diare.

Mengobati dehidrasi pada atlet

Untuk dehidrasi yang terjadi akibat olahraga, minuman berenergi yang mengandung elektrolit dan karbohidrat atau gula adalah pilihan terbaik. Hindari segala jenis minuman bersoda.

Atlet juga beresiko terkena dehidrasi hipotonik (hiponatremia) jika terlalu banyak minum air mineral pada waktu yang singkat. Dehidrasi hipotonik (hiponatremia) bisa menimpa atlet karena sodium dalam darah banyak yang keluar melalui keringat, dan semakin encer saat air mineral dalam jumlah banyak masuk ke dalam tubuhnya.

Beberapa gejala seseorang yang terkena hiponatremia adalah mual, muntah dan sakit kepala. Jika kondisi semakin parah, maka seseorang bisa mengalami pembengkakan otak yang menyebabkan kebingungan, kejang-kejang, koma, bahkan kematian.

Mengobati dehidrasi berat

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami dehidrasi berat harus segera ditangani oleh petugas medis di rumah sakit, dan kemungkinan, kondisi ini akan memerlukan rawat inap. Pasien bisa menerima gula, garam, dan cairan melalui infus. Infus merupakan cara yang cepat dan efektif dalam mengembalikan kadar cairan dan mineral tubuh ke tingkat yang normal.

Untuk mencegah dehidrasi, minumlah banyak cairan dan mengonsumsi makanan yang tinggi kadar airnya seperti buah-buahan dan sayuran. Cairan bisa didapatkan tidak hanya dari air, melainkan juga bisa dari makanan, susu rendah lemak, serta jus buah-buahan. Jika Anda berolahraga, jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum. Dengan minum secara teratur, kadar normal cairan dan mineral dalam tubuh bisa dipertahankan. Jika Anda aktif berolahraga, Anda harus minum air melebihi dari kadar normal.

Jumlah keringat yang dikeluarkan setiap orang berbeda-beda, oleh karena itu, cukup sulit untuk menentukan rekomendasi yang tepat mengenai berapa banyak cairan yang harus diminum. Tapi secara rata-rata, untuk orang dewasa, sebaiknya minum dua hingga tiga liter air setiap harinya. Sedangkan untuk anak-anak, semua tergantung kepada umur, ukuran tubuh, dan aktivitas yang dilakukan. Kesimpulannya, semakin banyak keringat yang dikeluarkan, semakin tinggi asupan air yang dibutuhkan tubuh.

Tapi jika meminum banyak cairan hingga melebihi yang bisa diproses oleh tubuh, efeknya bisa mengurangi kadar garam dalam darah. Ini bisa menyebabkan hipotonik. Jika Anda merasa kembung, berhentilah minum dan tunggu sampai tubuh menyesuaikan kadarnya kembali. Perlu diingat bahwa kekurangan garam atau sodium di dalam tubuh bisa berakibat fatal.

Beberapa contoh kondisi yang membutuhkan perhatian khusus terkait pentingnya kebutuhan cairan:

Jika ada anak atau orang terdekat Anda sedang sakit, terutama mengalami demam, diare, atau muntah-muntah, kemungkinan besar dia akan terkena dehidrasi. Sangat penting untuk menggantikan cairan tubuh secepatnya.

Bagi Anda yang gemar berolahraga, minumlah air sebelum memulai olahraga berat. Setidaknya Anda disarankan untuk minum 300-700 mililiter air. Menghasilkan urine yang jernih adalah pertanda yang bagus jika Anda telah cukup minum air.

Jika Anda tinggal di daerah panas dan lembap, minumlah banyak air untuk menurunkan panas tubuh. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol ketika suhu sedang panas, karena kandungan alkohol akan meningkatkan jumlah air yang hilang.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT