Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Balanitis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 36 kali

Balanitis adalah peradangan pada ujung kepala penis (glans penis) yang disebabkan oleh berbagai hal. Infeksi yang terjadi akibat balanitis seringkali juga menyebabkan peradangan pada kulit yang menutupi penis pada penis yang tidak dikhitan (preputium). Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya balanitis antara lain adalah infeksi jamur, infeksi bakteri, penyakit menular, iritasi kulit, dan kelainan kulit lainnya.

Balanitis dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapapun. Balanitis sering terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun dan pada laki-laki dewasa yang tidak dikhitan. Sekitar satu dari 25-30 orang yang tidak dikhitan mengalami balanitis.

Gejala Balanitis

Gejala yang umum muncul pada penis yang terkena balanitis antara lain:

  • Kemerahan pada kepala penis berupa bercak merah hingga memerah seluruhnya.
  • Lepuh (ulcer) pada penis.
  • Iritasi.
  • Terasa keras, kering, atau kaku.
  • Kepala penis membengkak.
  • Nyeri.
  • Terkadang keluar cairan kental dari bawah preputium yang menimbulkan bau tak sedap akibat infeksi bakteri anaerob atau Streptococcus sp.
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
  • Sulit untuk menarik preputium (fimosis).
  • Pada beberapa kasus menyebabkan impotensi.
  • Menimbulkan limfoadenopati.
  • Sulit untuk memasang kateter Foley.
  • Gatal.
  • Gejala sistemik seperti demam atau mual, namun jarang terjadi.

Penyebab Balanitis

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena balanitis, antara lain:

  • Tidak menjaga kebersihan alat kelamin. Jika seseorang yang belum dikhitan tidak menjaga kebersihan alat kelaminnya, kemudian ditambah faktor ketatnya kulup (preputium), dapat menimbulkan iritasi akibat cairan pada alat kelamin (smegma). Smegma merupakan cairan kotor yang terbentuk di bawah kulup pada ujung alat kelamin yang tidak dikhitan. Faktor ini merupakan penyebab utama terjadinya balanitis.
  • Infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual terkadang dapat menyebabkan balanitis, terutama jika seseorang menderita peradangan pada saluran kemih (uretra). Berbagai macam penyakit infeksi menular seksual (misalnya herpes genital, klamidia, atau gonorea) dapat menyebabkan balanitis. Gejala yang muncul pada balanitis akibat infeksi menular seksual biasanya berupa rasa nyeri pada saat kencing dan keluar cairan dari uretra.
  • Infeksi menular nonseksual. Berbagai macam mikroba yang normalnya hidup pada kulit dapat menimbulkan penyakit infeksi. Penyebab utama terjadinya balanitis akibat infeksi nonseksual adalah jamur jenis Candida sp. Candida sp juga merupakan jamur yang menyebabkan infeksi vagina dan keputihan pada wanita. Candida spumumnya hidup di permukaan kulit pada kondisi normal, namun pada waktu tertentu dapat menimbulkan infeksi. Beberapa jenis bakteri juga dapat menimbulkan balanitis pada anak-anak maupun laki-laki dewasa. Infeksi lebih mudah terjadi jika seseorang memiliki kondisi sebagai berikut:
    • Mengalami inflamasi pada penis diakibatkan alergi atau iritasi.
    • Menderita diabetes. Kandungan gula pada urin dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri jika sisa urin pada penis setelah kencing tidak dibersihkan dengan baik.
    • Menderita fimosis. Fimosis merupakan kondisi kulit yang menyebabkan kulup (preputium) tidak bisa ditarik sehingga kepala penis tidak bisa dibersihkan. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak di bawah 5 tahun.
  • Alergi dan iritasi.Kulit kepala penis sangat sensitif dan dapat bereaksi terhadap berbagai senyawa kimia atau zat lain. Contoh hal yang dapat menimbulkan iritasi pada kepala penis adalah:
    • Sel kulit mati, keringat, urin dan benda lain dapat terkumpul di bawah kulup.
    • Beberapa jenis sabun dan desinfektan.
    • Menggosok atau mencuci kepala penis secara berlebihan.
    • Kondom, spermisida, lubrikan yang digunakan pada saat berhubungan seksual.
    • Senyawa kimia yang terkena pada tangan dapat mengenai kepala penis jika tidak dibersihkan sebelum ke toilet.
    • Deterjen atau sabun cuci yang tidak terbilas dengan baik dan tertinggal di celana dalam.

Selain faktor-faktor penyebab di atas, kondisi tertentu pada kulit juga dapat menyebabkan balanitis atau penyakit lain yang terlihat seperti balanitis, misalnya psoriasis atau kanker kulit. Kanker kulit pada penis dapat terlihat seperti peradangan biasa, oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter terkait kondisi peradangan penis.

Faktor Risiko Balanitis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena balanitis antara lain adalah:

  • Diabetes melitus.
  • Penggunaan antibiotik oral.
  • Kebersihan yang buruk pada laki-laki yang tidak dikhitan.
  • Daya tahan tubuh yang rendah.
  • Iritasi akibat fisik atau kimia pada kepala penis.

Mikroba Penyebab Balanitis

Berikut ini adalah jenis-jenis mikroba yang dapat menginfeksi penis dan menimbulkan balanitis, di antaranya:

  • Jamur Candida sp
  • Bakteri Staphylococcus sp
  • Bakteri Streptococcus sp
  • Bakteri Gardnerella vaginalis
  • Jamur Trichomonas sp
  • Bakteri Borrelia vincentii
  • Bakteri Treponema pallidum
  • Bakteri Entamoeba histolytica
  • Berbagai jenis bakteri anaerob
  • Herpesvirus
  • Human Papilloma Virus

Diagnosis Balanitis

Dokter dapat mendiagnosis balanitis dengan melihat tanda-tanda kemerahan dan radang pada kepala penis. Dengan adanya tanda-tanda radang pada kepala penis, dokter dapat langsung memberikan rekomendasi dan pengobatan standar kepada pasien untuk mengatasi peradangan tersebut. Metode diagnosis lain yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengambil sampel dengan menggunakan cotton swab untuk menentukan keberadaan mikroba yang menimbulkan infeksi dan inflamasi.
  • Melakukan pemeriksaan kadar gula darah pada pasien diabetes.
  • Memberikan rujukan kepada dokter spesialis kulit kelamin jika diduga infeksi balanitis diakibatkan oleh penyakit menular seksual. Pasangan yang terlibat aktivitas seksual juga harus diperiksa karena dikhawatirkan terkena penyakit tersebut.
  • Memberikan rujukan kepada dokter spesialis kulit jika diduga infeksi balanitis diakibatkan kelainan pada kulit.
  • Jika peradangan tetap terjadi, biopsi kepala penis dapat dilakukan untuk memeriksa struktur kulit melalui mikroskop.
  • Melakukan kultur mikroba yang berasal dari cairan infeksi balanitis untuk menentukan penyebab infeksi balanitis.
  • Melakukan pemeriksaan serologi untuk penyakit sifilis.
  • Melakukan pengecekan titer virus Human Papiloma Virus dan HIV.
  • Melakukan pemeriksaan potasium hidroksida untuk menentukan keberadaan adanya Candida sp.

Pengobatan Balanitis

Pengobatan balanitis dilakukan bergantung kepada penyebabnya. Beberapa metode-metode pengobatan balanitis adalah sebagai berikut:

  • Krim dan tablet anti jamur untuk pengobatan balanitis yang disebabkan oleh infeksi Candida. Contoh obat yang dapat digunakan adalah nistatin, klotriazol, fluconazol, mikonazol, dan imadiazol.
  • Antibiotik untuk pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Beberapa jenis antibiotik yang dapat digunakan adalah penisilin, fluksoksasilin, dan eritromisin. Untuk infeksi batkeri anaerobik dapat digunakan metronidazol, koamiksoklaf, dan klindamisin.
  • Krim steroid ringan untuk mengobati balanitis yang diakibatkan oleh inflamasi atau alergi. Terkadang krim steroid digunakan sebagai tambahan pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi untuk mengurangi peradangan. Akan tetapi perlu diingat bahwa steroid tidak boleh digunakan sendiri karena akan memperparah infeksi yang terjadi.
  • Khitan. Jika balanitis sering terjadi berulang dan penderita memiliki kondisi fimosis, pengobatan terbaik adalah dengan dikhitan.

Hal-hal sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala balanitis adalah sebagai berikut:

  • Menghindari penggunaan sabun pada alat kelamin ketika terjadi inflamasi.
  • Menggunakan krim pelembab (moisturizer) sebagai pengganti sabun untuk membersihkan alat kelamin.
  • Menggunakan air hangat untuk membersihkan alat kelamin, lalu dikeringkan secara perlahan.
  • Mandi dengan menggunakan air asin.

Selama menjalani pengobatan balanitis yang tidak disebabkan infeksi menular seksual, penderita boleh saja melakukan aktivitas seksual dengan pasangan. Namun alangkah baiknya aktivitas seksual dihindari karena dikhawatirkan bisa menimbulkan rasa sakit pada penis.

Jika balanitis disebabkan oleh infeksi menular, maka penderitanya tidak dibolehkan untuk melakukan aktivitas seksual, sebelum pengobatan selesai dan gejala hilang, karena dikhawatirkan akan menularkan penyakit kepada pasangan.

Pencegahan Balanitis

Balanitis dapat dicegah dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Bersihkan penis secara rutin setiap hari menggunakan sabun. Untuk orang yang belum dikhitan, pastikan untuk membersihkan kepala penis dan dibilas menggunakan air. Setelah dibersihkan, keringkan kepala dan badan penis sebelum menggunakan celana dalam.
  • Jika gejala balanitis berkaitan dengan penggunaan kondom, gunakan kondom khusus yang dibuat untuk kulit sensitif.
  • Jika bekerja menggunakan senyawa kimia berbahaya, pastikan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum buang air kecil.
  • Menggunakan kondom pada saat melakukan aktivitas seksual dengan pasangan baru.
  • Mengontrol kondisi diabetes dan penyakit kronis lain yang mungkin berdampak pada balanitis.
  • Mengurangi berat badan jika mengalami obesitas.

Komplikasi Balanitis

Jika tidak ditangani lebih lanjut, balanitis dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan lain, seperti:

  • Nyeri sendi.
  • Ruam pada bagian kulit yang lain.
  • Mulut kering.
  • Pembengkakan kelenjar.
  • Demam.
  • Mual.
  • Letih.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT