Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Kanker Kulit Melanoma

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 21 kali

Kanker kulit melanoma adalah jenis kanker yang berkembang pada melanosit, sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin. Melanin inilah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang jarang dan sangat berbahaya. Kondisi ini dimulai dari kulit manusia dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gejala melanoma. Hal ini bisa terjadi di seluruh tubuh, tapi beberapa bagian tubuh yang sering mengalami kemunculannya adalah:

  • Wajah
  • Tangan
  • Punggung
  • Kaki

Melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan dan lebih dari satu warna. Tahi lalat yang terserang melanoma bisa terasa gatal dan bisa mengalami pendarahan, selain itu, ukurannya juga bisa melebihi tahi lalat normal. Untuk membedakan antara tahi lalat normal dan melanoma, daftar ABCDE sudah dikembangkan untuk orang-orang.

Penderita Kanker Kulit Melanoma

Menurut data WHO, ada sekitar 132.000 kasus melanoma muncul setiap tahunnya di seluruh dunia. Setiap 3 kasus kanker ditemukan satu kasus kanker kulit melanoma dan diperkirakan ini akan terus meningkat karena lapisan ozon di langit yang terus menipis. Pengurangan lapisan ozon 10 persen saja dapat menyebabkan peningkatan insiden kanker kulit melanoma sebesar 4500 tambahan kasus baru.

Risiko melanoma lebih besar menyerang wanita yang berusia di bawah 40 tahun. Kanker kulit jenis ini dapat berakibat fatal jika tidak didiagnosis secara awal.

Penyebab Kanker Kulit Melanoma

Melanoma terjadi ketika sel-sel pigmen kulit berkembang secara tidak normal. Hingga kini, belum diketahui kenapa hal ini terjadi. Sebagian orang yang beranggapan penyebab munculnya melanoma dikarenakan kulit yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) alami atau buatan. Tapi ternyata tidak semua orang yang sering terpapar UV menjadi penderita melanoma. Para peneliti masih berupaya mencari tahu penyebabnya. Beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan kemungkinan terjangkit melanoma adalah memiliki banyak tahi lalat atau bintik di kulit, berkulit pucat dan mudah terbakar, memiliki anggota keluarga yang menderita melanoma, serta yang berambut merah atau pirang.

Diagnosis Kanker Kulit Melanoma

Dokter bisa mendiagnosis melanoma setelah melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan merujuk Anda untuk menemui dokter spesialis kulit (dermatologi) atau dokter bedah plastik jika mereka mengira Anda menderita melanoma. Jadi jika Anda melihat ada perubahan pada bentuk tahi lalat, segera temui dokter.

Pada sebagian besar kasus yang ada, jaringan tahi lalat yang dianggap mencurigakan akan diangkat dengan pembedahan dan dipelajari apakah telah menjadi kanker. Proses ini dikenal dengan istilah biopsi. Sedangkan untuk memeriksa apakah melanoma sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, prosedur biopsi nodus sentinel juga bisa dilakukan.

Pengobatan Kanker Kulit Melanoma

Salah satu prosedur utama pengobatan melanoma adalah operasi, meski semua jenis penanganan yang dilakukan tergantung dengan kondisi Anda. Operasi bisa sukses jika melanoma terdiagnosis di tahap awal. Tapi, untuk mencegah melanoma muncul kembali, Anda harus menjalani perawatan lanjutan. Jika melanoma tidak terdiagnosis hingga pada tahap paling parah, perawatan yang dilakukan hanya bisa memperlambat penyebaran kanker dan meredakan gejala yang terjadi. Pada tahap ini, biasanya dibutuhkan obat-obatan, misalnya kemoterapi.

Kemunculan kembali melanoma

Ada kemungkinan melanoma akan kembali jika sebelumnya Anda pernah menderita melanoma. Jika kanker sudah menyebar dan parah, maka risiko Anda terkena kembali akan meningkat.

Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan secara teratur untuk memonitor kesehatan, terutama jika tim penanganan kanker Anda merasa bahwa ada kemungkinan besar melanoma akan muncul kembali. Cara memeriksa apakah ada tumor di kulit dan kelenjar limfe Anda, biasanya akan diajari oleh tim dokter yang bertugas.

Pencegahan Kanker Kulit Melanoma

Anda bisa menurunkan risiko terkena melanoma dengan menghindarkan kulit agar tidak terkena paparan langsung sinar ultraviolet, baik yang alami maupun buatan, meski kemunculan melanoma tidak selalu bisa dicegah. Salah satu pencegahan melanoma yang mudah dilakukan adalah gunakan tabir surya dan kenakan pakaian yang lengkap untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang merusak.

Untuk meningkatkan keberhasilan penanganan dan agar bisa mendapatkan diagnosis sejak awal, Anda disarankan untuk memeriksa tahi lalat dan bintik-bintik secara teratur.

Gejala kanker kulit melanoma seringkali ditandai dengan munculnya tahi lalat baru atau ketika terjadi perubahan bentuk dari tahi lalat yang lama. Bentuk tahi lalat normal biasanya memiliki satu warna, berbentuk bulat atau oval, dan berdiameter kurang dari 6 milimeter. Sedangkan melanoma biasanya memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki lebih dari satu warna
  • Bentuknya tidak beraturan
  • Diameternya lebih besar dari 6 mm
  • Terasa gatal dan bisa berdarah

Dengan daftar ABCDE, kita bisa membedakan tahi lalat normal dengan melanoma. Daftar ABCDE adalah:

  • A (asymmetrical) asimetris: melanoma memiliki bentuk tidak beraturan dan tidak bisa dibagi dua sama rata
  • B (border) pinggiran: melanoma memiliki pinggiran yang tidak rata dan kasar, berbeda dengan tahi lalat normal
  • C (colour) warna: melanoma biasanya campuran dari dua atau tiga warna
  • D (diameter) diameter: melanoma biasanya berdiameter lebih besar dari 6 milimeter, dan berbeda dari tahi lalat biasa
  • E (enlargement or evolution) pembesaran atau evolusi: tahi lalat yang berubah bentuk dan ukuran setelah beberapa lama biasanya akan menjadi melanoma

Melanoma bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, tapi beberapa bagian tubuh yang sering terpengaruh adalah:

  • Wajah
  • Tangan
  • Punggung
  • Kaki

Perlu diketahui, melanoma tidak selalu dimulai dari tahi lalat. Karena melanoma juga bisa muncul pada kulit yang terlihat normal dan jarang terpapar sinar ultraviolet. Terkadang melanoma juga bisa muncul di bawah kuku, di mulut, saluran pencernaan, saluran kemih, vagina, atau pada bagian mata. Temui dokter secepatnya jika Anda merasa cemas dengan salah satu tahi lalat Anda.

Meski hampir semua kasus melanoma berkaitan dengan dampak dari sinar ultraviolet di kulit, penyebab pastinya masih belum diketahui.

Sinar matahari merupakan sumber utama ultraviolet yang bisa memengaruhi kulit. Pada kebanyakan kasus, melanoma diduga disebabkan oleh paparan sinar matahari. Tapi ketahuilah bahwa tidak semua melanoma berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet, karena kondisi ini tetap bisa muncul pada daerah kulit yang jarang terpapar sinar matahari.

Ada dua jenis utama sinar ultraviolet yang dapat menembus lapisan ozon di atmosfir bumi, yaitu ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). Jika terlalu lama dan berulang kali terpapar UVA dan UVB, kulit akan mengalami kerusakan dan membuatnya lebih mudah terserang kanker kulit (termasuk melanoma).

Peningkatan Risiko

Semua faktor di bawah ini membuat kulit Anda menjadi lebih sensitif terhadap dampak buruk dari sinar matahari. Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena melanoma adalah:

  • Memiliki banyak tahi lalat.
  • Memiliki banyak bintik-bintik pada kulit.
  • Terdapat area kulit yang pernah terbakar atau setelah menjalani perawatan dengan radioterapi.
  • Kulit pucat yang mudah terbakar dan kulit sulit untuk berubah jadi hitam.
  • Memiliki mata biru dan rambut kemerahan atau pirang.
  • Usia yang menua.
  • Mengalami kondisi yang menurunkan sistem kekebalan tubuh, misalnya HIV.
  • Obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh (imunosupresi), biasanya obat jenis ini dikonsumsi setelah menjalani transplantasi organ.
  • Pernah didiagnosa kanker kulit.
  • Ada anggota keluarga yang mengidap melanoma maupun jenis kanker kulit lain.
  • Terpapar senyawa kimia berupa senyawa arsenik atau produk peptisida creosote.

Dokter akan memeriksa kondisi kulit dan memutuskan apakah Anda memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh seorang dokter spesialis. Inilah awal proses sebelum mendiagnosis melanoma.

Biopsi

Jika dokter mencurigai tahi lalat yang diperiksa sebagai melanoma, Anda akan dirujuk menemui dokter spesialis kulit (dermatologi) atau dokter spesialis bedah plastik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter spesialis kulit atau bedah plastik mungkin akan melakukan biopsi. Sebuah operasi kecil untuk mengangkat tahi lalat yang kemungkinannya adalah melanoma untuk diteliti lebih lanjut dengan mikroskop. Proses ini dilakukan untuk mengetahui apakah tahi lalat itu berupa kanker atau bukan. Biopsi biasanya dilakukan dengan cara bius lokal. Area di sekitar tahi lalat akan dijadikan mati rasa (kebas) dan Anda tidak akan merasa sakit.

Operasi secara lebih lanjut perlu dilakukan jika memang tahi lalat itu adalah kanker. Pada kebanyakan kasus, operasi ini dilakukan untuk mengangkat bagian kulit yang terkena kanker dan ditangani oleh seorang dokter bedah plastik.

Tes lanjutan

Sebuah tes secara lebih lanjut perlu dilakukan kepada Anda jika terdapat kekhawatiran bahwa kanker yang ada sudah menyebar ke organ lainnya, seperti ke tulang atau ke dalam sistem peredaran darah Anda. Tes-tes lain yang mungkin harus dilakukan antara lain:

  • Tes darah
  • Pencitraan sinar X
  • MRI Scan
  • CT Scan

Biopsi Nodus Limfa Sentinel

Pola awal penyebaran melanoma pada umumnya menyebar melalui saluran di lapisan kulit yang bernama sistem limfatik, menuju kelompok kelenjar getah bening terdekat. Secara medis, kelenjar getah bening juga dikenal dengan sebutan ‘nodus limfa’. Kelenjar ini bisa ditemukan di mana saja di dalam tubuh. Kelenjar yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh ini membantu memusnahkan bakteri dan partikel yang tidak diinginkan di dalam tubuh.

Kumpulan sel melanoma dalam jumlah yang sangat kecil mampu menyebar melalui pembuluh sistem limfatik menuju nodus limfa. Misalnya melanoma di lengan seringkali menyebar ke nodus limfa di ketiak. Sedangkan melanoma di kaki seringkali menyebar ke nodus limfa di selangkangan.

Proses yang dilakukan dokter spesialis bedah plastik bernama biopsi nodus limfa sentinel adalah tes untuk menentukan apakah melanoma dalam jumlah yang sangat kecil sudah menyebar ke nodus limfa. Penyebaran yang kecil biasanya tidak kelihatan pada hasil tes sinar X, tetapi lebih mudah diketahui dengan proses biopsi nodus limfa sentinel.

Gabungan tinta biru dan unsur radioaktif lemah akan dimasukkan dokter bedah plastik di sekitar luka Anda sebelum operasi pengangkatan sebagian kulit. Sama seperti sel melanoma, tinta biru dan unsur radioaktif akan mengalir mengikuti saluran limfatik dalam kulit. Secara logis, gabungan unsur itu akan menuju ke nodus limfa pertama, sama seperti nodus limfa yang dituju oleh kanker itu, ini disebut nodus limfa sentinel.

Dengan tinta biru dan unsur radioaktif yang telah disuntikkan, nodus sentinel bisa ditemukan dan diangkat, sedangkan nodus yang tidak terjangkit biasanya dibiarkan. Nodus itu akan diserahkan pada dokter spesialis patologi untuk memeriksa, mengenali, atau memisahkan sel melanoma yang sangat kecil. Seluruh proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu.

Untuk pasien dengan nodus limfa yang sudah terjangkit melanoma, ada kemungkinan besar melanoma sudah menyebar ke tempat lain. Jika nodus limfa sentinel bersih dari melanoma, maka bisa dipastikan nodus limfa yang lain juga bersih.

Jika melanoma ada di nodus limfa sentinel, ada risiko setidaknya nodus limfa di kelompok yang sama juga terdapat melanoma. Pada kondisi ini, untuk mengangkat semua nodus limfa yang tersisa di kelompok yang terjangkiti biasanya akan disarankan. Operasi yang lebih besar ini biasanya disebut sebagai pembedahan nodus limfa menyeluruh atau limfadenektomi menyeluruh.

Pengobatan melanoma sangat tergantung pada kondisi individu yang akan dirawat, jenis kanker dan juga stadium kanker yang diderita. Penanganan utama dalam mengatasi melanoma adalah melalui operasi.

Stadium Kanker Kulit Melanoma

Jenis penanganan melanoma tergantung kepada stadium melanoma yang Anda derita. Sistem stadium digunakan oleh tenaga medis profesional untuk menjelaskan seberapa jauh perkembangan dan penyebaran melanoma baik di dalam kulit maupun ke organ tubuh lainnya. Urutan stadium melanoma dijelaskan seperti di bawah ini:

  • Stadium 0: melanoma berada di permukaan kulit.
  • Stadium 1A: ketebalan melanoma kurang dari 1 mm.
  • Stadium 1B: ketebalan melanoma 1-2 mm atau kurang dari 1 mm tapi dengan kerusakan atau luka pada permukaan kulit.
  • Stadium 2A: ketebalan melanoma 2-4 mm atau 1-2 mm tapi dengan kerusakan atau luka pada permukaan kulit.
  • Stadium 2B: ketebalan melanoma lebih dari 4 mm atau 2-4 mm dengan permukaan kulit yang rusak.
  • Stadium 2C: ketebalan melanoma lebih dari 4 mm dan permukaan kulit rusak.
  • Stadium 3A: melanoma sudah menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa terdekat, tapi nodus tidak membengkak. Pada stadium ini tidak ada kerusakan kulit dan belum menyebar lebih jauh.
  • Stadium 3B: Permukaan kulit melanoma telah alami kerusakan dan melanoma telah menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa, tapi tidak membesar. Atau, permukaan kulit melanoma tidak mengalami kerusakan dan menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa dan nodus sudah membesar. Atau melanoma sudah menyebar ke wilayah kecil kulit atau saluran limfatik, tapi tidak ke nodus limfa.
  • Stadium 3C: permukaan kulit melanoma mengalami kerusakan dan sudah menyebar ke satu hingga tiga nodus limfa dan membesar. Atau melanoma menyebar ke empat atau lebih nodus limfa.
  • Stadium 4: Sel-sel melanoma sudah menyebar ke wilayah lain dari tubuh seperti paru-paru, otak, dan bagian lain dari kulit.

Berikut ini adalah penanganan melanoma disesuaikan dengan tingkat keparahannya:

Stadium 1 Kanker Kulit Melanoma

Untuk menangani melanoma stadium 1, dokter bedah plastik akan melakukan operasi untuk mengangkat sel-sel melanoma dan sebagian kecil kulit di daerah sekitarnya.

Terkadang dalam proses pembedahan, untuk beberapa kasus melanoma akan dilakukan pembiusan total, jadi Anda akan tertidur atau tidak sadar. Tapi pembedahan untuk melanoma stadium 1 umumnya dilakukan dengan cara pembiusan lokal. Anda akan tetap sadar, namun daerah di sekitar melanoma akan mati rasa dan Anda tidak akan merasakan sakit.

Jika operasi pembedahan meninggalkan bekas luka yang mencolok, Anda bisa memilih operasi gabungan untuk mencangkokkan kulit. Pencangkokan kulit berarti mengambil sebagian kulit dari bagian tubuh lain, untuk dicangkokkan atau ditempel di daerah yang dioperasi.

Kemungkinan untuk melanoma stadium 1 yang sudah diangkat akan kembali sangat kecil, sehingga biasanya tidak diperlukan penanganan lanjutan setelah pembedahan.

Stadium 2 dan 3 Kanker Kulit Melanoma

Penanganan yang dilakukan sama seperti pada stadium 1, yaitu daerah yang terinfeksi melanoma akan diangkat dan jika perlu dilakukan operasi pencangkokan kulit. Jika melanoma sudah menyebar ke nodus limfa terdekat, Anda mungkin perlu operasi lanjutan untuk mengangkatnya. Pembiusan total harus dilakukan untuk operasi ini.

Proses pengangkatan nodus limfa mengandung risiko terhadap gangguan sistem limfatik Anda. Efeknya bisa menyebabkan penimbunan cairan pada tubuh. Dalam istilah medis ini dikenal sebagai limfedema. Anda disarankan tetap berkonsultasi dengan dokter tentang proses pemulihan dan mewaspadai tentang tanda-tanda melanoma akan kembali.

Stadium 4 Kanker Kulit Melanoma

Melanoma stadium 4 sebagai tahap yang terparah bisa dibagi menjadi dua kondisi:

  • Melanoma sudah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis) saat pertama didiagnosis.
  • Melanoma muncul lagi di bagian lain dari tubuh Anda setelah pengobatan sebelumnya.

Pada dua kondisi di atas, kemungkinan besar tidak bisa disembuhkan. Penanganan yang dilakukan hanya untuk memperlambat penyebaran kanker, mengurangi gejala yang dialami, dan memperpanjang masa hidup penderita.

Operasi pembedahan mungkin bisa dilakukan pada melanoma yang muncul jauh dari tempat sel-sel melanoma pertama muncul. Sedangkan untuk mengurangi efek dari gejala yang terjadi, beberapa penanganan yang bisa dilakukan adalah radioterapi dan konsumsi obat-obatan.

Perawatan dan pengobatan yang dilakukan biasanya memiliki efek samping yang bisa memengaruhi kualitas hidup Anda. Jika hasil perawatan tidak menambah banyak umur atau Anda tidak merasakan gejala yang menyebabkan sakit atau ketidaknyamanan, mungkin Anda akan menolak melakukan semua perawatan kanker yang ada.

Jika memutuskan untuk tidak menerima perawatan, obat pereda rasa sakit dan perawat khusus mungkin bisa disediakan jika Anda membutuhkannya. Ini adalah jenis perawatan paliatif. Seluruh keputusan ada di tangan Anda.

Radioterapi

Untuk mengangkat nodus limfa setelah operasi dan untuk meringankan gejala melanoma stadium tinggi, perawatan radioterapi bisa dilakukan. Radioterapi menerapkan radiasi sinar dengan dosis terkontrol untuk membunuh sel-sel kanker. Prosedur ini dilakukan di rumah sakit dalam beberapa sesi harian selama 10-15 menit, dengan akhir pekan disisakan untuk beristirahat.

Efek samping dari radioterapi antara lain kelelahan, mual, hilang selera makan, rambut rontok, dan ruam-ruam pada kulit. Konsultasikan efek samping yang dialami kepada dokter Anda. Dokter bisa memberikan obat-obatan untuk mencegah atau mengendalikan efek samping tersebut. Efek samping ini akan berkurang sedikit demi sedikit seiring menjalani sesi-sesi yang diikuti.

Obat-obatan Untuk Melanoma

Kemoterapi

Penanganan melanoma yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain adalah dengan menggunakan kemoterapi. Kemoterapi umumnya dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dari gejala yang ditimbulkan melanoma pada stadium tinggi. Kemoterapi menggunakan pemakaian obat-obatan anti kanker atau sitotoksin untuk membunuh kanker.

Beberapa jenis obat bisa digunakan untuk mengobati melanoma. Dokter spesialis akan membahas obat-obatan itu bersama Anda. Ada berbagai jenis obat-obatan kemoterapi, dan kadang-kadang bisa dikombinasikan. Yang paling umum dipakai untuk mengobati melanoma adalah dacarbazine dan temozolomide.

Pasien yang menjalani kemoterapi tidak perlu menginap di rumah sakit. Kemoterapi diberikan sekali dalam tiga atau empat minggu. Jeda waktu yang diberikan bertujuan agar tubuh Anda memiliki waktu untuk pulih. Dacarbazine diberikan melalui infus dan temozolomide diberikan dalam bentuk tablet.

Kemoterapi memiliki beberapa efek samping yang disebabkan oleh pengaruh obat terhadap ketahanan tubuh. Kebanyakan efek sampingnya bisa dicegah atau dikendalikan dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter Anda. Efek samping dari kemoterapi di antaranya infeksi, mual dan muntah, kelelahan, dan sariawan.

Imunoterapi

Penerapan imunoterapi memakai obat-obatan yang sudah berasal dari unsur yang ada di dalam darah secara alami. Pengobatan ini bertujuan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh untuk melawan melanoma. Dua obat yang biasa dipakai untuk melanoma adalah interferon-alfa dan interleukin-2. Kedua obat ini diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah, di bawah kulit, atau ke dalam gumpalan melanoma. Efek samping yang kerap terjadi dari pemakaian imunoterapi menyerupai gejala-gejala pada flu, misalnya demam, nyeri persendian, dan kelelahan.

Antibodi monoklonal

Tubuh manusia memproduksi antibodi yang berfungsi mengontrol infeksi. Selain di dalam tubuh, ada juga antibodi yang bisa diproduksi dalam laboratorium, yang diberi nama antibodi monoklonal.

Penderita akan diberikan antibodi buatan dalam dosis tertentu. Kemudian antibodi tersebut akan mengenali sel-sel tumor dan menghancurkannya.

Pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindarkan kulit dari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama. Hal ini sangat penting bagi orang-orang yang pernah menderita melanoma atau kanker kulit non-melanoma lainnya, untuk membantu mencegah kemunculan kembali kanker kulit yang sudah diangkat. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa langkah untuk menghindarkan kulit dari paparan sinar matahari.

Memeriksa Kondisi Tahi Lalat

Periksa tahi lalat di tubuh Anda jika terdapat tanda-tanda melanoma. Konsultasikan kepada dokter jika melihat perubahan bentuk pada tahi lalat atau bintik-bintik di tubuh Anda. Jika diagnosis dini bisa didapatkan, ini akan membantu dalam meningkatkan cara pengobatan yang berhasil.

Hindari Sinar Matahari Ketika di Puncak Terpanas

Pada pukul 10.00-14.00, matahari akan berada di puncak terpanas. Tapi pada waktu yang berbeda, matahari tetap bisa terasa sangat panas dan memiliki efek merusak. Pada jam-jam itu, usahakan untuk tetap berada di tempat yang teduh dan menutupi diri Anda dengan pakaian yang tepat serta memakai tabir surya.

Berpakaian dengan Benar

Jika Anda bekerja di luar ruangan dan harus terpapar matahari untuk jangka waktu yang lama, gunakan pakaian yang melindungi Anda dari sinar matahari. Pakaian yang dimaksudkan di sini termasuk baju lengan panjang, topi untuk melindungi wajah dan kulit kepala, serta kacamata untuk melindungi mata Anda.

Gunakan Tabir Surya

Disarankan untuk memakai tabir surya dengan kadar SPF (faktor pelindung sinar matahari) minimal 15. Pastikan tabir surya tersebut cocok untuk tipe kulit Anda dan bisa menghadang radiasi sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB).

Pemakaian tabir surya disarankan dilakukan 15 menit sebelum Anda terpapar sinar matahari dan dioleskan lagi setiap dua jam. Jika Anda ingin menghabiskan waktu di dalam air, gunakan tabir surya yang tahan air dan oleskan ulang secara teratur.

Sebelum berkegiatan di luar ruangan pada siang hari, pastikan anak-anak Anda memakai pakaian yang tepat dan memakai topi dan tabir surya dengan SPF tinggi. Usahakan untuk lebih memerhatikan perlindungan terhadap bayi dan anak-anak karena kulit mereka lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Jika terlalu sering terpapar sinar matahari, kanker kulit mungkin bisa muncul saat mereka beranjak dewasa.

Usahakan agar kulit tidak terbakar oleh matahari. Jika sering terjadi, kulit sudah terkena dampak radiasi ultraviolet. Kemungkinan kemunculan kanker di masa depan akan naik seiring kulit terpapar radiasi.

Hindari sinar ultraviolet buatan

Sinar ultraviolet buatan bisa lebih berbahaya daripada sinar ultraviolet alami yang berasal dari matahari. Karena sinar UV buatan menggunakan sumber radiasi sinar ultraviolet yang terkonsentrasi. Radiasi sinar UV ini bisa meningkatkan risiko berkembangnya melanoma.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT