Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Candidiasis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 30 kali

Candidiasis adalah infeksi akibat jamur Candida. Jamur ini memiliki lebih dari 20 jenis. Meski demikian, jenis Candida yang paling sering menyebabkan infeksi adalah Candida albicans.

Candiadisis bisa muncul pada berbagai bagian tubuh manusia. Bagian tubuh yang paling sering mengalami infeksi ini adalah mulut dan di sekitar kelamin. Bagian tubuh lain yang dapat terkena infeksi Candida adalah kuku, esophagus, daerah sekitar anus, dan saluran pencernaan.

Gejala yang timbul berbeda-beda sesuai lokasi infeksi. Berikut penjelasan rinci mengenai gejala-gejala pada lokasi tersering infeksi Candida.

Candidiasis Mulut (Oral Trush)

Gejala umum candidiasis mulut meliputi bintil-bintik berwarna putih di dalam mulut dan lidah, kulit di sudut mulut pecah-pecah, dan kemerahan pada rongga mulut. Sakit tenggorokan dan sulit menelan juga mungkin dialami oleh penderita.

Infeksi Candida di sekitar kelamin

Infeksi jamur ini merupakan penyebab umum dari iritasi pada vagina, tapi juga bisa dialami oleh pria (khususnya pria yang belum disunat). Gejala infeksi jamur pada wanita meliputi gatal luar biasa yang terasa di sekitar vagina, bagian di sekeliling vagina memerah dan perih, serta keputihan yang menggumpal seperti keju. Sementara gejala pada pria biasanya berupa ruam merah pada penis, gatal dan sensasi terbakar di ujung penis, serta bau tidak sedap.

Infeksi jamur pada kelamin termasuk penyakit menular seksual, khususnya pada pasangan. Karena itu, pengobatan sesegera mungkin sangat penting bagi pasien yang terinfeksi.

Infeksi jamur sebaiknya segera diobati, terutama yang sudah parah. Jika tidak ditangani dan dibiarkan terlalu lama, candidiasis berpotensi menyebabkan jamur masuk hingga ke aliran darah dan memicu infeksi di darah.

Penyebab dan Faktor Risiko Candidiasis

Pada kondisi normal, jamur Candidamemang sudah ada pada permukaan kulit manusia. Tetapi jika berkembang biak secara berlebihan, terutama pada bagian tubuh yang lembap, jamur ini akan memicu terjadinya infeksi. Beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur adalah:

  • Usia. Infeksi jamur lebih sering dialami oleh bayi dan lansia. Contohnya, ruam popok pada bayi.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV, pasien yang menjalani kemoterapi, serta pengguna steroid.
  • Penyakit kronis, seperti diabetes.
  • Obat-obatan tertentu, contohnya antibiotik.

Pengobatan dan Pencegahan Candidiasis

Pengobatan yang akan dijalani oleh tiap pengidap tentu berbeda-beda, bergantung pada lokasi infeksi, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien. Terdapat berbagai jenis obat anti-jamur yang bisa dibeli secara bebas di apotek-apotek terdekat untuk mengobati infeksi jamur yang Anda alami. Namun, pastikan Anda selalu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis. Hal ini dilakukan agar obat yang dipilih benar-benar sesuai dengan jenis infeksi jamur yang Anda idap.

Berikut adalah contoh jenis obat yang mungkin dianjurkan berdasarkan jenis candidiasis yang dialami pasien.

  • Candidiasis mulut dapat diobati dengan antijamur berbentuk obat kumur atau gel. Lama pengobatan yang dibutuhkan umumnya berkisar antara satu hingga dua minggu. Dokter mungkin akan memberikan obat anti-jamur dalam bentuk tablet atau kapsul.
  • Infeksi Candida di sekitar kelamin dapat diobati dengan anti-jamur berbentuk krim, supositoria, serta tablet.
  • Ruam popok akibat candidiasis dapat diberikan antijamur dalam bentuk krim, salep, serta bedak.

Selain dengan obat-obatan, ada beberapa cara untuk mempercepat kesembuhan infeksi candidiasis mulut, antara lain:

  • Menjaga kebersihan, misalnya rajin menggosok gigi, merawat gigi secara teratur ke dokter, serta membersihkan sela gigi dengan dental floss atau benang gigi secara teratur.
  • Berhenti merokok.

Adapun untuk mempercepat kesembuhan infeksi Candidadi sekitar kelamin, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Kenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun.
  • Jangan mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat.
  • Hindari penggunaan sabun yang mengandung pewangi pada organ intim.
  • Pastikan organ intim senantiasa kering, khususnya setelah dibersihkan atau sehabis mandi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT