Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Abses Gigi

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 47 kali

Abses gigi adalah terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah pada gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Abses gigi biasanya muncul pada ujung akar gigi (abses periapikal).

Infeksi bakteri penyebab abses gigi umumnya terjadi pada orang dengan kebersihan dan kesehatan gigi yang buruk. Nanah yang berkumpul pada benjolan, lambat laun akan terasa bertambah nyeri.

Penyakit ini dapat dicegah dengan cara menyikat gigi secara rutin atau membersihkan gigi menggunakan benang gigi. Sebaiknya seseorang rutin memeriksakan giginya ke dokter gigi untuk menghindari terjadinya kerusakan dan abses gigi.

Gejala Abses Gigi

Beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita abses gigi adalah:

  • Demam.
  • Sensitif pada tekanan saat mengunyah atau menggigit.
  • Sensitif pada suhu panas atau dingin.
  • Pembengkakan pada wajah atau pipi.
  • Nyeri parah dan berdenyut pada gigi, yang dapat menyebar ke tulang rahang, leher, atau telinga.
  • Kelenjar getah bening di bawah rahang atau di leher membengkak dan terasa nyeri.
  • Saat benjolan abses pecah, mendadak tercium bau tidak enak dari dalam mulut, dan lidah mengecap rasa busuk, serta cairan asin muncul di dalam mulut.
  • Kemerahan pada mulut dan wajah.

Penyebab dan Faktor Risiko Abses Gigi

Penyebab munculnya abses gigi adalah berkembangnya bakteri pada rongga mulut yang menyebar ke jaringan lunak dan tulang wajah dan leher. Bakteri masuk ke dalam pulpa gigi melalui rongga gigi atau retakan pada gigi penderita. Di dalam pulpa gigi sendiri terdapat beberapa pembuluh darah, saraf serta jaringan ikat.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita abses gigi adalah:

  • Makanan tinggi gula. Mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi bisa menyebabkan lubang pada gigi yang dapat berkembang menjadi abses gigi.
  • Buruknya kebersihan gigi. Orang yang tidak melakukan perawatan gigi dan gusi dengan semestinya berisiko mengalami masalah pada gigi, termasuk abses gigi.

Diagnosis Abses Gigi

Untuk mendiganosis pasien yang diduga menderita abses gigi, dokter umumnya akan melakukan beberapa tindakan pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa rongga mulut pasien secara keseluruhan.
  • Mengetuk gigi pasien. Gigi yang menderita abses biasanya menjadi sensitif terhadap sentuhan atau tekanan.
  • Pemindaian. Foto Rontgen akan membantu dokter mengidentifikasi abses serta melihat apakah infeksi sudah menyebar dan menyebabkan abses di bagian tubuh lainnya. Jika abses sudah menyebar ke bagian leher, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan CT scan.

Pengobatan dan Komplikasi Abses Gigi

Beberapa langkah pengobatan yang umumnya akan dilakukan dokter untuk mengatasi abses gigi adalah:

  • Membuat kanal ke akar gigi. Dokter akan mengebor ke bagian bawah gigi, mengangkat jaringan lunak yang menjadi pusat infeksi, serta mengeringkan abses. Cara ini dapat menghilangkan infeksi dan menyelamatkan gigi pasien.
  • Mengeringkan abses, dengan cara membuat sayatan kecil pada benjolan abses dan mengeluarkan cairan nanah dari dalamnya.
  • Memberikan antibiotik. Jika infeksi sudah menyebar ke gigi lainnya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk menghentikan penyebaran bakteri.
  • Mencabut gigi yang terinfeksi. Jika memang tidak bisa diselamatkan, maka gigi yang terkena abses akan dicabut. Dokter kemudian akan mengeringkan abses.

Jika tidak ditangani dengan benar, penderita abses gigi berisiko terkena beberapa kompikasi seperti:

  • Penyebaran infeksi, ke bagian tubuh lain seperti rahang, leher atau kepala.
  • Sepsis. Infeksi mematikan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT