Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Cutaneous Larva Migrans

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 30 kali

Cutaneous larva migrans (CLM) adalah infeksi yang diakibatkan oleh parasit cacing pada kulit. Jenis cacing yang biasanya menyebabkan kondisi ini adalah cacing tambang yang umumnya ditemukan pada binatang, seperti kucing, anjing, domba, kuda, dan lainnya. Manusia umumnya tertular parasit ketika sedang berjalan tanpa alas kaki di area yang terkontaminasi tinja binatang, seperti di taman atau pantai. Selain itu, parasit yang menempel pada kulit juga bisa berasal dari benda yang lembab, misalnya handuk.

CLM biasanya terjadi di negara tropis dan sub tropis, seperti Asia Tenggara, Afrika, Amerika, dan Kepulauan Karibia. CLM dapat menyerang siapa pun, namun sebagian besar penderitanya adalah anak-anak dikarenakan kebiasaan mereka bermain di ruang terbuka. Selain itu, CLM juga berisiko tinggi untuk dialami orang-orang yang kerap menghabiskan waktu berjemur di pantai tanpa menggunakan alas atau para pekerja yang berada di sekitar area konstruksi yang terkontaminasi.

Beberapa jenis parasit cacing tambang yang dapat menyebabkan infeksi cacing pada kulit terjadi adalah:

  • Ancylostoma braziliense dan caninum. Parasit ini kerap menjadi penyebab utama CLM dan biasanya ditemukan pada anjing dan kucing.
  • Uncinaria stenocephala. Parasit ini umumnya ditemukan pada anjing.
  • Bunostomum phlebotomum. Parasit ini umumnya ditemukan pada binatang ternak.

Adapun beberapa jenis parasit cacing tambang lainnya yang jarang ditemukan, namun dapat memicu terjadinya CLM adalah:

  • Ancylostoma ceylanicum, yang kadang-kadang ditemukan pada anjing.
  • Ancylostoma tubaeforme, yang kadang-kadang ditemukan pada kucing.
  • Strongyloides papillosus, yang kadang-kadang ditemukan pada kambing, domba, atau binatang ternak lainnya.
  • Strongyloides westeri, yang kadang-kadang ditemukan pada kuda.

Selain contoh-contoh di atas, dua jenis cacing tambang lainnya, yaitu necator americanus dan ancylostoma duodenale, yang hidup di tubuh manusia juga dapat menyebabkan penyakit CLM.

Penyebab Cutaneous Larva Migrans

CLM pada umumnya disebabkan oleh adanya siklus kehidupan parasit yang menular dari tinja binatang yang memiliki telur cacing tambang ke kulit manusia, melalui permukaan yang hangat, lembab, dan berpasir. Hal ini dikarenakan telur cacing dapat menetas pada lingkungan tersebut dan menembus kulit yang terpapar.

Secara garis besar, larva parasit dapat menembus kulit binatang melalui lapisan kulit dermis (di antara epidermis dan jaringan subkutan), dan masuk ke paru-paru melalui vena dan sistem limfatik. Dalam proses migrasi atau perpindahan ini, larva tersebut dapat tertelan dan bertelur di dalam usus, yang pada akhirnya akan dikeluarkan melalui tinja.

Saat tinja tersebut mengenai manusia, larva akan menembus permukaan kulit melalui folikel rambut, kulit yang retak, atau bahkan kulit yang sehat sekalipun. Tidak seperti siklus pada binatang, larva tidak dapat menembus dermis. Karena itu CLM hanya terjadi di bagian lapisan luar kulit saja.

Gejala Cutaneous Larva Migrans

Tidak semua penderita CLM mengalami gejala, khususnya jika kondisi yang dialami tergolong ringan.

Jika infeksi yang dialami cukup parah, penderita dapat merasakan sensasi gatal, geli atau seperti ditusuk dalam waktu 30 menit pertama setelah terkontaminasi. Permukaan kulit akan memerah atau berubah warna dan muncul benjolan padat pada kulit (papula), hingga permukaan kulit kasar yang menyerupai kulit ular selebar 2-3 mm setelah beberapa jam. Permukaan kulit kasar ini dapat memburuk dan melebar mulai dari 2 mm hingga 2 cm per hari, tergantung dari jenis parasit yang menyerang.

Dalam kasus tertentu, larva dapat menyebar ke paru-paru manusia melalui pembuluh darah dan berpindah ke mulut hingga tertelan ke usus kecil. Jika larva tersebut berkembang, dapat terjadi anemia, batuk, pneumonia, beserta gejala lainnya.

Diagnosis Cutaneous Larva Migrans

CLM tidak mudah untuk didiagnosa dikarenakan terdapat beberapa penyakit kulit lainnya yang memiliki gejala serupa, seperti peradangan kulit (dermatitis kontak), infeksi jamur (dermatophytosis), penyakit Lyme, photodermatitis, dan kudis (scabies).

Dalam melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan oleh pasien (misalnya apakah pasien sering beraktivitas di luar ruangan tanpa alas). Untuk memperkuat diagnosis, beberapa tes lanjutan yang mungkin akan disarankan adalah:

  • Optical Coherence Tomography (OCT). Ini merupakan metode pemindaian yang dilakukan untuk mengidentifikasi jenis parasit di permukaan kulit.
  • Biopsi kulit, untuk memantau posisi parasit dan potensi peradangan pada lapisan dermis.

Pengobatan Cutaneous Larva Migrans

Secara umum, CLM dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 4-8 minggu dikarenakan ketidakmampuan parasit untuk hidup lama di jaringan kulit manusia. Jika diperlukan, obat anticacing (antihelmintik), seperti albendazole atau ivermectin, mungkin akan diresepkan oleh dokter. Untuk meredakan rasa gatal, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin atau kortikostreriod topikal.

Dalam kondisi parah, tindakan cryotherapy atau terapi beku menggunakan nitrogen cair dapat dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan parasit secara bertahap.

Komplikasi Cutaneous Larva Migrans

Meskipun kebanyakan infeksi cacing pada kulit dapat pulih dengan sendirinya, terdapat beberapa potensi komplikasi yang dapat terjadi, yaitu:

  • Infeksi kulit sekunder.
  • Penyakit Loffler, yaitu menumpuknya infiltrat dan eosinofil pada paru akibat adanya infeksi cacing dalam jumlah banyak.
  • Migrasi parasit ke organ tubuh lainnya.

Pencegahan Cutaneous Larva Migrans

Meskipun infeksi cacing pada kulit terjadi secara tidak sengaja, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menekan risikonya, yaitu:

  • Selalu menggunakan alas kaki saat berjalan atau berjemur di pantai.
  • Selalu menjaga kebersihan tubuh setelah melakukan aktivitas dari luar.
  • Hindari membawa binatang peliharaan, seperti anjing dan kucing, ke pantai atau taman untuk mencegah terjadinya kontaminasi fasilitas umum.
  • Memberikan obat cacing pada binatang peliharaan secara teratur.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT