Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Alergi Dingin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 39 kali

Alergi dingin atau dalam istilah medis disebut urtikaria dingin adalah reaksi kulit terhadap dingin yang menyebabkan munculnya bilur yang terasa gatal dan kulit menjadi berwarna kemerahan.

Tingkat keparahan gejala alergi dingin yang muncul pada masing-masing orang berbeda-beda. Sebagian orang bisa sampai kehilangan kesadaran, mengalami tekanan darah yang sangat rendah, dan bahkan yang terparah bisa menyebabkan kematian.

Usia remaja adalah usia yang paling sering terkena alergi dingin, namun biasanya akan menghilang sepenuhnya dalam waktu beberapa tahun.

Gejala Alergi Dingin (Urtikaria Dingin)

Biasanya gejala alergi dingin muncul saat kulit terpapar air dingin atau cuaca dingin (di bawah 4 derajat Celsius). Alergi dingin juga lebih berisiko muncul dalam kondisi yang berangin dan lembap. Berikut ini adalah beberapa gejala alergi dingin yang dapat terjadi.

  • Tangan terasa bengkak saat memegang benda dingin.
  • Muncul bilur yang terasa gatal pada area kulit yang terpapar udara dingin.
  • Bibir dan tenggorokan terasa bengkak saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin.
  • Kulit berwarna kemerahan.

Reaksi alergi biasanya paling parah pada saat seluruh tubuh terpapar oleh suhu dingin, seperti pada saat berenang di air dingin. Reaksi yang ditimbulkan dapat berpotensi membahayakan nyawa, seperti pembengkakan pada tenggorokan dan lidah sehingga sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar, pingsan, serta membengkaknya lengan dan kaki.

Pada umumnya, alergi dingin akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa pekan atau bulan, namun ada juga yang bertahan lebih lama. Jika tenggorokan atau lidah terasa bengkak, merasa pusing, dan sulit bernapas, segera temui dokter.

Penyebab Alergi Dingin (Urtikaria Dingin)

Reaksi alergi dingin terjadi saat pelepasan histamin dan zat kimia lain ke dalam aliran darah yang dipicu oleh cuaca dingin. Beberapa hal diduga menjadi penyebab alergi dingin, termasuk faktor genetika memiliki sel kulit yang terlalu sensitif, virus atau penyakit tertentu. Namun penyebab pasti kenapa tubuh bereaksi demikian terhadap dingin belum diketahui.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena alergi dingin, yaitu:

  • Anak-anak dan remaja. Usia ini paling sering terkena alergi dingin dan biasanya membaik dengan sendirinya dalam beberapa tahun.
  • Penyakit dasar tertentu. Ada beberapa gangguan kesehatan atau penyakit, seperti kanker atau hepatitis yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin.
  • Infeksi. Mereka yang baru-baru saja terkena infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru lebih berisiko mengalami alergi dingin.
  • Genetika. Ada anak yang mewarisi penyakit ini dari orang tuanya, namun hal ini sangat jarang terjadi.

Diagnosis Alergi Dingin (Urtikaria Dingin)

Untuk mendiagnosis alergi dingin sangatlah mudah, cukup dengan meletakkan es batu di kulit selama lima menit. Jika setelah beberapa saat usai memindahkan es batu muncul benjolan merah, maka Anda menderita alergi dingin.

Pada beberapa kasus di mana urtikaria dingin diduga disebabkan oleh penyakit lain, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan berupa tes darah atau tes penunjang lainnya.

Perawatan Alergi Dingin (Urtikaria Dingin)

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan alergi dingin. Pengobatan diberikan untuk mengurangi gejala penyakit ini dan mencegah agar gejala tidak sering muncul di kemudian hari. Pengobatan yang biasanya diberikan oleh dokter adalah dengan obat golongan antihistamin. Namun, penggunaan antihistamin dengan dosis biasa diketahui tidak efektif, sehingga yang lebih membantu adalah obat antihistamin non-sedatif dengan dosis tinggi.

Obat-obat yang biasa diberikan adalah:

  • Omalizumab. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati asma, namun dapat juga menyembuhkan beberapa penderita urtikaria dingin.
  • Antihistamin (misalnya fexofenadine dan desloratadine). Obat ini menghambat zat histamin dalam tubuh yang menghasilkan gejala alergi.
  • Cyproheptadine, obat anthistamin yang bekerja dengan cara menghambat reaksi saraf yang menjurus pada gejala alergi dingin.
  • Doxepin. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kecemasan dan depresi dan diketahui dapat meredakan gejala alergi dingin.

Pencegahan Alergi Dingin (Urtikaria Dingin)

Pencegahan alergi dingin dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti di bawah ini.

  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman dingin untuk mencegah membengkaknya tenggorokan.
  • Konsumsi obat seperti yang telah diresepkan oleh dokter.
  • Beri tahu dokter atau petugas medis jika Anda akan menjalani operasi untuk mencegah timbulnya gejala alergi dingin di ruang operasi.
  • Sebelum terpapar cuaca dingin, disarankan untuk mengonsumsi antihistamin.
  • Lindungi kulit dari suhu yang menurun drastis atau cuaca dingin.
  • Bawalah suntikan adrenalin ke mana saja Anda pergi untuk mengantisipasi jika reaksi anafilaksis terjadi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT