Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Batuk-batuk

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 31 kali

Batuk adalah respons alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas jika terdapat gangguan dari luar. Respons ini berfungsi membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi atau bahan iritan (seperti debu atau asap) agar keluar dari paru-paru dan .

Batuk jarang mengindikasikan penyakit serius dan umumnya akan sembuh dalam waktu tiga minggu, sehingga tidak membutuhkan pengobatan. Keefektifan obat batuk juga belum terbukti sepenuhnya. Ramuan buatan sendiri seperti air madu dan lemon bisa membantu meringankan batuk ringan.

Jenis-jenis Batuk

Jenis-jenis batuk dibedakan menjadi batuk berdahak dan batuk kering. Batuk berdahak dikenal dengan istilah batuk produktif karena batuk ini disertai dengan meningkatnya produksi lendir atau dahak di tenggorokan. Sedangkan batuk kering dikenal dengan istilah batuk nonproduktif karena batuk ini tidak disertai dengan dahak.

Tanda-tanda awal batuk kering biasanya adalah rasa gatal di tenggorokan yang memicu batuk. Batuk tanpa dahak ini biasa terjadi pada tahap akhir pilek atau ketika ada paparan bahan iritan.

Pada kasus yang berdahak, batuk justru sangat membantu karena berfungsi mengeluarkan dahak. Dahak tersebut bisa berasal dari tenggorokan, sinus, serta paru-paru.

Selain itu, terdapat juga istilah batuk alergi, yang umumnya merupakan batuk kering, dan batuk yang menyertai flu, yang bisa muncul baik dalam bentuk batuk kering maupun berdahak.

Penyebab Batuk

Infeksi saluran pernapasan akibat virus adalah penyebab utama pada sebagian besar pengidap. Di samping itu, ada beberapa penyebab batuk lain yang meliputi:

  • Penyakit jangka panjang yang kambuh, misalnya asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), atau bronkitis kronis.
  • Rinitis alergi, misalnya alergi terhadap serbuk sari (hay fever).
  • GERD. Penyakit ini menyebabkan asam lambung berkumpul pada esofagus dan memicu batuk.
  • Cairan dari hidung yang menetes ke tenggorokan.
  • Merokok atau menggunakan tembakau dengan cara lain.
  • Paparan debu, asap, serta senyawa kimia.

Meski jarang terjadi, faktor-faktor di atas tetap bisa menjadi penyebab awal dari penyakit yang menyebabkan batuk jangka panjang.

Diagnosis Batuk

Dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa kondisi fisik Anda. Riwayat medis Anda dan keluarga juga akan ditanyakan pada awal pemeriksaan. Jika tidak yakin dengan penyebab batuk Anda, Dokter kemungkinan akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut yang berupa:

  • Pengambilan sampel dahak untuk menentukan adanya infeksi bakteri dan jenis antibiotik yang akan diberikan jika batuk disebabkan oleh bakteri.
  • Rontgen dada untuk memeriksa entah Anda mengalami infeksi paru-paru.
  • Spirometri, yaitu prosedur menarik dan menghembuskan napas lewat tabung yang terhubung dengan mesin. Langkah ini berfungsi untuk memeriksa apakah Anda memiliki penyakit saluran pernapasan atau tidak.
  • Tes alergi untuk memeriksa entah batuk Anda diakibatkan sesuatu yang memicu alergi, misalnya tungau debu.

Pengobatan Batuk

Batuk ringan jarang membutuhkan langkah pengobatan yang serius, cukup diatasi dengan obat batuk untuk meredakan rasa gatal, atau untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan.

Namun jika batuk masih berkepanjangan, itu bisa menjadi pertanda adanya infeksi saluran pernapasan yang lebih serius. Konsultasikanlah ke dokter jika Anda mengalami batuk yang parah dan tidak kunjung reda, sehingga pengobatan dapat segera dilakukan.

Batuk ringan memang jarang membutuhkan langkah pengobatan tertentu. Namun, segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami batuk yang:

  • Lebih dari tiga minggu akibat infeksi virus.
  • Bertambah parah.
  • Disertai darah, kesulitan bernapas, sakit dada, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, demam, atau terjadi pembengkakan dan muncul benjolan di leher.

Batuk pada Bayi dan Anak-anak

Batuk pada bayi dan anak-anak disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan batuk pada orang dewasa, antara lain infeksi saluran pernapasan, asma, dan GERD.

Bila batuk menjadi berkepanjangan, bisa menjadi pertanda adanya infeksi saluran pernapasan yang lebih serius. Konsultasikanlah ke dokter jika anak Anda mengalami batuk yang parah dan tidak kunjung reda, sehingga pengobatan dapat segera dilakukan.

Mewaspadai gejala batuk rejan juga sangat penting, terutama pada anak-anak dan bayi. Gejala batuk rejan meliputi:

  • Suara lengkingan di setiap tarikan napas dalam-dalam setelah batuk.
  • Batuk bertubi-tubi dan intens yang mengeluarkan dahak kental.
  • Kelelahan dan wajah memerah karena terus batuk.
  • Muntah.

Di samping batuk rejan, batuk pada bayi dan anak juga bisa disebabkan oleh bronkiolitis dan croup. Bronkiolitis merupakan infeksi saluran pernapasan bagian bawah pada bayi serta anak-anak di bawah usia dua tahun. Sedangkan croup adalah infeksi virus yang menyerang laring (kotak suara) atau trakea (batang tenggorokan) bayi dan anak-anak.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT