Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Bradikardia

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 32 kali

Bradikardia adalah kondisi di mana jantung penderita berdetak lebih lambat dari kondisi normal. Umumnya, detak jantung normal pada orang dewasa saat beristirahat adalah 60 sampai 100 kali per menit. Sedangkan jantung penderita bradikardia berdetak di bawah 60 kali per menit.

Pada beberapa orang, detak jantung yang lambat tidak menyebabkan masalah medis. Namun pada sebagian orang lainnya, bradikardia bisa merupakan tanda adanya gangguan sistem kelistrikan jantung.

Bradikardia bisa menjadi penyakit serius, bahkan bisa sebabkan kematian, jika jantung sampai tidak bisa memompa oksigen yang cukup ke tubuh. Pada beberapa kasus, bradikardia bisa tidak memperlihatkan gejala atau komplikasi apa pun.

Gejala Bradikardia

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Jika bradikardia sampai menyebabkan pasokan oksigen ke tubuh dan otak tidak cukup, maka penderita biasanya merasakan beberapa gejala-gejala berikut ini:

  • Pingsan.
  • Pusing.
  • Gangguan ingatan.
  • Lemas.
  • Napas pendek atau sesak napas.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sakit pada dada.
  • Kebingungan.
  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik.

Jika Anda merasakan kesulitan bernapas atau sakit pada dada selama beberapa menit, segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab Bradikardia

Sesuatu yang mengganggu impuls listrik pengontrol tempo detak jantung akan menjadi penyebab bradikardia. Banyak hal yang menyebabkan gangguan tersebut, beberapa di antaranya adalah:

  • Ketidakseimbangan elektrolit tubuh yang dibutuhkan untuk menghasilkan impuls listrik.
  • Hipotiroid.
  • Rusaknya jaringan jantung akibat usia, serangan jantung, atau penyakit tertentu.
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Kelainan jantung saat lahir.
  • Infeksi pada jaringan jantung.
  • Komplikasi saat pembedahan jantung.
  • Gangguan napas berulang saat tidur.
  • Penyakit inflamasi, seperti demam rematik atau lupus.
  • Penimbunan zat besi pada organ tubuh.
  • Obat-obatan.
  • Gangguan pada noda sinus, sumber kelistrikan jantung.
  • Blok jantung. Kondisi di mana terganggunya aliran listrik yang mengendalikan denyut jantung.

Diagnosis Bradikardia

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Beberapa langkah yang umumnya dilakukan dokter untuk mendiagnosis bradikardia adalah:

  • Elektrokardiogram. Ini adalah alat utama untuk mendiagnosis bradikardia. Sensor-sensor kecil ditempel pada dada dan tangan pasien untuk merekam sinyal-sinyal listrik yang mengalir melewati jantung. Dokter juga mungkin mengawasi denyut jantung saat Anda sedang berolahraga.
  • Uji laboratorium dan tes lainnya. Dokter mungkin akan meminta pasien menjalani tes darah untuk mengidentifikasi kondisi medis seperti hipotiroidisme, ketidakseimbangan elektrolit, dan infeksi.

Pengobatan dan Pencegahan Bradikardia

Jenis pengobatan bradikardia akan disesuaikan dengan faktor penyebab, tingkat keparahan dan jenis gangguan listrik yang mengganggu jantung penderita. Jika bradikardia tidak menyebabkan munculnya gejala, mungkin dokter tidak mengambil tindakan pengobatan.

Jika penyebab bradikardia adalah obat-obatan tertentu, umumnya dokter akan segera mencari alternatif obat lain sebagai penggantinya, atau menyesuaikan kembali dosis yang sesuai dengan kondisi tubuh penderita bradikardia.

Dokter mungkin juga akan memasang alat pacu jantung di bawah tulang selangka. Alat ini akan menghasilkan impuls listrik yang diperlukan untuk menjaga irama detak jantung.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah jantung mengalami bradikardia yaitu:

  • Berolahraga dan menjalani diet yang sehat.
  • Mengontrol berat badan ideal.
  • Menjaga tingkat tekanan darah dan kadar kolesterol.
  • Berhenti merokok.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.
  • Menghindari stres.
  • Melakukan pemeriksaan jantung secara rutin.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT