Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Anemia Defisiensi Vitamin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 42 kali

Anemia defisiensi vitamin B12 atau folat (vitamin B9) adalah kondisi yang berkembang ketika tubuh kekurangan vitamin B12 atau folat. Hal inilah yang menyebabkan tubuh menghasilkan sel darah merah yang tidak berfungsi dengan baik. Ketika asupan makanan dengan vitamin B12 atau folat tidak cukup, atau tubuh kesulitan menyerap atau memroses vitamin B12 atau folat, maka anemia jenis ini akan terjadi.

Gejala utama anemia defisiensi vitamin B12 atau folat berupa letih dan lelah. Jika Anda merasa lelah dan letih secara terus menerus, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Berdasarkan pada gejala dan hasil tes darah, dokter bisa memberikan diagnosis anemia.

Penderita Anemia Defisiensi Vitamin B12 atau Folat di Indonesia

Defisiensi vitamin B12 atau folat jarang terjadi pada anak muda, meski mereka yang menjalani menu vegetarian dengan ketat bisa berisiko mengalaminya. Defisiensi vitamin B12 atau folat lebih umum terjadi pada orang tua dengan angka perkiraan 1 dari 10 orang di atas usia 75 tahun.

Jenis Anemia yang Diderita

Ada berbagai macam anemia dan masing-masing memiliki penyebab tersendiri. Pada kesempatan kali ini, tema yang dibahas fokus pada anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 atau zat folat dalam tubuh.

Akibat Kekurangan Vitamin B12 atau Folat

Untuk membantu tubuh menghasilkan sel darah merah, dibutuhkan kerja sama antara vitamin B12 dan folat. Vitamin B12 juga berguna untuk membantu menjaga sistem saraf tetap sehat. Ini termasuk otak, saraf, dan saraf tulang belakang. Pada sisi lain, vitamin B9 atau folat juga sangat penting bagi wanita hamil. Kekurangan folat pada wanita hamil bisa meningkatkan risiko kelainan bawaan atau cacat pada bayi yang belum dilahirkan.

Vitamin B12 bisa ditemukan pada daging, telur, dan produk olahan susu. Sedangkan sumber folat terbaik terkandung di dalam sayuran hijau seperti brokoli, kol Brussel, dan kacang polong.

Cara-cara mengobati Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat kebanyakan mudah diatasi. Pengobatan anemia jenis ini, awalnya akan diberikan vitamin B12 melalui suntikan. Tergantung apakah defisiensi B12 yang diderita berhubungan dengan pola makan atau tidak, Anda mungkin akan membutuhkan tablet suplemen di antara jadwal makan. Atau, bisa juga secara teratur melakukan suntikan vitamin B12. Pengobatan ini mungkin dibutuhkan seumur hidup.

Untuk mengembalikan tingkat asam folat, dibutuhkan tablet asam folat. Tablet ini harus dikonsumsi selama empat bulan untuk mencapai kadar yang normal di dalam tubuh. Defisiensi vitamin B12 atau folat baik dengan atau tanpa anemia, bisa mengakibatkan komplikasi, meski jarang terjadi. Misalnya bermasalah dengan jantung, paru-paru, dan sistem saraf serta meningkatkan risiko kemandulan. Meski begitu, semua komplikasi pada umumnya bisa diobati.

Gejala dari tiap jenis anemia sangat tergantung pada penyebab dasar dari kondisi itu. Untuk segala jenis anemia, semuanya memiliki beberapa gejala umum yang sama, yaitu:

  • Keletihan
  • Kelelahan
  • Mudah pingsan
  • Berat badan turun
  • Kehabisan napas atau dispnea
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tinitus atau persepsi mendengar suara berasal dari dalam tubuh, bukan dari luar
  • Detak jantung tidak beraturan, terutama saat berolahraga.
  • Mati rasa dan kesemutan pada tangan dan kaki.
  • Insomnia.
  • Kesulitan berkonsentrasi.

Gejala Anemia Defisiensi Vitamin B12

Gejala-gejala di bawah ini secara spesifik disebabkan oleh anemia karena kekurangan vitamin B12. Gejalanya antara lain:

  • Lidah perih dan berwarna merah atau radang lidah
  • Warna kulit menjadi kekuning-kuningan
  • Sariawan di mulut
  • Indera peraba terasa berbeda atau fungsinya berkurang
  • Kemampuan merasakan sakit berkurang.
  • Penglihatan terganggu.
  • Mudah marah.
  • Perubahan cara berjalan dan bergerak.
  • Depresi: Merasa sedih sekali dan berlangsung lama.
  • Demensia: Kemampuan mental berkurang, misalnya soal ingatan, pemahaman, dan penilaian.
  • Psikosis: Kondisi yang memengaruhi pikiran dan mengubah pola pikir, perasaan, dan perilaku.

Gejala Anemia Defisiensi Folat

Gejala defisiensi folat mirip dengan gejala umum anemia. Tapi kondisi ini bisa juga menyebabkan kemampuan indera peraba menurun, misalnya berkurang atau hilangnya rasa sentuhan dan rasa sakit. Dan juga kemampuan otot melemah serta merasa depresi.

Anemia defisiensi vitamin B12 atau folat bisa disebabkan oleh banyak hal. Antara lain dari pola makan, gangguan genetik, dan lain sebagainya. Kurangnya vitamin B12 ataupun folat akan memengaruhi kemampuan tubuh dalam menghasilkan sel darah merah yang sehat dan yang berfungsi dengan baik untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sel darah merah yang terbentuk berukuran besar dengan struktur yang abnormal, dikeluarkan ke aliran darah sebelum sel darah merah matang atau biasa disebut bentuk megaloblas-nya. Keadaan ini disebut juga anemia megaloblastik, di mana sel darah merah tidak dapat melakukan fungsinya karena cacat.

Penyebab dari Anemia Defisiensi Vitamin B12

Menderita anemia pernisiosa

Tubuh menyerap vitamin B12 melalui lambung. Agar vitamin B12 bisa diserap dari makanan yang Anda makan, sebuah protein bernama faktor intrinsik akan menempelkan dirinya pada vitamin B12.

Anemia pernisiosa adalah penyakit autoimun yang memengaruhi lambung. Penyakit autoimun berarti sistem kekebalan tubuh Anda menyerang sel sehat tubuh Anda sendiri. Dalam anemia pernisiosa, sistem kekebalan tubuh Anda akan menyerang sel di dalam lambung yang menghasilkan faktor intrinsik. Akibatnya, defisiensi terjadi karena tubuh tidak bisa menyerap vitamin B12.

Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko Anda mengembangkan anemia pernisiosa. Meski penyebab utamanya tidak diketahui, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko:

  • Lebih banyak memengaruhi wanita daripada pria.
  • Lebih sering terjadi pada usia di atas 60 tahun.
  • Faktor keturunan dari keluarga dekat atau kerabat menderita kondisi yang sama.
  • Memiliki penyakit autoimun lainnya seperti penyakit Addison dan vitiligo. Nyatanya, terdapat keterkaitan antara anemia pernisiosa dengan penyakit kekebalan tubuh lainnya.

Faktor makanan yang dikonsumsi

Daging, ikan, dan produk olahan susu adalah menu makanan yang menyediakan cukup banyak kandungan vitamin B12. Vegetarian atau orang yang hanya mengonsumsi makanan berasal dari tumbuhan, mungkin tidak memiliki cukup vitamin B12 dalam menu mereka. Atau orang-orang yang memiliki menu sangat sederhana dalam jangka waktu lama.

Tubuh biasanya menyimpan vitamin B12 yang bertahan selama dua sampai empat tahun. Untuk menjaga penyimpanan vitamin tersebut tetap pada tingkat yang sehat, sangat penting untuk memiliki vitamin B12 dalam menu makanan Anda.

Penyakit yang memengaruhi usus

Ketika tubuh tidak bisa menyerap vitamin B12 seperti biasanya, mungkin disebabkan oleh penyakit yang memengaruhi usus atau sebagian dari sistem pencernaan. Salah satunya penyakit Crohn. Ini adalah penyakit jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada dinding sistem pencernaan. Kondisi ini bisa membuat tubuh Anda kekurangan vitamin B12.

Kondisi yang memengaruhi lambung

Terhalangnya proses penyerapan vitamin B12 bisa disebabkan oleh kondisi lambung atau operasi lambung. Misalnya risiko mendapat anemia defisiensi vitamin B12 meningkat disebabkan gastrektomi atau prosedur operasi di mana sebagian dari lambung diangkat.

Karena konsumsi obat-obatan tertentu

Vitamin B12 bisa berkurang dari dalam tubuh karena konsumsi beberapa jenis obat-obatan. Misalnya proton pump inhibitor (PPIs), yaitu obat untuk mengatasi masalah pencernaan, bisa membuat defisiensi vitamin B12 memburuk. Obat-obatan PPIs mencegah pembuatan asam lambung secara berlebihan. Asam lambung inilah yang dibutuhkan untuk melepaskan vitamin B12 dari makanan yang Anda makan. Dokter Anda bisa mengidentifikasi jika ada obat-obatan yang berdampak pada kadar vitamin B12 Anda.

Penyebab dari Anemia Defisiensi Folat

Folat adalah vitamin yang larut dalam air. Karena itu, tubuh tidak akan bisa menyimpan folat dalam jangka waktu lama. Biasanya tubuh menyimpan folat cukup untuk bertahan selama empat bulan. Untuk memastikan tubuh memiliki cadangan folat yang cukup, kita harus mendapatkan asupan folat dari makanan sehari-hari. Anemia defisiensi folat bisa berkembang karena beberapa alasan yang sama seperti anemia defisiensi vitamin B12. Beberapa penyebabnya dijelaskan di bawah ini.

Makanan yang dikonsumsi

Beberapa orang mungkin tidak mendapatkan folat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa faktor yang mungkin jadi penyebabnya adalah makanan yang tidak sehat dan tidak seimbang. Selain itu, mungkin mereka baru saja mengubah jenis atau pola makanan harian, misalnya untuk alasan menurunkan berat badan. Orang yang mengonsumsi minuman beralkohol juga berisiko mengalami anemia defisiensi folat.

Terjadinya malabsorpsi

Jika Anda menderita penyakit Celiac, kondisi ini bisa memengaruhi sistem pencernaan. Akibatnya tubuh tidak bisa menyerap folat secara efektif.

Buang air kecil secara berlebihan

Bagi penderita penyakit jantung, ginjal, dan hati, mungkin akan kehilangan folat dari tubuh. Hal ini disebabkan efek dari penyakit tersebut yang membuat Anda buang air kecil secara berlebihan. Beberapa hal yang bisa membuat Anda buang air kecil berlebihan:

  • Gagal jantung kongestif, terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secukupnya ke seluruh tubuh
  • Kerusakan hati akut. Sering kali hal ini disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Dialisis (prosedur cuci darah) jangka panjang: mesin dialisis menyaring produk sampah dari darah

Karena konsumsi obat-obatan tertentu

Folat kadang sulit diserap dan jumlahnya bisa berkurang. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa efek dari obat-obatan. Dokter akan mengawasi Anda jika dirasa perlu untuk dilakukan. Dokter akan mengetahui obat-obatan apa saja yang bisa memengaruhi tingkat folat dalam tubuh.

Beberapa penyebab lainnya

Bayi prematur yang lahir sebelum 37 minggu masa kehamilan cenderung mengembangkan anemia defisiensi folat karena tubuh mereka yang sedang berkembang membutuhkan lebih banyak vitamin folat daripada bayi lahir usia kandungan normal.

Defisiensi folat bisa terjadi karena tubuh tidak bisa memenuhi kebutuhan vitamin yang kadang-kadang melebihi tingkat normalnya. Hal-hal yang membuat tubuh membutuhkan folat lebih banyak:

  • Menderita kanker
  • Ketika hamil
  • Melawan infeksi atau kondisi kesehatan yang menyebabkan inflamasi dan/atau pembengkakan
  • Memiliki kelainan darah, misalnya anemia sel sabit. Ini adalah kelainan karena faktor turunan yang menyebabkan sel darah merah berubah bentuk

Faktor kehamilan

Jika sedang hamil atau berencana untuk hamil, disarankan minum suplemen asam folat 0,4 miligram per hari. Ini dilakukan hingga kehamilan berumur 12 minggu. Hal ini akan membantu bayi tumbuh dan berkembang, serta memastikan Anda dan bayi memiliki cukup folat dalam tubuh.

Jika mengalami kehamilan dengan kondisi tertentu, tubuh mungkin butuh tambahan asam folat. Untuk mencegah agar anemia tidak terjadi, dokter akan mengawasi dengan seksama. Anda bisa membeli langsung tablet asam folat atau meminta resep dari dokter dan membawanya ke apotek, toko swalayan besar, atau ke toko makanan sehat. Bagi penderita diabetes, Anda mungkin perlu asam folat dengan dosis lebih tinggi. Anda sebaiknya mengonsumsi asam folat sebanyak 5 miligram per hari.

Berdasarkan gejala yang dialami dan hasil tes darah, diagnosis anemia defisiensi vitamin B12 atau folat bisa dipastikan. Untuk mengukur berbagai tipe sel darah dari sampel, perlu dilakukan penghitungan darah sepenuhnya. Secara umum, dokter akan memeriksa:

  • Apakah ukuran sel darah merah melebihi normal.
  • Apakah tingkat hemoglobin terlalu rendah.
  • Berapa banyak vitamin B12 di dalam darah.
  • Berapa banyak folat di dalam darah.

Untuk menentukan jenis anemia yang Anda alami, hasil tes akan menunjukkan apakah Anda kekurangan vitamin B12 atau folat.

Jika dicurigai menderita defisiensi vitamin B12, maka dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani beberapa tes tambahan yaitu:

  • Tes antibodi. Antibodi dalam darah pasien akan diperiksa.
  • Tes asam methylmalonic. Pada tes ini dokter akan memeriksa apakah zat asam methylmalonic terdapat pada darah pasien.
  • Tes schilling. Pasien akan diminta untuk menelan sejumlah kecil radioaktif vitamin B12. Kemudian darah pasien akan diperiksa guna memastikan apakah tubuh pasien menyerap vitamin B12.

Pengetesan tambahan diperlukan untuk mengetahui penyebab dasar defisiensi dan menentukan pengobatan yang paling tepat. Untuk mengetahui lebih jelas penyebab munculnya anemia, Anda mungkin akan dirujuk menemui seorang dokter spesialis.

Menemui dokter spesialis sistem pencernaan

Anda dirujuk kepada dokter spesialis sistem pencernaan jika terdapat kecurigaan bahwa sistem pencernaan Anda tidak mampu menyerap nutrisi makanan dengan baik. Jika demikian, komposisi vitamin B12 atau folat di dalam tubuh telah berkurang.

Menemui dokter spesialis hematologi

Dokter hematologi adalah dokter spesialis dalam penyakit darah. Jika Anda sedang hamil dan mengalami anemia defisiensi vitamin B12 atau folat, maka Anda disarankan untuk menemui dokter spesialis hematologi.

Jika sistem saraf seperti otak dan saraf tulang belakang telah terjangkit, Anda akan disarankan untuk menemui dokter spesialis hematologi. Gejala yang mungkin terjadi adalah perubahan dalam penglihatan, indera peraba yang berkurang atau berubah, serta ketidakmampuan dalam mengendalikan otot.

Konsultasi dengan ahli gizi

Menu makanan yang bernutrisi bisa disarankan oleh ahli gizi. Mereka adalah tenaga medis profesional yang ahli dalam hal nutrisi. Jika pola makan tidak sehat, maka bisa menyebabkan defisiensi vitamin B12 atau folat. Untuk meningkatkan jumlah vitamin B12 atau folat dalam makanan, ahli gizi bisa membuatkan pola makan yang lebih tepat untuk kita.

Pengobatan pada anemia defisiensi vitamin B12 atau folat tergantung kepada apa penyebab dasar kondisi itu. Pada sebagian besar upaya penggantian vitamin untuk tubuh, bisa dilakukan pengobatan dengan suntikan atau tablet vitamin B12.

Mengobati Anemia Defisiensi Vitamin B12

Suntikan vitamin B12 yang diberikan untuk mengobati anemia defisiensi vitamin B12 dalam bentuk hydroxocobalamin. Tiap hari selama dua minggu selama pengobatan awal, Anda akan mendapatkan suntikan ini hingga gejalanya berhenti. Suntikan ini bisa dilakukan oleh dokter atau perawat.

Pengobatan yang dilakukan bergantung kepada penyebab defisiensi vitamin B12. Apakah terkait dengan makanan atau tidak, setelah pengobatan awal di atas.

Anemia defisiensi vitamin B12 yang terkait makanan

Resep tablet vitamin B12 diberikan untuk diminum tiap hari setelah makan. Ini dilakukan jika defisiensi vitamin B12 disebabkan oleh kurangnya vitamin di dalam makanan. Atau mungkin Anda disuntik hydrococobalamin dua kali dalam setahun. Bagi pelaku gaya hidup vegetarian, akan kesulitan mendapatkan vitamin B12 dalam makanannya. Dalam kondisi ini, mungkin harus meminum tablet vitamin B12 seumur hidupnya.

Bagi yang kekurangan vitamin B12 karena menu makanan yang buruk dalam jangka panjang, konsumsi vitamin B12 bisa dihentikan jika kandungan di dalam tubuh sudah normal dan menu makanan sudah diubah.

Sumber vitamin B12 yang bagus adalah daging, telur, ikan salmon, ikan kod dan produk olahan susu, termasuk susu itu sendiri. Bagi vegetarian atau vegan, ada produk pengganti untuk daging dan produk olahan susu. Makanan yang mengandung vitamin B12, misalnya sereal sarapan kaya zat besi dan produk kedelai. Saat berbelanja makanan, periksalah tabel nutrisi untuk tahu berapa banyak kandungan vitamin B12 yang ada.

Anemia defisiensi vitamin B12 yang tidak terkait makanan

Untuk defisiensi vitamin B12 yang tidak disebabkan oleh pola makan yang buruk, mungkin perlu pengobatan suntikan hydroxocobalamin empat kali setahun untuk seumur hidup. Ada jenis vitamin suntikan lain bernama cyanocobalamin, tapi orang lebih memilih hydroxocobalamin karena bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh manusia. Cyanocobalamin juga tersedia dalam bentuk tablet.

Jika memerlukan suntikan vitamin B12 secara regular, hydroxocobalamin bisa disuntikkan tiap tiga bulan sekali, sedangkan cyanocobalamin harus diberikan sebulan sekali.

Dokter spesialis darah bisa direkomendasikan sebagai langkah penanganan ketika defisiensi vitamin B12 bisa menimbulkan gejala penyakit saraf. Sebagai contoh, kaki dan tangan sering terasa kaku atau kesemutan. Anda mungkin juga perlu disuntik vitamin B12 setiap dua bulan sekali. Dokter spesialis akan menyarankan berapa lama Anda perlu melakukan penyuntikan vitamin.

Mengobati Anemia Defisiensi Folat

Dokter akan memberi resep tablet asam folat untuk menambah tingkat folat dalam tubuh. Tablet asam folat perlu diminum selama empat bulan. Tapi Anda juga bisa mengonsumsi tablet asam folat jauh lebih lama, bahkan seumur hidup, jika penyebab dasar dari anemia defisiensi folat tidak kunjung hilang.

Selain itu, untuk meningkatkan asupan folat, menu makanan sehari-hari Anda juga harus diperhatikan. Sumber folat yang bagus di antaranya:

  • Beras cokelat
  • Kol Brussel
  • Brokoli
  • Asparagus
  • Kacang polong
  • Kacang arab

Sebelum mulai mengonsumsi asam folat, kadar vitamin B12 akan diperiksa apakah dalam batas normal. Pemeriksaan ini diperlukan karena pengobatan asam folat bisa memperparah gejala yang dialami dan menyamarkan gejala dari anemia defisiensi vitamin B12. Sistem saraf akan terpengaruh jika defisiensi vitamin B12 tidak terdeteksi dan tidak segera ditangani.

Mengawasi Kondisi Selama Pengobatan

Tes darah lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan pengobatan yang dilakukan berhasil. Kadar hemoglobin akan diperiksa melalui tes darah apakah sudah naik pada 10 hari setelah memulai pengobatan. Untuk memastikan pengobatan berlangsung sukses, tes darah selanjutnya dilakukan 2 bulan setelahnya.

Tes akan dilakukan lagi pada empat bulan setelah pengobatan selesai jika Anda mengonsumsi tablet asam folat. Terkecuali, gejala yang sebelumnya muncul kembali atau pengobatan tidak efektif. Kebanyakan penderita defisiensi vitamin B12 atau folat tidak perlu diawasi terus menerus. Untuk melihat apakah kondisi Anda sudah pulih atau jika dokter merasa perlu, maka akan dilakukan tes darah kembali.

Komplikasi jarang sekali terjadi pada kebanyakan kasus anemia defisiensi vitamin B12 atau pun pada anemia defisiensi folat, tapi jika Anda mengalami defisiensi vitamin B12 atau folat dalam jangka waktu lama, komplikasi bisa terjadi.

Komplikasi yang Disebabkan Anemia

Terlepas dari apa pun penyebabnya, anemia bisa mengarah pada komplikasi jantung dan paru-paru, karena jantung berupaya semakin keras memompa oksigen ke organ-organ lainnya.

Penyakit yang bisa berkembang pada pengidap anemia adalah takikardia atau denyut jantung lebih dari 100 denyut per menit. Selain itu bisa juga terjadi gagal jantung atau ketika jantung tidak memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.

Komplikasi Disebabkan oleh Defisiensi Vitamin B12

Komplikasi yang terjadi di bawah ini disebabkan karena kekurangan vitamin B12 dengan atau tanpa anemia.

Bermasalah dengan kesuburan

Terkadang defisiensi vitamin B12 bisa menyebabkan kemandulan untuk sementara waktu.

Kelainan pada sistem saraf

Sistem saraf seperti otak dan saraf tulang belakang bisa terpengaruh karena kekurangan vitamin B12. Vitamin B12 penting untuk memproduksi sel darah merah, dan juga untuk kesehatan sistem saraf. Tanpa penanganan yang tepat, komplikasi defisiensi vitamin B12 bisa menjadi permanen. Defisiensi vitamin B12 bisa menyebabkan masalah kesehatan lain sebelum akhirnya menjadi anemia. Berikut ini adalah hal-hal yang mungkin dialami:

  • Kehilangan ingatan
  • Bermasalah dengan penglihatan
  • Ataksia: kehilangan koordinasi fisik, kondisi ini bisa memengaruhi seluruh tubuh dan bisa menyebabkan kesulitan berbicara atau berjalan
  • Parestesia: sensasi kesemutan

Munculnya neural tube defects (NTD)

Risiko bayi mengalami kelainan bawaan lahir (NTD) akan meningkat jika ketika hamil sang ibu kekurangan vitamin B12 di dalam tubuhnya. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dipengaruhi oleh kelainan ini. Beberapa contoh kelainan yang terjadi adalah spina bifida yaitu, tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan sempurna. Selain itu, bisa terjadi anensefalus atau otak dan tempurung kepala bayi tidak terbentuk dengan sempurna.

Komplikasi Disebabkan oleh Defisiensi Folat

Komplikasi bisa disebabkan oleh kekurangan folat dengan atau tanpa anemia. Sebagian komplikasi akan dijelaskan di bawah ini.

Bermasalah dengan kesuburan

Sama seperti defisiensi vitamin B12, kesuburan juga bisa dipengaruhi karena defisiensi folat. Tapi dampaknya bisa ditanggulangi dengan mengonsumsi suplemen vitamin dan hanya bersifat sementara.

Munculnya neural tube defects (NTD)

Pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam rahim juga dipengaruhi kurangnya folat dalam tubuh, sama halnya seperti defisiensi vitamin B12. Kelainan bawaan lahir akan meningkat pada bayi yang belum dilahirkan, misalnya spina bifida.

Terjadinya kelahiran prematur

Kekurangan folat pada masa kehamilan bisa meningkatkan risiko bayi akan lahir secara prematur atau sebelum memasuki masa kehamilan minggu ke-37. Selain itu, bisa juga memengaruhi perkembangan bayi Anda.

Munculnya penyakit kardiovaskular

Menurut penelitian, penyakit kardiovaskular akan meningkat ketika tubuh kekurangan folat. Penyakit kardiovaskular adalah istilah yang menggambarkan kondisi kesehatan yang melibatkan pembuluh darah, jantung, dan cara darah bersirkulasi ke seluruh tubuh.

Menyebabkan kanker

Menurut penelitian, beberapa penyakit kanker bisa dikaitkan dengan defisiensi folat. Salah satu contohnya adalah kanker perut. Pertumbuhan kanker tidak hanya disebabkan kekurangan folat, tapi berpotensi untuk turut berkontribusi dalam pertumbuhan kanker.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT