Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Blefaritis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 32 kali

Blefaritis adalah peradangan pada tepi kelopak mata yang menyebabkan bagian tersebut jadi terlihat bengkak dan merah. Kondisi ini umumnya mengenai kedua mata. Biasanya salah satu mata akan tampak lebih meradang dibandingkan mata yang satunya. Blefaritis bisa dialami semua golongan usia, namun kondisi ini tidak menular.

Ada tiga jenis blefaritis, yaitu blefaritis anterior, posterior, dan campuran (kombinasi dari blefaritis anterior dan posterior).

Blefaritis anterior ditandai dengan peradangan pada kulit di sekitar pangkal bulu mata. Jenis ini umumnya disebabkan oleh reaksi terhadap bakteri staphylococcus. Selain itu, blefaritis anterior juga terkait dengan kondisi dermatitis seboroik.

Blefaritis posterior ditandai dengan peradangan pada kelenjar Meibomian akibat tersumbat oleh serpihan kulit, kotoran, dan inflamasi. Selain itu, penyumbatan pada kelenjar yang terletak di sepanjang tepi kelopak mata di belakang pangkal bulu mata ini juga bisa terkait dengan kondisi lainnya, yaitu rosacea.

Gejala Blefaritis

Gejala blefaritis biasanya terasa memburuk di pagi hari. Selain pembengkakan dan kemerahan pada kelopak mata, gejala blefaritis lainnya adalah:

  • Kelopak mata terasa gatal
  • Mata bisa tampak berair atau bisa tampak kering
  • Mata terasa berpasir dan panas
  • Pengelupasan kulit di sekitar mata
  • Bulu mata menjadi berkerak atau berminyak
  • Tepi kelopak mata terlihat bengkak
  • Kelopak mata menjadi lengket
  • Mata menjadi sensitif terhadap sinar matahari
  • Penglihatan tampak buram
  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal
  • Tanpa disadari, mata menjadi lebih sering berkedip
  • Tidak nyaman saat memakai lensa mata
  • Kehilangan bulu mata (pada kasus blefaritis parah)

Diagnosis Blefaritis

Diagnosis blefaritis bisa dilakukan oleh dokter dengan cara memeriksa keadaan mata pasien, khususnya pada bagian kelopak mata. Selama melakukan pemeriksaan, dokter akan menggunakan alat khusus yang berfungsi menyerupai kaca pembesar agar bisa melihat keadaan mata pasien secara lebih detail.

Untuk mengetahui penyebab blefaritis atau adanya kondisi selain blefaritis, dokter akan meneliti sampel kerak kulit atau minyak yang ada pada kelopak mata. Dari sampel tersebut, bisa dipastikan jika terdapat jamur, bakteri, atau bahkan adanya kemungkinan alergi.

Pengobatan Blefaritis

Jika tingkat inflamasi belum parah, cobalah untuk meredakannya di rumah dengan cara mencuci mata Anda dengan air bersih dan mengompresnya dengan air hangat. Apabila cara ini belum berhasil meredakan inflamasi, temuilah dokter.

Pengobatan blefaritis yang dilakukan oleh dokter akan tergantung dari hasil pemeriksaan. Obat antibiotik dalam bentuk tetes mata dan salep mata akan diresepkan oleh dokter jika inflamasi disebabkan oleh infeksi bakteri. Terutama pada kasus infeksi yang sudah menyebar hingga ke luar kelopak mata, tetes mata antibiotik adalah obat yang paling umum diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kondisi tersebut. Bila kondisi tidak membaik dengan penggunaan obat di mata, dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik minum.

Dokter akan meresepkan obat steroid dalam bentuk tetes dan salep jika inflamasi pada kelopak mata Anda bukan disebabkan oleh infeksi. Apabila Anda mengalami iritasi yang mengganggu akibat gejala mata kering, biasanya dokter akan meresepkan obat tetes mata yang memiliki efek melumasi.

Selama menjalani pengobatan, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3. Karena menurut penelitian, zat tersebut dapat membantu menyembuhkan gejala blefaritis. Contoh-contoh makanan yang mengandung omega-3 di antaranya adalah:

  • Ikan sarden, tuna, salmon
  • Kacang-kacangan
  • Kacang kedelai dan produk dari kacang kedelai
  • Biji-bijian
  • Sayuran berdaun hijau

Komplikasi Blefaritis

Blefaritis yang tidak tertangani dengan baik berisiko menimbulkan komplikasi-komplikasi seperti:

  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal
  • Kerontokan bulu mata
  • Bintit atau benjolan yang terasa menyakitkan di tepi kelopak mata akibat infeksi yang berkembang
  • Luka pada kelopak mata
  • Bentuk tepi kelopak mata yang berubah (melipat ke dalam atau ke luar)
  • Konjungtivitis
  • Kalazion atau benjolan seperti bintit yang muncul di bagian dalam kelopak mata
  • Rasa tidak nyaman ketika memakai kontak lensa
  • Tukak pada kornea akibat iritasi berkepanjangan
  • Kerusakan pada kornea akibat tukak pada kornea yang tidak tertangani

Pencegahan Blefaritis

Agar terhindar dari blefaritis, cucilah wajah Anda sampai bersih secara teratur tiap hari. Selain itu, jaga kebersihan tangan untuk menghindari kontaminasi bakteri ketika Anda menyentuh mata. Jika Anda seorang wanita dan biasa memakai riasan wajah, jangan lupa untuk membersihkannya tiap sebelum tidur malam.

Jika Anda merasakan gejala bengkak dan nyeri, serta mata Anda tampak merah, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan. Jangan menggosok mata apabila merasakan gejala gatal karena hal itu bisa memperluas penyebaran infeksi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT