Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Kanker Kandung Kemih

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Kanker kandung kemih adalah pertumbuhan jaringan tidak normal atau tumor pada dinding kandung kemih yang bersifat ganas. Fungsi organ kandung kemih sendiri adalah menampung urine sebelum disalurkan keluar tubuh saat buang air kecil.

Penderita kanker kandung kemih umumnya adalah orang berusia lanjut. Setelah ditangani, penderita harus mengikuti pengujian lanjutan karena kanker kandung kemih memiliki risiko cukup besar untuk kambuh kembali.

Selain pada dinding kandung kemih, kanker kandung kemih juga bisa menyebar ke otot-otot di sekitar kandung kemih. Segera berkonsultasi dengan dokter jika ada darah dalam urine, meskipun tidak terasa sakit.

Gejala Kanker Kandung Kemih

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala yang umumnya dialami penderita kanker kandung kemih adalah adanya darah dalam urine yang biasanya tidak disertai rasa nyeri.

Beberapa gejala kanker kandung kemih lainnya adalah:

  • Sering ingin buang air kecil secara tiba-tiba.
  • Frekuensi buang air kecil semakin sering, tapi jumlah urine yang dikeluarkan hanya sedikit.
  • Seringnya terkena infeksi saluran kemih.
  • Sensasi terbakar atau perih saat buang air kecil.
  • Sakit pada bagian punggung.

Jika kanker kandung kemih sudah mencapai stadium lanjut dan mulai menyebar, beberapa gejala yang dirasakan penderita adalah:

  • Pembengkakan pada kaki.
  • Anemia.
  • Rasa sakit di bagian panggul atau sekitar dubur.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Rasa sakit pada tulang.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Kandung Kemih

Munculnya kanker kandung kemih disebabkan oleh adanya perubahan pada sel dalam kandung kemih. Namun, penyebab pasti kanker kandung kemih belum diketahui sampai saat ini. Namun kanker kandung kemih sering kali dikaitkan dengan merokok, infeksi parasit, paparan zat kimia, dan radiasi.

Beberapa hal yang juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kandung kemih adalah:

  • Pertambahan usia. Risiko kanker kandung kemih akan bertambah saat usia bertambah.
  • Pria, lebih berisiko terkena kanker kandung kemih dibanding wanita.
  • Ras kulit putih. Ras kulit putih punya risiko lebih tinggi terkena kanker kandung kemih daripada ras manusia lainnya.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker.
  • Sedang mengonsumsi obat diabetes tertentu.
  • Peradangan kandung kemih kronis.
  • Faktor keturunan.

Diagnosis Kanker Kandung Kemih

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Pengujian yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis kanker kandung kemih adalah:

  • Sistoskopi. Prosedur di mana kamera kecil yang dipasang pada selang halus disertai lampu, digunakan untuk memeriksa kandung kemih Anda.
  • Tes Pencitraan. Dokter akan mengambil gambar detail kandung kemih dengan CT scan, urogram intravena, atau MRI.
  • Biopsi. Dokter akan mengambil sampel jaringan untuk diuji. Prosedur pengambilan sampel ini biasanya dikenal dengan singkatan TURBT (transurethral resection of bladder tumor).
  • Sitologi urine. Sampel urine penderita akan diteliti apakah mengandung sel kanker.

Jika penderita positif mengidap kanker kandung kemih, dokter akan menyarankan penderita menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tingkat keparahan kanker. Ada beberapa tingkat keparahan kanker kandung kemih yaitu:

  • Stadium 1: Kanker hanya berada pada dinding bagian dalam kandung kemih dan belum menyebar ke bagian lainnya.
  • Stadium 2: Kanker telah menembus seluruh lapisan dinding kandung kemih, tapi masih bersifat lokal dan hanya mengenai kandung kemih saja.
  • Stadium 3: Sel kanker telah menyebar melalui dinding kandung kemih ke jaringan di sekitarnya.
  • Stadium 4: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain seperti tulang, hati, atau paru-paru.

Pengobatan Kanker Kandung Kemih

Cara penanganan kanker kandung kemih biasanya tergantung dari tingkat keparahan kanker yang diidap penderita. Kanker kandung kemih dibagi menjadi dua, kanker kandung kemih tahap awal dan kanker kandung kemih yang sudah menyebar.

Beberapa cara penanganan untuk kanker kandung kemih tahap awal, adalah:

  • Pengangkatan tumor. Biasanya metode TURBT (transurethral resection of bladder tumor) digunakan dokter untuk mengangkat kanker yang ada di dinding bagian dalam kandung kemih.
  • Sistektomi parsial, yaitu pembedahan untuk mengangkat tumor dan sebagian kecil kandung kemih yang mengandung sel kanker.
  • Imunoterapi, adalah terapi biologis yang bekerja dengan membuat sistem kekebalan tubuh penderita untuk melawan perkembangan sel-sel kanker.

Sedangkan penanganan kanker kandung kemih yang sudah menyebar ke lapisan terdalam dinding kandung kemih (tahap lanjut) adalah pembedahan untuk mengangkat seluruh kandung kemih (sistektomi radikal) dan pembuatan saluran urine baru.

Selain operasi, kedua tahapan kanker kandung kemih di atas juga ditangani dengan dua metode berikut:

  • Kemoterapi, menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Biasanya dokter akan menggunakan kombinasi dua jenis obat dalam kemoterapi. Bisa dilakukan sebelum dan sesudah pembedahan.
  • Terapi radiasi, menggunakan pancaran sinar berenergi tinggi yang diarahkan ke kanker untuk menghancurkan sel-sel kanker. Biasanya dilakukan untuk membasmi sisa sel-sel kanker yang masih ada setelah pembedahan.

Kedua metode tersebut dapat dikombinasikan, jika tindakan pembedahan tidak bisa dilakukan. Akan tetapi, kemoterapi dan terapi radiasi memiliki efek samping pada tubuh penderita, yaitu:

  • Kemoterapi: Melemahkan sistem kekebalan tubuh, batuk, demam, kulit kemerahan, mual dan muntah, rambut rontok, hilang nafsu makan, dan kelelahan.
  • Terapi radiasi: Diare, pembengkakan kandung kemih, vagina menyempit, disfungsi ereksi, rambut kemaluan rontok, infertilitas atau mandul, kelelahan, dan kesulitan buang air kecil.

Komplikasi Kanker Kandung Kemih

Ada beberapa komplikasi yang bisa diderita para penderita kanker kandung kemih setelah menjalani tindakan pengobatan:

  • Diversi urine. Jika kandung kemih penderita diangkat, maka dokter akan melakukan prosedur pengalihan saluran urine. Beberapa jenis diversi urine adalah urostomi (pembuatan lubang di dinding perut untuk pembuangan urine ke kantong urine eksternal), diversi urine kontinen (pembuatan kantong urine di dalam tubuh menggunakan sebagian kecil dinding usus dan lubang dengan klep di dinding perut), rekonstruksi kandung kemih (membuat kandung kemih tiruan (neobladder) dengan menggunakan dinding usus dan melatih penderitanya untuk berkemih). Pada rekonstruksi kandung kemih, penderita tidak menerima rangsang untuk berkemih dari neobladder saat terisi penuh dengan urine. Maka otot perut dan panggul perlu dilatih untuk mendorong urine keluar.
  • Disfungsi ereksi. Tindakan pengangkatan seluruh kandung kemih bisa menyebabkan penderita kesulitan melakukan atau mempertahankan ereksi.
  • Penyempitan vagina. Terapi radiasi dan pengangkatan kandung kemih juga bisa membuat penyempitan dan pendangkalan vagina.
  • Depresi. Hidup dengan memiliki kanker kandung kemih dapat membuat penderitanya mengalami ketidaksatabilan emosi. Depresi saat didiagnosa, senang saat kanker diangkat, dan kembali depresi saat merasakan efek dari pengobatan. Segera hubungi dokter bila merasakan kesedihan dan putus asa berkepanjangan, serta tidak dapat lagi menikmati hal-hal yang biasanya menyenangkan.

Pencegahan Kanker Kandung Kemih

Ada beberapa langkah pencegahan untuk menghindari kanker kandung kemih, yaitu:

  • Diet. Asupan buah dan sayuran yang tinggi, serta pengurangan makanan berlemak diduga bisa membantu mencegah kanker kandung kemih.
  • Perbanyak konsumsi air mineral. Teorinya, zat racun yang terkumpul di dalam kandung kemih bisa diencerkan dan dikeluarkan lebih cepat dengan memperbanyak konsumsi air mineral.
  • Berhati-hati dengan bahan kimia. Kurangi risiko terpapar beberapa bahan kimia dengan menggunakan pelindung. Terutama orang-orang yang bekerja di pabrik dan bersinggungan langsung dengan bahan-bahan pembuatan karet, tekstil, plastik, pewarnaan, dan asap diesel.
  • Berhenti merokok akan mengurangi paparan zat kimia penyebab kanker ke dalam tubuh.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT